
Bab 271 Wang Roulan Vs Su Xin (2)
Su Xin sudah bersiap untuk menghadang serangan dari Wang Roulan. Dia menatap ke arah ruang Roland terus-menerus dengan waspada penuh.
Bahkan dirinya tidak tahu dia yang memiliki kutipasi yang sangat rendah namun daya kecepatan lompatannya sungguh sangat cepat.
Bukan hanya itu saja dia melihat teknik serangan dan yang baru pertama kali melihatnya sejak ratusan tahun. Teknik pedang itu sangat aneh.
Teknik pedang itu sangat rumit penuh warna biru tua dan di kedua pergelangan tangan Wang Raolan ada belati es yang sangat kecil seperti setengah dari lengannya yang terus-menerus mengikuti kemanapun Wang Roulan terbang.
Dirinya melihat dia seperti dua orang yang berbeda sekarang Aura yang dipancarkan oleh Wang Roulan sangatlah berbeda dari sebelumnya dan sekarang sepertinya memiliki jejak kepercayaan diri.
‘Cihh.. tidak mungkin aku adalah senior dan sudah berlatih ratusan tahun bagaimana mungkin aku akan kalah dengan pecundang seperti dia..’ Su Xin bersiap-siap untuk menggunakan teknik yang dia pelajari.
Su Xin kemudian menggunakan teknik pedang bulan sabut es yang sudah dipelajari selama 10 tahun sehingga sehingga mencapai kesempurnaan yang lihay.
“Saudara Wang.. berhati-hatilah aku akan menembakmu...” Su Xin juga berteriak dia melompat ke atas sambil memutar-mutarkan tubuhnya seperti gangsing yang sangat cepat berputarnya. Setelah itu dari putaran yang terus-menerus memunculkan sabit es yang sangat cepat untuk menyerang ke arah Wang Roulan.
"Swosh!"
"Swosh!"
"Swosh!"
kecepatan sabit es itu sangatlah cepat seperti hampir menyamai kecepatan cahaya itu sendiri.
Tapi sayangnya tembakan sabit es yang dilakukan oleh Su Xin masih bisa dihindari oleh Wang Roulan sangat mudah seperti membelokan badannya Ke kiri Ke atas kekanan bahkan menukik ke bawah.
Wajah Su Xin tidak sedap dipandang melihat serangan itu sangat mudah dihindari oleh Wang Roulan.
‘Bajingan...’ Su Xin memfitnah terus-menerus di dalam hatinya, dia tidak mau dia tidak ingin kalah dan dipermalukan oleh makhluk yang sudah jelas sampah dan dunia juga dari tingkat rendah.
Sementara itu, Wang Raolan yang telah menghindari serangan demi serangan yang dilakukan Su Xin dia hanya tersenyum tipis kemudian dia melangkah maju lagi mempercepatkan langkah untuk menyerang Su Xin.
Setelah dekat Wang Raolan berteriak sedikit: “Senior Xin aku akan menyerangmu berhati-hatilah Hiyaa..!”
"Sikat!"
Seketika belati itu yang panjangnya setengah dari lengannya berubah menjadi sangat panjang seperti pedang yang sangat tajam dia langsung menebaskan pedang es itu ke Su Xin.
__ADS_1
Su Xin yang sedang akan diserang dia langsung tegang dia menggunakan keterampilan seni beladiri tembok melawan bahaya.
"Tembok melawan bahaya!"
Setelah dia meneriakan seni bela dirinya seketika dari bawah permukaan tanah langsung menumbuhkan lapisan bongkahan es yang sangat besar untuk melindungi dirinya.
Akibatnya karena tembok es yang muncul tiba-tiba serangan Wang Roulan hanya mengenai benteng itu.
"Bam!"
Otomatis pedang yang terbuat dari es langsung hancur karena menabrak dinding pertahanan yang dilakukan oleh Su Xin.
Tapi, Wang Raolan tidak tinggal diam setelah pedang es yang sudah hancur tiba-tiba bergerak di udara langsung menyatukan bagian tangan kanannya.
Setelah menyatu kepingan es itu berubah menjadi tangan es raksasa. Tangan kanan Wang Roulan yang berbentuk kepalan es raksasa, langsung membogem banteng es yang dilakukan oleh Su Xin.
"Bam!"
Pukulan itu sangat keras sehingga mengguncangkan area istana itu bahkan akibat goncangan itu ada balok-balok es yang berjatuhan dari atap-atap istana.
Su Xin yang sedang berlindung di balik benteng es mengertakan giginya. Dia sangat kesal karena kenapa sampah ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
"Bam!"
"Wussh!"
Gerakan pukulan itu sangat cepat sehingga Su Xin tidak bereaksi akan ukuran itu. Sehingga Su Xin entar kenapa pulang di bagian pipi kiri.
"Bang!"
"Aduh!"
"Swosh!"
Su Xin setelah terkena pukulan langsung terhempas 10 meter dan berguling-guling sekitar 10 meter.
Wang Roulan setelah memukul Su Xin kedua tangan masih membuat taktik bela diri untuk bersiap-siap bertarung lagi.
“Senior Xin.. ayo serang aku lagi aku ingin bertukar keterampilan untuk melawanmu.. sebagai senior maka kamu harus membimbingku yang masih junior.” Wang Roulan perkata sangat sopan namun di hatinya ada jejak tertawa dan mencibir.
__ADS_1
Orang sombong harus diinjak-injak harga dirinya begitu pula Wang Roulan dia akan menginjak-injak harga diri Su Xin karena memiliki sifat yang sombong dan terlalu membanggakan diri sendiri.
Su Xin yang terhampas sekitar 15 meter akhirnya bangun dari tidurnya kemudian dia menatap ke arah Wang Roulan sembari menyebutkan matanya seperti mata China.
“Bagus... kamu memiliki kekuatan yang sangat kuat dan aku hampir saja tertipu oleh kekuatanmu. karena aku tidak menyangka bahwa kamu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, aku juga akan mulai serius terhadapmu.”
Kemudian setelah menstabilkan tubuhnya dan menyembuhkan luka darah yang sedikit menetas di bibirnya, dia mencoba memejamkan matanya.
Ketika dia sedang memejamkan matanya, tiba-tiba hujan salju yang terus-menerus tiba-tiba berubah menjadi hujan satu yang sangat banyak bahkan rintikan salju itu menjadi sangat besar.
Su Xin berteriak.
"Badai bencana salju..!"
Setelah menerapkan jurus beladiri tiba-tiba diantara langit bergetar seperti ada auman Phoenix yang sangat menggema.
Seketika suhu di istana penguasa wilayah Phoenix Es langsung turun mencapai titik yang paling beku.
Para murid yang sedang mengamati pertarungan antara Su Xin dan Wang Roulan. Dia langsung menggigil hebat hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit akan menjadi patung es. Tapi sayangnya, Murong Ruyue membantu para murid-murid untuk mengendalikan hawa itu dan dia menyuruh para murid untuk menjauhi berapa lusin meter dari pertarungan itu.
Hawa dingin itu langsung membekukan semua wilayah Phoenix es dalam radius 5 km, namun hawa dingin salju itu tidak berpengaruh terhadap Wang Roulan.
Wang Roulan masih tegak seperti Ratu yang sangat mendominasi dia menatap ke arah langit dengan Tatapan yang sangat percaya diri tapi ada sedikit ketakjubkan.
Karena dia melihat di atas langit ada kepala burung phoenix raksasa yang sedang menatap ke arah dirinya, hanya dengusan yang keluar dari lubang hidung burung phoenix raksasa es itu, langsung membekukan wilayah Phoenix Es ini.
“Mungkin dulu aku takut tapi sekarang tidak ada takut dalam bukuku.” Wang Roulan berkata tenang.
Su Xin yang melihat Wang Roulan berdiri tepat aku sambil menatap pas kalau bergerak akhirnya percaya diri lagi dia berteriak semua tersenyum lebar. “Bagai mana... ini adalah kekuatan kartu As aku untuk menyerang mu.. jadi bersiap-siaplah..”
Su Xin setelah berteriak tiba-tiba kepala burung phoenix es yang sangat besar membuka mulutnya dia mengeluarkan api biru yang sangat dingin menerpak ke arah Wang Roulan.
Wang Roulan ingin bergegas menyerang. Namun, tiba-tiba jepit rambut yang pria pakai di rambutnya seketika bercahaya biru langsung berubah menjadi burung kolib yang sangat raksasa menyerang jurus Su Xin.
"Pekik...!
Burung Phoenix yang berasal dari jepit rambut Wang Roulan lebih besar dan lebih agung dari pada milik Su Xin sehingga dia yang melihatnya berteriak ngeri yang sangat luar biasa.
“Tidak mungkin...” Su Xin tidak mempercayainya.
__ADS_1