Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Mei An


__ADS_3

Bab 150 Mei An


“Kamu menampar aku!!” Yan Ming menatap ke arah Long Fai sangat mengerikan seperti hantu. Di wilayah ini, tidak ada yang berani menampar kepala dirinya, bahkan ayah dan ibu sendiri tidak ada yang berani sedikit sama sekali.


“Jadi apa? Kamu berani menghina aku yang jelas-jelas adalah calon tunangan Ho Tu, Ini adalah konsekuensinya.” Jawa Long Fai sedikit ada kekesalan tertentu.


“Ahhh mati kamu..!” Yan Ming langsung menyambarkan cambuk itu ke arah Long Fai sangat cepat. Namun Long Fai menghindari sangat mudah.


Setelah menghindar, dia menampar pipi kiri Yan Ming.


"Plakk..!"


“Kamu.. kamu...ahhh..!” Yan Ming seperti orang gila. Tapi hasilnya sama saja. Dia di tampar lusinan kali oleh Long Fai.


"Plakk!"


"Plakk!"


"Plakk!"


Saat ini, Long Fai menampar ke kiri dan kanan bahkan, para warga yang melihatnya sangat terluka oleh pemandangan ini.


“Oh brengsek... apakah pemuda itu sangat Fierce!”


“Walau tamparan pemuda itu sangat ganas, tapi aku sungguh menyukainya!”


“Hahaha ayo tampar lebih keras gadis nakal itu..!”


Semua warga di sini sangat bergidik dan saling melontarkan kata-kata bijak kepada Long Fai. Karena gadis nakal itu, penduduk di sini sangatlah resah. Setiap hal yang membuat Yan Ming tidak senang, maka gadis itu langsung mencambuk orang yang berhubungan.


“Ahhh kamu.. kenapa diam saja bajingan serangan dia..!” Yan Ming terengah-engah paru-paru ingin meledak karena marah. Dia tidak habis pikir entah kenapa pengawal sendiri malah bodoh dan linglung.


“Ini...?” Ketiga pengawal itu, kaget dan tersadar kembali karena keasikan melihat Yan Ming di pukuli pemuda bernama Long Fai. Bahkan dia sangat bergembira bahwa Yan Ming di tampar sedemikian rupa.


“Maaf nona...!” Ketiga pengawal itu, langsung menyerang Long Fai. Namun hasilnya sama saja ketiga pengawal langsung di jadikan karung pasir oleh Long Fai.


"Ahhhh!"


"Bug!"


"Aduh!"

__ADS_1


"Aww... sakit..!''


Yan Ming menggertakkan giginya ketika ketiga pengawal babak belur akibat di tinju oleh Long Fai. Kemudian dia menatap lagi ke wajah tampan Long Fai dan berlari untuk menyerang.


Dia mencoba menebas menggunakan cambuk yang pada saat ini mengeluarkan sinar merah seperti lava yang sangat panas.


"Swosh!"


Long Fai menghindari sangat mudah dan meraih pergelangan wanita itu yang sedang memegang cambuk. Setelah menangkap pergelangan tangan Yan Ming, saat ini juga dia langsung menarik ke depan dan tangan kanan Long Fai meraih punggung Yan Ming langsung mensmack down.


"Bug!"


"Engah!"


Yan Ming meludahkan cairan darah dari mulutnya dan dia akhirnya terbatuk-batuk.


"Uhukk..uhukkk..uhukkk...!"


“Ayoo apakah kamu ingin nakal lagi hah...?” Long Fai mereemas tangan sendiri sambil menatap ke arah Yan Ming yang tergeletak di tanah.


“Kamu jangan berbangga diri jika ayah aku tahu kamu akan terken masalah!” Yan Ming Terengah-engah.


“Ayo lakukan!! Aku tidak takut sama sekali..!” Long Fai merentangkan tangannya sangat lebar. Sambil memasang wajah yang mengejek kepada Yan Ming.


Wanita kecil itu hanya menggeleng kepalanya.


“Baiklah ikut denganku mungkin kamu kelaparan di lihat dari tubuh kamu yang sangat kurus.” Long Fai mengangguk dan berjalan kembali. Tentunya dia mengambaikan Yan Ming yang tergeletak di tanah.


Saat ini, dia bersama Hu Mulan mendekati ke tempat rumah makan yang cukup lebar. Dan ketiga orang langsung masuk kedalam rumah makan.


“Ini, maaf penolong, aku.. aku.. sangat canggung ketika memasuki ke rumah makan yang mewah ini.’’ Wanita kecil itu, ragu-ragu.


“Kenapa? Apakah kamu malu?” Long Fai juga tersenyum dan melanjutkan kata-katanya: “Kamu tidak perlu kawatir adik, ikutlah dengan aku sebentar dan makan sepuasnya yang kamu inginkan, masalah baju kamu yang kotor, kamu tidak perlu khawatir aku, akan memberikan pakaian baru ketika kamu sehabis makan.”


“Uhhhh!” Wanita kecil mengangguk berat. Dan berkata: “Kalau begitu terimakasih penolong.”


“Baik tidak masalah, ngomong-ngomong nama kamu siapa? Adik kecil?” Kata Long Fai sambil berjalan ke dalam rumah makan.


“Namaku Mei An.” Mei An berkata langsung.


“Baiklah nama yang bagus seperti wajah kecil kamu.” Long Fai mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Berapa detik, akhirnya mereka bertiga duduk di bangku makan yang sudah di siapkan pihak pemilik rumah makan. Mereka bertiga duduk paling pojok, bahkan keberadaanya sangat di abaikan.


Walau di rumah makan ini terdapat kelas VIP, nyatanya Long Fai tidak suka pemborosan karena ingin makan, anda rela mengeluarkan uang yang tidak perlu untuk di buang-buang.


Setelah duduk, Long Fai memesan makanan kepada pelayan wanita yang menurut dirinya sangat cantik dan bekerja prefisonal.


“Huh.. kamu setiap ada wanita yang cantik, mata kamu tidak bisa berpaling.” Hu Mulan terkekeh dan bercanda.


“Apa salahnya? Menghargai keindahan adalah normal dan melihat kejelekan itu, tidak di pungkiri akan di olok-olok.”


“Lagi pula hanya menghargai dan tidak lebih,” Long Fai tidak berdaya


Dalam berapa menit, akhirnya pelayan itu, menyajikan makanan kepada Long Fai dan lainnya.


“Adik kecil makanlah... jika masih kurang aku akan memesan lagi.” Long Fai berkata kepada Mei An lembut.


“Hmm!” Mei hanya mengangguk. kemudian di mencoba memakan hidangan yang ada di depan.


Pada saat ini, mereka bertiga memakan makanan sangat lahap. Tapi, pada saat ini, tiba-tiba pintu rumah makan ada yang mendobrak.


"Brak...!"


“Bajingan... aku bertanya apakah di sini ada orang dengan nama Long Fai hah...! Sial dia sungguh berani mempermalukan adik aku..! Apakah dia bosan hidup.” Pemuda itu adalah kakak dari Yan Ming dan bernama Yan Kai.


Semua pelanggan yang sedang makan di tempat bergidik. Semua orang yang sedang makan menggelengkan kepalanya.


Bahkan para pelayan makanan ketakutan..


“Hei kamu apakah kamu mengetahui pemuda tampan yang memasuki ke rumah makan ini..!” Yan Kai berkata sambil mengeluarkan aura membunuh ke salah satu pelayan yang sedang ketakutan.


Pelayan itu, ketakutan dia mencoba melihat pelanggan yang memiliki wajah tampan. Pada saat itu, dia akhirnya melihat Long Fai yang sedang makan sangat lahap. Pemuda itu, sangat tampan layaknya peri yang berdebu.


Pelayan itu, ragu-ragu sebenarnya. Namun karena dia sangat takut, akhirnya pelayan menujuk jari ke arah Long Fai.


Yan Kai melihat Long Fai yang masih memakan sangat lahap, tiba-tiba mengerutkan keningnya. Dia adalah manusia biasa tapi masih tidak terpengaruh oleh aura membunuh yang dikeluarkan oleh tubuh sendiri.


Saat ini dia mendekati Long Fai.


Mei An panik lalu berkata. “Bagai mana ini...!”


“Kamu makan saja, tenang jangan gugup. Apakah dia adalah salah satu dari bagian wanita tadi? Aku tidak peduli.”

__ADS_1


“Jika dia menggangu acara makanan yang nikmat ini, bersiaplah untuk menjadi babi yang menyedihkan..”


__ADS_2