
Bab 391 Ning Ming Vs Fuxi
Fuxi tersenyum lembut sambil menatap ke arah Murong Ruyue terus menerus sehingga, dari inilah Murong Ruyue sepertinya tidak merasa nyaman karena ditatap terus-menerus oleh Fuxi.
“Ada apa? Kamu selalu menatapku terus-menerus?” Kamu melihat bahwa Murong Ruyue merasa tidak nyaman sehingga mempertanyakan itu kepada Fuxi.
“Aku pertama kali ini melihat wanita secantik sepertimu.” Dalam pernyataan Fuxi, ini memang kenyataan. Murong Ruyue adalah wanita yang sangat cantik walaupun sebanding dengan Fenghuang Lin, dalam karakter atau sifat sangatlah jauh.
Kamu juga akan mencari pendamping hidup yang memiliki karakteristik yang baik hati lembut seperti Murong Ruyue, namun sayangnya apa yang kalian ketahui bahwa Murong Ruyue sudah memiliki kekasih yaitu Long Fai.
Murong Ruyue disanjung oleh Fuxi hanya berterima kasih dia berkata seperti ini, “Terimakasih atas sanjunganmu.”
Untuk sekarang Murong Ruyue tidak ingin berdekatan dengan Fuxi karena sangat narsis. Bahkan, sifat Fuxi menjadikan Murong Ruyue tidak nyaman.
Murong Ruyue langsung menghindari tatapan Fuxi menjadi Ratu yang dingin seperti semula.
Fuxi melihat perubahan dari Murong Ruyue, langsung terpana sifat dingin dari Murong Ruyue sungguh menggambarkan sebagai Ratu yang agung.
Fuxi sekarang berpikir bahwa Murong Ruyue adalah seseorang Ratu yang berpura-pura menjadi manusia kalangan biasa. Bagaimana mungkin manusia biasa memiliki temperamental layaknya Ratu yang sangat Agung.
Kamu ingin berakata basa-basi, tapi Murong Ruyue langsung menghentikan: “Jagalah mata kamu dari pandangan seperti itu, sungguh tidak nyaman, kita adalah lawan jenis akan tidak sopan Jika seperti itu karena aku sudah mempunyai pasangan,”
“Suami ya, hmmm maaf aku tidak mengetahuinya,” balas Fuxi. Namun dalam pernyataan itu, tidak ada jejak penyesalan melainkan hanya tersenyum ringan seseolah itu hanyalah masalah sepele bagi Fuxi.
”Tidak apa-apa bisa dimaklumi karena tidak tahu. Sekarang Setelah semua ini kamu mengetahuinya dengan statusku jadi jangan seperti itu lagi,” tegur Murong Ruyue.
“Mungkin." Fuxi masih tersenyum sambil menatap ke arah Murong Ruyue harus menerus.
“Apa magsud mu?” Murong Ruyue sungguh sangat bingung orang yang seperti Fuxi baginya, sungguh sangat menyebalkan.
“Biar aku jelaskan, pada zaman dahulu ada sebuah wanita yang sangat cantik yang sudah berstatus permaisuri dari kerajaan. Akan tetapi, tiba-tiba permaisuri itu berkhianat kepada Raja karena satu hal dia berselingkuh dengan seseorang dari Jenderal Perang yang sudah dipercaya oleh Raja tersebut.”
“Sang Jenderal tersebut membunuh Raja, dan Jenderal yang sudah dipercaya akhirnya merebut tahta setelah itu, mereka berdua menikah menjadi sepasang suami istri.”
“Sekarang kamu dan aku bisa menyimpulkan. Perasaan hati bisa berubah kapan saja tergantung situasi.”
Murong Ruyue hanya melirik secara sekilas langsung menutup mata dan membalas perkataan Fuxi. “Dari dulu aku adalah sepasang batu giok yang sangat langka sampai kapanpun, aku menjadi batu giok tidak bisa dirubah lagi walaupun ada alat yang lebih canggih untuk memoles batu giok tersebut. Jadi kamu tidak perlu merepot-repotkan untuk bersekukuh mendapatkan hatiku karena percuma saja, jika kamu tampan, aku tidak peduli. Jika kamu kuat, aku tidak peduli.”
Setelah berdebat sebentar tiba-tiba pelayan menghidangkan makanan yang telah dipesan oleh Murong Ruyue.
Tidak ingin berhubungan dengan Fuxi karena sangat narsis, akhirnya Murong Ruyue memakan hidangan tersebut dengan membelakanginya.
Murong Ruyue memakan hidangan itu dengan sangat lahap walaupun memiliki jumlah porsi yang sangat besar tapi tidak masalah selagi menikmati rasa masakan ini, Murong Ruyue akan memakan sampai habis walaupun membutuhkan beberapa waktu untuk menghabiskan jumlah porsi yang besar.
Dalam hal makanan, Murong Ruyue seperti sedang melakukan acara mukbang dengan jumlah porsi yang besar. Mungkin kamu juga memahaminya, sehingga beberapa pelayan yang sedang melihat bagaimana cara makan Murong Ruyue hanya menggelengkan kepalanya.
Meskipun memakan dengan sangat cepat tidak ada jejak kotoran yang menempel di bagian baju atau menciprat ke tempat lain.
Daging Babi yang sangat lembut sungguh sangat meleleh ketika memasuki mulut Murong Ruyue. Namun, tiba-tiba yang sedang menikmati makanan jumlah porsi besar tanpa disadari, Fuxi maju kedepan dan meraih beberapa potong daging milik Murong Ruyue tanpa ada rasa bersalah.
Sebenarnya Murong Ruyue tidak mempermasalahkan. Akan tetapi, karena dia tidak menyukai sifat Fuxi akhirnya berkata dengan marah.
“Hei, itu adalah makananku! Jika kamu ingin meminta, harus membuat izin kepadaku jangan seperti itu!”
Fuxi hanya tersenyum dan berkata: “Baik aku ingin meminta izin kepadamu, jadilah wanitaku dan hidup bahagia bersama ku apakah kamu mau?”
Mata Murong Ruyue menyipit langsung tidak senang akhirnya suasana yang sangat lapar menghilang secara tiba-tiba akibat pengganggu Fuxi.
“Menyingkirlah,” kata Murong Ruyue.
Kamu melihat bahwa Fuxi hanya mengangkat bahu sepertinya ancaman dari Murong Ruyue tidak mempan sama sekali, sehingga Murong Ruyue lepas Kendali langsung ingin menampar wajah Fuxi.
Pihak pelayan melihat ketidakberesan dari kedua tersebut langsung terburu-buru mendekati Fuxi dan Murong Ruyue.
“Maaf palanggan, jika ingin membuat kegaduhan toko kami, kami sarankan tidak di dalam kedai ini. Selesaikan di luar terimakasih,”
Murong Ruyue akhirnya mengurungkan niat untuk menampar Fuxi, dia langsung memasukkan daging itu ke dalam cincin penyimpanan langsung keluar dari toko tersebut untuk meninggalkan Fuxi.
Murong Ruyue terbang ke atas langit untuk mencari tempat yang lebih nyaman. Namun, sebelum itu tiba-tiba sudah ada Fuxi yang sedang berada di hadapannya bahkan tanpa malu-malu langsung meraih tangan sendiri sehingga Murong Ruyue marah.
“Kamu singguh lancang!" Murong Ruyue langsung menampar pipi Fuxi sampai pipi yang ditampar langsung memerah.
__ADS_1
"Plak!"
Fuxi terjatuh dan menukik kebawah dan menghantam tanah.
"Bam!"
Fuxi langsung terpana akhirnya dia terkejut dengan kekuatan Murong Ruyue, akhirnya selama sudah beberapa ribu dekade menemukan orang yang sangat kuat yang bisa melukai dirinya sampai berdarah.
Akibat hantaman tanah tersebut akhirnya debu yang berterbangan mengenai beberapa manusia yang statusnya sebagai pengemis dan para budak yang sedang bekerja di area tersebut.
Murong Ruyue sungguh sangat menyesal karena menampar Fuxi sehingga menimbulkan kerusakan dan melukai para manusia.
Ketika hendak ingin menolong, tiba-tiba dia menemukan ada satu wanita yang memiliki seragam dengan logo Naga yang sama persis seperti Wang Roulan sedang kenakan ketika batu pertama kali pergi ke istana Phoenix Es.
“Seragam itu?” Murong Ruyue terbang langsung mendekati wanita yang masih berumur enam belas sampai dua puluh tahun.
Wanita yang dilihat Murong Ruyue adalah Ning Ming yang sedang mengambil tugas mencari beberapa manusia dan budak untuk dipekerjakan proyek milik Long Fai.
Ning Ming sangat marah ketika Murong Ruyue menampar Pemuda tersebut sampai tidak memikirkan konsekuensinya melukai penduduk kelas rendah.
Ning Ming ingin memarahi Murong Ruyue, namun seketika di instruksi terlebih dahulu oleh Murong Ruyue, “Kamu apakah kenal Long Fai?”
Akhirnya Ning Ming kata-kata amarah tersebut langsung tersangkut di tenggorokannya dia berseru kepada Murong Ruyue, “Siapa kamu, hubungan apa kamu dengan Tuanku?”
Murong Ruyue tidak menjawab tapi dia mengusap-ngusap cincin yang telah diberikan Long Fai. Cincin itu adalah cincin pertanda bahwa yang memakai benar-benar wanita Long Fai.
Semua wanita Long Fai memiliki cincin tersebut hanya berbeda warna saja.
Kemudian setelah Murong Ruyue mengusap-usap cincin tersebut ada cahaya langsung memasuki tubuh Ning Ming sehingga pada saat itu, Ning Ming langsung mimisan dan tersipu malu.
Murong Ruyue sungguh sangat bingung dengan perilaku Ning Ming sehingga langsung berkata, ”Gadis ada apa dengan mu?”
”Nona, Kamu adalah orang yang sangat beruntung hanya karena kecelakaan tuanku kamu menjadi wanita seutuhnya apalagi sudah mengandung satu bulan umurnya.” Ning Ming berkata canggung sambil mengusap hidungnya yang mimisan.
”Engah!"
Murong Ruyue paham apa yang dikatakan Ning Ming sehingga langsung muntah darah.
“Bawahan ini telah melihat Nona Xiandi!”
“Uhuk! Uhuk! Uhuk! Bangung, jangan begitu sopan,” kata Murong Ruyue dia juga sangat malu bagaimanapun cincin ini mengeluarkan terakhir ketika Long Fai dengan dirinya sedang berhubungan intim. Memikirkan kecerobohan yang dilakukan kepada dirinya sungguh sangat menyesal telah mengusap cincin tersebut.
Saat ini, Murong Ruyue tahu bahwa Ning Ming sedang ditugaskan untuk mencari budak manusia kelas rendah untuk dibawa ke suatu tempat untuk bekerja dengan harga yang mahal.
Tugas tersebut Long Fai yang membuat hanya untuk membuat sebuah proyek yang besar. Ketika Ning Ming sedang menjelaskan semua kepada Murong Ruyue, tiba-tiba Fuxi tamparan itu sudah pulih dan mendekati mereka berdua.
Bahkan Ning Ming melihat Fuxi langsung terkejut Bukan main karena dia sendiri melihat bagaimana Tanpa Rasa keras langsung menghancurkan pipi Fuxi, akan tetapi sekarang melihat wajah Fuxi sudah kembali seperti semula.
“Permaisuri Xiandi, siapakah dia Kenapa berseteru dengan permaisuri?” kata Ning Ming Dia berkata kepada Murong Ruyue karena bingung dengan perseteruannya.
Kemudian Murong Ruyue juga menjelaskan dari awal sampai terakhir sehingga ketika Ning Ming mengetahui langsung marah kepada Fuxi.
“Hei, aku peringatkan jangan sekali-kali untuk merebut permaisuri, jika tidak Tuan ku akan murka dan marah!” Ning Ming sungguh sangat garang.
“Tuan mu? Sungguh menarik, ternyata kalian berdua adalah orang dengan status tinggi, aku semakin tertarik dan bagaimana dengan tuanmu aku ingin melihatnya?” kata Fuxi sambil memegang dagu dan berpose ingin tahu.
“Hump, jangan sekali-kali melihat dan mencelakai tuanku, karana aku dan para pengikutnya tidak akan mengizinkan mata kamu melihat tuanku karena membuat kotor saja,” ucap Ning Ming sambil mendengus.
Bagi Fuxi, Ning Ming adalah wanita lemah hanya lambeyan saja sudah akan terhempas dan kemungkinan akan mati seketika, sayangnya Fuxi tidak bermaksud seperti itu dia berjalan ringan mendekati Murong Ruyue dan berniat meraih tangan nya lagi seketika dihentikan oleh Ning Ming.
“Sial kamu pemuda jahat! Lepaskan tangan kotormu itu!” Ning Ming meraung dan tangan kanannya langsung meraih tangan Fuxi.
Fuxi saat ini melihat Ning Ming sedang meraih tangan sendiri tidak peduli dia hanya melambaikan tangannya untuk menyingkirkan tangan gadis kecil tersebut. Akan tetapi, ketika lambaian itu hendak dilakukan tiba-tiba tangannya langsung dipegang dan diremas sampai hancur.
"Crack!"
"Ahhh!"
Fuxi menjerit. Bahkan, dia baru pertama kali merasakan sakit setelah berabad-abad tahun lamanya, walaupun memiliki tubuh Abadi, rasa sakit itu masih berlaku sampai sekarang.
Fuxi mundur tiga langkah sambil Ning Ming. Fuxi menatap serius Ning Ming dia salah mengira ternyata gadis kecil itu memiliki kekuatan yang sangat hebat bahkan tangan sendiri Langsung hancur.
__ADS_1
Fuxi melihat tangan kanannya yang hancur perlahan pulih kembali langsung menatap Ning Ming dan berkata: “Aku mungkin sudah lama tidur sehingga melupakan kenyataan bahwa dunia ini sungguh berubah tidak seperti dulu, aku sungguh sangat kaget dengan kekuatanmu, tapi sayangnya aku abadi kamu tidak bisa melukai dan membunuhku heheheh!”
"Swosh!"
Sosok Fuxi tiba-tiba menghilang dari udara tipis langsung dengan sekejap tubuhnya sudah dihadapan Ning Ming hendak meninju wajah Ning Ming.
Kekuatan tinju tersebut sepertinya memiliki kekuatan yang sangat Agung. Bahkan, akan dikhawatirkan tinju tersebut bisa meruntuhkan dunia Naga.
Ning Ming masih serius langsung meninju balik menggunakan tangan kosongnya karena tubuhnya sudah dibaptis menggunakan tubuh Dewa Kunpeng.
"Bang!"
Kedua tinju tersebut saling beradu sehingga kedua orang itu terpental sangat jauh sekitar 100 meter.
Tangan Ning Ming masih utuh dan mengkilap. Tapi, tangan kanan Fuxi, sudah hilang sampai separuh badan, pemandangan itu sangat mengerikan jika kamu melihatnya.
"Ahhh mustahil!” Fuxi menggertakkan giginya melihat separuh badannya sudah hilang bahkan, usus-ususnya bergelantungan di tanah.
Daging dan usus itu bergelilat seperti lintah langsung menyatu menjadi satu sehingga tangan Fuxi kembali seperti semula.
Fuxi meloncat terbang lagi untuk menyerang Ning Ming. Saat ini, Ning Ming tidak ada jejak ketakutan sama sekali dia berdiri dengan tenang baginya kekuatan Fuxi sungguh sangat berbeda jauh dengan Ro Ru.
“Hahah dasar gadis sembrono, percuma saja jika kamu meledakkan tubuhku, karena tubuhku adalah tubuh Abadi hahaha!"
"Swosh!"
Sekali lagi, Fuxi menyerang menggunakan kekuatan yang sangat kuat, mungkin saja kekuatan ini bisa menghancurkan tiga planet sekaligus.
Sayangnya, kekuatan tersebut langsung dibalas menggunakan tamparan dari Ning Ming. Padahal tamparan itu hanya satu kali. Namun, kekuatan tamparan tersebut langsung menghancurkan kepala, dada,dan perut Ning Ming hanya menyisakan pinggang dan kedua kaki tersebut, dan menendang sangat keras sampai terbang sejauh mata memandang.
“Aku tidak peduli kamu Abadi, walaupun kamu Abadi tapi, masih merasakan rasa sakit. Dan ini sungguh cara ampuh untuk menyiksamu,” kata Ning Ming dengan serius.
Sementara itu Murong Ruyue sungguh membuka mata karena kekuatan dari Ning Ming, dia juga mengira bahwa semua pengikut Long Fai memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
“Kamu sungguh sangat kuat, sungguh sangat hebat!” Murong Ruyue bertepuk tangan dengan lirih.
“Hehehe di bandingkan dengan Yang Mulia Nona Xiandi, kekuatanku tidak ada apa-apanya.” Hormat Ning Ming sambil matanya tidak pernah luput di Fuxi meluncur sangat jauh.
Ning Ming sudah menunggu mungkin saja beberapa saat, Fuxi menghampiri lagi untuk menyerang karena Fuxi masih sombong dengan tubuh abadinya.
Murong Ruyue menyelamatkan beberapa manusia. Sementara itu, Ning Ming matanya serius untuk menunggu kedatangan Fuxi.
Benar saja, Ning Ming melihat Fuxi meluncur sangat cepat hanya membutuhkan beberapa nafas sudah tiba di hadapannya, Ning Ming melihat bahwa Fuxi menendang menggunakan kaki untuk diincarkan ke perut.
Ning Ming kemudian menghindar ke samping kanan dan pada saat itu, Ning Ming menggunakan api berwarna biru untuk Fuxi tanpa ada jejak sedikitpun seseolah Fuxi sudah menguap.
"Bufff!"
Api yang berwarna biru sungguh berkobar sejauh sepuluh meter.
Semua area tersebut sudah menjadi abu akibat api yang dimiliki Ning Ming. Tentunya, semua orang sudah diselamatkan sehingga api tersebut tidak mencelakai.
Ning Ming, sudah melihat Fuxi terbakar api biru dan tubuhnya sudah menghilang seperti uap air, namun sayangnya tiba-tiba ada debu yang bertebaran di udara menyatu menjadi satu berubah menjadi Fuxi.
Setelah Fuxi berubah menjadi seperti semula, dia langsung menatap Ning Ming sangat jahat.
“Hahah percuma saja kamu tidak bisa membunuhku hahaha!"
“Cih, sungguh sombong, walaupun aku tidak bisa membunuhmu, tapi Tuanku bisa membunuh mu!” Ning Ming melototi Fuxi sangat ganas.
Ning Ming kedua tangannya berubah bentuk sepertinya di pergelangan itu mengeluarkan tonjolan tulang yang sangat panjang langsung ditembakkan ke arah Fuxi.
"Swosh!"
Fuxi tidak bereaksi terkana tembakan tulang tersebut sehingga kepalanya langsung bolong dan hancur. Otomatis Fuxi terjatuh dan tergeletak.
Ning Ming meraih tangan Mirong Ruyue dan berkata: “Nona Xiandi, ayo kita pergi untuk menemui Tuan Long dan meminta agar bisa membantu!”
Murong Ruyue dengan serius menjawab Langsung terbang sambil membawa beberapa budak yang telah dilakukan menggunakan kekuatannya.
Retakan ruang muncul Ning Ming, Murong Ruyue beserta para manusia memasuki retakan ruang tersebut, langsung sudah tiba di tempat hutan gundul.
__ADS_1
Ketika Ning Ming dan lainya sudah memasuki keretakan ruang, Fuxi berkata dengan Aura kejahatan. “Hahah tidak aku biarkan kamu lari! Selama wanita itu menjadi miliku!”