
Bab 142 Yun Che Bertindak
Gou Peng setelah berkata dia menghisap rokoknya lagi dengan hisapan yang sangat ekstasi.
Pada ini, para perajurit kaisar Utara yang belum menyerang Gou Peng sedikit bergidik dan lutut lemah hingga ingin kencing di celana.
“Sial... apakah penduduk Naga Azhure semuanya adalah monster!”
“Jika seperti ini maka dengan perajurit yang terbatas akan mati lagi oleh pria paruh baya yang sedang mengisap rokok di tangan!”
Pada saat ini, semua perajurit kaisar Utara, saling berdiskusi dengan cara bermartabat dan khusyuk. Ini tidak bisa di biarkan anda harus mencari bala bantuan lagi secepatnya jika tidak maka anda akan binasa di gigit Naga 🐉 kepalanya.
Salah satu perajurit berbisik. ‘‘Ayo.. kita panggil bala bantuan lagi untuk menyerang pria paruh baya itu..!”
“Hmmm, baiklah Kamu tunggu saja di sini, aku akan pergi sebentar untuk memanggil perajurit lagi yang sedang di basecamp.’’ Perajurit salah satunya berkata kepada perajurit lainnya untuk menunggu.
“Baiklah cepat jangan membuat kita menunggu!” Di antara perajurit yang tersisa ada orang yang berkata terburu-buru.
“Baik!”
Salah satu perajurit pergi kearah basecamp. Kemudian perajurit yang tersisa menatap ke arah Gou Peng sembari berkata: “Hei aku tidak tahu jenis Seni bela diri yang kamu gunakan. Tapi ketika bala bantuan dari aku keluar maka kamu tidak akan selamat.”
“Aku menunggu semua perajurit untuk datang kesini. Semakin banyak perajurit datang, maka semakin banyak manusia yang berubah menjadi mayat.’’ Gou Peng masih tenang dia menjawab sambil merokok.
“Hahaha bagus sangat bagus, kamu tunggu ketika perajurit kaisar Utara datang kesini. Aku peringatkan kamu jangan lari terbirit-birit. Harap penuhilah kata-kata kamu tadi.” Perajurit melotot ke arah Gou Peng sangat tidak nyaman dan sangat tidak suka cara Gou Peng meremehkan.
5 menit kemudian akhirnya perajurit kekaisaran Utara, sudah berbondong-bondong terbang ke arah Gou Peng.
Perajurit yang memarahi Gou Peng akhirnya menatap kearah Gou Peng penuh kemenangan dan berkata: “Hahaha lihat lah manusia rendahan..! Apakah kamu melihat hahah! Apakah kamu takut..!”
“Tidak ada yang perlu di takuti, lebih baik kamu maju semuanya biar cepat tertuntaskan!” Gou Peng berteriak sambil melihat lusinan perajurit kaisar Utara yang berada di langit.
“Kamu begitu sombong pria tua bangka..!” Perajurit itu, tidak tahan dan akhirnya maju untuk membereskan agar Gou Peng hilang dari muka bumi ini.
Lusinan perajurit kaisar ada yang menyerang menggunakan berbagai peralatan senjata dan jurus yang mereka kuasai.
Namun, tembakan itu sangat mudah untuk di halau menggunakan asap rokok yang berubah menjadi tameng.
"Dang!"
"Dentang!"
"Bom!"
__ADS_1
Tanah ada yang bergemuruh seperti gempa bumi akibat serangan yang dilakukan oleh para perajurit kaisar Utara. Bahkan guncangan itu, lebih dahsyat dari pada gempa tsunami Jepang.
Gou Peng yang di bombardir oleh lusinan perajurit dia tidak panik sama sekali. Karena dia berlindung di bawah tameng asap rokok.
Melihat bahwa serangan itu tidak mempan akibat asap rokok. Perajurit berkata sambil mengeluh.
“Brengsek seni bela diri macam apa ini..! Sungguh aneh..!”
“Benar aku juga tidak tahu jenis Seni bela diri macam apa yang di lakukan oleh pria paruh baya itu..!”
“Ayo.. kita serangan lagi menggunakan seluruh kekuatan yang kita miliki..! Kita tidak akan pernah kalah hanya karena dia manusia biasa yang sangat rendahan.”
“Ini benar ayolah kita serang lagi..’’
“Hiyaaa..!”
Namun hasilnya sama saja nihil. Ketika itu, akhirnya Gou Peng membuat tembakan. Dari asap itu, berubah menjadi lusinan tali putih raksasa yang sangat tajam langsung menghantam perajurit yang di lalui.
"Puf!"
"Ahh!"
‘‘Tidak.. dia sangat galak kita harus memanggil panglima perangnya...!”
“Ahhh..!”
Sedetik perajurit itu berkata, tiba-tiba kepalanya langsung bolong karena di tusuk oleh tali raksasa warna putih. Bahkan kepalanya langsung bolong besar seperti buah alpukat.
“Ahhh aku harus pergi...!”
Perajurit yang paling belakang akhirnya pergi untuk meminta bantuan kepada panglima perang untuk membantu.
"Sikat!"
Di sisi Yun Che dia kagum. Ini benar bahwa semua penduduk negara Naga Azhure semuanya memiliki kekuatan yang aneh-aneh namun sangat kuat.
Sebagai contoh, di penduduk Naga Azhure, ada yang memiliki seni beladiri seperti dengan kata-kata saja bisa mengutuk lawan.
Bahkan ada juga hanya mengunakan musik, suara itu, langsung membunuh target yang di tentukan. Bahkan dirinya hanya di berikan nasehat oleh Long Fai dia langsung tercerahkan.
“Ini benar, Long Fai adalah reinkarnasi dari jalan surga sendiri bahkan dia bisa merubah yang mustahil menjadi kenyataan.”
‘‘Ini benar aku tidak salah untuk mengikuti Long Fai sebagai panutan bagiku.’’
__ADS_1
Yun Che bergumam sendiri sambil memegang dagu.
Sudah lima menit berlalu, akhirnya Gou Peng membunuh masal perajurit namun pada saat ini, tiba-tiba...
“Dasar lancang kamu...!”
Sosok yang memarahi terbang sangat cepat bahkan Gou Peng terlambat bereaksi sehingga terkena tinju.
"Bom!"
"Swoshh!"
Gou Peng terpental sangat jauh dan berhenti karena menabrak gunung Zuu.
"Bang!"
Ketika Gou Peng sedang tergeletak, jendral perang itu, tidak berhenti sampai di situ saja, dia langsung meluncurkan tinju lagi kepada Gou Peng.
“Tua bangka matilah kamu...!” Tinju itu, mengandung jejak kekuatan yang mengerikan seperti biasa menghancurkan gunung. Namun ketika kepalan tangan hendak mengenai kepala Gou Peng, tiba-tiba ada tangan kecil yang lemah lembutan langsung menangkap kepalan tinju Jendral perang.
Orang yang menangkap tinju itu adalah yang tidak lain Yun Che. Yun Che setelah menangkap kepalan itu, dia langsung meninju balik kearah kepala musuh.
"Bang!''
Kepala jendral langsung terbang meluncur layaknya meteor yang melesat sangat cepat.
"Swoshh!"
"Swoshh!"
"Swoshh!'
Ketika dia meluncur, sampai ke wilayah kaisar Utara dan akibat luncurannya langsung merobohkan pohon-pohon di sekitarnya.
"Bang!"
Jendral perang itu berhenti dengan tubuh penuh luka dan baju compang-camping sehingga menjadi canggung.
“Brengsek.. akhirnya sekian lama, aku mendapatkan musuh yang layak.’’ Setelah berkata, dia meludahkan darahnya dan ada gigi yang ikut keluar.
Di sisi Yun Che setelah meninju, dia tidak mendekati jendral perang dari kaisar Utara. Melainkan dia mendekati dan menolong Gou Peng dan berkata: “Paman apakah kamu tidak apa-apa?”
“Tuan aku tidak apa-apa hanya saja aku terlambat bereaksi sehingga terkena tinju.” Gou Peng berkata sangat hormat tanpa ada jejak kekesalan.
__ADS_1
“Ok naiklah jika kamu tidak apa-apa maka sekarang giliran aku untuk membuat tindakan kepada jendral perang kaisar Utara.’’ Setelah menghampiri Gou Peng, Yun Che memandang dari kejauhan dan dia melihat bahwa Jendral perang kaisar Utara sedang terbang melesat cepat kearah dirinya untuk membuat tembakan.