Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bersikukuh


__ADS_3

Bab 375 Bersikukuh


Huang Chen langsung berkata kepada seniornya yang sudah sangat ahli dalam melakukan hal tersebut.


Kebetulan Huang Chen membawa tiga senior yang mencoba menemani ke arah TKP.


Huang Chen mengadu kepada senior yang kebetulan bernama Luo Feng.


“Senior Feng, junior ini tidak menyangka bahwa ketiga temanku bukannya mencoba melarikan diri dari pria tua tersebut, sekarang jenior ini melihat bahwa rekanku sudah berkhianat dia sedang bercanda bersama pria tua bangka tersebut, kita harus bagaimana?”


Luo Feng tentu saja tidak menyukai penghianatan dengan tidak senang dia berkata sungguh-sungguh, “Kamu tenang saja, senior ini akan menghabisi mereka bertiga buat apa gunanya dia hidup lebih baik kita bunuh lalu kita perkosa heheh!”


Luo Feng berkata kepada ketiga orang lainnya dengan tatapan cabul, karena lelaki adalah aatu frekuensi walaupun berbeda bentuk dia semuanya paham dari kata-kata tersebut sehingga langsung tertawa cabul.


“Hahaha!”


Huang Chen berkata sambil tersenyum cabul, “Hehehe saran senior sepertinya sudah berpengalaman aku setuju dengan saran senior hehehe!”


“Hmmm, mari kita temui mereka bertiga dan eksekusi langsung tanpa basa-basi beraninya sekali dia semuanya berkhianat! Apakah mereka tidak mengetahui bahwa satu rekanmu sudah tewas," ucap Luo Feng dengan sedikit garang langsung mengajak kedua orang dan Huang Chen untuk mendekati mereka bertiga beserta Song Chufeng.


"Swoshh!"


Ke empat orang tersebut, melejit terbang sangat cepat seperti jet tempur. Hanya membutuhkan satu batang dupa, sudah tiba di samping Song Chufeng dan lainya.


“Oh, bagus sangat bagus, apakah ini caranya kalian semua membalas budi kepada pria tua yang telah membunuh rekan kalian hah?!” Huang Chen tanpa berbasa-basi berkata seperti itu, sehingga mereka ketiga wanitanya langsung tersentak kaget langsung tidak bisa berkata apa-apa.


Lin Wuha yang sedang tersenyum juga kaget langsung berdiri menatap ke arah Huang Chen dan berkata, “Huang Chen Senior ap-apa yang sedang kalian lakukan di sini!”

__ADS_1


Lin Wuha sungguh terbata-bata, bahkan kedua wanita tersebut juga tidak harus bagaimana karena terpergok mendapati semuanya sedang bercanda bersama Song Chufeng.


“Apa yang sedang kami lakukan? Aku hanya pergi dari sini untuk melapor senior dan membantumu keluar dari tempat ini tapi nyatanya, aku mendapati kalian berdua malahan bercanda dengan pria tua bangka seperti itu!” Huang Chen menunjuk-nunjuk tangannya ke arah Song Chufeng.


Ning Ming ikut berkata: “Huang Chen Paman ini tidak seburuk apa yang kamu kira, dia berkata seperti itu karena kita yang salah bukan Paman ini,”


“Hahaha hebat, kamu membela pria tua bangka itu! Tapi apa kamu tahu, dia sudah membunuh rekan kita apakah paham?” Huang Chen mencoba membenarkan kepada Ning Ming.


Song Chufeng yang sedang makan, karena diganggu akhirnya marah langsung berdiri dan menghadap ke arah Huang Chen dan lainnya.


“Nak, kamu membuat Paman ini menjadi Tidak selera makan. Kamu tahu, rekanmu mati itu adalah pantas karena sepertinya di sekte kalian semua memiliki sifat membunuh tanpa ampun dan ketiga wanita ini yang masih magang akan diracuni oleh perilaku buruk terhadap Sekte yang kamu naungi, cih! Paman lebih baik membunuh daripada membiarkan dia hidup.”


“Membunuh satu nyawa menyelamatkan seribu nyawa, membiarkan satu nyawa hidup aku khawatir di masa depan dia akan membunuh seribu nyawa.”


“Ahh! Tua bangka kamu memiliki lidah yang sangat tajam, ayo! Senior, mari kita habisi pria tua ini!” seru Huang Chen sepertinya sudah tidak sabar untuk mencicipi ketiga wanita tersebut.


Kata-kata mati sungguh sangat renyah dan keras sehingga Song Chufeng yang mendengarkan ancaman tersebut, tidak panik sama sekali dia hanya melirik secara sekilas.


Luo Feng langsung meluncur sangat cepat untuk membunuh Song Chufeng. Akan tetapi, tiba-tiba tubuh Song Chufeng langsung bercahaya warna-warni sepertinya mengeluarkan susano burung Fenghuang dengan memunculkan kepalanya saja.


Susano kepala burung Fenghuang, langsung membuka mulutnya dan mematuk Luo Feng dengan satu patukan saja.


"Puf!”


Di gigi burung Fenghuang separuh badan Luo Feng langsung terputus menjadi dua bagian bahkan sebelum kematiannya, matanya melotot tajam seseolah tidak percaya apa yang sedang dirasakan. Ini seperti mimpi dia juga tidak percaya hanya sekali serang, dirinya langsung mati seketika.


“Uhh.... kamu bajingan.” Luo Feng memuntahkan darah dari mulutnya melihat separuh badannya terputus jatuh ke tanah.

__ADS_1


Kepala susano Fenghuang mengipas-ngibaskan langsung melemparkan jasad Luo Feng sangat mudah.


Song Chufeng menatap kearah Huang Chen dengan main-main. “Bocah sialan ayo sekarang aku lagi aku sudah siap kapan pun kamu menyerang!”


Huang Chen menatap Lin Wuha dan lainnya, “Oi! Brengsek ayo cepat pulang aku harus membawakanmu untuk dihukum di sekte Teratai Salju, cepat!”


Sai Lin tiba-tiba berkata dengan serius sambil menatap kedua wanita lainnya. “Tidak aku menyadari bahwa setelah bergabung di sekte Teratai Salju, entah kenapa sifatku menjadi berubah dan seperti bukan manusia lebih baik aku keluar membantu Paman ini untuk mencangkul karena dia adalah hidup sebatang kara,”


Sai Lin menjelaskan kemudian kedua wanita hanya mengangguk setuju dengan serius.


Song Chufeng juga tersenyum dan berkata kepada ketiga orang yang tersisa, “Nak, Apakah kalian mendengar dia sudah tidak ada hubungannya dengan Sekte mu, lebih baik kalian pergilah dan jangan ganggu ketika wanita ini juga tidak kamu akan tahu konsekuensinya.”


Huang Chen menatap kedua senior yang masih tersisa dia juga tidak berkata lagi langsung pergi meninggalkan tempat ini.


Secepatnya, Huang Chen membawa beberapa murid yang lebih jenius untuk menghadapi tua bangka Song Chufeng.


Untuk mundur terlebih dahulu ini adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Setelah Anda mundur langsung berkata kepada kepala sekte agar bisa membantu bagaimana menghadapi Song Chufeng.


Mungkin Anda juga mengetahui bahwa kekuatan Song Chufeng sepertinya di luar nalar sehingga jika Anda mundur itu adalah pilihan tepat. Ketika Anda mundur, lebih baik merancang bagaimana menghadapi selanjutnya.


Sementara itu, Song Chufeng melihat Ketiga orang itu mundur akhirnya melirik ke arah Lin Wuha dan lainnya.


“Gadis, dengan paman ini beserta Tuanku tidak perlu dikhawatirkan ayo karena ini sudah menjelang sore lebih baik pulang ke toko, dan Paman ingin meminta izin kepada Tuan untuk melindungi kalian semua.”


Ning Ming dan lainnya akhirnya merasa senang alasan mereka tidak mengikuti Huang Chen karena sudah yakin identitas Song Chufeng dan Tuan Song Chufeng sungguh tidak mudah.


Karena Song Chufeng memiliki telur emas, mungkin saja dengan mengikuti Song Chufeng dirinya dan kedua orang temannya bisa memiliki keberuntungan yang sangat bagus.

__ADS_1


__ADS_2