
Bab 273 Dominasi Wang Roulan
“Hahaha kamu masih sombong dan tidak melihat situasi.. ketika aku menggunakan cara iblis aku akan membunuhmu brengsek...!” Su Xin jahat kepada Wang Roulan.
“Maaf gertakan mu terhadap ku tidak mempan.. jika kamu iblis, aku tidak takut sama sekali.” Wang Roulan menjawab sangat enteng sekali sehingga membuat Su Xin lebih marah lagi.
Su Xin meningkatkan Aura iblis lagi sehingga para murid yang sedang menonton langsung terjatuh berlutut dan ada jejak kengerian yang terukir jelas di raut para murid.
Murong Ruyue sudah jelas Aura yang sedang di lepaskan oleh Su Xin menjadi tidak nyaman, kekuatan Su Xin dia menilai menjadi seperti tiga kali lipat.
‘Jika terus berlanjut, maka istana ini akan hancur akibat ulah Su Xin..’ Batin Ruyue, dia langsung bergegas untuk maju dan menyerang Su Xin.
Namun Wang Roulan menghentikan dan berkata: “ Tetua Ruyue, dia sedang berurusan dengan ku, alangkah baiknya biar aku yang membuat pelajaran bagi Iblis jahat ini.’’
Murong Ruyue tertegun kemudian mengangguk: “Baiklah.. kamu sebaiknya berhati-hati..’’
Setelah itu dia melangkah mundur di belakang Wang Roulan sambil ingin melihat pertunjukan Wang Roulan melawan Su Xin.
Sementara itu, di sisi Su Xin melihat Wang Roulan sedang berjalan ke arah dirinya dia hanya mencibir sekaligus, menghina.
“Hahaha..mari kita lihat bagaimana kamu menyerang ku..” Su Xin tertawa jahat.
Wang Roulan tidak menggubris, dia langsung mengeluarkan pedang tingkat peri untuk melawan Su Xin.
Begitu pedang di keluarkan, seketika suhu langsung turun ke titik extrin dan para murid walau sudah menghindari di area pertempuran masih merasakan rasa yang sangat menggigil.
Murong Ruyue bahkan lebih terkejut. “Pedang ini.. tidak salah lagi..”
Walaupun wilayah Phoenix Es wilayah jarang terexpose, namun kekuatan para murid tidak seburuk yang orang kira, tapi walaupun usia istana Phoenix Es sudah melebihi ratusan tahun, namun sampai sekarang dia belum mempunyai senjata tingkat surga seperti yang sedang di lakukan oleh Wang Roulan.
Wang Roulan mengeluarkan senjata tingkat surga, ini membuat hatinya terguncang. Dari mana dia mendapatkan senjata yang sangat menentang? Awalnya dia sudah terkejut dengan jepit rambut yang di gunakan Wang Roulan.
Tapi sekarang dia lebih terkejut karena pedang yang di keluarkan oleh Wang Roulan sungguh sangat ilahi bahkan mengandung jejak mencekam.
“Tidak mungkin.. tidak mungkin pasti ini palsu.. bagaimana sampah seperti mu dan sampah yang berasal dari dunia paling rendah mempunyai pedang tingkat surga.”
__ADS_1
“Betul sangat betul kamu pasti mencurinya dari istana Phoenix Es ini.. dasar kamu bajingan kamu pencuri..” Su Xin masih tidak mempercayainya, dia memuntahkan omong kosong terus menerus namun sudah di intruksi oleh Murong Ruyue.
“Dia tidak mencuri, karena pihak istana kita belum mempunyai senjata peri.” Kata-kata yang di lontarkan Murong Ruyue tiba-tiba membuat Su Xin jelek seperti memakan lalat.
“Tidak mungkin ini pasti tidak mungkin.. Kamu adalah sampah bagaimana kamu mempunyai senjata seperti itu..” Su Xin menatap ke arah Wang Roulan dengan Tatapan yang sangat luar biasa bahkan untuk menyerang Wang Raolan sepertinya ragu-ragu.
Dia menggertakan giginya terus membulatkan niat untuk menyerang Wang Roulan.
“Walaupun kamu mempunyai senjata yang sangat menentang Aku tidak akan takut sama sekali aku harus menghajarmu..” Su Xin akhirnya membuat keputusan dia tidak ingin dipermalukan di depan para murid.
“Jika kamu berani lawanlah aku senior Xin,” Wang Roulan menunjuk menggunakan pedang itu sambel bertanya penuh keyakinan.
“Huhh.. dasar manusia rendahan..” Su Xin langsung menyerang ke arah Wang Roulan sangat cepat.
Tapi Wang Roulan hanya melambaikan pedang itu seketika tangan Su Xin di sebelah kiri langsung terpotong.
Su Xin tidak bereaksi ketika tangan sebelah kiri terpotong. namun selanjutnya ada teriakan yang menggelegar di wilayah lapangan.
"Ahhhhgrr!"
Regernasi tangan bagian kiri Su Xin terlihat oleh mata telanjang Wang Roulan dan Murong Ruyue, sehingga perilaku mereka berdua langsung terlihat oleh Su Xin.
Tentu saja Su Xin sangat senang melihat perilaku yang tidak dijelaskan antara mereka berdua sehingga dia berkata menghina khususnya kepada Wang Roulan.
“Hahaha bagaimana apakah kamu terkejut melihat kehebatanku?” Cibiran Su Xin sangat terlihat jelas diarahkan kepada Wang Roulan, namun sayangnya ketika dia sedang pamer kekuatan kepada Wang Roulan dia melihat bahwa sampah ini masih menatap ke arah dirinya penuh ketenangan.
Sehingga dia sangat marah langsung menyerang lagi.
“Jalaang sialan.. kamu masih menatapku seperti itu ah...!” Aura iblis yang dipancarkan oleh Su Xin lebih dahsyat daripada tadi.
Namun Wang Roulan sekali lagi hanya mencibir diam-diam dia langsung melambaikan pedang itu.
"Sring..!"
Hanya lambaian pedang yang sangat ringan tapi seketika mengenai tubuh Su Xin tiba-tiba langsung terpotong menjadi berapa bagian.
__ADS_1
“Kamu.. bajinga.... Engah..!” Su Xin mengutuk keras kepada Wang Roulan sambil memuntahkan darah dari mulutnya dia juga melihat bahwa perutnya menjadi dua bagian usus-usus itu berceceran di tanah yang dilapisi salju.
Sehingga salju yang berwarna putih tanpa noda sekarang ada untaian warna merah karena darah yang dikeluarkan oleh Su Xin.
“Walaupun kamu memiliki regresi yang menurutmu hebat tapi tetap sama aja kamu masih tidak bisa berbuat apa-apa kepadaku.”
“Senior Xin ayo lawan aku sekali lagi.. Aku bahkan tidak mengeluarkan keringat sedikit sama sekali untuk melawan senior Xin." Perkataan Wang Roulan sudah jelas mengejek kepada Su Xin.
Su Xin menggertakan giginya langsung menyatukan tubuhnya agar bisa menyerang Wang Roulan.
Dia langsung berlari sangat cepat menggunakan Aura iblis untuk meninju wajah memuakkan dari Wang Roulan.
Karena musuh menggunakan tinju maka dia juga akan menggunakan tinju juga.
Wang Roulan berteriak.
"Tinju Amukan Harimau Putih!"
Seketika setelah Wang Roulan meneriakkan nama seni bela diri tiba-tiba di tangan kanan Wang Roulan berubah menjadi cahaya biru sedikit putih dengan bentuk kepala harimau yang sedang mengaung.
"Gemuruh!"
Tinju itu begitu bergemuruh sampai menggetarkan istana dan lainnya.
“Ahhhh kamu jaalang ini tidak mungkin aku tidak akan kalah darimu sampah...!” Su Xin berteriak penuh keenganan namun akhirnya dia terkena tinju di bagian perut sedikit atas sehingga dada itu bolong menjadi sundel bolong.
"Bam!"
Tinju itu, mengakibatkan Su Xin terpental sejauh kurang lebih 30 meter sampai menabrak-nabrak balok es hingga runtuh.
Tentu saja Murong Ruyue setelah melihat manual seni bela diri yang dikeluarkan oleh Wang Roulan terkejut lagi bukan main.
Jika hanya satu atau dua memiliki jurus pamungkas itu bisa dimaklumi tapi dia memiliki lebih dari dua senjata pamungkas.
"Long Fai ya," Murong Ruyue berkata terus-menerus tanpa disadari di antara pertempuran itu dia harus menemui Long Fai dan ingin melihat bagaimana dia memiliki jurus yang seperti itu.
__ADS_1