Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Plot Yang Salah


__ADS_3

Bab 44 Plot Yang Salah


Setelah semua persipan sekiranya sudah selesai, Long Fai berkata kepada Bai An seperti ini. :"Kamu, tunggu di sini jaga gubuk ini, oh iya aku akan menghadiahi kamu sebuah kapak untuk mencari kayu bakar."


Setelah itu, Long Fai menyerahkan kapak dari Artefak penyimpanan. Kapak ini adalah ketika Long Fai membuat di dunia Artefak Naga lantai dua.


Walau Long Fai menyerahkan kapak ini kepada Bai An dengan ringan, namun di pandangan mata telanjang itu seperti ada aura yang mengamuk yang terkandung dalam kapak ini.


Sehingga, untuk saat ini Bai An berkeringat deras dan panik.


"Ini...!" Long Fai saat ini bingung dengan perilaku Bai An, dia membuat kesimpulan bahwa karena, dirinya menampar pipi Bai An di waktu lalu, mungkinkah menyebabkan otak Bai An menjadi bengkok?


"Hei apakah kamu tidak apa-apa?" Kata Long Fai, dia merasa bahwa Bai An ada masalah dengan otaknya.


"Tidak.. apa-apa boss heheh ngomong-ngomong kapak ini sungguh keren, sampai tubuh aku gemetar karena melihat barang yang bagus ini." Kata Bai An sambil menggaruk kepala.


"Apakah seperti itu?" Sekarang Long Fai malah curiga bahwa otak Bai An sudah rusak, jelas-jelas ini adalah kapak yang cacat dan kegunaanya hanya memotong kayu. Tapi dia juga tahu bahwa kualitas kayu ini mungkin tidak sederhana, karena produksi kayu berasal dari Artefak, mungkin jika kayu ini di jual harganya mahal.


"Jika kamu mau, maka ambilah, oh iya aku ingin minta bantuan kamu, di pekarangan tepat di belakang gubuk ini masih banyak hutan-hutan, bisa kah kamu memotong hingga gundul, aku ingin menanam tanaman yang berharga." Kata Long Fai dia membuat sebuah permintaan.


Dengan semakin banyak rumput liar ajaib yang dia tanam, maka dia akan menghasilkan cukup beberapa kepingan emas.


"Siap Boss laksanakan..!" Bai An langsung menjawab dengan postur bodyguard, dengan kapak ajaib ini yang di berikan Long Fai, dia setidaknya lebih dari cukup.


"Ok baiklah, maka aku pergi menemui guru Wang, tapi kamu harus ingat, walau kapak ini ajaib, anggap saja ini adalah kapak biasa dan kamu ketika sedang memotong kayu, di usahakan jangan menggunakan kekuatan, jika tidak kerajaan ini hancur. " Kata Long Fai dia berbicara omong kosong, walau kapak ini adalah ajaib namun belum sempurna, dan kekuatan serangan mustahil bisa menghancurkan negara.


"Siap boss aku, aku tidak akan menggunakan kekuatan sediki sama sekali, bahkan ketika aku memotong kayu di usahakan seperti manusia biasa." Kata Bai An dia sudah tahu tebakan, Long Fai jika dia mengunakan kapak ini dengan kekuatan, maka dia takut dunia hancur.


Maka dari itu, dia harus mengendalikan kekuatan yang terkandung dalam kapak ini, dengan sedikit mungkin tidak bocor jika tidak dia takut terkena kutukan oleh Long Fai.


Memikirkan ini dia merinding.


Tapi Long Fai memandang Bai An curiga, apakah kata-kata dirinya dia percaya? Namun Long Fai hanya berkata. "Baiklah maka laksanakan dan jangan sembrono."


Dengan itu, Long Fai pergi keluar meninggalkan Bai An yang sedang berdiri serius.


Ketika Long Fai sedang berjalan, dia seperti peri turun dari langit ke tujuh, setiap perilakunya berdebu dan sangat menyendiri. Bahkan Long Fai begitu takjub dengan perubahannya dengan kulit yang sekarang lebih putih, dengan gaya kipas lipat, ini sungguh pria tampan yang terhormat.


Bahkan Long Fai berkata kepada diri sendiri, bahwa, dirinya tampan tapi, dia tidak mengira bahwa sekarang menjadi begitu tampan.


Bahkan dia merasa bahwa ini adalah keberuntungan menjadi transmigrasi adalah mempunyai jari emas dan ketampanan. Bahkan dengan dirinya yang hanya makan minum, bernyannyi melukis dia bisa menjadi tak terkalahkan.

__ADS_1


Karena dengan gelar Dewa Sarjana, maka ini adalah kekuatan absolute. Walau gelar ini adalah Dewa Sarjana, namun dewa tetap lah dewa, mempunyai kekuatan absolute ciri khas masing-masing, bahkan jika Long Fai adalah dewa memancing, tentu saja mempunyai kekuatan kuat.


Memikirkan ini, dia sudah mendapat title Dewa Sarjana, dan Dewa Naga Taiko. Bahkan dia belum tahu kekuatan Dewa Taiko sendiri karena Artefak Naga itu begitu sangat pelit.


Ketika siang hari, bahkan Long Fai yang sedang berjalan, tanpa sadar ada awan yang mengikutinya supaya tidak terken panas.


Melihat para murid tukang membuat salam hormat kepadanya, Long Fai saat ini sungguh nyaman, dan tidak di pandang sampah lagi.


Bahkan jika ayah bastard datang dia tak segan untuk menemuinya karena dia sudah memutuskan bahwa dirinya adalah manusia dari bumi adapun Long Fai yang dulu sudah mati.


Setelah beberapa menit melewati sekte akademi, ahirnya dia menemukan gubuk tempat tinggal Wang Roulan.


Memikirkan ini Long Fai panik, dia berharap bahwa ketika anda bertemu, anda berharap agar supaya masalah kemarin sudah selesai dan guru Wang menolaknya dan tidak di ungkit-ungkit.


Tapi dia memikirkan guru Wang yang sudah dia cium dan begitu mesra, sehinga tanpa sadar Long Fai menjilat bibir penuh gairah.


Sesampai di depan pintu guru Wang..


"Knock!"


"Knock!"


"Knock!"


"Bukaklah.. dan masuk!" Ada suara kecil di dalam gubuk ini, dengan keringat dingin Long Fai memasuki ke dalam gubuk.


Begitu Long Fai memasuki ke dalam, ahirnya dia melihat Wang Roulan yang sedang duduk sedang menyruput teh.


Sama seperti biasanya Long Fai melihat kesederhanaan Wang Roulan dalam berpenampilan, walau begitu, tidak akan menghilangkan sosok anggunnya yang begitu mencolok.


"Boleh kah aku duduk!" Kata Long Fai, tiba-tiba suasananya menjadi canggung.


"Kamu boleh duduk." Kata Wang Roulan, entah kenapa dia berkata kepada Long Fai menjdai lembut. Tapi dia melihat bahwa Long Fai bahkan tidak merasakan kedinginan yang terpancar dalam tubuhnya, bahkan dia melihat bahwa Long Fai duduk dengan nyaman.


Dengan panik dalam hati, Long Fai dia akan berbcara jujur kepada Wang Roulan bahwa adegan waktu kemarin dia hanya kesalahan akibat ngelantur, dengan itu dia menatap guru Wang dengan tajam.


Di samping Wang Roulan ketika dia di tatap oleh mata tajam Long Fai dia gugup bahkan dia lupa bahwa dirinya bermagsud mengundang Long Fai untuk memberi hukuman, tapi entah kenapa ketika di tatap oleh mata tajam Long Fai dia lupa bahkan, sekarang tangan kanannya mengusap-usap rambut agar menarik bagi Long Fai.


Di sisi Long Fai, dia ketika sudah menatap Wang Roulan dia sudah membulatkan tekat akan meminta maaf dan akan mengatakan sebenarnya, dengan itu dia menatap Wang Roulan dengan sangat serius, setelah itu dia seharusnya berkata tujuan awal yang dia rencanakan yaitu mengaku dan bersalah. Namun kata-kata setelah di keluarkan menjadi melenceng.


"Guru Wang ketika kemarin aku melihat kamu, aku sangat terpana, karena dengan kecantikan guru Wang jiwa jantan aku bergetar hebat, seperti menemukan belahan hati yang sudah lama tidak singgah di hati aku."

__ADS_1


"Aku menyadari bahwa ini adalah cinta pertama aku, namun begitu, karena setatus murid dan guru itu sangat malu untuk di sebutkan, maka aku hanya bisa memendam rasa cinta aku terhadap guru Wang di hati, yang terdalam."


"Dengan memendam rasa ini, aku memejam matanya tanpa sadar aku terlelap tidur, namun di alam mimpi aku sangat senang karena di alam mimpi, aku menikah dengan guru Wang, mimpi itu sangat indah, aku harap tidak akan bangun dari mimpi yang amat manis sekali."


"Namun ketika pernikahan di mimpi itu, tiba-tiba ada hal yang tak di duga ada bencana shingga guru Wang menghilang, aku mengejar, sampai waktu aku bangun dalam mimpi, aku sangat gembira ketika guru Wang selamat, aku memeluk guru wang dengan erat, aku mencium guru wang dengan penuh kasih, karena jika rasa cinta ini di pendam, maka kepedihan yang akan di dapat."


"Laner...!" Setelah berkata banyak tiba-tiba tangan kanan Long Fai memegang tangan indah Wang Roulan, kemudian berkata lagi. "Laner aku mencintai mu sepenuh kasih jadilah wanita aku, hidup bahagia tua bersama aku."


Tiba-tiba seketika otak Wang Roulan, konslet dan kosong, Wajah menjadi sangat merah dan detak jantung berdetak sangat cepat, dia awalnya berniat menghukum Long Fai tapi, plot ini salah.


Detak jantung Wang Roulan berdebar sangat cepat dia memerah seperti apel matang dengan gugup dia berkata. "Kamu..kamu.. kamu.. Tapi aku lebih tua dari kamu. Aku... aku adalah guru kamu kenapan kamu menyukai aku bukankah masih banyak wanita lain yang lebih muda dari pada aku."


"Cinta adalah rumit, aku melihat kamu lebih terpesona dari pada yang lain, aku melihat kamu sebagai wanita tangguh selama 27 tahun, aku melihat kamu sebagai wanita heroik."


"Bahkan aku sudah diam-diam mengamati kamu, ketika masih menjadi murid tukang sapu, aku melihat dari kejauhan untuk mengagumi kamu, karena aku sadar, pada saat itu, aku hanyalah tukang sapu dan tuan muda terbuang. Tapi sekarang dewa membantu aku, dengan aku menjadi murid dalam maka aku ada berkesempatan untuk melamar kamu walau hanya seutas benang kesempatan."


Setelah berkata, Long Fai bangun dari duduknya dan menghampiri Wang Roulan dengan gaya mantap.


Di sisi Wang Roulan dia panik, dan detak jantung berdebar sangat kencang dengan wajah panik dan tersipu dia bangun dari duduknya sambil membuat langkah mundur dan berkata dengan nada tergagap. :"Kamu..apa.. apa yang kamu lakuakan.!"


Wang Roulan mundur terus menerus, dan Long Fai mengikuti dengan mantap. Sampai pada ahirnya, karena Wang Roulan berhenti karena menabrak dinding pojok.


"Kamu...kamu jangan mendekat.. Jika tidak...!" Wang Roulan belum sempat menyelesaikan kata-katanya, namun Long Fai suadah tiba di depan wajah Wang Roulan.


Kedua tangan Long Fai menempel di dinding dengan gaya seperti drama korea, yang Wang Roulan terhimpit tembok dan di depanya adalah Long Fai.


Setelah Long Fai memojokan Wang Roulan di dinding, kedua wajah itu bertatapan sangat dekat, bahkakan suara nafas berdua saling bertabrakkan..


"Laner.. !" Kata Long Fai dengan menatap tajam ke arah Wang Roulan, begitu juga Wang Roulan menatap Long Fai dengan wajah merah.



Dengan beberapa menit, pelan-pelan, ahirnya Long Fai mencium lagi Wang Roulan, di sisi Wang Roulan dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan jantung berdebar-debar ahirnya menerima ciuman Long Fai.


Sepuluh menit telah berlalu kedua orang itu berciuaman, awalnya Wang Roulan masih kaku, tapi, berlalunya waktu, dia menjadi bergairah dan kedua tangan indah itu memeluk Long Fai dengan erat sambil mata terpejam menikmati sesi ciuman yang begitu nikmat.


Bahkan dengan lambatnya waktu, ahirnya Wang Roulan yang berubah posisi dan bergantian Long Fai yang di dinding.



Di sisi Fai dia sebenarnya dalam hati panik, karena tujuan untuk mengaku kesalahan, agar maslah ini selesai, tapi entah kenapa plot ini salah.

__ADS_1


__ADS_2