
Bab 180 Permintaan Tun Ri
Setelah sudah membersihkan semua cairan suci yang kental yang ada pada tubuh dirinya, akhirnya Long Fai pergi keluar dari kamarnya.
Dia juga melihat Kedua wanita ini sudah berpakaian sangat rapi dan di lihat dari segi wajahnya, kedua wanita itu sudah memiliki aura yang sangat karismatik yang sedikit meningkat.
“Wajah kamu berseri-seri layaknya gemerlap bintang dan terangnya bulan. Apakah kamu dalam suasana hati yang gembira sekarang?” Kata Long Fai. Sambil mendekati mereka berdua langsung menepuk kedua pantat itu.
Kedua wanita itu, kaget dan langsung menoleh ke arah dirinya. Tentu saja, bagi Ho Tu yang belum terbiasa seperti sifat berani dari Xia Fei dia melototi ke arah Long Fai. “Kamu... di tempat umum seperti ini apakah berani..”
“Kamu sangat cantik sekarang.” Long Fai merayu Ho Tu lagi.
“Ak...ak...aku, tahu kamu hanya merayu aku lagi, huh.. aku tidak gampang seperti itu..” Kata Ho Tu memberi sebuah huh.
“Aku pergi untuk menemui Tun Ri.. sudah berapa hari terakhir aku belum bertemu dengannya.” Long Fai pergi dan meninggalkan mereka berdua tanpa menoleh ke belakang.
Tapi Xia Fei mengikuti dan langsung memeluk tangan Long Fai sangat erat. Bahkan tangan Long Fai di masukan ke sela-sela gunung agung Xia Fei. Sehingga saat ini, Long Fai merasakan perasaan yang amat luar biasa.
Long Fai berkata: “Teruskah.. aku sangat menyukai perasaan ini..ohh sungguh lembut dan kenyal.”
Pada awalnya, Xia Fei tidak menyadari. Tapi, tiba-tiba dia sadar dan langsung melepaskan pelukan dan berganti alih meraih jari-jari Long Fai untuk bergandengan tangan.
“Seperti apa yang aku tahu dari kamu. Kamu adalah wanita yang tidak tahu malu. Terlepas hal kecil seperti ini, aku tidak mengerti kenapa kamu melepaskan pelukan itu?’’ Ucap Long Fai dia sudah kehilangan rasa kenyamanan akibat tangannya sudah lepas dari cengkeraman himpitan gunung Xia Fei.
__ADS_1
“Aku sudah tidak tahu malu, tapi aku sangat tidak nyaman melihat raut cabul kamu.” Xia Fei mengerucutkan bibirnya.
“Hei.. kenapa kamu membuat pengecualian..!” Long Fai berseru bingung.
“Sttt.. lebih baik kamu diam... jika kamu menyukai, bukankah kita bisa melanjutkan ketika malam tiba, s u a m i..” Kata-kata suami menggelitik telinga Long Fai.
“Tidak... tidak... tidak... kita berhenti melakukan hal itu ok, aku ingin tidur nyenyak.” Kata Long Fai. Dia ingin sekali merasakan tidur yang sangat nyenyak tanpa ada pengganggu dari kedua wanita itu. Bahkan dia tidak segan-segan untuk mengunci pintunya menggunakan kayu-kayu secara rapat agar kedua wanita itu, tidak mudah untuk memasuki ke kamarnya.
“Aku tidak mengizinkan kamu untuk berhenti satu kali ini saja... aku ingin setiap malam kamu membelai tubuh aku, karena itu sangat mengasyikkan.” Ucapnya Xia Fei. Dia melihat ke arah wajah Long Fai sambil membuat pose Yang licik.
Karena dia tidak tahu setelah berhubungan dengan Long Fai lewat intim Dia merasakan bahwa ketika dirinya sedang melakukan hubungan intim, dia bisa menyedot energi dari Long Fai yang begitu murni sehingga bisa meningkatkan kekuatannya.
Energi itu sangat murni sehingga membuat dirinya ekstasi yang sangat bahagia seperti memasuki ke surga lantai 7.
“Ada yang bilang bahwa titik di mana orang saling mencintai begitu besar, adalah saling bertukar air liur. Dan tidur bersama secara intim. Bukankah begitu suami? Kamu mencintai aku, begitu juga sebaliknya... untuk mengungkapkan ekspresi kita atas rasa cinta ini, seharusnya kita melakukan itu setiap hari.” bahkan pada saat ini Xia Fei masih mencari celah untuk menjawab apa yang dikatakan Long Fai.
Bahkan dia sendiri sudah mempelajari gaya-gaya bercinta walaupun, dia belum pernah melakukan dari gaya-gaya tersebut.
“Kamu sungguh gila... mari kita jangan bicarakan hal seperti itu.” Long Fai menatap ke arah Xia Fei sambil memasang wajah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Ketika mereka berdua sedang saling berdebat tentang masalah-masalah akan percintaan, akhirnya Long Fai melihat Tun Ri yang sedang bersama Lu Change.
Long Fai mendekati Tun Ri saat ini juga.
__ADS_1
“Bagaimana kabarmu apakah kamu senang.” Ucapnya Long Fai sambil menatap ke arah tunri dan menganggukkan kepalanya.
“Ini sungguh menyenangkan aku bisa berpetualang di wilayah permaisuri Ho Tu untuk menanyakan atau membuat kabar acara pertunangan kamu dan sang ratu.” Petualangan ini sungguh menyenangkan dari melihat bandit-bandit penjahat dan hubungan asmara yang dia perlahan-lahan tumbuh antara dirinya dan Lu Change.
“Baguslah kalau begitu aku juga setelah mendengarnya sangat senang, aku juga merasa bahwa kamu memiliki benih-benih cinta terhadap dia.” Kata-kata DIA diarahkan kepada Lu Change.
"Uh.." Tun Ri menggaruk kepalanya, dan sedikit malu. Tapi kenyataan adalah bahwa apa yang dikatakan Long Fai itu, adalah benar. Dia sedang menumbuhkan benih-benih cintanya kepada Lu Change.
Tidak dipungkiri juga bahwa mereka berdua sudah melepaskan masa lajangnya. Awalnya di sisi Lu Canghe, dia sedikit tidak ada rasa sama sekali kepada Tun Ri. Tapi entah kenapa semakin hari dia bersamanya, semakin enak dipandang bahwa wajah Tun Ri juga tampan.
Sampai titik di mana dia melakukan musim semi bersama Tun Ri.
“Baiklah semoga kamu hidup bahagia dan masa-masa penyesalan kamu yang terdapat dalam hati kamu, semoga dihilangkan karena akan menjadi iblis batin kamu.” Long Fai memberi saran kepada Tun Ri.
“Itu sudah semestinya. Akan membuang-buang tenaga untuk memikirkan wanita yang gila seperti dia.” Ucapnya Tun Ri sambil memandang kejauhan penuh kebencian kepada Chi Yao.
Bahkan dia sekarang juga menjelaskan kepada Long Fai bahwa ketika acara pertunangan ini, dia akan membunuh Ye Fan dan mantan suaminya itu di tangan sendiri.
“Baiklah aku akan kuserahkan masalah ini kepada kamu.” Long Fai tentu saja yang mendengarkan ambisi dari Tun Ri sangat mendukung ambisinya.
Tapi dia juga ingin menghajar Ye Fan karena dia juga berani macam-macam dengan wanitanya. kemudian dia berkata lagi kepada Tun Ri. “Aku harap kamu Jika saja mengalami kesulitan, aku akan secara sukarela membantu kamu bagaimana juga Ye Fan adalah bajingan yang ingin merebut wanita aku.”
“Baiklah itu bisa dibicarakan.” Tentu saja Tun Ri maksud apa yang dikatakan Long Fai, bagaimanapun juga permaisuri Ho Tu sekarang adalah wanitanya. Jadi sepatunya sebagai pria yang terhormat, harus membela jika ada wanita yang dicintai diganggu oleh orang lain.
__ADS_1