
Bab 183 Membunuh Yan Shi
#Dunia Atas Di Rumah Ta Kong.
Hua Qin menjerit putus asa ketika melihat anaknya lehernya putus jatuh ke tanah bahkan dia melihat dari leher itu memucatkan atau memuntahkan darah terus-menerus.
Dia hanya memiliki anak satu-satunya, tapi seketika dalam keadaan bahagia ini yang belum cukup lama tiba-tiba ada orang yang memenggal anak sendiri.
Hua Qin secara refleks meraih tubuh yang kepalanya lepas sambil menjerit nangis. Ta Kong sendiri juga sangat marah dia mencari siapa orang yang berani membunuh anaknya secara diam-diam.
Hua Qin ketika dia sedang menangis terus menerus, tiba-tiba dia terkejut sampai melepaskan tubuhnya anaknya. Karena dia melihat kepala yang menggelinding dari anaknya berkata seperti ini. “Ibu tenang saja Aku belum mati...”
“Kamu...kamu...kamu...!” Hua Qin kaget bukan main bahkan dia menunjukkan jarinya ke arah kepala anak sendiri yang sedang bicara kepadanya.
Ta Mei setelah dimarahi oleh ibunya dia kemudian tubuhnya terlepas langsung menyatu lagi ibaratkan waktu memundur seperti semula.
Tentu saja orang yang diam-diam telah menyerang Ta Mei, cukup terkejut. Dia terheran-heran kepada anaknya Ta Kong, sejak kapan Ta Kong anaknya memiliki kemampuan yang sangat aneh seperti itu? Bahkan Dia mengira jika anda memotong tubuh anak itu selusin kali itu tidak ada gunanya bagi anda.
karena pembunuhan itu tidak berhasil dia akhirnya mencoba menyerang ke arah istrinya Ta Kong.
“Hmmpp mungkin saja anak kamu memiliki kemampuan hebat tapi bukan berarti istrimu memiliki juga.” Sosok yang bersembunyi langsung menyerang Hua Qin.
Seketika dia menyerang langsung berubah menjadi kilatan cahaya yang sangat cepat.
"Sikat..!"
Sosok itu sudah tiba di samping persis Hua Qin dan dia menggunakan tangan kanannya yang bercahaya seperti lampu neon untuk memenggal kepalanya.
Tapi reaksi Ta Kong sungguh cepat dia langsung bergegas ke arah istrinya dengan kecepatan yang sangat ekstrem.
Ta Kong melihat ada cahaya yang ingin memenggal kepala istrinya dia langsung meninju cahaya itu sangat keras.
__ADS_1
"Bam!"
Sosok itu terpental sekitar 20 meter dan menjebolkan dinding milik pembatas dari rumah Ta Kong.
"Bug!'
"Bug!"
"Bug!"
Sosok misterius berguling-guling sangat cepat layaknya bola kasti. ketika sosok misterius yang sedang berguling-guling Ta Kong tidak berhenti saja dia langsung mendekatinya dengan melompat sangat cepat sudah di sisi sosok misterius itu.
"Bang!"
"Crack!"
"Ahh!"
“Brengsek... sialan...bedebah....!” Orang misterius itu memfitnah terus-menerus di dalam hatinya, dia tidak menyangka bahwa keluarga itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat bahkan dirinya tidak terkecuali menjadi karung pasir percobaan untuk ditendang-tendang.
"Uhukk...Uhukkk...Uhukkk...!” Sosok misterius itu terbatuk terus menerus. Bahkan ada darah yang bersimbah di tanahnya, dia menatap ke arah Ta Kng dengan kengerian yang nyata.
Takong mendekati sosok misterius itu dia berkata sangat dingin dan sangat membunuh. “Siapa kamu ada apa urusan kamu dengan aku bisa-bisanya kamu berani sekali mencoba membunuh anakku..!”
“Hahaha...!” sosok misterius itu tertawa terbahak-bahak kemudian dia menatap ke arah Ta Kong sangat sengit langsung berkata lagi: “Kamu telah membunuh keturunanku semuanya bagaimana aku diam seperti ini dasar kamu bedebah... sialan...keparat...!”
Sosok itu meludahkan kata-kata yang sangat ganas kepada takong terus-menerus bahkan Ta Kong sendiri tiba-tiba mengerutkan keningnya dia berpikir bahwa apakah anda salah satu dari keluarga yang masih tersisa di sini?
Namun Ta Kong malahan menggelengkan kepalanya dia berkata kepada orang itu yang sedang duduk lemas. “Keluarga Yan adalah keluarga yang melampaui batas kepada kami. Jadi aku sepatunya harus membalasnya gigi diganti dengan Gigi mata diganti dengan mata nyawa harus diganti nyawa.”
“Sudah berapa lusin kali keluarga Yan ingin mencelakai kami terus menerus, kami bersabar sampai suatu saat sekarang ini, aku sudah mempunyai kekuatan untuk menyerang balik kepada keluarga Yan. Jadi terimalah ini adalah konsekuensinya dari apa yang dia perbuat kepada keluarga kami.”
__ADS_1
Orang misterius itu adalah patriak terdahulu dia bernama Yan Shi. Yan Shi masih tidak terima, karena keturunannya semuanya di tempat habis oleh bedebah Ta Kong.
“Brengsek kamu aku sampai sekarang masih tidak terima karena kamu telah memusnahkan salah satu keturunan aku...!” Yan Shi menatap ke arah takong sangat tajam dan meringis menakutkan.
“Kamu tidak menerimanya? Menjadi cultivator adalah diibaratkan seperti kamu diperkosa enak tidak enak harus dijalani dengan lapang dada mungkin saja atas kematian dia akibat pembalasan aku semoga jika ada reinkarnasi mulailah menjadi hidup yang sangat baik.” Ta Kong berkata tanpa rasa takut. Selama dia merasa benar tidak ada perlu yang ditakutkan.
Tapi Yan Shi masih tidak menerimanya, dia tahu bahwa sekarang jika melawan Ta Kong, dia tidak ada gunanya. Kemudian dia mengeluarkan dari cincin penyimpanan untuk mengeluarkan jimat peledakan diri yang sangat dahsyat seperti bom atom di Jepang.
“Karena melawanmu tidak mungkin maka aku harus mati bersama kamu dengan membawa kebencian kepada kamu..!” Yan Shi menatap ke arah Ta Kong sangat mengerikan dia hendak mengaktifkan jimat peledak itu, tapi takong sudah menyadarinya dia langsung meninju menggunakan jurus tinju shaolin dengan amukannya sangat menakutkan seketika kepala Yan Shi langsung meledak seperti semangka.
"Bam!"
“Akhirnya kamu mati bedebah apakah kamu akan membuat wilayah ini seperti neraka karena bom meledak bunuh diri kamu...!” Ta Kong berkata sangat marah pada jasad Yan Shi.
Setelah dia meledakkan kepala Yan Shi, dia meraih jasad itu untuk diserahkan kepada istrinya Hua Qin.
“Ayo.. lebih baik kamu menyerap pendahulu patriak Yan.” takong kemudian melemparkan jasad tanpa kepala ke arah Hua Qin.
“Hmmmm baiklah..!” Hua Qin menganggukan kepalanya. Setelah itu dia mengangkat tangan kanan dan diarahkan ke jasad patriak sehingga seketika di telapak tangannya itu, keluar pusaran untuk menyedot jasad patriak Yan.
ketika jasad dimasukkan ke Kendil ajaib langsung pasir emasnya mengubur jasad patriakyan dan seketika mengeluarkan tunas yang tiba-tiba tumbuh menjadi besar langsung mengeluarkan buah yang berwarna merah darah.
Hua Qin memetik buah yang seperti darah langsung diserahkan kepada anaknya.
“Nak, makanlah buah ini mungkin terdapat kandungan basis kultivasi dan bakat yang dimiliki pada Yan Shi. Jika kamu menyerapnya mungkin saja akan berguna bagi kamu.” Kata Hua Qin dia menyodorkan tangannya yang sedang memegang buah merah sebesar buah apel, untuk diserahkan kepada anaknya.
"Hmmm!” Ta Mei mengangguk setelah itu dia menerimanya langsung memakan buah itu.
"Bam!"
Seketika ada ledakan yang meluap-luap dari tubuhnya sampai kepikirannya bahkan dia menatap ke arah ibunya dengan tatapan luar biasa.
__ADS_1
“Ibu ini sungguh luar biasa...!” Ta Mei yang masih umur 10 tahun Dia melompat-lompat sangat gembira.