Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
An Bulang Vs Wang Roulan


__ADS_3

Bab 276 An Bulang Vs Wang Roulan


Su Xin merasakan jiwanya teresap-capek akibat suara musik yang dikeluarkan oleh Wang Roulan.


Suara Guqin sepertinya merobek-robek seluruh tubuhnya sementara itu nyanyiannya seperti merapat-rapek jiwanya.


“Ahhhh brengsek... hentikan.. ini sungguh sangat menyakitkan tidak..!” Su Xin berteriak masih berjuang.


Namun perjuangan itu tidak dihargai seseolah Wang Roulan tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Wang Roulan masih nyanyi sambil memainkan senarnya memperdulikan Su Xin yang telah kesakitan.


Kebetulan dia hanya menghafal lagu itu hanya berapa kata namun memiliki efek yang sangat ajaib.


Wang Raolan berhenti memainkan Guqin. Kemudian dia menatap ke arah Su Xin yang sudah tidak berbentuk tubuhnya seperti akan hancur.


“Iblis adalah musuh bagi para manusia karena iblis adalah bencana bagi umat manusia karena kamu sudah bergabung menjadi iblis dan bersifat manusia sudah hilang maka aku harus memusnahkanmu.”


“Terlepas apakah kamu seniorku tapi, itu tidak peduli yang terpenting adalah kamu harus meninggalkan dari muka bumi ini selamanya karena kamu iblis... Kamu adalah iblis yang sangat jahat tanpa berbelas kasih membunuh lusinan murid wilayah Phoenix ini...”


Su Xin berteriak langsung dengan tatapan ngeri dia memohon kepada Wang Roulan: “Tidak-tidak.. jangan bunuh aku ketika kamu melepaskanku maka permasalahan konflik yang kita alami sudah berakhir aku mohon luangkan hidupku..”


Wang Roulan menatap ke arah Su Xin sangat tenang kemudian menjawab. “Iblis adalah iblis bahkan kamu telah membunuh murid kami ini maka kamu sebagaimana berdosa harus mati..”


Su Xin saat ini memohon kehidupan kepada Wang Roulan, namun sayangnya hanya balasan yang sangat tidak diharapkan sehingga wajahnya langsung berteriak hari.


“Tidak... ahhh.. dasar wanita sialan Bahkan aku mati menjadi abu-abu akan menaruh kebencianku terhadap mu..!”


Namun sayangnya teriakan itu tidak ada gunanya tiba-tiba Wang Raolan menjentikkan jarinya dengan niat membunuh langsung memainkan senarnya.


"Ting..!"


Hanya suara singkat seketika tubuh Su Xin meledak seperti menjadi pasir dan langsung menguap begitu saja tanpa ada jejak sama sekali bahkan baju-baju itu sudah tidak ada jejaknya.


Wang Roulan dan Murong Ruyue akhirnya lega karena sudah memusnahkan iblis Su Xin. Tapi sayangnya rasa lega itu tidak berlangsung lama hanya membutuhkan kurang lebih 10 detik setelah membunuh Su Xin, tiba-tiba ada teriakan yang sangat menggelegar di antara langit.


Bukan hanya itu saja teriakan itu mengakibatkan langit-langit menjadi merah bercampur hitam dan ada jejak kesuraman tertentu.

__ADS_1


“Lancang.. siapa yang berani sekali membunuh dari bagianku dasar keparat..!”


Setelah teriakan itu bergemak tiba-tiba diantara langit muncul lah retakan ruang dan semua para murid melihat dari retakan itu di belakangnya ada semacam monster 2 ekor yang memiliki taring yang sangat tajam seperti anjing tapi sangat besar air liur itu, menetas ke bawah terus menerus. Kedua anjing itu, membawa gerobak dan ada satu pria berbadan kekar dengan kedua tanduk di kepalanya sambil menatap ke arah Wang Roulan sangat dingin.


Wang Roulan menetap ke atas di mana pria berbadan kekar sedang menunggangi gerobak yang sedang ditarik oleh kedua anjing hitam besar.


Dia berkata kepada pria berbadan kekar yang sedang di atas. “Yang membunuh adalah aku ada apa apakah kamu tidak terima.”


“Brengsek beraninya kamu membunuh bagian dariku... apakah kamu bosan hidup hah... walaupun kamu memiliki kekuatan yang sangat kuat, dibandingkan kekuatan mu.. bukan apa-apanya..” Kata pria yang sedang menunggangi gerobak.


Pria berbadan kekar adalah An Bulang salah satu praktik si iblis yang sudah hidupnya ratusan ribu tahun bahkan hanya dia yang tahu umurnya berapa lama dia sudah berada di dunia parakultivator.


Bahkan setiap kata-kata yang begitu menggelegar langsung membuat para murid wilayah Phoenix Es langsung merinding.


Bukan hanya itu saja Wang Roulan dan Murong Ruyue tiba-tiba bergidik tidak menentu.


Sementara itu Long Fai melihat kekhawatiran dari raut wajah Murong Ruyue, dia langsung mendekati dan memegang bahu bagian kanan menggunakan tangan kirinya.


“Kamu tidak perlu khawatir dengan Lanlan ku.. semua akan baik-baik saja.” Long Fai menepuk sambil berkata sehingga Murong Ruyue yang masih dalam keadaan serius melihat pertarungan seketika terkejut karena tiba-tiba ada orang yang berkata di sampingnya.


“Ah sial..” Murong Ruyue terkejut setengah mati, ketika dia melihat siapa orang yang mengagetkannya akhirnya lega.


“Aku sejak dari tadi..” Long Fai membalas dengan ringan. kemudian dia menatap ke arah pertarungan sangat tenang.


Setelah itu, berteriak: “Lanlan.. ayo hajar dia..!”


Seketika Wang Roulan melihat Long Fai langsung tersenyum semangat seperti melihat obat penafsu makan.


“Suami..” Wang Roulan berteriak penuh kegirangan. kemudian dia menatap ke arah An Bulang.


Karena dia ada Long Fai yang sedang menonton akhirnya dia semangat harus memamerkan kehebatannya.


“Hei.. Pemuda jelek aku yang membunuhnya kamu harus bagaimana.. Jika kamu memiliki kekuatan ayo serang aku huh..” Kata Wang Raolan sambil berkata kerang dan tangan kanan itu langsung sambil mengusap-usap hidungnya.


“Brengsek kamu beraninya sekali kamu lancang terhadapku..” Mulut An Bulang berkedut hebat.


Seketika dia langsung menggunakan pedang yang berkritik-keriki untuk menyerang Wang Roulan.

__ADS_1


"Sikat!"


Hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit An Bulang sudah tiba di hadapan Wang Roulan, padahal jaraknya sangat jauh sekitar kurang lebih 5 kiloan.


Ketika An Bulang ingin menetaskan pedang yang penuh gerigi ke tubuh Wang Raolan tiba-tiba dia melihat Wang Roulan memetik senar Guqin.


"Ting.."


Hanya suara senar Guqin seketika mengeluarkan gelombang kejut sangat hebat menerpa ke arah An Bulang sehingga dia terhempas lusinan km.


"Bom!"


"Bom!"


"Bom!"


An Bulang terhempas di udara Tapi dia bisa menstabilkan tubuhnya langsung berhenti di udara sangat tenang.


“Gadis ini, layak menjadi lawanku.”


"Bom!"


An Bulang terbang langsung seperti jet tempur untuk menghampiri Wang Roulan sehingga meninggalkan getaran yang sangat dahsyat.


Wang Roulan juga serius Iya langsung membuat kaki kuda-kuda untuk bersiap menyerang An Bulang.


"Tinju Amukan Harimau Putih!"


"Bam!"


kedua orang itu saling terhempas, namun yang paling jauh adalah An Bulang, sementara Wang Roulan hanya berapa lusinan meter dan bisa menstabilkan tubuhnya di udara.


Terbang ke atas menggunakan sayap burung phoenix nya, sehingga dia antara langit keluar ribuan dan salju yang begitu menakjubkan.


ketika dia peradaban paling atas langsung melihat sosok An Bulang yang sedang mengarah kepada dirinya lagi. Wang Roulan menggunakan jenis seni bela diri lain.


"Angin Phoenix Membelah Langit!"

__ADS_1


Ada Aurora berwarna biru berbentuk burung phoenix langsung melesat tajam ke arah An Bulang.


__ADS_2