
Bab 192 Acara Pertunangan (6)
“Lihatlah jalaang itu, sungguh menyedihkan.” Ucapnya Tun Ri kepada Lu Change yang sedang di peluk erat.
Kemudian Lu Change juga melihat Chi Yao yang sepertinya sedang cemburu buta kepada dirinya. Lu Change yang sedang di tatap ganas oleh Chi Yao dia ikut kerja sama. Dia meraih pinggang Tun Ri juga dan memeluknya.
“Bedebah...! Aku tahu kamu sekarang sedang pamer terhadap aku..” Kata Chi Yao menggertakkan giginya. Dia melihat Ye Fan yang sedang duduk di kursi samping dirinya sepertinya sedang menjauh dari dirinya sehingga hatinya semakin pahit.
Apalagi melihat kemesraan yang di lakukan oleh Tun Ri hatinya semakin pahit. Dia ingin sekali lagi memutar waktu, sehari dia lebih baik setia jika dia sudah tahu sifat Ye Fan.
Ye Fan yang sedang duduk juga melihat ke anehan istrinya yang sedang menatap terus-menerus ke- arah Tun Ri akhirnya berbisik menghardik: “Apa yang kamu lakukan... kenapa kamu memandang terus-menerus si brengsek itu.. kamu tidak perlu menyesal karena tidak akan merubah bahwa kamu yang telah membunuh dia.”
“Kamu sekarang adalah milikku. Kamu tidak di ijinkan untuk menyelesaikan perbuatan yang di lakukan masa lalu. Kamu sekarang punyaku dan lupakan dia.”
Chi Yao menoleh ke arah Ye Fan dengan sangat ganas: “Kamu adalah suami aku sekarang, tapi kenapa kamu tidak pernah menyentuh tubuh aku.. kenapa kamu tidak pernah.. hah.. ! Satu tahun aku bisa bertahan tapi ini sudah ratusan tahun... apakah ada orang yang setahan aku tidak melakukan hubungan intim!”
Ye Fan melihat Chi Yao menggelengkan terus-menerus akhirnya tidak nyaman bukannya dia tidak ingin, tapi dia merasa malu karena memiliki Tintin sangat kecil sehingga dia sepertinya kurang percaya diri.
Ye Fan akhirnya mengangguk: “Baiklah sehabis ini, kita melakukan hubungan intim.”
Kemudian dia meraih pinggang Chi Yao sangat erat. Alhasil rayuan dirinya kepada Chi Yao berhasil dan sekarang dia sudah tenang lagi.
Tun Ri mencibirnya bahkan dia langsung pindah ke tempat lain: “Ayo sayang pergi dari sini kita pergi menemui kelompok Naga Azhure kita bermain bersama.”
“Ahhh iya..!” Lu Change tidak bereaksi langsung di pegang pergelangan tangannya dan berjalan terburu-buru untuk meninggalkan dirinya dari pandangan Chi Yao.
“Brengsek...!” Chi Yao ingin sekali melemparkan gelas perunggu kuno ini, ke arah Tun Ri. Dia setelah mendapatkan ketenangan lagi dan berniat memamerkan kemesraan dirinya dan Ye Fan kepada Tun Ri berengsek itu, tapi alhasil Tun Ri menghilang seseolah menghindarinya.
__ADS_1
Sekarang suasana hati Chi Yao menjadi sangat suram bahkan kesuruman itu tiga kali lipat dari sedang datang bulan.
Melihat kemarahan Chi Yao, Tun Ri tertawa terbahak-bahak lagi di dalam hatinya, walau anda masih tidak melupakan aku, tapi anda sudah berhianat sampai titik di mana anda mengambil nyawa hidup aku.
Pokoknya mata di balas dengan mata, gigi di balas dengan gigi. Begitu juga sebaliknya anda mengambil nyawa aku, maka aku akan menagih nyawa kepada anda.
...----------------...
Sudah dua jam telah berlalu semua pengunjung yang ingin melihat pertunjukan pertunangan meriah ratu Ho Tu, semua pengunjung sudah gelisah karena jadwal ini belum selesai.
Satu jam berlalu......
Dua jam berlalu......
Akhirnya berapa jam akhirnya kegaduhan akibat para pengunjung ingin melihat calon tunangan permaisuri Ho Tu semuanya menatap ke arah tertentu dengan mata yang serakah dan cerah.
“Hei... lihat... dia bukankah permaisuri... ! Ya ampun sungguh cantik...!”
“Oh tidak... ada juga nyonya rumah bodir juga berada di sini...”
Semua pengunjung saling berdiskusi satu sama lain. Bahkan tidak juga ada yang berdiskusi fantasi liar para pengunjung itu sendiri.
Yang paling mencolok dari kedua wanita itu adalah semua pakaian yang di kenakan adalah pakaian yang terbuat sutra halus yang sudah berumur ribuan tahun.
“Kenapa nyonya Xia Fei berada di sini..” Ada salah satu pria paruh baya yang sedang melihat pertunjukan pertunangan Ho Tu. Pria paruh baya itu, mengenali Nyonya Xia Fei karena dia salah satu pelanggan rumah bodir ketika melepas dahaga.
Bahkan dia sendiri sangat mengagumi sosok Nyonya Xia Fei, dia ingin menyewa suatu malam dengannya tapi malahan di pukuli oleh penjaga rumah bodir karena anda tidak sopan.
__ADS_1
Tentunya bukan dia saja banyak pria hidung belang yang sering di pukuli karena berkata tidak sopan. Bahkan manusia yang peringkatnya sangat kuat tidak berdaya untuk menyewa Nyonya Xia Fei.
Apa lagi, nyonya rumah bodir masih menjaga kesuciannya. Tapi anehnya dia kenapa sedang bersama sang ratu, bahkan dia memakai pakaian yang sama hanya berbeda warna.
Di samping Ye Fan dia bahkan tidak bisa berkedip matanya karena melihat kedua wanita yang sangat cantik dan sangat menawan. Sehingga ketika dia melihat Chi Yao sepertinya, wajah Chi Yao sangatlah jelek dan tidak sedap di pandang.
Tentu saja Ye Fan sedikit menjauh diri terhadap Chi Yao tanpa di sadari. Bahkan kedua wanita ini adalah dambaan baginya. Adapun Xia Fei dan Ho Tu semua harusnya adalah miliknya dan tidak ada seorang pun yang berani mengambilnya.
Sehingga saat ini dia ingin tahu calon tunangan permaisuri Ho Tu, dia ingin menemukan orang itu dan mendekati untuk menghajar karena berani sekali merebut wanita yang disukainya.
Ye Fan juga ingin tahu kenapa Xia Fei berada di sini, bersama Ho Tu bahkan dia memakai pakaian yang sama.
Memikirkan kemungkinan selama dua menit, akhirnya dirinya memiliki firasat yang amat buruk. Yaitu jangan-jangan, kedua wanita ini akan di jodohkan ke pada Long Fai. Dia sangat inigin tahu siapa Long Fai.
Bahkan Tun Ri sangat tergila-gila oleh Sosok Long Fai ini.
Di sisi Chi Yao dia sama sekali tidak beda jauh setelah melihat kedua wanita ini, dia sangat cantik bahkan dirinya seperti tidak percaya diri dengan penampilannya.
Chi Yao juga melihat tatapan panas yang di keluarkan oleh Ye Fan, sehingga dia menggertakkan giginya karena marah.
Dia sangat marah dan melampiaskan kemarahannya ke arah kedua wanita itu dengan tatapan yang sangat tajam. Walau kedua wanita itu tidak menyadarinya.
Di samping Li Jeju, dia berkata kepada ke-6 adaik itu: “Lihat sangat indah dan bersahaja bukan? Kedua pasangan itu, sangat cocok dengan Long Fai.”
“Hmmm..! Sangat cantik... mungkin aku kalo sudah besar berharap menjadi cantik seperti wanita itu...!” Li Xuaner mengangguk terus-menerus sambil menatap pantas ke arah Xia Fei dan Ho Tu.
“Hahaha adik.. semua wanita adalah cantik tergantung siapa yang kita di jodohkan. Kita akan cantik di mata orang yang menghargai.” Li Jeju tersenyum.
__ADS_1
“Sekarang setelah kedua Selir itu sudah keluar kita hanya menunggu Long Fai keluar!” Serunya Ta Mei dia ingin melihat Long Fai karena sangat penasaran.