Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Membunuh Dewa Tanpa Sengaja


__ADS_3

Bab 115 Membunuh Dewa Tanpa Sengaja


Jiang Feng tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya melihat Long Fai sebagai orang yang terus terang.


"Kamu... Kamu membunuh ketiga orang itu," Hu Mulan menggelengkan kepala terus menerus dia sama sekali tidak percaya.


"Lebih baik membunuh dari pada di biarkan hidup. Jika aku tidak membunuh, maka akan mengganggu dan tidak nyaman." Kata Long Fai sambil menatap ke tiga mayat itu tanpa expresi di wajahnya.


"Ternyata aku terkecoh oleh kamu. Untung saja aku tidak seperti mereka yang begitu sembrono." Kata Jiang Feng menghela nafas lega.


"Kamu adalah pria yang bukan tong kosong, nyaring bunyinya." Long Fai mengangguk sambil memandang Jiang Feng dengan senyum lembut.


"Ayo..ayo..ayo.. Kita lanjutkan perjalanan lagi." Hu Mulan memecahkan keheningan.


"Baiklah ayo kita masuk, aku hanya mencari perhiasan emas yang tidak terpakai." Kata Long Fai.


"Kamu sangat aneh, di lihat dari kultivasi kamu, setidaknya kamu sangat lemah. Namun kamu berpura-pura menjadi babi untuk memakan harimau huh..!" Hu Mulan tidak bisa percaya dan dia berkata lagi: "Dan dengan kekuatan kamu, kenpa kamu masih menjarah perhiasan yang tidak penting sama sekali?"


Long Fai tidak berdaya: "Bukankah aku sudah menjelaskan kepada kamu, aku adalah menantu permaisuri Ho Tu dan satu lagi aku belum mengasih tahu kalian bahwa Xia Fei adalah wanita aku juga."


"Kamu sekarang bisakah serius..!" Hu Mulan sama sekali tidak mempercayai apa yang di katakan Long Fai. Baginya dia hanyalah mengada-ada.


Long Fai mengangkat bahu. "Jika kamu tidak percaya tidak apa-apa, aku tidak memaksa kamu mempercayainya."


Tapi ketika Long Fai sedang berkata, secara ajaib di reruntuhan ini ada perangkap. Perangkap itu tombak baja yang sangat cepat ingin menusuk Hu Mulan.


"Awas kamu...!" Long Fai langsung sigap dan memukul tombak raksasa, di pukul keras oleh Long Fai sehingga terpental keluar dari reruntuhan kuno.


"Bang!"


"Kamu berhati-hatilah dan waspada di sekitar..!" Long Fai memperingati Hu Mulan.


"Ahh baiklah." Hu Mulan karena terlalu asik mengobrol akhirnya lengah. Tapi, dia kaget karena fisik Long Fai sangat kuat.


"Mencicit..! Mencicit!"


Di atas tiba-tiba ada kelalawar raksasa yang mencoba menyerang mereka bertiga. Sehingga ketiga orang itu, berpencar untuk melawan monster kelalawar raksasa.


Long Fai memukul monster kelalawar sangat mudah bahkan sebelum kelalawar menyerang dirinya, dari kekosongan ada petir yang mengamuk.


"Ehhh? Bisa begitu? " Long Fai baru tahu.

__ADS_1


"Kalian semua mendekatlah ke aku..!" Long Fai mengintruksi Jiang Feng dan Hu Mulan."


Mereka berdua mengangguk dan langung mendekati Long Fai.


Tiba-tiba setelah mereka berdua sudah dekat, Long Fai berteriak: "Petir ayo bunuh semua kelalawar ini....!"


"Gemuruh...! Gemuruhh!" Gemuruh!"


Tiba-tiba dari kekosongan meludahkan kan petir yang mengamuk langsung memusnahkan sekawan monster kelalawar.


"Menjerit!"


Semua kelalawar, menjerit kesakitan dan di sambar petir tanpa tersiksa.


Kedua orang itu bodoh dia memandang Long Fai dengan expresi aneh. Hanya sebuah kata-kata, akan ada petir kesengsaraan yang mau membantu Long Fai untuk memusnahkan sekumpulan monster kelalawar.


Apakah dunia ini begitu ajaib? Hanya sebuah kata-kata petir kesengsaraan akan membantu?


Long Fai tidak nyaman karena di pandang mereka berdua. Dia berkata: "Kamu kenapa melihat aku seperti ini?"


"Kamu siapa sebenarnya? Apakah kamu dewa?" Kata Hu Mulan.


"Hmmm bisa di bilang seperti itu, aku adalah dewa para dewa heheh." Kata Long Fai dia membanggakan dirinya di hadapan mereka berdua.


"Hahahah ayo kita menelusuri lebih dalam..!" Kata Long Fai sambil tertawa lebar.


"Baik lah!" Jawab Jiang Feng.


Mereka bertiga setelah membunuh para monster kelelawar, akhirnya memasuki reruntuhan kuno yang lebih dalam. Long Fai ketika memasuki yang lebih dalam juga sering berkomunikasi dengan Artefak Naga karena dia mencoba menanyai keberadaan hewan santo pelindung.


Sampai pada akhirnya tanpa di sadari Long Fai dan lainya, ada para kelompok yang menelusuri jalan yang Long Fai telah lalui.


"Ini habis ada pertempuran yang berdarah." Ada pria yang berjongkok mencoba mengecek tubuh Bu Aotian dan lainya. Perawakan pria itu seperti bukan dari manusia. Dia memiliki ekor di pantatnya dan bersisik coklat. Pria itu bernama Ao Lin.


Ao Lin adalah ras naga. Karena ras naga dia mempunyai ketahan tubuh dan setamina yang sangat kuat. Namun ras naga adalah ras naga. Dia bukan keturunan murni dari ras naga seperti Long Fai.


"Betul, di lihat kepala ini meledak karena bukan di serang oleh monster. Tapi di serang oleh musuh." Di sebelah Ao Lin, ada ras naga wanita bernama Ao Rin.


"Baiklah ayo kita ikuti secara diam-diam." Ao Lin memandang Ao Rin yang menawan. Di bandingkan dirinya, Ao Rin darah naganya lebih tinggi kualitasnya.


"Hmmp ayo!" Ao Rin mengangguk.

__ADS_1


Kemudian dia meju kedepan.


Sementara itu, Long Fai dan lainya dia sudah menelusuri maju kedepan. Ketika semakin maju, tiba-tiba di hadapi sesuatu keputusan sulit. Karena di depannya ada jalan yang bercabang tiga.


"Hmm aku yang kiri." Kata Long Fai.


"Aku yang ini!"


"Aku yang kanan!"


Hu Mulan sebenarnya ingin berada di sisi Long Fai entah kenapa. Namun, karena karena ada keputusan yang sulit, akhirnya mereka bertiga berpencar dan dirinya memilih tengah, Jiang Feng yang paling kanan.


Hu Mulan berkata kepada kedua orang. "Kalian berhati hatilah..!"


"Baiklah..!"


"Kamu juga berhati-hati!"


Akhirnya, ketiga orang itu, memasuki. Dari jalan yang di lalui, sebenarnya jalan Long Fai yang paling mematikan dan mengancam. Jika anda bergerak salah sedikit akan ada jebakan yang akan menghantuinya.


Namun entah kenapa ketika Long Fai yang melewati, tanpa sebab jelas, perangkap itu kehilangan fungsi semestinya. Karena sebab itu, Long Fai berjalan ke depan tanpa ada halangan.


"Aneh? Apakah jalan ini sungguh tenang tanpa ada jebakan?" Kata Long Fai dengan suara yang menggema. Namun tanpa dia sadari adalah, Long Fai memasuki makam dewa darah yang sedang semayam di situ.


Mata dewa darah, membuka. Setelah mebuka, seketika ada aura kehancuran yang terpencar yang keluar dari mata merah itu.


"Sangat menarik, siapa bocah itu yang bisa pergi ke tempat rumah aku tanpa tidak di deteksi oleh perangkap aku." Kata Dewa Darah.


Perangkap yang di pasang Dewa Darah, adalah perangkap tingkat ilahi. Mustahil ada mahkluk yang bisa lolos dari perangkapnya. Namun bocah itu, bisa memasuki ke tempat ruangan ini dengan santainya.


Di ruangan ini, dia hanyalah menggunakan Clon. Dan tubuh utamanya berada di alam dewa. Di dunia ini, dia hanya menebar perangkap untuk membunuh manusia agar darahnya bisa di sedot.


Tentu saja, Dewa darah memasang jebakan perangkap tidak terlepas di dunia ini saja, namun dia menyebar ke seluruh alam.


Di dalam ruangan. Clone Dewa darah, berubah bentuk menjadi nyamuk langsung terbang untuk menghingap ke tubuh Long Fai dan menyerap darahnya agar tahu berapa jumplah energi yang telah di hasilkan dari darah pemilik bocah itu.


Namun ketika clone Dewa Darah sedang mau hingap di tubuh Long Fai, tiba-tiba tangan Long Fai ingin menampar nyamuk itu. Clon Dewa Darah yang menjadi nyamuk, merasakan rasa ngeri di wajahnya.


Dia ngeri karena tanpa sebab di ketahui, tiba-tiba yang asalnya adalah tubuh Clone tanpa sebab di ketahui sekarang menjadi tubuh utama. Dia sangat ketakutan, ingin menghindar, tapi tiba-tiba kekuatannya seseolah di penjara, sehingga dia tidak berdaya seperti nyamuk pada umumnya.


"Plak!"

__ADS_1


Long Fai membunuh Dewa Darah tanpa sengaja. Dia juga berseru bahwa nyamuk ini sangatlah hitam


"Nyamuk siaalan! Menggangu aku saja! Untungya sudah aku tampar!"


__ADS_2