
Bab 99 Mungkin Sedang Datang Bulan
Apakah anda bercanda? Long Fai juga peria!
Zhao Wan yang merasa perkataanya aneh, dia sedikit tergagap: "Ka..ka..ka..kamu tidak berbangga diri, huh aku menunjukan penampilan kepada kamu karena kamu telah memberikan bambu emas."
"Ini sial... kenapa aku mengatakan hal yang paling bodoh..!" Zhao Wan berkata lagi di dalam hati.
"Alasan kamu, karena sebagai terimakasih?" Long Fai semakin bingung namun tiba-tiba dia bercanda: "Baiklah jiga aku memberikan lusinam bambu emas kepada kamu, bukankah aku bisa melihat kamu bertelanjang?"
"Kamu mesum tidak tahu malu." Zhao Wan menggertakan kedua tanganya. Dia ingin sekali menpar wajah Long Fai yang tidak tahu malu ini.
"Kenapa kamu marah, aku hanya berkata dan itu bercanda." Long Fai menggelengkan kepalanya.
Ketika dia sedang berdebat, Zhao Wan melihat Ho Tu yang sedang menghampiri Long Fai. Kebetulan Zhao Wan melihatnya, sedikit mengernyitkan matanya: "Bukankah dia juga yang ada di pelelangan?"
Walau Zhao Wan melihat wanita itu di paviliun Wanjie menggunakan cadar, tapi sekarang yang dia lihat tanpa penutup wajah, tapi dia masih ngat.
"Kenapa dia di sini?" Kata Zhao Wan.
"Oh dia hanya teman bisnis dan tidak lebih," Long Fai mengangguk sambil tersenyum.
"Bisnis apa yang kamu sepakati kamu dengan dia?" Tiba-tiba Zhao Wan ingin tahu.
"Ini hanyalah masalah perdagangan dia alam atas, dan tidak lebih." Long Fai bercanda. Jika mengatakan jujur Long Fai tidak akan begitu terus terang karena maslah peribadi.
"Alam atas..!" Zhao Wan berseru, ternyata dia berasal dari alam atas. Tapi Zhao Wan berkata lagi kepada Long Fai: "Apakah kamu yakin, di sana setidaknya tempat yang paling berbahaya, bahkan kamu karena bukan dari dunia atas aku khawatir jika kamu terkena petir kesangsaraan."
Tapi Ho Tu langsung berkata. "Aku sudah tahu, tapi menurut aku Long Fai tidak sederhana. Jadi, aku hanya bisa percaya."
"Betul, aku bisa mengatasi petir kesengsaraan." Kata Long Fai, baginya dia yang mempunyai jubah sarjana ajaib tidaklah khawatir sama sekali. Bahkan jika dia tidak menggunakan jubah ini, masih selamat.
"Baik itu terserah kamu, aku tidak memaksa." Jawab Zhao Wan dia tidak bermagsud melanjutkan perkataanya lagi.
"Baiklah," Kata Long Fai.
__ADS_1
Kemudian setelah beberapa saat, Long Fai mempunyai sebuah ide dan berkata kepada Zhao Wan sebelum dia pergi ke alam atas. "Oh iya, aku kebetulan setelah mendirikan wilayan Naga Azhure aku kekurangan orang untuk menjadi penguasa Tanah Hitam. Apakah kamu mau dengan ihlas kamu di jadikan guburnur wilayah Tanah Hitam?"
Awalnya ragu-ragu, tapi Zhao Wan akhirnya bersedia: "Baiklah dengan lapang dada aku menerima tawaran kamu. Akan tidak etis jika menolak sang Raja."
"Hahahaha baiklah, aku adalah raja maka kamu harus patuh." Kata Long Fai sambil terkekeh, dia merasa tawaran ini seperti teman karib.
"Maka sekarang kamu aku jidikan sebagai penguasa tanah hitam, dan aku serahkan kepada kamu, hasil panen ladang yang aku tanami di wilayah kamu." Setelah berkata, Long Fai mengeluarkan kepingan emas yang teramat banyak lalu berkata lagi: "Ini adalah kepingan emas untuk membayar warga yang telah berkerja."
Zhao Wan menerimanya dan sudah di tempatkan di cincin penyimpanan. Lalu Zhao Wan berkata seperti ini: "Aku ingin tahu, jika bahan pokok yang kamu sebutkan sudah di panen kita akan di edarkan kemana?"
"Kita harus menarik para pedagang khususnya di kerajaan lain, toh di dunia Tongtian banyak kerajaan. Mungkin dari memperjualkan bahkan pokok ke penduduk biasa dengan harga murah maka akan menarik peminat."
"Dan aku juga meminta tolong kepada kamu, bisakah kamu membuka cabang paviliun Wanjie tidak hanya di kerajaan ini saja? Sebenarnya aku ingin cabang paviliun Wanjie tersebar di dunia Tongtian, tidak aku ingin paviliun Wanjie tersebar seluruh alam." Semua kata-kata Long Fai penuh harap dengan dominasi Raja. Tentu saja Zhao Wan yang melihat postur tubuh Long Fai hati ini tergerak dan membalas: "Baiklah aku berusaha untuk menjadikan paviliun Wanjie ini mendominasi seluruh alam."
"Long Fai jika kamu ingin pavilun Wanjie tersebar seluruh alam, mungkin aku bisa menjadi jembatan bagi kamu." Tiba-tiba permaisuri Ho Tu menjawab sambil tersenyum lembut.
"Baiklah aku mohon bantuanya kepada kalian semua." Long Fai juga bahagia, akhirnya ada orang yang suka rela bergandeng tangan.
......................
"Wanita sungguh aneh." Long Fai menghela nafas tak berdaya. Ketika dia melihat Wang Roulan sekarang rasanya ingin smack down.
Anda kemaren berinisiatif untuk meminta ciuman sangat bergairah. Tapi sekarang penampilan berbalik seseolah ayam yang sedang mengasuh anak, begitu anda mendekat dia langsung di cakar.
Long Fai ingin menangis: "Lanlan, apakah kamu sangat galak hari ini..!"
"Aku tidak bermagsud seperti itu, aku ingin hubungan ini berjalan pelan-pelan, apakah kamu tahu, kamu sangat terburu-buru." Wang Roulan tersipu.
"Oh kamu sangat jahat, owww Lanlan, aku sangat kedinginan, aku butuh kehangatan 😳.!" Long Fai berpura-pura menggigil di hadapan Wang Roulan.
"Fai,!" Wang Roulan ragu-ragu tapi akhirnya karena tidak tega, dia menggertakan giginya: "Baiklah kamu tidur di atas! Awas kamu yah, jika menyentuh aku diam-diam huh!"
"Uuuuuh terimakasih Lanlan, kamu adalah wanita yang terbaik!" Long Fai gembira dan mengacungkan jempolnya. Setelah itu dia bangun dan berpindah tempat.
"Tapi ingat kamu tidak di ijinkan menyentuh dulu." Wang Roulan menatap serius ke arah Long Fai. Walau dia umurnya lebih dewasa, tapi sekarang seperti gadis yang imut.
__ADS_1
"Baiklah." Long Fai juga tidak apa-apa dia hanya ingin tidur.
"Baguslah, jika kamu nurut!" Wang Roulan tersenyum kemudian dia tidur sambil membelakangi Long Fai.
Sudah setengah jam kurang lebih, Wang Roulan tidak bisa tetidur. Ketika dia ingin berkata kepada Long Fai, otomatis dia membalikan tubunya. Tapi, dia cemberut karena Long Gai saat ini sudah tertidur sangat pulas.
Dengan cemberut, Wang Roulan menggoncang-goncangkan tubuh Long Fai dengan keras.
"Wushh!"
"Wushh!"
"Wushh!"
Long Fai kaget, dengan bangun secara tiba-tiba, apa lagi belum lama memejamkan matanya sehingga jantung ini, berdetak dengan cepat.
"Sial... Lanlan kamu~kamu kenapa.. Aku ingin tidur!" Long Fai melototkan matanya.
"Huh kamu bangun, kamu tidak di ijinkan tidur jika aku tidur duluan!" Wang Roulan menggerutu.
"Ini?" Long Fai menggaruk kepalanya, dia tersesat sejenak, dan menggelengkan kepalanya. Setelah itu, Long Fai bangun dari tidurnya dia menunggu Wang Roulan tertidur sambil meminum teh.
Namun tiba-tiba Wang Roualan memarahi: "Kamu tidak di ijnkan pergi dari kasur!"
"Puf!" Long Fai ingin menangis terus, melanjutkan kata-kata lagi: "Lanlan, apa yang kamu inginkah?"
"Kamu tidur lagi di samping aku." Wang Roulan serius.
"Baiklah," Long Fai tak berdaya. Dia curiga apakah Wang Roulan sedang datang bulan?
Kemudian Long Fai tidur terlentang, tapi tiba-tiba Wang Roulan langsung memeluk.
"Kamu tidak di ijinkan menyentuh aku, tapi bukan berati aku tidak bisa!" Wang Roulan terkekeh.
Long Fai. ".."
__ADS_1