
Bab 248 Berlutut Masih Tetap Mati
Long Fai menampar lebih keras lagi sehingga akibat tamparan itu pipinya langsung pecah berdarah.
Akibat tamparan yang dilakukan oleh Long Fai akhirnya Pemuda berkulit hitam langsung pingsan tidak sadarkan diri.
“Kamu... brengsek telah membuatku kehilangan muka..!” Ketua penjahat itu ingin melarikan diri tapi sayang dia sungguh sangat kerepotan bahkan dengan popularitasnya dari tahun ke tahun, tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya. Bahkan kerajaan Tanguan sendiri seakan-akan menutup mata tidak menggubris komplenan dari penduduk.
karena akibat itulah dia sungguh sangat arogan seakan-akan dia adalah penguasa wilayah kota ini sehingga jika ada orang penduduk yang keluar atau orang luar masuk ke dalam seharusnya membayar apa yang diinginkan oleh ketua penjahat.
Di saat seperti ini dia mengalami kekalahan telak dan ingin melarikan diri namun sayangnya, banyak orang yang menonton sehingga dia mengurungkan dirinya untuk melarikan diri. Dia harus berpura-pura dipaksa di depan semua orang yang melihatnya agar tidak kehilangan wajah.
“Amarahmu tidak ada gunanya sekali terhadapku. Jika kamu mampu ayo lawan aku sekali lagi dasar pengecut.. Cuih..!” Kata Long Fai dia juga menirukan gaya-gaya ketua penjahat itu pas ketika tadi.
Xiao Yun dan lainnya sangat nyaman melihat pemandangan yang dilakukan oleh orang baik kepada para penjahat.
Bahkan Fang Lili yang melihatnya sungguh bersemangat dia ingin membasmi para penjahat ini, tapi sayangnya kekuatannya tidak memadai sehingga Jika dia ingin keluar, harus menyelinap agar tidak ketahuan.
“Ahhh brengsek kamu...!” Dengan langkah yang berat ketua penjahat itu langsung berlari ke arah Long Fai untuk membalaskan dendamnya. Mungkin saja jika itu bukan dia sudah menang karena basis kultivasinya akan berfungsi.
Tapi entah kenapa ketika dia melawan Long Fai, tiba-tiba kekuatannya dan basis kultivasi, tidak bisa digunakan sehingga dia seperti manusia biasa yang sedang melawan monster ganas dan anda di hadapan dia tidak berdaya sama sekali.
“Tsk...tskk...tsk... tidak tahu ketinggalan langit kamu masih sombong seperti sebelumnya rasakan ini kepalanku..!” tangan long Fai membuat kepalan langsung menghajar ketua penjahat.
"Bam!"
"Sikat!"
"Swosh!"
Seketika sehabis ditinju penjahat itu langsung terbang seperti layang-layang putus bahkan akibat tinju yang dilakukan oleh Long Fai di dadanya, langsung bolong menembus ke punggung. Otomatis ketika ketua penjahat itu terbang mengeluarkan darah membasahi tanah-tanah itu.
Karena tinju itu mengakibatkan dada kedua penjahat hancur akhirnya dia menutup Mata selamanya.
Hanya satu tinju langsung membunuh ketua penjahat!
__ADS_1
Setelah membunuh ketua penjahat Long Fai menetap ke arah tiga orang yang sedang babak belur dengan tatapan seringai dan main-main.
“Apakah kamu ingin mencicipi kematian dari pukulanku.” Kata Long Fai.
“Ahhhh tuan mohon luangkan hidupku... aku sungguh tidak berani sekali lagi untuk mengganggu Tuan lagi.” Pemuda berkulit hitam dan lainnya langsung bersujud karena takut.
“Hahah Jika kamu ingin meluangkan hidupmu perlu tertatih di hadapanku ini.” Kata Long Fai sambil mengangguk tersenyum.
Kemudian mereka bertiga tanpa ragu-ragu langsung berlutut di bawah kaki Long Fai.
"Bug!"
"Bug!"
"Bug!"
Melihat mereka semuanya sedang berlutut membunuh ketika orang itu. Hanya menggunakan niat pedang seketika ketika Ketiga orang itu kepalanya lepas dari tubuhnya.
"Sring!"
"Sring!"
"Sring!"
Walaupun anda sudah berlutut, tetapi masih mati juga di hadapan Long Fai.
Bahkan mata Pemuda berurutan seakan-akan tidak mempercayainya bahwa dirinya telah dipermainkan oleh Long Fai.
Setelah membunuh keempat anggota penjahat yang meresahkan kerajaan taruhan dia meraih para tubuh penjahat itu.
Tiba-tiba entah dari mana keluar monster menakutkan langsung meraih keempat mayat itu. Monster itu seperti penjelmaan ulat yang sangat besar di punggung ulat itu ada gerigi yang sangat tajam dan besar di taringnya seperti mesin penyedot debu langsung memakan keempat jasad penjahat. Setelah memakan keempat monster ulat raksasa langsung menghilang seperti ilusi.
Bahkan para penonton yang melihat dari kejauhan bergidik ngeri sekaligus jijik dengan penjelmaan monster ular raksasa itu.
Monster itu seperti belatung raksasa tapi memiliki cangkang keras dan bergerigi taringnya itu sangat kuat langsung ******* ke-4 penjahat itu.
__ADS_1
“Monster apa barusan yang telah dikeluarkan oleh pemuda itu sungguh menyisihkan tapi juga sangat menakutkan.. bahkan aku yang melihatnya bulu kuduk langsung merinding!” Ada orang berkata saling berbisik pelan.
“Aku tidak tahu tapi yang jelas berita kematian penjahat orang itu sungguh melakukan baik kita jika tidak ada penjahat itu kita akan terbebas dari pemerasan.” Kata pria yang di sebelahnya lagi sambil tersenyum semangat.
“Ayo kita mendekat ke arah pemuda itu kita harus berterima kasih kepada pemuda yang telah membunuh penjahat itu ayo..” Orang yang senang melihat para penjahat sudah mati, akhirnya dia berbondong-bondong untuk mendekatkan kepada Long Fai.
“Tuan... terima kasih telah membantu kepada kami karena kamu telah membunuh para penjahat itu yang sudah meresahkan berapa puluh tahun!”
“Tuan.. kamu sungguh sangat tampan dan sungguh berani terima kasih telah membantu agar kita yang merasa kesulitan dengan penjahat..!”
“Tuan....!”
"Uraaa!"
"Uraaa!"
"Uraaa!"
Semua orang yang sedang berterima kasih langsung berteriak Ura... untuk mendukung dan berterima kasih kepada Long Fai sangat Energik.
Tentu saja yang melihat semua orang yang sedang berterima kasih kepadanya sungguh kewalahan dan tidak berdaya.
“Ini..!" Long Fai sangat bingung banyak orang yang mendesak mendesak ke arah dirinya sehingga dia untuk berkata sangat kesulitan.
“Mohon tenang sebentar...!" Akhirnya Long Fai berteriak karena tidak sabaran. Ketika teriakan itu dikeluarkan sepertinya langsung menyihir kepada orang-orang di sekitar Long Fai.
Sehingga orang yang sedang berterima kasih kepada Long Fai sambil berteriak-teriak akhirnya diam juga tanpa seperti diketahui.
"Huhhh!" Akhirnya longosari mengeluarkan nafas lega. Setelah itu Long Fai berkata kepada semua orang.
“Baiklah semuanya aku terima apa yang kamu ucapkan kepadaku karena kalian merasa kesusahan diakibatkan oleh penjahat tadi maka sepatutnya dihilangkan.”
“Karena aku kebetulan lewat di sini mungkin takdir dewa agar aku akan membasmi keempat penjahat itu. karena penjahat ini sudah meninggal maka aku akan mengucapkan selamat berbahagialah kepada kalian terima kasih..!”
Setelah berpidato akhirnya Long Fai mendekati Xiao Yun dan lainnya. kemudian Long Fai berkata: “Baiklah ayo kita melanjutkan perjalanan lagi..!”
__ADS_1
Bahkan melihat kepergian orang yang sedang di sekitarnya tidak mempertanyakan lagi apa yang dia akan lakukan. mungkin karena efek dari kekuatan kata-kata sehingga semua orang yang berada di sekitarnya langsung terkena cuci otak.
"Hmmm baiklah..!” Xiao Yun mengangguk sambil berjalan mengikuti Long Fai.