Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bai An Vs Lin Fan


__ADS_3

Bab 204 Bai An Vs Lin Fan


“Tuan Long, tidak semua sekte seperti apa yang kamu katakan pasti ada sekte yang terbaik membimbing murid hingga sukses.” Ning Xue juga tidak tahu, entah kenapa Long Fai sangat tidak menganjurkan untuk seumua murid pengikutnya tidak memasuki sekte tertentu.


“Ohh, apakah seperti itu? Jika tidak seperti yang aku katakan, kenapa sekte tidak merekrut murid yang bakat kultivasinya sampah! Dan murid sampah itu, di olah pihak sekte agar bisa menjadi jenius sejati? Bahkan guru Ning tidak mau merekrut murid dengan basis kultivasi sampah.”


Jawaban Long Fai membuat Ning Xue merasakan tidak nyaman. Apa yang di katakan Long Fai masuk akal, dirinya sebagai guru tidak ingin merekrut murid sampah, lalu gunanya guru buat apa?


“Guru Ning terserah kamu, aku tidak melarang, tapi aku sarankan tidak terlalu ambisius untuk merekrut bawahan aku agar menjadi murid kamu.” Long Fai berkata lagi.


“Kamu...!” Ning Xue tidak berdaya kemudian berkata lagi: “Baiklah...”


Walau Ning Xue sudah menyerah, tapi tangan kiri yang tersembunyi di bawah, mengepalkan erat-erat karena sangat kesal, karena Ning Xue sepertinya melihat harta karun namun, tidak bisa meraih dan mengambil sehingga ada sedikit perasaan yang mengganjal.


Begitu juga perasaan kekesalannya, lebih besar daripada keinginan untuk bergabung ke kelompok Naga Azhure.


Dia ingin mengajukan untuk bergabung ke kelompoknya tapi dia masih gengsi, sehingga keinginan itu dipendam dalam hatinya.


Ning Xue memejamkan matanya setelah itu dia mencoba membuka mata: “Baiklah.. aku akan pergi terima kasih atas makanannya ini sungguh sangat nikmat.”


“Berhati-hatlah... ” Long Fai tidak berkata lagi.


Saat ini dia dan semua pengawal dan pelayan yang di istana Ratu hotu sedang menikmati masakan yang di racik oleh Long Fai.


Bahkan masakan ini sungguh sangat lezat sepertinya mengandung jejak energi yang sangat kuat setiap gigitan itu, akan memunculkan energi yang meluap meluap dari tubuhnya yang kepada orang yang sedang memakan.


Menurut apa yang diketahui dari orang-orang yang sedang memakan daging gagak hitam ini, adalah bahwa energi ini berasal dari daging monster. Padahal energi ini keluar dari efek gelar dewa memasak yang dilakukan oleh Long Fai.


Kemudian Long Fai menatap ke-7 anak kecil itu seraya berkata: “Makanlah yang banyak biar Tubuh kamu cepat besar ayo cepat-cepat..”


Setelah itu, Long Fai berkata kepada Ta Kong: “Bagaimana keadaan kamu, apakah keluarga Yan sudah tidak mengambil tindakan kepada kamu, apa keluarga Yan yang masih diam-diam mengincar kamu?”

__ADS_1


Ta Kong tersenyum: “Awalnya keluarga Yan setelah kamu pergi dan berpisah dengan aku, keluarga Yan mencoba menembak aku berniat untuk membunuh. Tapi karena berkat kekuatannya tuan yang berikan kepada aku akhirnya aku bisa membalas bahkan aku memusnahkan keluarga Yan sendirian.”


“Baiklah... keluarga bedebah itu, sudah berakhir maka kamu aman...!” Long Fai membalas sambil menganggukkan kepalanya.


“Ini karena berkat kamu..jika tidak ada kamu, mungkin aku tidak berdaya.” Ta Kong membalas juga.


Setelah itu, Long Fai memakan terus menerus, sambil memikirkan rencana di masa depan, karena dirinya hanya sesingkat ini, sudah tak terkalahkan, maka untuk mencari musuh sangatlah gampang.


Tapi Long Fai sangat suka menipu, dia berpura-pura lembah dan ketika musuh itu bertambah Arogan, baru Long Fai menyiksa sampai musuh itu, tidak berdaya.


Setelah memikirkan demi perhitungan akhirnya dia mencoba berjalan-jalan di dunia ini sendirian sambil mencari harta karun dan ditingkatkan kualitasnya. Tentu saja, dia akan berpetualang sendirian sambil memukuli para orang yang sangat sombong-sombong.


Karena entah tak tahu mengapa semakin berlalunya waktu dirinya sepertinya menyukai melakukan penyiksaan kepada musuh dan menginjak-injak harga dirinya. Karena itulah dia ketika berpetualangan sendirian harus berpura-pura lemah.


“Rencana ini harus dilakukan.” Long Fai mengangguk terus-menerus.


......................


“Kamu bilang seorang pemuda yang ingin bertemu pemimpin Naga Azhure?” Wang Roulan berkata kepada prajurit yang sedang berkata hormat kepada dirinya.


“Benar Ratu prajurit ini tidak berbohong..! Bahkan dia datang kesini bersama putri kerajaan Wudang..!”


Wang Roulan akhirnya ingin tahu sehingga dia berkata sambil menganggukkan kepalanya. “Baiklah.. kamu temui dia dan suruh datang ke sini..”


“Baik ratu...!” Perajurit hormat langsung kemudian pergi meninggalkan Wang Roulan.


Di luar benteng kerajaan Naga Azhure, Bai An menatap kearah Lin Fan. Penampilan ini sungguh seperti anak biasa dan orang itu sangat lemah. Walaupun begitu dia tidak meremehkan kekuatan pemuda ini.


“Apakah apa yang dikatakan kamu benar kamu ingin menjadi bawahan negara Azhure kami?” Bai An menatap terus-menerus ke arah pemuda ini karena dia tidak tahu kekuatan yang dimiliki pemuda yang ada di depannya.


Tapi, setelah mendengarkan dari Putri Wudang D

__ADS_1


Dia sedikit mengerutkan keningnya. Seberapa kah, kekuatan fisik yang dimiliki pemuda itu?


Karena dia ingin mengetes kekuatan fisik yang dimiliki pemuda itu akhirnya dia mencoba melawan dan bertukar keterampilan.


“Benar tuan Aku ingin mengabdi menjadi bawahan raja Xiandi.” Lin Fan membalas sangat sopan, bahkan dia mengepalkan tinju untuk mempersembahkan kesopanan itu kepada Bai An.


“Baik.. baik.. jika kamu ingin menjadi bawahan atau mengabdi ke kerajaan ini, ayo ikutlah denganku kita akan bertukar ke tampilan seberapa layak kamu untuk menjadi bawahan kerajaan ini.” Bai An mengajak Lin Fan untuk pergi ke arena pertarungan.


“Baiklah Tuan aku tidak keberatan jika kamu ingin bertukar keterampilan dengan aku tapi jangan berlebihan karena aku manusia biasa.” Lin Fan berpesan, karena basis kultivasinya sudah hilang hanya menyisakan kekuatan fisik saja sehingga dia tidak tahu seberapakah kekuatan fisik yang dia miliki sekarang.


“Tenang saja, aku tidak akan melampaui batas dan tidak akan melukai kamu.” Bai An menganggukan kepalanya kemudian dia berdua langsung pergi ke arena pertarungan. Tentu saja Wudang Chanseng mengikuti diam-diam.


2 menit berlalu akhirnya mereka bertiga sudah tiba di arena pertarungan bahkan tukang sapu yang sedang menyapu-nyapu melihat jenderal Bai dan pemuda berbaju putih sedang ke arah dirinya.


Tukang sapu itu tidak mengetahui sehingga dia menyingkir dan berhenti untuk menyapu sebentar. Karena dia ingin melihat pertempuran antara jenderal Bai dan pemuda berpakaian putih.


Akhirnya kedua orang itu menjauh sekitar 10 meter dan berhadapan. Kemudian Bai An berkata kepada Lon Fan.


“Karena Aku tidak ingin melukai kamu terlebih dahulu maka sebaiknya kamu yang menyerang aku terlebih dahulu gunakan kekuatan yang kamu bisa.” Bai An menginstruksi kepada Lin Fan.


Dari kejauhan Wudang Chanseng sedang melihat kedua orang itu ingin bertarung dia ingin tahu kekuatan Jendral Bai, bahkan apakah Lin Fan itu bisa memenangkan pertarungan ini? Karena apa yang dia tahu adalah, rata-rata penduduk negara Azhure memiliki kekuatan yang sangat menakutkan walaupun itu sendiri hanya penduduk biasa.


Di sisi Lin Fan akhirnya bereaksi. “Baiklah Aku ingin menyerang kamu berhati-hatilah Tuan Bai..!”


Lin Fan perseru kemudian dia berlari yang sangat pelan dan tidak pelan. kemudian tangan kanan itu membentuk sebuah kepalan berniat untuk meninju Bai An.


Saat ini Bai An yang melihat pemuda itu sedang berlari kepada dirinya akhirnya dia bersiap-siap. Dari pandangan mata sendiri bahwa pemuda berbaju putih itu sepertinya berlari sangat pelan tapi tiba-tiba ketika dia memukul wajahnya, Bai An langsung tidak bereaksi.


"Bam!"


Tinju itu langsung meledak sangat besar seperti bom nuklir bahkan baikan terpental sangat jauh sehingga merobohkan dinding-dinding arena pertarungan bahkan sampai keluar ke dinding pembatas kerajaan.

__ADS_1


“Bagai mana mungkin....!” Wudang Chanseng berseru karena kagum bahkan kekuatan ini sungguh sangat luar biasa walau hanya fisik.


__ADS_2