
Bab 433 Namamu Benimaru
Long Fai setelah memasuki ke wilayah sendiri, sambil membawa Fang Molin yang masih pingsan, kemudian melihat para warga yang sedang menatap ke arah dirinya seperti artis papan atas, hanya bisa menghela nafas.
“Menjadi protagonis memang sangat keren, tetapi? Apakah ada protagonis selain aku di dunia fantasi ini?” Entah kenapa Long Fai memikirkan apa yang tidak harus dipikirkan.
Long Fai hanya berpikir bisa jadi ada protagonis selain dirinya yang belum pernah ketemu. Jika protagonis melawan protagonis Mungkin saja akan memiliki perbedaan yang mencolok. Hal yang pertama adalah jari emas.
Long Fai percaya bahwa jari emasnya adalah Artefak Naga yang di dalam tubuhnya. Jika protagonis lain mungkin bermacam-macam.
Long Fai sungguh sangat khawatir jika ada dan menemukan musuh berupa protagonis yang memiliki jari emas melebihi darinya dalam hal kekuatan.
Seperti jari emas sistem itu adalah jari emas yang paling kuat. Karena Long Fai sungguh khawatir, seketika langsung menghilangkan gagasan seperti itu.
“Mana mungkin ada putra takdir selain aku, jika ada akan dikhawatirkan menjadi saling bentrok.” Long Fai tersenyum pahit kemudian berjalan mendekati sekrumunan para warga sambil menganggukkan kepalanya.
Long Fai menyapa ke semua warga yang sedang mengerumuninya.
Para warga dari penduduk Naga Azhure melihat bawah rajanya sedang menyapa ke arah mereka, seketika langsung heboh.
“Ahh sungguh raja yang bijaksana dia menyapa kepada diri kita!"
“Ahhh sungguh baru pertama kali aku melihat raja akan sungkan untuk menyapa kepada rakyat!”
“Benar, Raja kita adalah raja yang sangat bijaksana! hidup sang raja Xiandi!"
"Woahh!”
__ADS_1
Semua warga langsung bersorak-sorai. Akan tetapi, Orc itu langsung mengamankan Long Fai yang sedang membawa Fang Molin yang tidak sadarkan diri.
“Diam! Raja ingin memasuki ke tempat istana wilayah ini! Harap kalian menyekirlah jangan menghalangi jalan!” Seketika teriakan Orc itu, langsung menertibkan para warga yang perlu lalang untuk mengerumuni Long Fai.
Para warga setempat langsung memberikan jalan kepada Long Fai dengan sangat tertib sekali.
Long Fai juga melihat antusias dari Orc itu, sehingga iya teringat kata-kata Fumei bawa semua orc tidak memiliki nama. Maka hari itulah ketika sudah tiba di tempat wilayah yang sedang diperintahkan Orc itu, Long Fai akan memutuskan memberikan aku kepada dia.
Satu batang dupa berlalu, akhirnya Long Fai telah tiba di istana wilayah yang sedang dikelola oleh Orc yang belum memiliki nama.
Long Fai masih membawa Fang Molin di dalam pelukannya sambil mencium bau harum yang sangat semerbak yang keluar dari tubuh Fang Molin.
Long Fai kemudian duduk di kursi yang empuk dan di atasnya ada Fang Molin sedang tertidur lelap karena pingsan sambil tangannya memeluk bahu Long Fai.
Long Fai berkata kepada Orc itu. “Aku melihat kamu sungguh sangat antusias, aku akan memberikan nama kepadamu. karena apa yang aku tahu orc belum memiliki nama sebelum Tuannya memberikan.”
Seketika Orc itu, langsung terkejut Bukan main karena dia baru membahas masalah nama kepada Zhang Takimachi. Sekarang tiba-tiba dirinya memiliki umur panjang Karena pada saat ini, Long Fai datangkan tempat ini dan memberikan sebuah nama kepada dirinya.
Orc itu, langsung berlutut menghadap Long Fai sembari berkata: “Tuan dengan lapang dada, aku akan senang hati jika Tuan memberikan sebuah nama kepada ku.”
Long Fai tidak hanya menatap secara penuh minat. Dia sedang memikirkan bagaimana nama yang sangat unik dan tidak terlepas dari nama dunia para kultivator.
Long Fai yang melihat orc itu memiliki rambut seperti sedikit kemerah-merahan akhirnya seketika teringat kepada satu karakter anime yang telah ditonton di waktu kehidupan masa lalu di bumi. Karakter anime itu di serial kan televisi bernama Tenzura.
Karena itu adalah serial televisi kesukaannya, akhirnya Long Fai akan memberikan nama itu kepada Orc di depannya yang sedang berlutut.
“Baik sekarang aku akan memberikan namamu berupa Benimaru.” Long Fai berkata kepada Benimaru dengan lugas.
__ADS_1
Seketika tubuh Benimaru langsung disambut energi merah yang menyelimuti tubuhnya dan transformasi juga sedang berlangsung.
Satu batang dupa berlalu, tubuh Benimaru sudah bertransformasi menjadi sosok yang gagah dan tampan. Rambutnya seutuhnya menjadi merah dan panjang seperti air terjun.
“Sekarang dengan sosok yang kamu sudah berubah, akan lebih percaya diri.” Long Fai memuji ketampanan dari Benimaru.
“Terimakasih Tuan aku akan selalu mengabdi sampai sisa umurku kepada Tuan.” Benimaru saat ini sungguh sangat gembira rasanya ingin sekali melompat-lompat untuk mengekspresikan rasa kegembiraan ini.
“Uhhh!” Pada saat itu, Fang Molin tiba-tiba terbangun dan mendapatkan dirinya masih memeluk tubuh Long Fai dengan sangat erat.
“kamu sudah bangun," kata Long Fai sambil tersenyum sangat lembut.
“Hmmm!” Fang Molin seketika langsung membuang wajah tidak berani melihat wajah Long Fai. Jika Fang Molin langsung menatap wajah Long Fai sedikit lama saja makan di wajah itu akan terpampang jelas warna merah dan tidak tahan lagi untuk pingsan.
Maka dari itu, Fang Molin hanya mengangguk dan mendengus sangat lirih.
Long Fai kemudian memberdirikan Fang Molin untuk duduk di sampingnya. Setelah itu, dia langsung memperkenalkan ke Fang Molin.
“Lin-Lin, ini adalah Kerajaan Naga Azhure yang aku dirikan belum lama ini. Aku akan menjadikan kamu sebagai Ratu wilayah ini,” ucap Long Fai sambil melirik Fang Molin yang sedang tersipu malu.
"Puf!"
dipanggil dengan sebutan Lin-lin kecil, seketika gedungnya ingin mimisan sehingga Fang Molin, langsung tangannya menutupi hidungnya.
‘Ahh brengsek Kenapa aku menjadi seperti ini! Dimana sifatku yang sangat jahat pada waktu lalu berubah menjadi anak yang manja!’ Jantung Fang Molin ketika berdebar sangat kencang karena melihat kata-kata Long Fai yang sangat manis langsung menusuk hatinya.
Di samping Benimaru, dia juga baru pertama kali melihat sosok wanita yang sangat anggun memiliki mata yang berbeda, dengan tanda biru di dahinya, ada dua tanduk di kepalanya, dan rambutnya berwarna biru akan mempercantik pesona dari wanita itu.
__ADS_1
Apa lagi bau harum yang begitu sangat semerbak membuat dirinya ingin terjatuh dan menikmati rasa bau ini.
Long Fai kemudian menegur. “Oi apa yang sedang kamu lakukan!”