Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Menjadi Abadi Dengan Merokok


__ADS_3

Bab141 Menjadi Abadi Dengan Merokok


“Kaisar Utara?” Wang Roulan mengerutkan keningnya.


“Ini benar kaisar Utara, ingin menginfasi wilayah gunung Zuu. Apakah dia melakukan serangan genjatan, karena berita bahwa raja sebelumnya gugur dan dia mencoba mencari celah agar bisa memperluas wilayah dengan cara seperti itu?’’


“Ini tidak bisa di percaya, apakah kaisar Utara akan menjadi bahan untuk di sembelih?” Dalam hal urusan pemerintah tentu saja, Wang Roulan sangat serius. Apalagi, negara ini, baru saja di dirikan oleh Long Fai belum lama ini.


Kemudian Wang Roulan memanggil pelayan untuk menyuruh jendral Bai An untuk datang ke sini.


Sepuluh menit kemudian, Bai An datang menemui Wang Roulan. “Guru Wang, apa yang kamu inginkan aku lakukan di sini?”


Mendengar kata-kata Bai An yang sangat sembrono, kedua wajah Zhao Wan dan Feng Zhi, gelap. Pantas saja, Bai An adalah orang yang sering menjadi tumbal hitam bagi Long Fai. Bahkan Feng Zhi tidak tahu keberanian apa yang di lakukan oleh Bai An, sehingga sangat mudah memanggil Wang Roulan seperti guru. Bukan kah dia sudah menjadi Ratu yang bersahaja dan penuh kemuliaan yang sangat tinggi? Pantas saja Long Fai suka menjadikan dia karung pasir.


Namun Wang Roulan sudah terbiasa dan tidak mempermasalahkan itu, kemudian dia berkata kepada Bai An seperti ini: “Bai An, apakah kamu sudah mengetahuinya? Bahwa kekaisaraan Utara sedang menginfasi wilayah gunung Zuu?”


“Aku sudah mengetahuinya. Aku juga sudah mengirimkan Yun Che untuk pergi ke sana.’’ Jawab Bai An tatapannya sangat bermartabat.


“Baiklah awasi terus menerus, kita tidak boleh gegabah, kita harus menjaga wilayah kita.’’ Wang Roulan mengangguk kepalanya.


“Bailah aku pergi dulu kalau begitu.” Tiba-tiba Bai An membuat ijin kepada Wang Roulan.


“Baik kamu boleh pergi.” Kata Wang Roulan.


Kemudian sosok Bai An pergi meninggalkan ketiga wanita itu. Sementara itu, Zhao Wan tiba-tiba mengerutkan keningnya dan berkata kepada Wang Roulan seperti ini: “Di mana Long Fai, kenapa tidak muncul?”


Wang Roulan sedih. Lalu menjawab: “Dia sedang pergi ke alam atas untuk melakukan urusan tertentu sama Ho Tu.”


“Aku sangat iri dari dulu, aku ingin tahu apakah ada alam atas, jika ada alam atas aku ingin pergi ke arah sana.”


“Ketika aku mendengar kan ada alam atas, ternyata dugaan aku benar.” Kata Zhao Wan sambil menatap kearah Wang Roulan. Setelah itu, dia melanjutkan katanya lagi sambil memasang penuh harap. “Jika Long Fai pulang, bisakah dia mengajak aku untuk berjalan-jalan ke alam atas!”


“Itu, bisa di ajukan ketika dia sudah tiba di sini mari kita menunggu dulu.” Bukan dia saja dirinya juga ingin melihat ke alam atas.

__ADS_1


Di gunung Zuu..


Yun Che yang sedang mengawasi wilayah gunung Zuu ini, dia tiba-tiba memandang perajurit yang sedang di siksa. Perajurit itu adalah berasa dari kaisar Utara.


“Kamu adalah perajurit dari kaisar Utara. Di mana raja kalian? Kenapa kaisar Utara mencoba menginfasi wilayah gunung Zuu yang jelas-jelas sudah menjadi milik wilayah kerajaan Naga Azhure.’’


“Hahaha jika kamu ingin menyiksa aku, aku tidak keberatan bahkan jika kamu membunuh aku, silahkan!” Perajurit yang kepalanya sudahlah babak belur seperti kepala babi, dia masih bersikeras untuk tidak mengatakan.


“Kamu sangat keras kepala!’’ Yun Che cemberut. Baginya perajurit ini, sangatlah keras kepala. Kemudian Yun Che berkata lagi: ‘‘Baik, jika kamu tidak berkata, aku akan membunuh kamu toh, mungkin alasan raja kamu menginfasi wilayah kami, pihak kita sudah paham.’’


“Karena kamu tidak bisa di kompromi, maka maaf jika aku akan membunuh kamu saat ini juga.”


Setelah berkata, Yun Che langsung di lengan tangannya mengeluarkan cahaya seperti ular langsung mematuk leher perajurit itu hingga tewas seketika.


"Puf!'


Dari lubang patukan, muncrat lah darah seperti air mancur yang tidak berhenti juga.


“Ahhhhhggtt...ahhrtt!’’ Perajurit itu, kejang-kejang sekitar satu menit berguling dan akhirnya mati tubuhnya tidak bergerak lagi.


"Baik..!" Semua perajurit yang sedang menonton langsung meraih jasad dari kaisar Utara, untuk di bawa pergi dan di kuburkan.


Kemudian Yun Che duduk di atas batu karang yang besar. Setelah duduk, dia mencoba menghela nafas.


Yun Che, ketika sedang menenangkan pikirannya, tiba-tiba...


"Bom!"


Terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat. kemudian, Yun Che bangun dari duduknya setelah itu, dia menepuk pantatnya dan berkata kepada diri sendiri: “Cihh apakah pihak kaisar Utara tidak akan menyerah? Aku tahu bahwa wilayah kaisar Utara sangatlah luas tapi, di mata Long Fai anda hanya lah kentut belaka.’’


Setelah mengomel, dia melompat terbang ke langit untuk menuju ke daerah di mana sedang ada konflik.


Pada saat itu, sudah tidak terhitung bahwa pihak kaisar Utara sudah di bantai tak terhingga di pihak perajurit Naga Azhure.

__ADS_1


Bahkan penduduk biasa bisa membunuh perajurit kaisar Utara.


Dua menit kemudian dia sudah tiba di antara para konflik. Yun Che berkata kepada pria paruh baya. “Paman apakah kamu ingin mencoba membunuh perajurit itu sendiri an?’’


Pria paruh baya itu adalah penduduk biasa yang ada di negara Azhure. Setelah menyembah Long Fai, entah sebab tidak di ketahui semua penduduk di bawah naungan Long Fai mempunyai kelebihan aneh-aneh.


Dan sekarang dia melihat pria paruh baya yang kebetulan petani dengan tanaman tembakau dia menatap ke arah lusinan perajurit kaisar Utara sangat tenang. Yun Che juga melihat di tangan kanan pria paruh baya sedang memegang rokok.


Pria paruh baya itu adalah Gou Peng.


Gou Peng menjawab kata-kata Yun Che: “Baiklah aku akan maju tuan.”


di pihak perajurit kaisar Utara, dia menatap kearah Gou Peng dengan tatapan bodoh.


“Apakah hanya tukang petani saja yang kita lawan?” Salah satu perajurit kaisar Utara bingung. Tapi, di sebelahnya ada perajurit yang mencibir: “Itu sangat percaya diri bukan apakah dia memandang kita sebagai manusia lembut tapi sayang kamu meremehkan kami.’’


“Ayo serang!” Perajurit yang mencibir berteriak.


"Hiya..!"


Kemudian dua perajurit duluan yang mencoba menyerang Gou Peng terlebih dahulu.


Di sisi Gou Peng masih mengisap rokok itu dengan kenyamanan tingkat tinggi. Kemudian dia menatap kearah Yun Che terus mengangguk kepalanya untuk membuat kode bahwa dirinya akan menyerang perajurit itu.


“Baiklah..!” Yun Che setuju.


Setelah mendapatkan persetujuan, Gou Peng langsung maju. Dia yang melihat bahwa dua perajurit sedang membawa senjata berbagai jenis, untuk menyerang kepada dirinya, dia sama sekali tidak panik.


Gou Peng menghisap rokoknya dan meludahkan asapnya ke udara. Tapi ketika asap rokok yang keluar dari mulut Gou Peng, tiba-tiba berubah menjadi Naga asap yang langsung menyerang kedua perajurit itu.


"Roar...!"


“Ahhh tidak..”

__ADS_1


“Pupff!”


Kedua kepala hilang karena di gigit oleh asap rokok berbentuk Naga. Ketika Gou Peng melihat kedua perajurit itu mati seketika, dia berkata seperti ini: “Kamu mengira bahwa menjadi abadi harus serta merta menjadi kultivator dan mencapai abadi ke alam atas. Tapi bagi aku tidak demikian, jalan abadi ada ribuan jalan. Dan salah satunya merokok.”


__ADS_2