
Bab 390 Dedikasi Burung Unta
Lin Kun setelah membicarakan suatu hal kepada mereka bertiga akhirnya dengan raut wajah membiru karena marah langsung pergi ke tempat peternakan untuk melanjutkan tidurnya.
Jika mereka begadang, Lin Kun tidak peduli. Dia hanya berharap jika tertidur lagi, mungkin akan bertemu bidadari Fenghuang Lin.
Membuka pintu, Lin Kun melihat atap yang jebol dan dia juga menemukan bahwa Dewa Turtle sudah kembali memasuki kolam kecil.
“Tsk! Sial jika tidak di ganggu mungkin aku sudah mimpi indah!” Lin Kun tidak berdaya langsung membenamkan tubuhnya ke kasur.
Pada saat itu, dia menemukan bahwa burung Unta tersebut tiba-tiba sudah terlelap tidur di kasurnya sehingga Lin Kun bingung.
Ketika melihat burung Unta tidur di kasurnya entah kenapa jejak kemarahan langsung hilang dan berkata.
“Monster di sini, hanya satu yang tidak gialak kepada ku, yaitu kamu. Karena kamu adalah burung yang baik aku ijinkan tidur di sini, masalah bau kotoran aku sudah terbiasa setelah bekerja di toko Long Fai.”
Kemudian Lin Kun mencoba tertidur di sampingnya burung Unta. Ketika Lin Kun terpejam, kepala burung Unta tersebut membuka matanya langsung mendekati Lin Kun dan berkata: “Bodoh ini aku Fenghuang Lin, tunggu satu tahun berlalu aku akan menemukan mu."
Fenghuang Lin tersenyum lembut akhirnya mencoba terlelap.
Sebenarnya dia juga sungguh marah karena mimpi indah bersama Lin Kun lenyap akibat Dewa Turtle yang menyerang tiba-tiba.
Namun setelah mendengarkan penjelasan Dewa Turtle akhirnya rasa amarah itu di urungkan, karena Dewa Turtle melemparkan Lin Kun hanya karena ingin menuntaskan kedua penjahat walaupun satunya melarikan diri.
Sekarang walaupun masih penjelmaan burung Unta, dia sendiri masih menunggu selama satu tahun untuk menemukan Lin Kun kembali.
Sementara itu di sisi Duan Xiaochu sudah berlari sangat jauh karena merasakan rasa bahaya yang sangat tinggi.
Setelah sekiranya sudah selesai, dari ancaman pembunuhan, Duan Xiaochu akan melakukan serangan balik menyewa lusinan pembunuh bayaran.
Karena jika mempertahankan seluruh Sekte untuk menyerang hutan Gundul tersebut, tidak kemungkinan jika mengalami kekalahan yang fatal.
Kesimpulan ini berdasarkan analisis Duan Xiaochu karena dia sendiri menyewa pembunuh bayaran kelas tinggi dan itu belum cukup untuk melenyapkan pria tua yang di katakan Huang Chen.
Bahkan sampai kematian pembunuh bayaran dan muridnya dia belum menemukan bagaimana bentuk wajah pria tua itu.
Karena itulah, Duan Xiaochu harus menyewa pembunuh bayaran yang sangat banyak, kamu berhutang darah maka kamu harus mengembalikan itu perinsip sekte Teratai Salju.
__ADS_1
~
~
#Pagi Hari.
Long Fai akhirnya bangun dan keluar sebentar untuk menemui ketiga wanita tersebut untuk di berikan misi.
Namun, ketika pergi keluar, Long Fai menemukan bahwa Fang Yuan beserta kedua orang itu masih berjaga-jaga di luar toko sehingga mengerutkan keningnya seraya berkata: “Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian begadang?”
Tentu saja sebagai bawahan yang baik harus membicarakan situsnya ketika malam hari, alhasil kamu mendengarkan Fang Yuan membicarakan satuhal, yang secara singkatnya toko ini sedang di serang oleh Sekte Teratai Salju untuk menculik ketiga wanita itu.
Akhirnya kamu yang sudah mendengarkan penjelasan Fang Yuan, harus memberikan tindakan atau yang lain untuk memperketat keamanan tokomu.
Tentu saja kamu tidak memperdulikan laporan itu, karana kamu tahu bahwa ketiga gadis kecil tersebut sudah diberi kekuatan yang bisa melindunginya diri sendiri.
Akhirnya Long Fai menggelengkan kepalanya berkata kepada mereka bertiga, “Oh seperti itu, jika mereka berani datang selanjutnya, mungkin sudah di pastikan menjadi lautan darah.”
Mereka bertiga tidak hanya mengangguk sudah pasti, jika pihak Sekte Teratai Salju akan menyerang lagi, karena setiap kata-kata Long Fai adalah kebenaran.
Fang Yuan berakata: “Ini benar Tuan aku sangat setuju, melukai pengikut Tuan maka jadilah kabut darah.”
Dalam pernyataan Fang Yuan sungguh mantap, bahkan jika jika bawahan Long Fai lalai dan ada musuh menyusup langit akan menolong.
Long Fai tidak membalas hanya tersenyum saja, setelah itu Long Fai berjalan untuk menemui ketiga gadis tersebut untuk membicarakan sesuatu.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Long Fai sudah sampai di gubuk kecil yang ditempati ketiga gadis tersebut.
"Tok! Tok! Tok!"
Sura ketukan pintu dari Long Fai.
“Hallo selamt pagi! Apakah kalian semua sudah bangun?” kata Long Fai.
Namu, sayangnya suara itu tidak ada balasan sehingga Long Fai termenung.
”Mungkin dia masih tertidur, ok mari kita tunggu sesaat," guman Long Fai kemudian duduk di depan pintu gubuk tersebut.
__ADS_1
Satu batang dupa berlalu akhirnya Xiao Chen tidak tahan langsung membuka pintu dengan paksa karena terlalu lama.
Ketika Long Fai membuka pintu tersebut tiba-tiba ada pemandangan yang menyilaukan mata.
Pada saat ini Long Fai melihat ketiga gadis tersebut sedang tidur dan seperti kucing kepanasan karena baju tersebut terbuka sehingga lekuk tubuh terpancar begitu mempesona.
Otomatis Long Fai tersipu malu.
Long Fai menenangkan Tintinnya yang mengeras secara tiba-tiba dan berjongkok langsung mengetuk ketiga dahi gadis bertiga.
“Bangun, sudah pagi ayo anak gadis tidak baik bangun terlalu larut,” kata Long Fai dengan lirih.
Namun, ketika ketukan berakhir di Ning Ming, tiba-tiba tangan Long Fai di tarik dan langsung memeluk tangan tersebut.
Di himpit gunung kembar yang lembut, Long Fai ingin mimisan seketika langsung menarik tangan tersebut langsung mengeluarkan air dari Artefak Naga langsung menyirami ketiga wajah gadis tersebut.
"Byur!"
"Ahhh banjir!"
Ketiga gadis tersebut itu, langung bangun dan mendapati bahwa Long Fai sudah di hadapannya.
Otomatis Ning Ming dan lainya membenarkan baju yang tidak pantas langsung berkata hormat.
”Tuan maafkan kami, kami baru pertama kali merasakan kasur yang sangat lembut seumur hidup,"
“Tidak masalah, karena kalian sudah bangun. Kalian sudah tahu kan, bahwa aku akan menugaskan kalian untuk merekrut pekerja dan mencari tanah merah dan putih di sekitar kerajaan Naga Yama.” Long Fai menjelaskan kepada mereka bertiga.
Kamudian Long Fai menyerahkan tiga gulungan yang berisikan pengumuman untuk di berikan kepada mereka bertiga.
Yang pertama, mencari gunung yang memiliki tanah merah dan putih, setelah menemukan saatnya mencari pekerja di kerajaan Naga Yama.
Untuk upah, Long Fai memberikan setiap satu bulan sekali dengan 10 keping emas dan makan sudah di sediakan.
Begitu mereka bertiga membaca tulisan di gulungan tersebut, cukup masukkan 10 keping emas satu bulan lebih dari cukup.
Akhirnya mereka bertiga mengangguk kepada Long Fai bahwa kami akan menjalani tugas dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1