Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Logika Kamu Tidak Sampai


__ADS_3

Bab 402 Logika Kamu Tidak Sampai


Murong Ruyue saat ini sedang terjatuh lemas, bahkan semua monster kuno walaupun Malaikat sudah menampakan diri, hanya Murong Ruyue saja yang melihat wujud asli dari Malaikat.


Dengan ribuan sayap dan satu sayap bisa menghancurkan satu universe, dalam pandangan Murong Ruyue juga sepertinya Malaikat tersebut memiliki ribuan mata.


Wujud Malaikat sungguh sangat bersahaja namun, ada perpaduan yang indah dan mengerikan sehingga untuk menggambarkan makhluk tersebut sungguh sangatlah sulit.


Coba kamu bayangkan makhluk hewan yang memiliki dua sayap, mesti kamu akan membayangkan jika dua sayap itu berada di punggung dengan sepasang kiri dan ke kanan.


Akan tetapi, jika suatu mahluk Malaikat memiliki ribuan sayap apakah kamu akan bisa berimajinasi bagaimana rupa bentuk sejati yang telah diperlihatkan kepada Murong Ruyue?


Tentu saja kamu akan bilang: kami tidak bisa membayangkan bagaimana rupa sejati Malaikat tersebut yang memiliki ribuan mata dan mulut sangat besar seperti matahari, sepasang sayap berjumlah ribuan sayap yang satu sayap bisa meluluhkan satu universe.


Bahkan, Artefak Naga menciptakan makhluk dengan bentuk masing-masing dan sudah ada jatahnya.


Sebagai contoh jika singa memiliki ukuran raksasa, disebut monster singa. Jika kucing memiliki ukuran sebesar gunung, maka disebut monster kucing. Lalu bagaimana bentuk jatah yang Artefak Naga yang diberikan kepada suku Malaikat?


Jika suku Malaikat berbentuk seperti jangkrik, itu disebut bukan malaikat. Melainkan Monster jangkrik.


Apakah malaikat memiliki dua tangan dan dua kaki? Itu salah besar karena makhluk itu adalah suku manusia.


Karena itulah Murong Ruyue baru pertama melihat mahluk Malaikat yang begitu menakjubkan dan sangat mengrikan seketika pingsan dan tidak sadarkan diri beberapa saat, sebelum kesadaran hilang dia hanya kapok untuk melihat suku Malaikat dan ini hanya terakhir tidak akan mengulangi lagi.


Sekitar tiga cangkir teh panas, akhirnya Murong Ruyue terbangun dan masih di tempat yang sama. Hanya saja suku Malaikat sudah tidak menampakkan diri Murong Ruyue melihat ke atas hanya melihat Oyensaurus yang berterbangan.


Murong Ruyue mencoba bangun dia sungguh kapok dan tidak ingin melihat batas pohon kehidupan yang menjulang terus menerus karena akan di khawatirkan pohon itu tidak ada batasan.


Namun mengingat bentuk Malaikat, sekali lagi Murong Ruyue terhuyung-huyung ingin terjatuh.


Seketika, tiba-tiba ada suara yang menggema di antara langit, “Permaisuri Xiandi mohon maaf kelancangan kami.”


“Tidak apa-apa itu kesalahan ku,” ucap Murong Ruyue tiba-tiba merasakan rasa pusing lagi.


Malaikat itu berkata, “Makanlah buah pohon itu.”

__ADS_1


Seketika pohon kehidupan bercabang langsung mengeluarkan buah seperti anggur namun bentuknya transparan dan bijinya terlihat oleh mata telanjang Murong Ruyue.


Tanpa berbasa-basi, Murong Ruyue memetik buah anggur transparan untuk dimakan. Ketika anggur di petik, hanya beberapa saat langsung tumbuh lagi.


Murong Ruyue yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya bahwa jika kamu berada di tempat ini akan khawatir tidak akan di serang kelaparan.


Ketika memakan buah anggur transparan, kekuatan Murong Ruyue gelisah ketingkat yang mencengangkan, bahkan Murong Ruyue tidak berani untuk marah tanpa sebab karena takut kekuatan tidak terkendali sehingga bisa menghancurkan di sekitarnya.


Murong Ruyue hanya memakan satu biji anggur karena kekuatan yang sangat hebat.


Murong Ruyue mengangguk dan berkata, “Aku ingin menemui suami apakah aku hanya terjun kebawah?”


Hanya kata-kata sudah selesai, tiba-tiba pandangannya buram sedikit dan sudah di gantikan dengan tepat di depan goa ketika sehabis bercinta.


“Sungguh ajaib kamu Malaikat kamu sungguh sangat kuat!” Murong Ruyue berseru kagum dengan kekuatan Malaikat itu sendiri.


Di puji Murong Ruyue, Malaikat hanya berkata ringan, “Terimakasih atas pujiannya yang mulai permaisuri!”


Murong Ruyue mengangguk kepalanya tiba-tiba teringat perkataan Malaikat bahwa dia hanya salah satu dari malaikat, jika seperti itu bukankah suku Malaikat ada banyak? Jadi, berapa jumlah Malaikat itu sendiri?


“Kami memiliki ribuan dan hanya Tuan Xiandi yang tahu berapa jumlah suku kami!"


Murong Ruyue melongo otaknya konsleting dan tidak bisa berpikir dan memikir secara logika.


Menggelengkan kepalanya, Murong Ruyue mendekat Long Fai yang masih ngorok langsung memeluk lagi dengan kasih sayang.


“Suami kamu sungguh keren! Bagaimana semua makhluk menjelaskan kepada ku aku sampai tidak bisa membayangkan betapa hebatnya kamu!" Murong Ruyue tersenyum sangat jatuh cinta kepada Long Fai sehingga langsung memeluk sangat erat seperti lem.


Ketika Murong Ruyue sedang memeluk Long Fai sambil menatap, tiba-tiba Long Fai menggigau, ”Hahah aku kuat karena Ultraman Nexus! Bahkan Naruto akan kalah terhadap ku hahaha! Capat serang ninja Hatori!”


Murong Ruyue hanya terkekeh kemudian memejamkan matanya dia hanya ingin memeluk Long Fai sampai puas seperti dunia ini hanya milik berdua saja.


Sekarang setelah melihat kehebatan Long Fai, Murong Ruyue hatinya sudah menjadi batu jika ada Pemuda yang memiliki ketampanannya melebihi Long Fai sudah tidak tertarik lagi.


Tubuh ini milik Long Fai semua adalah Long Fai jika dia memerintahkan meratakan kerajaan, bahka Murong Ruyue tanpa pikir panjang akan menurutinya.

__ADS_1


Apa lagi sekarang sedang mengandung anak dari Long Fai puncak bahagia sudah melebihi batas ambang.


Untuk sekarang, kamu hanya menunggu Long Fai ketika bangun dari tidurnya. Setelah itu kamu mengajak Long Fai untuk pergi ke tempat dimana Nalan Hu sedang bersemayam.


Di dunia Artefak, walaupun Murong Ruyue sudah merasakan waktu sudah berlalu, namun siapa sangka di dunia luar belum ada satu detik.


Sehingga satu hari di dunia luar ratusan tahun telah berlalu di dunia Artefak.


Setelah sudah lama terpejam, akhirnya Long Fai membuka mata karena tanganya terasa berat dan seketika setelah melihat ada Murong Ruyue yang sedang memeluk sangat erat tubuhnya.


“Kapan dia memakai baju? Kenapa aku tidak mengetahui?” Long Fai bingung. Kemudian ada Malaikat yang menggema berkata kepada Long Fai.


“Tuan, Permaisuri Xiandi sudah lama bangun untuk melihat batas pohon kehidupan sampai suatu saat permaisuri Xiandi melihat wujudku seketika pingsan.” Malaikat begitu menggema di pikiran Long Fai.


“Kamu siapa?” Long Fai bingung, setahunya semua makhluk di artefak tidak pandai berbicara hanya Killin Api yang pernah ditemukan reruntuhan sebelum bertemu Long Bing.


Tetapi sekarang ada Makhluk yang bisa berbicara kepadanya walaupun tidak menemukan wujudnya.


“Ehem kami adalah Malaikat, jika Tuan tidak mengetahui, akan normal karena kami adalah makhluk tidak penting bagi Tuan sendiri.” Suku Malaikat terbatuk kecil.


Bahkan ketika Long Fai sedang berbicara kepada Malaikat, Murong Ruyue tidak mendengar percakapannya seseolah Long Fai masih tidur padahal sebaliknya tidak.


Kekuatan Malaikat sungguh mencengangkan begitu aneh dan ajaib.


Kemudian Long Fai membangunkan Murong Ruyue dengan menjentikkan dahinya sambil berkata: “Aku tahu kamu sedang pura-pura tidur, cepat bangunlah bahu ku kesemutan, aduh!"


Long Fai melolong pura-pura kesakitan bahkan Murong Ruyue mengetahui sehingga bibirnya mengerucut sangat imut kemudian Murong Ruyue bangun.


“Aku tahu kamu pura-pura,” ucap Murong Ruyue tersenyum lembut kepada Long Fai, kemudian melanjutkan perkataannya lagi: “Suami cepat pakailah bajunya mari kita melihat Nalah Hu dimana."


“Hmm baiklah!" Balas Long Fai kemudan memakai baju hitamnya setelah itu mengikat rambut dan berkata kepada Murong Ruyue.


“Ayo kita bergandengan dan menuju ke tempat Nalan Hu.”


“Baik suami!" Murong Ruyue menjawab sangat bahagia. Dia langsung meraih tangan Long Fai sangat antusias dan akhirnya mereka berdua keluar dari goa terbang menggunakan angin.

__ADS_1


__ADS_2