Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Ambisi Mei An


__ADS_3

Bab 174 Ambisi Mei An


Sudah berapa jam akhirnya Hu Mulan dan Mei An pergi meninggalkan istana ratu Ho Tu. Dia saat ini, pergi ke rumah Hu Mulan bersama Mei An.


Ketika Hu Mulan sampai di rumahnya, Mei An melihat bahwa rumah itu sungguh sangat sederhana dan tidak terlalu besar.


“Kakak Mulan.. apakah ini rumah kamu?” Kata Mei An.


Hu Mulan mengangguk dan menjawab kata-katanya Mei An. “Adik, benar. Ini adalah rumah aku. Ayo masuk...!’’


Kemudian mereka berdua memasuki rumah yang bersih.


"Klerekk....!" Suara pintu yang sedang di buka oleh Hu Mulan.


“Aku pulang..” Teriakan Hu Mulan sedikit kencang. Namun tidak ada jawaban, karena hal itu sudah terbiasa.


Hu Mulan sedikit curiga kemudian dia berkata lagi: “Kakak, apakah kamu tidur hanya sendirian?”


“Benar aku tidur sendiri di sini, karena ada kamu mungkin akan menjadi nyaman dan menjadi hidup rumah ini.” Kata Hu Mulan dia sangat senang ketika ada adik imut yang tidur dengannya.


Bahkan dari dulu dia hanya hidup sebatang kara, ayah dan ibu bastard dia sama sekali tidak mengetahui keberadaannya. Dia bahkan mengira ke dua orang tuanya sudah meninggal.


“Tenang kak.. aku bersama kamu sekarang suasana menjadi hidup. Aku juga mengerti bagaimana perasaan sendiri..” Mei An langsung meraih pinggang Hu Mulan dan memeluknya.

__ADS_1


“Baiklah.... mulai sekarang kamu dan aku menjadi adik dan kakak sebenarnya apakah kamu setuju.” Hu Mulan tersenyum lembut kepada Mei An.


“Yahhh...” Mei An mengangguk terus menerus.


“Ok berarti kita menjadi saudara tanpa ikatan darah, tapi itu tidak masalah sekarang kamu adalah adik aku yang aku cintai.” Kemudian Hu Mulan juga memeluk tubuhnya Mei An yang kecil dan lucu.


“Hehehehe kakak... bisakah kamu memangil aku sebutan An'er..” Mei An menatap ke atas sambil melihat wajah cantik Hu Mulan dengan expresi berharap.


Hu Mulan mengangguk sambil mengelus rambut Mei An dan berkata. “An'er..!”


“Hahahha...!” Mei An bahagia dia memeluk erat ke pada Hu Mulan.


Walau rumah ini tidak terlalu besar dan kecil, setidaknya untuk ditinggali dua orang itu tidaklah mengalami ketidaknyamanan dan lebih dari cukup.


"Adik mari kita membereskan rumah ini lihatlah ruhmah ini banyak berdebu yang menempel.” Kata Hu Mulan sambil mengelus-elus rambut Mei An sangat lembut dan penuh kasih sayang.


“Baik Kakak ayo kita membersihkan tempat ini agar terlihat sangat rapih dan serasi enak dipandang.” my an juga mengangguk setuju Dia sangat bersemangat karena dia akhirnya memiliki kakak yang dicintai walaupun hubungan kakak beradik itu tidak ada terikat dalam darah dari kedua orang itu.


Tapi walau begitu inilah yang terbaik daripada tidak memiliki kakak sama sekali.


Kemudian Hu Mulan menceritakan dirinya kepada adiknya. Alasan dirinya pulang ke rumah adalah, karena dia ingin mendaftar ke sekte tertentu agar memiliki kehidupan yang sangat layak.


Tapi sekali lagi keinginan untuk bergabung di sekte akhirnya dia lupakan. Karena setelah mendengar apa yang dikatakan Long Fai, dia menuruti apa yang dikatakan Long Fai. Bahkan dia sangat setuju bahwa sekte di manapun itu, adalah hanya untuk memanfaatkan anak-anak yang jenius sebagai boneka dari sekte itu.

__ADS_1


Mei an yang umurnya masih di bawah orang dewasa, dia juga memahami itu. Sekte adalah jahat. Sekte adalah licik. Dia tidak mau mengikuti atau memasuki sekte tersebut, hidup ala kadarnya dan menjalani hidup senyaman mungkin adalah kebahagiaan bagi para orang-orang.


Kemudian Mei An berkata kepada Hu Mulan. “Kakak apa yang dikatakan Long Fai sebagai pemimpin negara Azhure Dragon itu adalah kata-kata yang benar. Kita harus menjauhi dan jangan sampai kita memasuki sekte tersebut. Aku setuju karena sekte adalah sekte yang paling jahat licik dia hanya menjadikan kita sebagai boneka demi kepentingan sekte tersebut.


Hu Mulan yang melihat keseriusan yang terpancarkan dari Mei An dia hanya mengangguk dan berkata sambil tersenyum. “Baik-baik aku akan tidak memasuki sekte tersebut. Persetan..dengan sumber daya yang melimpah itu tidak sebanding dengan kekuatan kita yang diberikan oleh pemimpin kita Long Fai tersebut.”


“Jika kita kekurangan sumber daya kita hanya perlu pergi ke hutan untuk memburu Monster kita yakin dengan kekuatan kita maka monster-monster itu tidak ada bedanya dengan karung pasir yang mudah di pukul-pukuli.”


“Baik kakak aku sangat setuju apa yang dikatakan. Menjadi murid sekte tidak menjamin hidup kita akan bahagia karena banyak musuh yang iri kepada kekuatan kita lebih baik kita tidak terikat siapapun hanya tunduk kepada naga asura bukankah begitu Kakak..?” Kata Mei An dia berkata secara terus terang dan lugas.


Hu Mulan mengangguk dan menjelaskan lagi. “Di masa depan jika ada pihak sekte di manapun itu.. jika dia melihat kehebatan kita dan dia bersikeras untuk merekrut kita untuk memasuki sekte dengan secara kasar kita harus melawan bahkan Jika memungkinkan kita harus membunuhnya."


“Hmmmm!” Mei An hanya mengangguk.


“Untuk sekarang kita tidak perlu repot-repot kekurangan koin emas karena aku sudah lama pergi ke dunia luar dan tentu saja aku memiliki cukup emas untuk keperluan sehari-hari sekitar setengah tahun.” kata Hu Mulan.


“Hmm baiklah ayo Kakak lebih baik kita membereskan ini terlebih dahulu, dan kita harus beristirahat untuk memulihkan tenaga.” Pinta Mei an.


Tapi kemudian dia berkata lagi kepada Hu Mulan. “Aku juga ingin di masa depan untuk berpetualang seperti kakak aku ingin mencari pengalaman bahkan aku ingin tahu, apakah aku bisa menemukan rekan-rekanku dunia lain dengan kelompok kita?”


Setelah dia memiliki kekuatan yang diberikan oleh Long Fai, dia ingin sekali pergi ke dunia luar untuk berpetualang dan mencari pengalaman. Tapi, Hu Mulan yang melihat keinginan dari dalam lubuk hati Mei An dia hanya berkerut dan menjelaskan seperti ini. “Aku sarankan kamu jangan terlalu dini untuk melihat dunia luar. Aku tahu kamu ingin sekali melihat rekan-rekan yang sekelompok dengan kita, tapi kamu masih di bawah umur. Kamu, masih gampang dimanipulasi oleh kekuatan tertentu yang mungkin saja kamu tidak bisa melawannya.”


Mei An bergidik ngeri dia sangat takut sehingga dia langsung mengangguk setuju. Baik Kakak.. aku akan menuruti apa yang dikatakan kamu aku harus menunggu sekiranya umur aku sudah matang.”

__ADS_1


“Baik hatiku yang pintar hehehe..!” Hu Mulan mengangguk terus menerus sambil tersenyum lembut Kepada Mei An.


__ADS_2