
Bab 440 Kamu Sopan Kamipun Segan
Pantas saja Long Fai telah melihat kehadiran Murong Ruyue perut itu, lebih besar daripada yang dia kira. Ternyata umur kandungan dari Murong Ruyue beranjak 3 bulan.
“Tidak aku sangka sekitar 7 bulan lagi aku akan menjadi Ayah sepenuhnya hahah!” Long Fai tertawa terbahak-bahak.
Saat ini di samping Long Fai ada Fang Molin yang menatap ke arah Murong Ruyue dengan tatapan ingin tahu. Sehingga pada saat itu, akhirnya Murong Ruyue menyadari bahwa wada wanita di samping Long Fai.
Wanita itu cukup unik dan sudah pastinya bukan dari suku manusia. Kemudian melihat iklannya sangat keren dengan rambut biru yang panjang kedua tanduk yang menyatu dengan kepalanya, bahkan tanda biru yang tidak hanya itu membuat dirinya yang melihatnya langsung tersihir.
“Halo aku Murong Ruyue, wanita Long Fai?” kata Murong Ruyue sedikit bingung. Namun tatapanya menyembunyikan bahwa dia sedang terpukau dengan wajah Fang Molin.
Fang Molin tentu saja menjawab dengan tersenyum lembut. “Halo aku Fang Molin kekasih Long Fai juga salam kenal.”
Kemudian setelah perkenalan, Long Fai menemukan bahwa Murong Ruyue seketika langsung mengabaikan dirinya dan meraih pergelangan tangan Fang Molin duduk di belakang toko itu sambil bertanya-tanya.
Bahkan Murong Ruyue mengusap-usap tanduk itu dengan penuh gembira sehingga Fang Molin baru pertama kali melihat seperti ini, langsung tersipu canggung.
Long Fai juga merasa lucu setelah melihat mereka berdua, Sehingga langsung berkata: “Hehehe kalian memang canggung, tetapi setelah kalian sudah akrab satu sama lain, mungkin saja kecanduan itu akan hilang sendirinya.”
Fang Molin juga tahu sehingga langsung menatap ke arah Murong Ruyue tidak pernah nipu dari perut yang sudah membuncit.
Karena ingin tahu, Fang Molin langsung berkata seperti ini: “Apakah penyebab perutmu membuncit karena terkena tongkat pedas milik Long Fai?”
“Uhh...” Murong Ruyue seketika bingung entah ingin menjawab seperti apa. Murong Ruyue tidak bisa menjawab hanya saja menganggukkan kepalanya.
Fang Molin karena memiliki sifat yang terus terang ditambah lagi, ketika dulu masih menyukai sesama jenis dia akan berbicara seperti itu dengan sangat lantang untuk membuktikan bahwa dirinya sangat jantan. Sekarang walaupun penyimpangan itu sudah sembuh tetapi sifat sembrononya masih berlaku sampai sekarang, sehingga ketika Fang Molin berkata seperti itu, dia tidak peduli dengan raut wajah Murong Ruyue.
Bahkan, berkata dengan sesama jenis dia langsung sangat blak-blakan. “Aku juga Belum lama ini sudah dua kali merasakan tongkat pedas Long Fai. Tintin itu sungguh besar aku cukup menyukainya,”
__ADS_1
“Engah!"
Long Fai entah darah langsung bergegas untuk membungkam mulut Fang Molin dan berkata: “Oi! Banyak pelanggan yang sedang makan apakah kamu ingin di pukul?”
“Ups!” Fang Molin ditatap Long Fai malau dan menggelengkan kepalanya. Kemudian berkata lagi, “Maaf aku terlalu jujur, tapi aku menyukai bagaimana kamu memanjakan aku, terimakasih Long Fai.”
Fang Molin tersipu malu kemudian tidak melanjutkan lagi perkataannya.
Long Fai seketika ingin pingsan begitu mendengar pernyataan Fang Molin. Dia tidak menyangka akan melihat sisi buruk Fang Molin, yaitu dia tidak bisa menjaga rahasia bahkan privasi sendiri masih sangat gampang untuk diungkapkan. Untung saja Fang Molin mebeicarakan seperti itu dengan wanitanya, jika tidak wajah sendiri akan malu.
Long Fai mendekati Murong Ruyue. Kemudian, kepalanya langsung ditempelkan ke perut Murong Ruyue dan tangan itu, mengusap-usap perut Murong Ruyue.
“Hehehe kita menunggu sedikit lama, apakah dia laki-laki atau perempuan," ucap Long Fai sungguh sangat gembira.
“Tidak masalah itu laki-laki ataupun perempuan aku menyukainya,” balas Murong Ruyue.
“Uhuk!” Long Fai terbatuk canggung. Setelah itu, langsung menjelaskan kepada Fang Molin. “Kamu belum sepertinya, karena aku meludahkan cairan di luar.”
“Hmm baik!” Fang Molin menganggukan kepalanya tidak berkata lagi. Setelah itu, dia menatap ke para pelanggan yang sepertinya sedang menatap ke arah dirinya terus menerus.
Inilah yang tidak disukai Fang Molin, banyak para pria yang memiliki mata keranjang sehingga dari dulu memutuskan untuk menyukai sesama jenis.
Hanya saja sekarang pikiran itu hilang setelah merasakan Tintin Long Fai sepenuhnya sudah mandi wanita tulen.
Long Fai juga melihat perilaku pemuda itu, sehingga langsung berkata kepada Murong Ruyue.
“Ada apa? Apakah dia juga menggodamu ketika aku belum datang ke sini?” Long Fai ingin tahu.
“Benar, dia meminta aku mendengarkanmu dan ikutlah bersama dia masalah aku hamil, dia bertanggung jawab. Namun aku menolaknya karena kamu yang aku cintai dan kamu yang aku banggakan,” balas Murong Ruyue.
__ADS_1
“Menurut alasanmu, bukankah kamu sudah tertutup hatinya hanya aku saja yang ada di hatimu? Seperti itu?" Long Fai berkata sambil ingin tahu tetapi tatapannya ada jejak bercanda.
“Bisa jadi seperti itu," kata Murong Ruyue mengangguk.
Fang Molin yang ditatap terus-menerus langsung berkata sangat lantang: “Hai apa kamu lihat-lihat aku hah! Maaf kamu jelek aku tidak suka! Aku sudah memiliki kekasih, bahkan jika aku tidak memiliki kekasih aku tidak akan pernah tertarik dengan mu.”
Seketika pemuda itu yang sedang memakan, karena kekuatannya sudah naik lebih tinggi menjadi sombong.
“Hahahah aku adalah Tuan muda Jun. Kamu sungguh cantik lebih baik kamu menjadi wanita ku, dengan setatus ku sebagai Tuan Muda, makan kamu tidak akan kelaparan di masa depan.” Jun Xue berkata arogan.
“Tidak tertarik,” kata Fang Molin kemudina meraih Long Fai dan berkata: “Suami aku tidak ingin melihat dia, bunuh dia!”
Long Fai seketika otaknya pusing. Jika menuruti apa yang diinginkan Fang Molin, bukankah dirinya semua saja babu dari Fang Molin? Itu tidak bisa terjadi sehingga Long Fai langsung menggelengkan kepalanya. Maklum juga suku Fang yang arogan.
Long Fai membalas kepada Fang Molin. “Jadilah lembut, apakah kamu ingin mengotori tangan ku untuk melakukan yang tidak berguna?”
Setelah itu Long Fai menatap Jun Xue dan berkat: “Halo pelanggan kedua wanita ini adalah kekasih ku, tolong bersikap sopan lah dengan wanitaku. Jika kamu sopan, maka kami juga akan segan.”
“Kamu sampah, kualifikasi apa untuk menyuruh ku? Aku adalah Tuan Muda keluarga Jun, semua yang aku inginkan tidak boleh lolos, termasuk salah satu wanita mu, ahh tidak aku ingin semua wanita mu menjadi milikku,” kata Jun Xue sangat percaya diri.
“Itu tidak bisa, dan itu tidak mungkin,” balas Long Fai.
“Baik, jika kamu tidak menuruti apa yang aku inginkan, sudah dipastikan toko ini keesokan sudah hilang. Otomatis wanitamu perkebunanmu menjadi milik keluarga Jun hahaha!” Jun Xue seketika langsung berdiri dan mengeluarkan kepingan emas beberapa jumlah harga yang sudah dipesan.
Setelah itu, Jun Xue Langsung kembali ke rumah untuk mengadu kepada ayahnya.
Long Fai melihat tingkah Jun Xue hanya bisa menggelengkan kepalanya. Akan tetapi, tiba-tiba Fang Molin marah dan mendekati Long Fai dan mencubit pinggangnya.
“Suami aku ingin kamu membunuh dia kenapa kamu melepaskan sungguh menyebalkan! 🥴”
__ADS_1