
Bab 298 Masa Depan Yang Indah
Wu Mengchen tersipu malu, dia berjongkok untuk menarik Cai Xuansi untuk bangun dari tidurnya.
“Dalam situasi seperti ini kamu bisa menggombal..” Kata Wu Mengchen dia mencubit pinggang Cai Xuansi sedikit.
Karena di tarik oleh Wu Mengchen akhirnya dia berdiri sambil tersenyum menyeringai ke arah Wu Mengchen.
“Hehehe... lihat mantan suami mu yang sedang di atas melihat terus menerus ke arah kita, mungkin dia cemburu kepada ku.” Cai Xuansi berbisik kepada Wu Mengchen.
Akhirnya Wu Mengchen tersadar kenapa Cai Xuansi membuat permintaan seperti itu, dia hanya membuktikan kepada dirinya dengan cara yang romantis sedikit kekanak-kanakan dan di perlihatkan oleh Yu Lo agar mata dia membuka sedikit.
Wu Mengchen mengangguk: “Aku tidak peduli, dia adalah orang Jahat dan aku tidak perlu membahas masalah masa lalu. Dan aku sekarang memiliki mu dan tidak ada pengganti lagi, bagi ku kamu sudah cukup.”
“Ini hebat Kata-kata mu sungguh hebat, hehehe ayo kita mencari tempat duduk dan kita sambil menunggu pertempuran di Colosseum ini..” Kata Cai Xuansi.
"Hmm!"
Wu Mengchen menganggukkan kepalanya dan akhirnya mereka berdua mencari tempat duduk yang nyaman sembari.
Dari kejauhan, Yu Lo menatap ke arah Cai Xuansi sangat dingin. Dia ada jejak kecemburuan yang tidak terlukiskan.
Awalnya dia berani meninggalkan Wu Mengchen dan dia juga sudah mengatakan bahwa dirinya sudah tidak ada perasaan sepesial terhadap Wu Mengchen.
Namun sekarang sudah lama tidak melihat dia sekitar ratusan tahun, tiba-tiba Wu Mengchen sudah bertransformasi menjadi wanita yang sangat cantik dan anggun.
Bahkan dia melihat Mu Yan di sampingnya tiba-tiba sepertinya dia menjadi jelek.
__ADS_1
Sementara itu, Mu Yan tentu saja yang melihat ke anehnya yang terpancar dari Yu Lo tiba-tiba mengerutkan keningnya. Dia bertanya, kebetulan melihat Wu Mengchen yang dulu sangat jelek dan dia adalah mantan istri dari Yu Lo.
Mu Yan berkata: “Bukankah dia mantan kekasih mu yang dulu, aku tidak menyangka bahwa akan bertemu di sini.”
Yu Lo hanya mengangguk, tapi tatapannya masih tertuju kepada Wu Mengchen dan Cai Xuansi sehingga Mu Yan yang melihat perilaku istrinya langsung cemberut dan tidak senang.
“Kenapa kamu masih menatap wanita itu, bukankah kamu sudah tidak menyukainya? Bahkan ungkapan mu aku mendengar karena aku berada di samping mu pada masa lalu.” Kata Mu Yan.
Yu Lo hanya tersenyum pahit dia sangat menyesal karena telah meninggal dia. Jika dulu dia berkata dengan alasan tidak seperti itu, mungkin saja dia masih berada di samping Wu Mengchen.
Namun meski begitu, dia mungkin masih ada harapan untuk merebut Wu Mengchen kembali ke sisinya. Karena dia tahu kepribadian Wu Mengchen. Yaitu dia susah untuk melupakan orang yang di sukai.
Dengan demikian dia harus mengeluarkan kata-kata rayuan untuk mendapatkan hati Wu Mengchen kembali. Masalah Cai Xuansi yang sedang berada di sisi Mengchen, dia sama sekali tidak peduli.
Yang terpenting dia bisa mendapatkan Wu Mengchen kembali dan sepertinya ketika dia melihat penampilan Cai Xuansi, dia hanyalah manusia kultivasi bakat rendah dan dirinya tentu saja bisa menyingkirkan dengan sangat mudah seperti meminum segelas air putih.
Setelah itu dia meraih tangan Mu Yan dan memberi usaha bahwa dirinya tidak apa-apa.
Tapi, Mu Yan hanya tersenyum dan berkata kepada Yu Lo seperti ini: “Jika kamu masih mencintainya kejarlah dia.. tapi syaratnya akulah ratunya dia selirnya dan aku ingin menjadi pertama bagimu dan tidak ada lagi.”
Yu Lo seketika seperti mendengarkan suara yang indah dan ketika Mu Yan mengatakan demikian sepertinya dirinya mendapatkan jackpot yang sangat beruntung. Dengan persetujuan Mu Yan, dia tidak segan-segan untuk mengambil Wu Mengchen.
Yu Lo berkata kepada Mu Yan dengan tersenyum lembut: “Kamu adalah yang terbaik mari kita pertimbangkan setelah pelantikan ku.”
“Baik..” Mu Yan hanya mengangguk setuju tapi diam-diam di dalam hatinya Dia sangat licik ketika semisal mereka bersatu kembali dia harus merusak wajah cantik Wu Mengchen karena wajah cantik itu sangatlah membuat iri kepada dirinya.
Tapi nyatanya Yu Lo sangatlah tidak sabar untuk mendekati mantan istrinya sehingga dia Langsung melompat terbang Untuk menghampiri Wu Mengchen.
__ADS_1
Cai Xuansi dan Wu Mengchen tipe-tipe ekspresinya berubah ketika melihat Yu Lo sedang menghampiri dirinya. sejujurnya Wu Mengchen ketika belum bertemu dengan Cai Xuansi, dia masih tidak pernah lupa Bahkan dia masih berjuang untuk mengarungi berbagai negara kerajaan untuk menemukan mantan suaminya.
Dia mencari Yu Lo hanya untuk membuktikan bahwa sekarang dirinya, bukan yang dulu yang masih cengeng dan sering menangis. Tapi, takdir itu berkata lain dia dipertemukan oleh Cai Xuansi sehingga memasuki ke dalam hubungan yang rumit cuma hanya gara-gara batu pelepas keperawanan.
Karena peristiwa itu dia akhirnya sepenuhnya mencoba melupakan mantan suaminya yang dulu telah meninggalkan secara terang-terangan.
Membutuhkan berapa menit dia menyadari bahwa ketulusan yang terpancar dari dirinya dan sifat Cai Xuansi yang begitu terbuka dengan dirinya akhirnya menyadari untuk apa mengejar masa lalu jika masa depan lebih baik daripada masa lalu.
Sehingga sekarang yang telah meresmikan berhubungan dengan Cai Xuansi, melihat mantan suaminya mendekati dirinya dia masih gentar dan tidak pernah takut lagi apalagi kekuatan sekarang untuk melawan mantan suaminya sudah pasti dirinya akan menang.
Bukan hal itu saja, bahkan Cai Xuansi untuk melawan mantan suaminya tidak akan membuang keringat begitu banyak begitu mudah untuk dikalahkan.
Cai Xuansi bermartabat dan berbisik pelan kepada Wu Mengchen: “Lihat.. mantan suamimu datang menghampirimu..apa yang harus kita lakukan..?"
Wu Mengchen menggenggam tangan dia begitu erat dan tersenyum lalu berkata. “Kenapa kamu khawatir itu tidak perlu khawatir dan sekarang aku tidak menyukai dia aku sekarang menyukaimu dan selamanya tidak berubah perasaan ini.”
“Aku juga tidak akan menelan ludah yang sama karena itu merasakan kesakitan akibat dikhianati oleh dia lebih baik aku mencari yang lain sepertimu lagi pula kamu adalah yang terbaik sekarang bagiku.”
Cai Xuansi tiba-tiba canggung dan menggaruk hidungnya: “Uhh.. kapan kamu menjadi begitu puitis aku melihat kamu berbicara seperti itu sepertinya aku ingin pingsan lagi.”
Wu Mengchen mencubit dan berkata lirih, namun matanya melototi Cai Xuansi: “Suami aku berkata serius bisakah kamu tidak bercanda?”
Wu Mengchen tersipu dan sedikit marah karena dia telah memuntahkan kata-kata yang sangat manis. Sehingga ketika dipuji oleh Cai Xuansi, bahkan dirinya sangat malu dan tidak bisa percaya dengan kata-kata sendiri. Karena kata-kata sendiri begitu sangat puitis.
Selang berapa detik kemudian Yu Lo mendekati Wu Mengchen dan mengangguk lembut. setelah itu dia berkata. “Chen'er lama tidak berjumpa sekarang kamu bertambah cantik aku sungguh kagum denganmu.”
Tangan Yu Lo ingin meraih tangan Wu Mengchen Tapi sayangnya Wu Mengchen langsung menimpa tangan Yu Lo, sehingga dia mengerutkan keningnya.
__ADS_1
“Chen'er Kenapa kamu seperti itu sangat begitu galak..”