Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Mimpi Yang Indah


__ADS_3

Bab 388 Mimpi Yang Indah


Di sisi lain, dua kelompok pembunuh bayaran yang sudah berpencar, sudah menyusup ke belakang toko kelontong milik Long Fai yang kebetulan di area tersebut ada beberapa kolam kecil yang terdapat hewan ikan belut dan sebagainya.


Kedua pembunuh bayaran sudah tiba dan menemukan bahwa Feng Lin menuju ke tempat toko kelontong tersebut tidak menemukan hasil dan mereka menunggu terlalu lama.


Akhirnya ke sembilan pembunuh bayaran berpencar dan setelah sudah tiba di toko tersebut tidak menemukan sosok Feng Lin.


“Aneh, di mana dia? Bagaimana mungkin jejak Feng Lin tidak ditemukan seperti menguap begitu saja?"


“Aku juga tidak mengetahui, dan toko ini sungguh sangat aneh, karena di tengah hutan bisa-bisanya membuka toko, apakah tidak takut ada monster yang menyeramkan untuk menyerang ketika di malam hari?”


“Hmmm aku juga mengetahui apa yang kamu magsud, tapi kita sudah berada di sini, kita menemukan bahwa monster tidak ada yang mendekatinya ke arah kita, Ini aneh?"


Mereka berdua saling berbisik berbincang satu sama lain, mereka juga melihat banyak kolam ikan yang cukup lebar yang berisikan ikan belut dan sebagainya yang sedang memandang ke arah mereka dengan membunuh.


Setelah menemukan tidak ada jejak Feng Lin, kedua pembunuh bayaran langsung memutuskan untuk merobohkan bagian belakang toko tersebut.


Namun, sebelum tindakan dilakukan tiba-tiba mendengar suara di benaknya.


“Manusia rendahan, apa yang sedang kamu lakukan, Dewa ini memiliki hati yang lapang dada, pergilah jika tidak kamu tahu akibatnya,” ucap leluhur kaktus mengunangan transmisi kedua orang itu.


”Siap kamu!" Kedua orang itu, waspada setelah mendengarkan suara yang menggema di antara langit dan bumi sehingga langsung mencari sosok keberadaannya.


“Wahai manusia rendahan, kamu tidak perlu tahu, kami di sini hanya mengikuti Tuan segela Tuan, kami tidak bisa melampaui batas apa yang Tuan tetapkan, sesungguhnya kami adalah yang mengingat kebesaran Tuan.” kata leluhur kaktus dengan lemah lembut namun, suara itu menggema di antara langit dan bumi.


Kedua orang itu hanya berkata mendengus, “Kamu tidak berani keluar? Jangan-jangan, kamu hanyalah seseorang yang pengecut!”


Akhirnya mereka berdua langsung mencoba mendobrak dan merusak dinding bambu menggunakan kakinya. Namun, tiba-tiba suara leluhur kaktus langsung menggema lagi.


“Manusa rendahan janganlah menjadi orang yang melampoi batas, jika tidak kamu akan tahu penyebabnya!”


Tiba-tiba, duri kaktus tersebut langung meluncur sangat cepat dan ukurannya berubah menjadi besar langsung menghantam satu pembunuh bayaran sehingga kepalanya berlubang langsung mati seketika.


Satu rekan lagi, langsung panik denga serangan sembunyi-sembunyi dari leluhur kaktus.


“Bajingan! Siapa sebenarnya kamu, jangan bersembunyi!” kata satu pembunuh bayaran yang tersisa dengan panik bahkan kakinya gemetar.


“Kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang terpinting Dewa ini akan memberikan sebuah kabar gembira bahwa kamu akan menyusul rekanmu yang telah menjadi bangkai.” balas leluhur kaktus.

__ADS_1


"Lancang!"


Dia mengeluarkan pedang dan mencoba menebas-nebas ke udara. Akan tetapi, sepertinya usahanya tidak membuahkan hasil.


Tanpa menunggu lama, leluhur kaktus langsung mengeluarkan duri yang sangat tajam dan menusuk-nusuk tubuh pembunuh bayaran tersebut hingga tewas seketika.


"Swosh!"


Kepala berlubang cukup lebar dan dada itu, juga berlubang cukup dalam.


Pembunuh bayaran tersebut mati begitu saja karena kecepatan serang leluhur kaktus begitu sangat cepat.


“Kematian adalah pilihan terbaik bagi kamu, semoga saja di kehidupan kedua kamu menjadi orang yang lemah lembut," ucap leluhur kaktus. Kemudian setelah membunuh, di pot itu ada akar yang sangat banyak langsung menjalar dan meraih kedua jasad langsung menyerap darah dan dagingnya sehingga hilang tanpa tersisa.


Walaupun di samping toko tersebut dalam pertarungan memiliki suara yang bising, dengan kekuasaan kaktus sepertinya suara itu sangat di isolasi sehingga Long Fai yang sudah mencoba tidur akibat bersin sudah pulas.


Sementara itu, hanya menyisakan lima pembunuh bayaran yang sedang menuju ke toko kelontong milik Long Fai. Sebenarnya kelima pembunuh bayaran tadi, sudah pergi secara bersamaan dengan kedua pembunuh bayaran tersebut, tetapi entah kenapa ada pemandangan ajaib mereka menuju ke toko kelontong, tiba-tiba di sesatkan karena setiap kelima kelompok itu maju ke depan, mereka menemukan bahwa tiba-tiba sudah berada tempat yang sama tadi, itu sudah di sesatkan selama lusinan waktu, sehingga mereka semuanya mesra aneh.


”Ini tidak benar, kita sudah melewati tempat ini, tapi kita tiba-tiba menemukan tempat ini lagi? Apakah ada dinding Array yang di pasang hutan ini?” Satu orang dalam kelima pembunuh bayaran, berkata secara serius.


Menurutnya, ini baru pertama terjadi dan pemasangan Array tersebut sungguh aneh, karena mereka semua tidak bisa mendeteksi keberadaan Array tersebut.


“Kalian akan di sesatkan selama 600 tahun semoga kamu selamat. Jika kalian tidak selamat aku tidak peduli, aku hanya ingin Tuan ku tidur dengan nyaman tanpa ada penganggu hama seperti kalian."


Dalam 600 tahun di sesatkan di hutan mungkin kelima pembunuh bayaran akan frustasi dan tidak di pungkiri jika akan mati di dimensi berbeda.


Tentu saja, walaupun kelima pembunuh bayaran memiliki keahlian yang sudah terasah tidak berguna di hadapan leluhur kuno dari pohon Willow tersebut.


Mungkin saja di alam Dewa, yang bisa memecahkan dan mengembalikan dimensi kesemula dari pembunuh bayaranan itu.


Para mahluk kuno yang telah membereskan pembunuh bayaran kembali seperti semula, dan Lin Wuha juga sudah kembali ke tempat gubug yang disediakan oleh Song Chufeng.


Begitu membuka pintu ada Song Chufeng yang sedang menunggu.


”Gadis, kamu keluar malam hari apakah tidak khawatir jika ada Sekte Teratai Salju yang mencoba menyergap kamu?” kata Song Chufeng dengan mengucak matanya karena ketika dia mencoba melihat keadaan ketiga wanita itu, dia menemukan Lin Wuha tidak berada di kamar sehingga langsung terbangun.


Tepat ketika Song Chufeng ingin membuka pintu dan menanyakan kepada Fang Yuan dan Mu Bai tiba-tiba pintu sudah terbuka terlebih dahulu dan sosok Lin Wuha sudah masuk.


Lin Wuha juga menjelekkan bahwa dia habis kencing dan apa yang di ucapkan Song Chufeng memang benar bahwa Skete Teratai Salju sudah datang untuk menyandra dirinya. Akan tetapi, karena sudah memiliki kekuatan yang cukup membalas pihak Sekte Teratai Salju, Lin Wuha bisa membunuh sekali serang.

__ADS_1


Song Chufeng juga mengangguk dan berkata, “Baik itu mungkin sudah pasti terjadi, lebih baik kamu melanjutkan tidurnya dan aku akan mendekati Fang Yuan dan Mu Bai untuk melapor.”


“Baik Paman," balas Lin Wuha kemudian mencoba membenamkan ke kasur yang empuk untuk melanjutkan tidurnya lagi.


Song Chufeng keluar dari gubuk itu, dan menutup pintu. Kemudian langsung mendekat Fang Yuan dan Mu Bai membicarakan masalah Lin Wuha yang sedang berbincang yang tidak berguna.


Sementara itu, Lin Kun dia tertidur di tempat Ungas sambil memeluk Fenghuang Lin dengan gaya yang canggung.


Bagaimana mungkin Fenghuang Lin yang dalam penjelmaan sebagai burung Unta, ketika sedang tidur pantatnya sungguh dekat dengan wajah Lin Kun yang sedang tertidur lelap.


Jika saja Lin Kun tahu siapa sebenarnya Fenghuang Lin, mungkin saja dia sudah menghirup bau pantatnya. Namun karena dalam penjelmaan burung Unta Lin Kun tidak mengetahui hanya Long Fai yang mengetahuinya.


Lendir yang keluar dari pantat, melumuri wajah Lin Kun namun, Lin Kun tidak menyadari dia tertidur sangat pulas seperti mayid.


Dalam tidur, Lin Kun tiba-tiba sedang bertemu dengan wanita yang sangat cantik, yang memiliki sepasang sayap warna-warni di bahu, dan wanita itu juga menatap ke arah Lin Kun dengan tatapan luar biasa.


Di dalam mimpi tersebut, seperti Lin Kun sudah mengejar-ngejar wanita itu cukup lama, sehingga dari awal pernyataan cinta di tolak sampai sekarang dia akhirnya mendapatkan cinta itu dengan tulus.


“Aku sungguh mencintai, Fenghuang Lin jika kamu menjadi wanita aku, Lihat lah gunung, lautan dan langit bumi, seberapa luas alam semesta itu sama dengan sebesar rasa sayang ku padamu!” ucap Lin Kun yang sedang memegang tangan yang putih dan selembut batu giok.


Fenghuang Lin berkata, “Jika kamu mencintai ku, apakah kamu tidak akan menyesal setelah siapa sebenarnya aku?”


Fenghuang Lin sekarang sangat malu, dia sepertinya memasuki dunia mimpi yang berkepanjangan, namun yang membuat aneh adalah, dia bertemu dengan Lin Kun di dunia mipi ini.


Dia menolak pernyataan cinta dari Lin Kun, namun dirinya menemukan bahwa Lin Kun sungguh bersikeras sehingga pertahanannya menjadi runtuh dan sekarang dia sepertinya memunculkan benih cinta kepada Lin Kun.


Kemudian dia mendengar Lin Kun membalas seperti ini, “Tidak apa-apa, tidak ada yang di sesali, karena aku sudah mantapkan hatiku untuk memilih mu menjadi kekasih ku.”


“Walaupun ini hanyalah mimpi aku beruntung mendapatkan mu, setelah mimpi berakhir aku memutuskan tidak tertarik dengan wanita lain selain kamu.”


Melihat kesungguhan Lin Kun akhirnya Fenghuang Lin menangis terharu langsung memeluk tubuh Lin Kun dan berkata, “Baik aku akan menjadi wanitamu!"


Fenghuang Lin tidak menyangka bahwa Ratu yang sombong dan dijuluki sebagai wanita tangguh karena tidak ada seseorang pun di masa lalu yang bisa menangkap hatinya, bahwa Fuxi yang sudah ribuan tahun juga tidak berhasil mendapatkan hatinya.


Namun, sekarang dia menemukan pemuda yang di cintai yaitu seseorang pengembala hewan yang bernama Lin Kun.


Kini Lin Kun sungguh sangat bahagia langsung memeluk dan mencium mulut sexy Fenghuang Lin dengan rakus.


Dia menanggalkan bajunya tanpa berlama-lama memainkan kedua gunung agung tersebut sehingga mulut Fenghuang Lin langsung terengah-engah mengeluarkan suara centil yang mengasyikkan.

__ADS_1


__ADS_2