Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Memukul Tiga Wanita


__ADS_3

Bab 216 Memukul Tiga Wanita


“Wanita bodoh ini sungguh keras kepala.” Setelah mengangkat tangannya, Lin Fan langsung meraih tangan Tantan Jingling dan di dorong ke pinggir kanan darinya.


"Bug!"


“Bagai mana mungkin...” Tantan Jingling terheran-heran, dia menatap Lin Fan sangat luar biasa.


“Kamu anak kecil apakah kamu tidak di ajarkan oleh orang tuamu untuk menjadi sopan dan berbudi luhur?” Lin Fan masih telanjang. Tangan kanan sambil menghardik Tantan Jingling, kemudian tangan kiri masih menutupi Tintin yang perkasa.


“Oi berikan baju itu kepaku..!" Lin Fan mengintruksi Tun Ri agar melemparkan baju di atas batu besar.


"Baik!"


Kemudian Tun Ri berkata kepada Yun Che: “Tolong ambilkan baju itu kepada aku..”


“Sial... kamu..” Yun Che cemberut karena Lin Fan yang menyuruh kepada Tun Ri, namun apa yang dia tidak sangka malahan pekerjaan itu, dilempar kepada dirinya.


“Tolong kamu adalah orang yang paling dekat dengan kumpulan baju itu.” Tun Ri berkata sambil memegang hidung.


“Baiklah...” Yun Che meraih tumpukan baju yang di atas batu besar langsung di serahkan kepada Tun Ri dan Lin Fan.


Setelah Lin Fan memakai baju, kemudian memandang Tatan Jingling sambil menggelengkan kepalanya.


“Kamu meremehkan ku...!” Tantan Jingling tidak terima langsung berdiri lagi langsung mengeluarkan seni beladiri dengan nama Awan Melonjak Bumi.


Seketika semua tubuh Tantan Jingling langsung suram seperti ada energi yang ingin meletus. Setelah itu, dia menatap Lin Fan seseolah sudah tak sabar untuk mengeluarkan energi yang mengamuk-ngamuk yang terkandung dalam tubuhnya.


“Kenapa adaik kamu masih ingin di beri pelajaran oleh paman ini.” Lin Fan mengangguk sambil tersenyum ke arah Tatan Jingling.


“Sial.. kenapa kamu memanggilku dengan sebutan anak kecil.. !” Tatan Jingling langsung melompat dan kecepatan itu seperti angin tornado. Seketika setelah sudah dekat di Lin Fan, kaki kanan hendak menendang kepala Lin Fan. Namun, Lin Fan sangat mudah untuk meraih kaki itu dan dia lempar kan ke sungai sehingga basah kuyup.


"Sikat!"


"Byur..!"


Yang Ning mengerutkan keningnya, dia merasakan jejak kekesalan tertentu kepada pengawalnya. Kemudian dia menatap ke pengawal satunya. “Tang Wu.. pergi bantu Jingling..”


“Baik Nona..” Kemudian Yang Wu melompat langsung menyerang Lin Fan. Dia mengeluarkan pedang dari pinggang di bagian belakang.


Langsung di tebaskan kepada Lin Fan.

__ADS_1


"Sring!"


Ada suara dengungan dari getaran pedang itu, namun Lin Fan sangat mudah menangkal tebasan pedang yang dilakukan oleh Tang Wu.


Setelah menangkal pedang Tang Wu, tangan kiri membuat tamparan langsung di arahkan ke perut Tang Wu.


"Bam!"


"Puf!


Tang Wu terpental seperti layang-layang putus langsung mendarat ke sungai yang dalam.


"Byur!"


“Untuk menghadapi anak kecil seperti kalian, tidak perlu mengeluarkan sedikit tenaga.” Lin Fan kemudian memandang ke arah Yang Ning seraya berkata lagi: “Ok sekarang apa yang kamu ingin kan? Apakah kamu bergegas maju untuk menghajarku, ayo adik aku tidak takut..”


“Kamu lancang kepada aku..!” Yang Ning langsung menggunakan garis keturunannya Phoenix api untuk menyelesaikan sekali serangan kepada Lin Fan.


“Garis keturunan Phoenix api!” Lin Fan serius namun tidak takut, dia hanya khawatir baju ini kebakar dan telanjang lagi akhirnya.


Yang Ning setelah melihat keseriusan yang terpampang dari pemuda Lin Fan akhirnya tersenyum penuh kemenangan.


“Hahah apakah kamu takut dengan garis keturunan aku? Ini adalah akibatnya telah mencelakai kedua pengawal aku.” Yang Ning tersenyum mengejek bahkan setelah dia mengaktifkan garis keturunannya tiba-tiba di sekitarnya ada hawa rasa panas yang amat Dahsyat. Tapi bagi Lin Fan dan lainnya, dia tidak merasakan rasa kepanasan.


“Sial.. kamu masih mengajakku..!” Yang Ning menggerakkan giginya karena kesal kepada pemuda yang ada di depannya.


Padahal dia sudah diberi nasehat oleh orang tuanya. Bahwa anda harus berhati-hati kepada penduduk naga Azhure karena kekuatan yang dimiliki penduduk Azhure sangat luar biasa, bahkan anda tidak bisa membayangkan.


Tapi sekali lagi Yang Ning mengabaikan. Bahkan itu dia tidak percaya sama sekali jika penduduk Naga Azhure memiliki kekuatan yang sangat kuat. Jika kuat, kenapa negara Dayan menghilang? Bukankah penduduk naga Azhure dulunya adalah penduduk negara Dayan?


Setelah diejek dia di punggungnya menumbuhkan sayap Phoenix yang berwarna merah penuh api yang berkobar-kobar.


Tangan kanannya mengeluarkan api yang berkobar-kobar seperti pedang. Sontak setelah itu, dia menukik ke arah Lin Fan langsung menyerangnya.


“Sungguh keras kepala..!” Lin Fan langsung menampar pipi yang tidak keras. Tapi, Yang Ning langsung terhempas terjun ke air.


"Swosh!"


"Byur..!"


Setelah menghardik ketiga anak kecil itu Lin Fan menatap penuh ke arah ketiga wanita itu. “Untuk menyelesaikan kamu aku hanya menggunakan satu jari.”

__ADS_1


Kemudian dia mengajak tunri untuk meninggalkan sungai ini untuk kembali ke istana lagi.


“Sial.. Ayo kita serang bersama-sama.” Yang Ning sangat muram.


"Baik!"


"Swoshh!"


Ketiga wanita itu, langsung menyerang ke arah Lin Fan, namun Yun Che tidak tahan akhirnya marah.


"Kamu...sial.. wanita bodoh..!" setelah berteriak dia menghampiri ketiga wanita itu langsung memukul satu persatu.


"Bam!"


"Bug!"


"Ahh!"


Setelah memukul Yun Che melihat bahwa ketiga Wanita itu sudah tak sadarkan diri bahkan ada luka lebam di area bekas pukulannya itu.


“Hei apakah kamu begitu galak berhati-hatilah dengan anak kecil jika tidak dia akan mengadu kepada orang tuanya.” Tun Ri memandang ke arah Yun Che dia berkata sambil bercanda.


“Maaf aku memiliki pantat tipis, sehingga cepat emosi.” Yun Che mengangkat bahu dan tidak berkata lagi.


“Jika kamu menjadi raja, maka kamu tidak memiliki umur panjang. Karena kamu memiliki pantat yang tipis, emosi yang tidak terkendali itu membahayakan bagi kamu.” Lin Fan juga menambahkan kata-katanya dengan bercanda.


“Persetan dengan pantat yang tipis...Jika dia tidak melakukan terlebih dahulu dan bersabar dahulu, aku tidak akan memukulnya..” Yun Che tidak berdaya sama sekali.


“Hahaha tidak apa-apa anak nakal harus diberi pelajaran biar tidak sembrono dan manja.” Lin Fan membalas sambil menganggukkan kepalanya.


“Hahaha mengingat tentang anak yang nakal, aku teringat bahwa kamu pernah dipukul dan dihukum oleh guru kamu pada masa lalu aku yang mengintip tertawa diam-diam.” Tun Ri akhirnya perkata sambil bercanda dia merasa bernostalgia lagi ketika melihat temannya dihukum oleh guru sendiri.


“Ahh sial... Apakah kamu masih mengingatnya dari sekarang hentikan itu aku sangat malu..!” Lin Fan terbatuk dengan canggung.


~


~


~


Di sisi lain Long Fai yang sedang tertidur pulas tiba-tiba mencium bau harum yang sangat menyegarkan kemudian dia sepertinya merasakan ada wanita yang sedang tertidur di sebelah kirinya merasakan keharuman yang sangat wangi akhirnya dia memeluk dengan nyaman.

__ADS_1


“Uhhh Lanlan.. apakah itu kamu..!”


__ADS_2