Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tidak Ada yang Bisa Menghina Raja Kami.


__ADS_3

Bab 405 Tidak Ada Yang Bisa Menghina Raja Kami.


Kemudian penjaga gapura bawakan kedua mata-mata itu untuk berteduh di tempat pohon yang sedikit tinggi.


“Wahai kalian, kami akan pergi terlebih dahulu untuk membawakan air kepadamu untuk melepaskan dahaga.” ucap penjaga Gapura. Kemudian, langsung berjalan cepat untuk pergi ke rumahnya dan mengambil beberapa kendil untuk diberikan kepada kedua mata-mata.


Kedua mata-mata itu, langsung saling memandang kemudian mereka berdua melihat sekelilingnya.


Setelah melihat sekeliling, keduanya berkesimpulan cukup terkejut dengan perubahan wilayah yang dulunya penguasa kerajaan Orc.


Jika dulu pas masih menjadi kerajaan Orc, wilayah ini hanya ditempati berbagai ternak sapi dan beberapa pohon-pohon yang sangat besar untuk berteduh di bagian bawahnya.


Untuk sekarang, setelah berubah menjadi kerajaan Naga Azhure, pemandangannya sudah menjadi berubah hanya ditemukan hamparan tanah yang luas yang sedang ditanami gandum, jagung, dan padi.


Tata letak untuk perkebunan itu sepertinya ada bagian masing-masing sehingga mereka berdua melihatnya menjadi enak dipandang karena tertata rapi.


Apalagi, sepertinya kualitas pertanian di kerajaan ini, yang masih notabennya sangat sepi dan tidak terlalu banyak orang-orang, semua kualitas dari pandangan suasana dan cara-cara menanam tumbuhan sangatlah bagus, kualitasnya juga semakin terjamin.


Rumah-rumah yang tertata rapi dan jalan-jalan setapak yang sangat bagus baru pertama kali mereka berdua melihatnya. Sehingga, mereka berdua sekali lagi saling memandang dan menyimpulkan kerajaan dirinya yang dipimpin oleh Raja Shin Jing, sepertinya tidak becus untuk merawat wilayah yang dia inginkan hanyalah kekuasaan.


Mungkin saja jika Raja Shin Jing datang ke sini dan melihat pemandangan yang begitu memanjakan mata, sudah pasti akan serakah dan secara terang-terangan ingin merebut.


Tentu saja bukan hanya kerajaan Shin Jing, dari kerajaan lain mungkin saja akan berebut wilayah kekuasaan yang pernah ditinggali dari wilayah Orc.

__ADS_1


Mereka berdua saling berpikir sangat keras tanpa disadari, penjaga gapura itu tiba di tempat sampingnya dan menawarkan satu kendil dan 2 gelas terbuat dari bambu dan diserahkan kepadanya.


“Ummm kami mungkin hanya bisa memberikan air saja tapi setidaknya Air ini bisa melepaskan dahaga kalian.” ucap penjaga Gapura.


Penjaga Gapura bukannya memiliki hati yang pelit tapi, ini hanyalah kesimpulan dan memberikan ragu-ragu. Karena dari awal datangnya mereka berdua, sepertinya mereka hanyalah berpura-pura. Mungkin saja mereka adalah mata-mata yang dikirimkan dari kerajaan sebelah untuk melihat situasi dari bekas kerajaan suku Orc ini.


Kemudian mata-mata itu menerima gelas terbuat dari bambu dan mengangguk ke arah penjaga gapura tersebut. kemudian langsung berkata berterima kasih. “Terimakasih atas minumannya maka dari itu, kami akan meminum air ini.”


“Tidak masalah 'kan? Air masih banyak di pegunungan minumlah selagi masih banyak hehehe.” ucap penjaga Gapura sambil tersenyum penuh arti.


Mereka langsung meminum air itu dan merasakan rasa menyegarkan seperti bukan air putih biasa.


Ketika wilayah bekas suku Orc telah menjadi bagian Long Fai, maka hukum langit akan memberkahi wilayah itu walaupun tidak terlalu mengejutkan atau terlalu tiba-tiba.


Setelah meminum satu mata-mata itu berkata kepada penjaga gapura. “Tuan penjaga, aku sepertinya ketika dulu melewati Tanah ini hanyalah hutannya sangat lebat dan ada beberapa lusinan suku Orc. Akan tetapi Kenapa sudah berubah menjadi seperti ini dan menjadi suku manusia bagaimana mereka suku Orc yang telah lama menetap tinggal di sini?”


Penjaga Gapura menggelengkan kepalanya dan menjelaskan kepada mereka berdua, “Suku Orc sudah musnah Belum lama ini karena di pantai oleh Salah satu raja iblis yang ingin menguasai wilayah Orc. Akan tetapi, untuk berniat membasmi semua suku Orc, sepertinya mengalami kegagalan karena ada beberapa sisa suku Orc yang selamat dan melarikan diri lewat portal sehingga takdir itu menuntun mereka menemui penguasa terbaru dari wilayah ini yaitu Tuan Long Fai.”


“Kelima suku Orc telah dibantu dan dipulihkan cedera tubuhnya oleh Tuan Long Fai, sekarang mereka sudah menjadi bawahannya dan tersebar berbagai wilayah di kerajaan yang sekarang ini.”


Kedua mata-mata itu, mendengarkan dengan seksama. Tanpa disadari oleh penjaga gapura, di leher para mata-mata itu ada kalung yang berkedip-kedip dan bercahaya karena sedang menangkap informasi yang diucapkan dari penjaga gapura tersebut.


Ketika kalung itu berkedip-kedip langsung mentransferkan informasi ke pada mata-mata yang masih di luar kerajaan naga Azhure.

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk secara khidmat, mereka di dalam hatinya juga menghina kepada penjaga gapura bawah informasi ini sungguh sangatlah berharga dan kamu sungguh sangat bodoh dibodohi oleh kami.


Mata-mata itu berkata kepada penjaga gapura dengan ingin tahu: “Long Fai, dia adalah raja sekarang yang memerintahkan wilayah ini?”


“Benar, dia adalah Tuan Long Fai.” Penjaga gapura menjawab.


“Apakah kamu sudah pernah melihat bagaimana rupa wajah dari raja yang sekarang?” Mata-mata itu, mengajukan perkataannya lagi kepada penjaga gapura.


“Aku tidak tahu, namun dari informasi Tuan Orc, Tuan Long Fai memiliki kekuatan yang sangat kuat dan memiliki wajah yang sangat tampan.”


Kata-kata tampan yang didengar dari penjaga gapura akhirnya menggelitik ke telinga kedua mata-mata itu. Dia ingin tertawa lepas karena mendengar raja yang menempati wilayah ini memiliki ketampanan yang sangat luar biasa dan kuat. Omong kosong apa yang digunakan dan dilakukan oleh pemimpin Raja wilayah ini sehingga bisa menghasut semua penduduk di sini yang notabene adalah manusia biasa dan rendahkan mantan budak.


“Hmmm kamu tidak mengetahui tapi apa yang dikatakan dari Orc, bahwa Raja kamu memiliki wajah yang sangat tampan.” Mata-mata itu, tersenyum sepertinya sudah tidak tahan untuk tertawa terbahak-bahak.


Penjaga Gapura langsung menyipit tajam ke arah mereka berdua dan berkata, ” Aku tidak tahu bagaimana rupa wajah raja yang sekarang tapi dia adalah pemimpin wilayah ini dan kita yang sebagai penduduk harus menaati dan menjaga Raja wilayah ini.”


“Bagaimanpun, dia adalah salah satu Raja yang bijaksana mau membantu kepada orang miskin dan para budak, walaupun jika aku melihat secara langsung tidak tampan, tapi hati yang welas asih akan tercermin dari semuanya yang dia lakukan.”


“Jika Raja lain selain Long Fai walaupun memiliki tampan wajahnya, tapi hatinya sangatlah mengerikan! Hanya mementingkan kekuatan, kekuasaan, dan wanita, Raja lain tidak memperdulikan bagaimana orang yang memiliki ketakutan dalam hidupnya akibat ditindas kepada orang yang lebih atas kekuatannya.”


“Tetapi, Raja kami berbeda dia adalah raja yang paling baik. Sekarang jika Raja kami memerintahkan penjaga ini untuk mengkentuti wajah Raja jahat kami sangatlah bersedia tanpa berpikir panjang.”


Kedua mata-mata itu, merasa bahwa Raja sendiri dihina akhirnya langsung menatap tajam ada sedikit jejak membunuh. Kamu hanyalah makhluk rendahkan bagaimanapun Jika kamu ditolong oleh raja yang bijaksana kamu masih makhluk rendahan. Makhluk jika diolah masih menjadi makhluk rendahan.

__ADS_1


Kedua mata-mata itu yang sedang menyamar, tanpa sadar kedua tangannya mengepal erar ingin sekali membunuh penjaga gapura tersebut.


__ADS_2