Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kamu Menjual Aku Membeli


__ADS_3

Bab 355 Kamu Menjual Aku Membeli


Dua suku Fenghuang terpana akibat tinju yang sangat mengamuk langsung dihindari begitu mudah oleh Lin Kun.


Fenghuang Yuki mendengus: “Humpp! Rupanya kamu memiliki jurus yang sangat bagus sehingga serangan yang kita lakukan dihindari.”


“Ayo! Kita serang lagi!”


”Baik!”


Fenghuang Qing dan Fenghuang Yuxi sekali lagi bergegas untuk menyerang Lin Kun secara bersamaan.


“Hei, rekan tois kenapa kalian menyerang ku? Aku minta maaf jika aku sembrono, tapi kanapa kalian masih menembak ku?” Lin Kun tidak bisa menahan bingung dengan kedua orang aneh itu.


“Diam kau! Sampah seperti mu tidak layak menyentuh kami yang suku Agung!" Fenghuang Qing sama sekali tidak bisa di ajak kompromi.


Fenghuang Qing yang pertama menyerang Lin Kun terlebih dahulu, dengan kedua tangan seperti ada hologram cahaya warna-warni yang berbentuk sayap langsung diarahkan ke Lin Kun.


‘Ini tidak baik, kedua orang itu sungguh seperti preman, dan aku tidak harus seperti ini terus,’ batin Lin Kun kemudian secara ajaib tiba-tiba mengingat Ayam Jago yang sedang mencakar wajah dirinya, sehingga tanpa sadar Lin Kun menirukan gaya cakar Ayam Jago tersebut.


Kedua tangan Lin Kun mempraktekkan cakar kaki Ayam Jago langsung menebas tangan Fenghuang Qing.


"Sikat!"


"Sring!"


"Ahhh!"


“Brengsek! Kamu lancang berani melukai ku!" Fenghuang Qing mundur lima langkah dengan bermartabat, dia tidak mengira bahwa serangan yang dilakukan orang di depannya sungguh aneh dan tidak masuk akal.


Fenghuang Qing melihat pergelangan tangannya berdarah akibat dicakar tangan Lin Kun.


“Kita seperti tidak mudah untuk melawan orang ini, ayo! Kita serang bersama-sama," Fenghuang Qing serius lalu memerintahkan Fenghuang Yuki untuk maju bersama.


Fenghuang Qing maju lagi, sementara itu Fenghuang Yuki mengamati secara cermat untuk menyerang secara diam-diam.


"Swosh!"


"Bam!"

__ADS_1


"Bam!"


kedua tangan Fenghuang Qing mengeluarkan sinar laser langsung membombardir tubuh Lin Kun, tapi seketika Lin Kun melompat sangat cepat dan sudah di hadapan Fenghuang Qing, ditangan kanan Lin Kun seperti Patukan ular langsung mengenai perut Fenghuang Qing.


"Sikat!"


"Engah!”


"Bajingan! uhuk! Uhuk!”


Fenghuang Qing berdarah perutnya akibat di tusuk menggunakan tangan Lin Kun, tapi Lin Kun juga terkena serangan sembunyi-sembunyi yang dilakukan oleh Fenghuang Yuki.


"Sring!"


Pedang itu memancarkan cahaya warna-warni bahkan sepertinya Lin Kun mendengar ada suara pekikan burung dari pedang tersebut.


Punggung Lin Kun terkena tebasan dari pedang Fenghuang Yuki seketika meluncur sejauh 60 meter.


"Swosh!"


"Bug!"


"Bug!"


Sementara itu, Fenghuang Yuki terpana karena pedang itu setelah digunakan untuk menyerang punggung Lin Kun, tiba-tiba ada dia melihat bahwa pedang itu banyak yang retak walau kecil-kecil.


“Brengsek! Bagai mana ada punggung yang sangat kuat, bahkan pedangku seperti ada goresan akibat menyerang punggung orang tersebut.” Fenghuang Yuxi bersungut.


Fenghuang Qing mendekati ke arahnya kemudian berkata, “Ini sungguh tidak bisa dipercaya, kita adalah suku generasi ketiga bagaiman di jaman sekarang masih ada manusa yang sangat kuat seperti orang itu.”


“Aku tidak tahu, mungkin kita terlalu lama hibernasi sehingga ketinggalan informasi di dunia luar,” kata Fenghuang Yuki menggelengkan kepalanya dan mencoba melanjut perkataan lagi. “Kita harus serius dan tidak lengah ingat sepertinya orang itu akan membuat serangan lagi."


“Benar, kita harus serius orang itu sungguh aneh, walau memiliki kekuatan yang tergolong sampah, tapi itulah kenyataannya kita sama sekali tidak berdaya,” balas Fenghuang Qing.


Di hutan tepat dimana Lin Kun terhempas sangat jauh, dia menemukan bahwa dia bisa meniru gaya perilaku hewan monster yang dimiliki oleh Long Fai.


Ketika menggunakan cangkang kura-kura dia Lin Kun merasakan punggunya keras seperti kura-kura itu sendiri.


“Hahah ini sungguh hebat! Terimakasih Tuan Long atas kekuatan yang kamu berikan kepadaku, sekarang aku bisa memiliki modal untuk disisi Tuan!” Lin Kun tertawa terbahak-bahak, setelah itu dia langsung melompat untuk menghadapi kedua orang itu.

__ADS_1


Lin Kun menggunakan teknik kura-kura untuk mengeraskan semua lapisan kulit agar tidak mempan dari serangan dari ke semua arah.


Hanya membutuhkan beberapa saat, akhirnya Lin Kun sudah tiba dihadapan mereka berdua sekitar sepuluh meter.


“Kalian bukakan kah aku sudah mengatakan meminta maaf kepada kalian berdua tapi kenapa kalian begitu sangat galak! Jika kamu melakukan seperti itu kepadaku maka aku juga akan seperti itu!” Lin Kun berteriak di udara langsung menukik ke bawah untuk menyerang mereka berdua.


Kepalan tinju yang sudah mengeras langsung diarahkan ke pada mereka berdua.


"Bam!"


"Bam!"


Tinju itu, ketika membuat tulang-tulang langsung patah Bahkan mereka berdua langsung menjerit putus asa.


"Ahh sial! Ini sungguh sangat berbahaya kita bukan tandingannya ayo! Kita mencari bantuan!”


Mereka berdua langsung terbang ke atas langit untuk melarikan diri dan dia juga langsung pergi melalui retakan ruang.


“Huh! Dimana sifat arogan yang kamu keluarkan tadi, setelah merasa kehidupan terancam kamu melarikan diri itu tidak bisa terjadi, Aku adalah mantan preman dan tidak mudah dipusingkan!” Seketika Lin Kun langsung menendang di udara dengan gaya memutar seketika dari tendangan itu, keluar api burung Vermilion yang sangat panas dan terik.


Fenghuang Qing sudah memasuki peletakan ruang tapi, Fenghuang Yuki masih tertinggal sekitar lima langkah dari kepergian Fenghuang Qing sehingga akibat itu, dia terbakar hidup-hidup oleh api dari tendangan Lin Kun.


Sementara itu, Fenghuang Qing terkena amukan apit sehingga semua baju terbakar dan sayap yang satunya bulunya hilang akibat terbakar Hanya menyisakan sebagian saja.


“Ahhh! Siapa sebenarnya dia! Tidak mungkin bagai mana ada manusia yang begitu mengerikan!” Fenghuang Qing melihat salah satu rekan tewas terbakar hidup-hidup menjadi abu langsung berkeringat deras.


Bukan hanya itu saja, dia melihat sayap sendiri di bagian kiri sudah hilang bulu-bulunya sehingga langsung menggertakan giginya dengan penuh amarah.


“Kebencian ini, akan aku tersimpan sebelum aku mati kamu harus tahu akibatnya karena telah memprovokasi suku yang tidak boleh diprovokasi.” Dengan tertatih-tatih dia melewati retakan ruang dan sudah tiba di istana Fenghuang, dia secepatnya harus melaporkan kepada Ratu untuk meminta tindakan, sayangnya setelah melapor dari pelayan mengatakan bahwa sang Ratu sedang pergi di dunia luar.


~


~


~


#Daratan Naga.


Fenghuang Lin sudah muncul di daratan Naga, dia hanya mengharapkan keningnya karena sudah berabad-abad tahun lamanya daratan agak ini sungguh sedikit berbeda daripada masa lalu.

__ADS_1


Sekarang sepertinya banyak perubahan yang signifikan dari benua Naga.


“Sudah sangat lama aku tidak tahu perubahan apa yang ada di wilayah ini,” kata Fenghuang Lin sambil menganggukkan kepalanya.


__ADS_2