Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kembali


__ADS_3

Bab 474 Kembali


Yan Qinchen seketika langsung mengolesi air kehidupan agar Ayahnya bisa memulihkan vitalitasnya. Cukup menakutkan juga terkena sambaran petir dua kali.


Anehnya, dirinya yang sedang berdekatan dengan Yan Dongliu tidak terkena petir itu, melainkan ayah sendiri yang terkena. Memikirkan itu, Yan Qinchen sungguh ketakutan hingga ingin kencing di tempat.


Sambaran petir kedua cukup membuat ayahnya mengalami luka yang serius dari pada sambaran pertama.


Alhasil regenerasi kulit Yan Dongliu akibat terbakar, mengalami dua kali lipat lambat dari yang pertama.


Tetapi, itu juga masih tergolong cepat. Beberapa saat kemudian Yan Dongliu sudah membuka matanya lagi. Dia tersadar dan mencoba bangkit untuk memarahi petir sialan. Sayangnya pada saat itu, Yan Qinchen langsung menghentikannya.


“Ayah! Apakah ayah gila! Kamu ingin memarahi petir tersebut, apakah ayah tidak takut petir akan menyambar lagi? Ayah air kehidupan sudah habis, jika ayah memarahi petir dan tersambar, aku tidak bisa menyembuhkan luka yang serius,” kata Yan Qinchen sungguh sangat serius tatapannya.


Seketika Yan Dongliu langsung diam dan amarah yang meletup dihatinya sudah hilang. Yan Dongliu mengangguk dan mencoba duduk lagi.


Memegang dagu, akhirnya Yan Dongliu berkata: “Kamu benar nak, hidup lebih penting dari apapun, tetapi kenapa petir itu menyambar ketubuhku? Dan ini dua kali,” ucap Yan Dongliu sambil menggertakan giginya karena marah.


Ada niatan untuk memarahi petir, tiba-tiba langit gemuruh dan Yan Dongliu dan anaknya langsung diam tanpa suara takut saja gemuruh langit itu karena Yan Dongliu ingin mengutuk petir.


Tetapi, ketika amarah tidak tersulut tiba-tiba petir dan langit yang gemuruh menghilang seseolah tidak terjadi sesuatu.


“Ini? Kenapa bisa seperti ini? Apakah petir itu memihak Raja Long? Ahhh kenapa semuanya memihak raja Long ahhh!” Yan Dongliu kembali marah dan berdiri dia mencoba menendang apa yang dilihat sehingga kamar yang awalnya megah sudah menjadi berantakan.


“Ayah cukup, tahan amarahmu, tidak ada gunanya marah, karena tidak bisa merubah apapun.” Yan Qinchen langsunge mendekat ke ayahnya.


Bahkan para pelayan mendengar kegaduhan Raja Yan Agung di kamarnya, langsung merinding. Mereka semua baru pertama kali melihat raja mengamuk dan sangat ganas.

__ADS_1


“Raja seperti orang gila hanya karena wanita. Padahal sudah ada lusinan wanita yang sudah menjilat pahanya, apakah raja ini sungguh serakah?"


“Aku tidak tahu, aku juga laki-laki. Jika mencari wanita yang sempurna tidak ada habisnya. jika sekarang ada yang cantik, percayalah di masa depan ada yang lebih cantik lagi yang lahir.”


“Wanita dan cantik itu seseolah obat yang sangat adiktif,”


Semua pelayan saling berbisik agar tidak terdengar oleh selir dan raja. Meskipun Raja bebas memilih wanita sebanyak-banyaknya tetapi Raja Yan Agung sudah melebihi kapasitas.


Bahan para pelayan laki-laki sungguh bingung untuk melakukan hubungan intim bersama lusinan selirnya, apakah sang raja Tintin itu tidak lemas.


"Bom!"


"Ahh sial kita pergi! Raja kita sedang mengamuk!”


Beberapa pelayan mengira bahwa ledakan itu yang dahsyat keluar dari kamar raja, adalah amukan dari Yan Dongliu. Sebenarnya ledakan itu adalah petir kesengsaraan ketiga kalinya menyambar Yan Dongliu hingga mengalaminya luka-luka yang lebih serius.


Sekarang Long Fai beserta pelayan dan muridnya, sudah menuju kembali. Dia menghampiri kuda yang sedang di parkir di tempat yang sudah disediain.


Long Fai setelah menghampiri kuda miliknya tiba-tiba menemukan ada beberapa percikan darah yang bersimbah di tanah.


“Hmmm apakah ada yang berniat untuk mencuri kuda-kuda ku?”


Long Fai melihat ke sekelilingnya dan menemukan tidak ada lagi beberapa kelompok yang Ingin mencuri kuda miliknya karena itu adalah hal yang sangat mustahil.


“Hei lihat ada kucing yang sangat lucu,” seru Bibi Dong tiba-tiba matanya tertuju ke arah kucing yang sangat cantik yang sedang tertidur di atas kepala kuda. Dia sungguh memiliki bulu yang sangat halus dan lembut bahkan di lehernya ada kalung yang berlogo Naga Emas.


Tangan yang halus dari Bibi Dong, hendak ingin memegang kucing orang itu yang memiliki bulu yang sangat halus. Tetapi, tiba-tiba kucing itu membuka matanya dan melambaikan tangan kecilnya. Walaupun tangan itu tidak menyentuh Bibi Dong, tiba-tiba pergelangan tangannya mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Ahhh!"


Bibi Dong langsung meringis kesakitan. Pasalnya walaupun serangan ringan dari kucing orange itu melukai beberapa kulit tidak terlalu dalam, tetapi di kucing itu bisa menyerang jiwanya sehingga merasakan tidak nyaman.


Long Fai langsung cemberut dan mengambil kucing orange itu dan ditaruh di atas bahu bagian kiri.


“Kucing, kamu jangan sembrono dia adalah tamu cepat minta maaf!” pinta Long Fai sehingga kucing orang itu langsung meloncat dan menjilat luka dari Bibi Dong. Alhasil luka yang menetaskan darah dan jiwanya merasakan rasa dan nyaman setelah dijilat oleh lidah kucing tiba-tiba langsung sembuh.


Sungguh luar biasa!


Mungkin Bibi Dong akan mengatakan seperti itu setelah melihat keajaiban dari kucing oren.


Hanya kata-kata yang sederhana bisa menundukkan kucing yang sangat nakal itu. Apalagi sepertinya dari tatapan kucing itu sungguh sangat menyembah kepada Long Fai.


Akhirnya Bibi Dong ingin tahu lebih dalam lagi bagaimana Long Fai memiliki dominasi seperti itu tak terlepas dari wanita dan para bawahannya memiliki kekuatan sangat mencengangkan. Sekarang ada satu lagi hewan peliharaannya yang memiliki tampilan biasa juga memiliki kekuatan yang sangat mencengangkan.


Long Fai memanggil Fu Xiao Lin. “Paman Fu ayo kita pergi dari sini kebetulan acara pertempuran sudah selesai!”


Fu Xiao Lin yang awalnya sedang tertidur sangat lelap hanya mendengarkan suara yang begitu semilir dari Long Fai langsung beranjak bangun dan keluar dari gerbong yang sangat mewah itu.


”Ahhh Tuan akhirnya sudah selesai mari kita pergi dari sini,” ucap Fu Xiao Lin sambil menghiraukan bahwa di seluruh bibirnya ada air liur yang sudah mengering.


“Hmmm tetapi kamu paman, harus mencuci muka karena di wajahmu banyak air liur yang sudah mengering hehehe,” kata Long Fai canggung. Dia sungguh tidak tahan untuk bertemu Murong Ruyue setelah sudah tiba di kerajaannya. Mungkin saja perut yang sudah membuncit tambah membesar akibat janin yang dikandung mulai tumbuh besar.


Kini Fu Xiao Lin langsung mengeluarkan auranya untuk membuat air dari kekosongan dan langsung dibasuhkan ke seluruh wajahnya.


“Hehehe maaf tuan aku sungguh sangat lelah setelah mempelajari berbagai jurus percintaan,” ucap Fu Xiao Lin dengan jujur. Bahkan, sekarang dirinya sungguh tidak sabar untuk kembali lebih cepat agar bisa memperagakan berbagai teknik-teknik gaya percintaan kepada istrinya yang baru dipinang belum lama ini.

__ADS_1


__ADS_2