
Bab 391 Satu Bulan Kemudian.
Di istana yang sangat megah, ada satu wanita yang sangat cantik yang sedang duduk di dalam kamar dalam perenungan yang sangat tinggi.
Wanita itu, walaupun memiliki wajah yang sangat cantik dan anggun. Bahkan, kulit itu sendiri, seperti susu dan sehalus batu giok. Nyatanya dia memiliki raut yang tidak baik-baik saja.
Dalam raut itu, wanita cantik sungguh sangat gelisah ketika dia melihat perut yang semakin membesar. Ini membuktikan bahwa dirinya, hamil.
“Bagai mana ini! Jika Wang Roulan tahu, mungkin akan murka!” Murong Ruyue sungguh panik, dia tidak tahu harus berbuat apa-apa. jika Wang Roulan kembali ke istana es Phoenix.
Meskipun panik, setiap tangan kanan mengusap-usap perutnya ada jejak senyum yang bahagia yang terpampang jelas dan itu dibarengi dengan wajah panik.
Setelah menjalin hubungan intim dengan Long Fai, seminggu kemudian sepertinya nafsu makan bertambah dan dia juga kadang-kadang pergi ke hutan untuk memakan buah-buahan.
Murong Ruyue tahu bahwa sekarang sedang mengandung hanya saja belum siap untuk mengatakan terus terang bahwa dirinya telah diperkosa oleh Long Fai.
Murong Ruyue memejamkan matanya sebentar. Kemudian melihat buah belimbing wuluh yang sangat banyak langsung menyantap dengan perasaan yang enak.
“Sungguh asam, tapi aku menyukainya,” kata Murong Ruyue sambil memejamkan matanya karena rasa yang sangat asam.
Bukan hanya itu saja Murong Ruyue membuka buku melatih otot jika hamil yang diberikan oleh Long Fai untuk di gunakan dimasa kehamilan.
Untuk mengencangkan otot dan ada pemandangan aneh. Ketika Murong Ruyue melatih otot menggunakan buku yang diberikan oleh Long Fai, seperti semua tubuh mendidih seperti ada kekuatan misterius yang memasauki ke dalam tubuhnya.
Semakin lama berlatih buku tersebut, semakin kuat juga kekuatan yang memasuki kedalam tubuhnya.
Bahkan Murong Ruyue sungguh sangat khawatir jika dia bersin dengan sekuat tenaga tanpa di kendali akan menghancurkan istananya.
Setelah menghabiskan kedondong wuluh satu ranjang kecil, akhirnya Murong Ruyue mencoba keluar wilayah Phoenix Es miliknya untuk mencari beberapa buah lagi.
Hanya menggunakan pikiran saja, retakan ruang muncul dan ini adalah temuan yang terhebat dari Murong Ruyue. Jika dulu hanya melambaikan tangannya, sekarang hanya menggunakan pikiran retakan ruang muncul.
__ADS_1
Murong Ruyue percaya ini adalah efek setelah mempelajari buku pelatihan otot milik Long Fai.
Retakan ruang terbuka, Murong Ruyue memasuki ke dalam retakan tersebut, langsung sudah tiba di tempat dimana hutan-hutan yang sangat tinggi, dan banyak buah-buahan yang tentu saja akan nikmat jika dimakan.
Murong Ruyue melompat terbang dan sekarang, dia pergi ke dunia yang tidak di kenal.
“Dunia ini sungguh sedikit menarik, banyak suku Monter yang menduduki tempat ini.” Murong Ruyue tersenyum dan dia tidak menyadari bahwa dunia ini adalah dunia dimana Long Fai berada.
Akan tetapi, dia datang ke dunia Naga bukan untuk mencari Long Fai, melainkan hanya mencari buah-buahan dan berjalan-jalan secara ringan.
Sekarang, Murong Ruyue sudah tiba di hutan dan mengambil buah-buahan seperti pisang dan lainya. Sekiranya sudah cukup, Murong Ruyue mencari tempat keramaian hanya ingin bersenang-senang.
“Kata Long Fai, untuk menyehatkan badan dan janin yang di dalam perut, diharuskan memiliki pikiran jernih tanpa ada kedengkian, maka dari itu aku harus bersenang-senang lupakan sebentar istana Phoenix Es, mari mencoba mencicipi masakan yang enak!“ seru Murong Ruyue langsung berjalan ke depan untuk mencari tempat yang menurutnya bisa melepaskan penat.
"Swosh!"
Murong Ruyue terbang sangat tinggi, kebetulan dia berada di wilayah Naga Emas langsung melesat terbang seperti jet tempur.
Murong Ruyue sampai di ketamakan kerajaan Naga Emas dan dia mendapati bahwa area keramaian yang telah dilihat kebanyakan suku Naga.
Hanya beberapa manusia yang berlulu lalang dan itu hanyalah manusia biasa yang memiliki kelas rendah seperti tukang sapu jalan dan beberapa pengemis.
“Kesenjangan yang sangat luar biasa, di sini bukan manusia yang mendominasi, tapi suku lain,” ucap Murong Ruyue kemudian dia merubah baju yang sangat bagus menjadi baju yang bias.
Murong Ruyue meliwati keramian dan melewati satu pemuda yang sedang menyapu dengan tenang. Ketika Murong Ruyue saing bertatapan dengan pemuda yang sedang menyapu hanya mengangguk dan tersenyum sedikit.
Setelah itu, dia pergi begitu saja tanpa melihat bahwa pemuda tukang sapu tersebut tersenyum tipis.
“Sungguh wanita yang cantik, dan sangat anggun. Dibandingkan Fenghuang Lin perilakunya berbeda jauh,” guman Fuxi sambil menatap terus kepergian Murong Ruyue.
Dia juga tahu bahwa Murong Ruyue sepertinya sedang mengandung janin yang masih berumur satu bulan.
__ADS_1
Fuxi tidak peduli, sekarang memiliki kekuatan yang kuat bahkan kemungkinan abadi, sehingga Fuxi sekarang tidak takut dengan siapa pun.
“Mari mengikutinya apa yang sedang wanita itu lakukan.” Fuxi berjalan pelan sambil mengikuti Murong Ruyue yang menuju ke tampat kedai makanan.
Begitu Murong Ruyue masuk kedalam kedai makanan, seketika banyak yang sinis. Sepertinya para pelayan tersebut tidak suka dengan tamu pelanggan suku manusia, namun Murong Ruyue tidak peduli langsung duduk dan mencoba memanggil pelayan.
“Hallo aku ingin memasan makanan?” Murong Ruyue mengangkat tangan kanannya langsung mencoba memanggil pelayan tersebut.
Pelayan mendekati Murong Ruyue dan memberikan berbagai menu macam yang menurutnya enak.
Akhirnya, Murong Ruyue memesan hidangan yang termahal yaitu, Kepala Babi berumur 100 tahun. Bukan hanya itu saja, Murong Ruyue langsung membayar kepada pelayan tersebut sehingga pelayan itu yang melihat jumlah uang di sampingnya terbelalak.
Akhirnya pelayan tersebut langsung mengambil uang itu dengan antusias.
Murong Ruyue hanya mencibir didalam hatinya, walaupun di dunia ini adalah kekuatan segalanya tapi tidak benar-benar kekuatan yang menjadi segalanya melainkan uang lah segalanya.
Kamudian setelah langsung membayar, Murong Ruyue menunggu hidangan tersebut di sajikan dengan mengambil buah-buahan yang telah dipetik dan disimpan di cincin penyimpanan, sehingga tanpa disadari ada seseorang pemuda yang tadi berpapasan mendekati ke arah Murong Ruyue.
Otomatis dia langsung mengerutkan keningnya.
Hanya mengerutkan keningnya sebentar langsung melanjutkan lagi memakan buah-buahan dengan nikmat.
Fuxi karena memiliki sifat tidak tahu malu langsung berkata: “Halo kita bertemu lagi,”
Murong Ruyue pura-pura lupa dan menjawab, “Kamu siapa? Apakah kita saling bertemu?”
Fuxi sungguh sangat percaya diri langsung berkata untuk memperkenalkan diri.
“Halo perkenalkan namaku adalah Fuxi yang telah berpapasan ketika aku sedang bekerja menjadi tukang sapu.”
“Oh itu kamu,” ucap Murong Ruyue sambil berpura-pura terkejut.
__ADS_1