
Bab 158 Tak-tik Umur Panjang
Tidak sampai satu menit Ta Kong sudah membunuh lusinan keluarga Yan. Dia tidak menyangka bahwa keluarga Yan tidak berani melawan Long Fai, namun dia berbelok untuk melawan orang terpenting bagi Ta Kong untuk di lampiaskan.
Darah yang terciprat ke pakaian sendiri anehnya tidak membasahi. Itu seperti mantel hujan ketika hujan tidak basah. Bahkan Ta Kong sendiri sungguh luar biasa.
Lusinan mayat, sudah tergeletak memenuhi rumah Ta Kong.
“Kita harus membuang ini terlebih dahulu. Sungguh merusak pemandangan di rumah kita.” Ta Kong mengangguk kepada Hua Qin.
“Baik suami.” Hua Qin mengangguk dan melempar kan semua mayat keluar dan dia buang ke hutan.
“Meier, tunggu di sini. Ibu akan membuang mayat jahat ke hutan agar di makan monster buas.” Hua Qin berpamitan kepada Ta Mei.
“Baik ibu..” Ta Mei mengangguk. Dia merasakan energi yang melonjak terus menerus yang sangat kuat yang sedang memperbaiki tubuh yang sedang penyakitan. Bahkan dia merasa bahwa tubunya sudah sehat tanpa bebebas sakit sakitan.
“Kekuatan apa ini? Sungguh dahsyat.. dan tubuh aku sudah tidak merasakan rasa sakit akibat racun yang di dalam tubuh aku?” Ta Mei bergumam terus menerus kepada diri sendiri.
Adapun kenapa dia sakit sakitan adalah akibat ulah dari keluarga Yan yang memberikan racun keabadian untuk di tenggak dengan paksa.
Karena dia di paksa untuk di perkosa oleh Yan Kai. Karena kemauan sangat ulet, akhirnya Yan Kai marah dan mencoba memasukkan obat racun keabadian untuk di minum secara paksa.
Karena meminum racun ke abadian bahkan jika itu sendiri memiliki basic kultivasi tidak ada gunanya. Sehingga pada waktu itu, dia sangat putus asa.
Namun sekarang setelah meminum air teh rasa lemon entah kenapa, semua racun pecah dan ada energi yang meluap-luap dari tubuhnya. Jenis energi itu, sungguh murni dan sangat membuat nyaman.
kemudian dia mencoba menggunakan Indra spritual untuk mengecek di dalam tubuhnya. Ketika dia sedang mengecek, dia sangat terkejut karena di dalam tubuh seperti ada air yang dia minum, sedang berputar-putar seperti sedang memurnikan seluruh tubuhnya.
“Benda apa ini?” Ta Mei ingin tahu dan dia mencoba mengintip lebih dalam lagi. Ketika Indra spritual menyentuh benda itu, tiba-tiba ada ledakan gelombang yang menakutkan yang keluar dari benda itu.
"Ledakan..!"
Gelombang itu mengenai benak dan Indra spritual Ta Mei sehingga langsung hancur dan Ta Mei kembali langsung membuka matanya.
“Ini tidak mungkin.. ” Ta Mei sangat ngeri bahkan dia pucat tubuhnya. Namun kepucatan wajah dia tidak ada jejak putus asa, melainkan kegembiraan extasi yang amat luar biasa.
Dirinya ingat ketika gelombang yang di keluarkan benda bulat yang berwarna emas seperti kelereng. Ketika gelombang itu mengenai pikiran Ta Mei hanya ada informasi empat kata yang menentang surga yaitu, Tak-tik umur panjang!
__ADS_1
Hanya informasi seperti itu, dia tidak mengerti berapa spesifikasinya, namun umur panjang adalah dambaan bagi setiap kultivator.
Kemudian dia menyadari, pantas saja racun yang berada di tubuhnya sudah hilang di bersihkan oleh benda yang berada di dalam tubuhnya.
“Ayah ngomong-ngomong air itu berasal dari mana? Ini sungguh hebat!” Ta Mei sungguh takjub dia tidak bisa berkata apa-apa hanya menyimpulkan air teh rasa lemon hanyalah minuman peri! Kemudian dia mencari kendil minuman yang baru saja dia minum. Siapa tahu masih ada satu tetes terakhir.
Namun, dia bingung karena dia tidak menemukan kendil itu.
Ta Mei bergumam: “Ehh apakah kendil itu hilang?”
Dia mencari kendil itu sekitar dua menit sampai dia masih berjuang, siapa tahu mungkin sajak kendil itu menggelinding ke tempat lain. Namun anehnya dia sama sekali tidak menemukan kendil itu,
Empat menit berselang kemudian akhirnya Ta Kong dan Hua Qin kembali pulang. Pada saat ini, Hua Qin mengerutkan keningnya karena dia melihat anaknya sedang mencari sesuatu.
“Nak apa yang sedang kamu cari?” Seru Hua Qin.
Ta Mei kaget, langsung membalas buru-buru: “Ahh ibu...aku hanya mencari kendil yang kita minum tadi, aku mencarinya tidak menemukan?”
“Ahhh!” Hua Qin kaget akhirnya dia berkata. “Nak ini, jika kamu tidak percaya tidak apa-apa. Tapi jika kamu mencari kendil itu, mungkin sudah hilang karena kendil itu, tiba-tiba secara ajaib memasuki ke dalam tubuh ibu.”
......................
#Wilayah Kerajaan Wudang.
Qin Luo saat ini, sudah memenggal dua kepala orang dengan berpakaian gelap menggunakan celurit untuk mencari rumput.
Dia juga tidak lupa untuk merampok cincin penyimpanan ketiga pembunuhan itu, namun setelah mengecek harta yang terkandung dalam cincin penyimpanan, Qin Luo menyemburkan darah dari mulutnya.
“Brengsek.. dasar miskin gila...!” Mulut Qin Luo berkedut.
Dia memasukan cincin penyimpanan kedalam penyimpanan sendiri untuk di kumpulkan. Dia juga setelah membunuh masih berkeliaran karena sedikit curiga apakah masih ada pengintai yang.
Qin Luo sedang dalam mode waspada.
Dua detik berlalu ada bilah pedang yang mencoba menebas leher dirinya dari belakang. Namun, dengan sigap Qin Luo langsung menurunkan kepalanya, sehingga tebasan itu mengenai angin.
"Sikat..!"
__ADS_1
Dari selulet, dia melihat sekilas ada pembunuhan berpakaian gelap yang tiba-tiba hilang menjadi asap setelah gagal menebas kepalanya.
Namun sosok itu langsung lenyap berubah menjadi asap.
“Hmm kamu sungguh pengecut hanya bisa menyelinap..!” Qin Luo menghina sangat garang. Tapi dia tidak menemukan jejak suara lagi sehingga akhirnya Qin Luo mencoba sangat serius dan menutupi mata.
Dari kegelapan, sosok itu sangat terkejut, walau pemuda itu hanya memiliki basis di atas rata-rata, namun daya reaksi sangat hebat.
Namun, dia masih mencibir salam hati, karena dia adalah penguasa malam, jika di malam hari, hampir seratus persen dia tidak pernah gagal dalam mengambil target.
Dengan julukan itu, mungkin sebanding dengan reputasi.
Kemudian dia menyerang lagi menggunakan kekuatan penuh.
"Sikat!"
Sosok berpakaian gelap langsung menyerang dan sudah tiba di depan Qin Luo. Dia percaya diri langsung menebas menggunakan kekuatan penuh.
"Sring!"
Dia sangat percaya diri, namun Qin Luo membuka mata dan langsung menangkap pedang itu sangat mudah. Dia juga melihat bahwa pemuda itu menatap kepada dirinya dengan tatapan seringai.
“Tidak mungkin..!” Sosok berpakaian gelap berteriak dalam hati.
Di sisi Qin Luo setelah menangkap pedang itu, dia langsung menyerang dada sosok berpakaian gelap mengunakan telapak tangan kiri.
"Sikat...!"
Gerakan tangan itu sangat cepat seperti kilatan cahaya. Namun raut wajah Qin Luo berubah tiba-tiba sehingga dia bergumam.
“Benda apa ini? Sungguh lembut dan kenyal?” Qin Luo meremass-remass cukup lama.
Tiba-tiba, sosok berpakaian gelap mengeluarkan geraman menawan: “Ahhh..!”
Sosoknya itu menyadari ada yang salah sehingga dia langsung menampar Qin Luo: “Bajingan kamu mesum..!”
"Plakk!"
__ADS_1