
Bab 610
Long Fai yang sudah menyelesaikan dongeng nya, langsung mengambil beberapa selimut untuk menutupi tubuh mungil Niu Yuan. Sekarang gantian dia yang tidur.
Hanya saja Long Fai maupun Bai An tidak mengetahui bahwa diluar kuil tersebut sekumpulan pembunuh organisasi yang dalam sepesialis pemburu siluman, sudah mengepung kuil dengan lusiana orang.
”Aku tidak tahu bagaimana ada manusia yang sangat kuat seperti itu, tapi kita semua semakin merepotkan musuh, semakin kita tertantang hahaha!” Satu orang tertawa dan diikuti beberapa orang yang merasa tugas sekarang memicu adrenalin.
Hanya saja orang yang pertama tertawa sambil mengejek, ketika dia memasuki kuil tiba-tiba patung genderuwo yang sedang duduk, tiba-tiba bergerak dan memukul orang itu hingga terhempas keluar sangat jauh sambil menabrak beberapa orang rekannya.
Patung genderuwo itu matanya merah, dua hidungnya mengeluarkan asap yang sangat terlihat oleh mata telanjang.
"Apakah kamu tidak apa-apa? Sepertinya kuil ini sudah banyak prangkap, kita secepatnya harus berhati-hati." Satu orang lainnya mencoba membangunkan orang itu, hanya saja setelah dia membangunkan, dia melihat bahwa perut orang tersebut sudah pecah dan mengeluarkan beberapa isi makanan.
Patung itu bergerak lagi dan berdiri sambil membawa gada yang sangat keras.
Patung genderuwo menggerakkan gadanya untuk menghajar satu persatu.
Bom!
Banyak orang yang menghindar, tapi kecepatan patung genderuwo sungguh sangat cepat, sehingga sekali ayunan saja, gada itu mengenai setidaknya tiga orang sampai meledak seperti semangka.
Lari!
Mereka yang pertama-tama meledek, seketika digantikan dengan ketakutan. Mereka akan menghina karena membawa orang yang banyak, sehingga rasa takut itu sudah hilang. Tapi setelah semua kawan-kawannya pada mati akibat dibunuh oleh patung genderuwo, mereka putus asa.
Patung genderuwo mengejar melompat tidak hanya itu saja, patung genderuwo juga kadang mengabaikan pepohonan yang ada dihadapannya. Dia menerjang pohon itu hingga patah.
Sekali lompat, patung genderuwo sungguh sangat jauh seketika terjun dan menangkap beberapa kelompok satu persatu.
Bang!
Ada yang terkena punggungnya, seketika orang itu patah di bagian punggung hingga terlepas dan isi perut keluar semua. Jika orang ada yang melihat, mungkin akan muntah.
Sampai pada suatu saat, beberapa orang yang tersisa langsung melarikan diri ke bar yang sudah menjadi keseharian untuk melepaskan dahaga.
__ADS_1
Bom!
“Senior tolong aku! Aku tidak ingin mati!” Orang itu terjatuh dan berguling-guling dan berjalan merangkak layaknya anjing langsung menghampiri pria dengan penampilan empat puluh tahun.
Pria itu sedang meminum anggur dan disekelilingnya juga terdapat wanita cantik yang centil dan membuka lekuk tubuh.
Seharusnya pria itu menikmati apa yang dilakukan oleh wanita malam. Hanya sekarang dia sungguh tidak bahagia sama sekali setelah ada satu rekannya yang merangkak seperti anjing sambil memohon bantuannya..
“Apa yang terjadi dengan kalian!” Pria itu yang memiliki nama Hao Feng melepaskan lilitan wanita langsung berdiri sambil mendukung kelompoknya untuk berdiri sambil mengecek keadaan mereka.
“Aku tidak menyangka kuil itu sudah menjadi sangat menakutan, banyak penjaga yang kekuatannya kita tidak bisa menahan,” kata satu orang terengah-engah sambil mencoba menenangkan diri.
Ketika orang itu hendak menceritakan kepada Hao Feng, tiba-tiba dinding itu jebol dan ada gada yang terbang berputar-putar sangat cepat mencoba membunuh dua organisasi pemburu siluman.
Seketika mata Hao Feng menyipit tajam, langsung bergegas berdiri di hadapan mereka dan menangkap gada tersebut dengan mudah.
Bang!
Kaki Hao Feng setelah menangkap gada tersebut, seketika terseret sepuluh centimeter membuat wajahnya terpukau.
“Senjata yang sangat bagus, aku harus mendapatkannya,” ujar Hao Feng tersenyum lembut.
Wushh!
“Ahh tolong aku!” mereka berdua terkencing-kencing sungguh sangat ketakutan.
Hao Feng melemparkan dua orang itu ke belakang dan dia menangkap patung genderuwo dan memukul bagian perut.
Bang!
Setelah memukul wajah Hao Feng berkerut tajam sepertinya yang sedang dihadapi adalah sebuah patung Golem. Tapi, patung Golem itu sangat kuat berbeda dengan Golem lainnya yang pernah dia hadapi.
Bahkan dia sendiri merasakan rasa kebas dalam tangannya setelah memukul perut patung genderuwo.
Bukannya takut, Hao Feng tersenyum bahagia, “Hebat, sepertinya aku menemukan musuh yang serius.”
__ADS_1
Hao Feng berlari untuk mendekati patung genderuwo itu. Berlarinya Hao Feng dibarengi patung genderuwo yang berlari mencoba menyerangnya.
Hap!
Pukulan yang sangat menakutan dari patung genderuwo langsung dihindari oleh Hao Feng dengan indah, tangan kanan mencoba meliuk-liuk seperti ular hendak menampar kepala patung genderuwo itu, tapi seketika ditangkap.
Hao Feng tidak panik sama sekali, dia langsung menggunakan tangan kanannya yang sedang memegang gada.
Tanpa belas kasih, Hao Feng memukul kepala patung genderuwo hingga pecah, setelah melihat kepala itu hilang, Hao Feng langsung memukul perut itu menggunakan gada yang dia rampas.
Bang!
Sekali lagi patung itu hancur dan tidak bisa hidup kembali.
“Ini yang dinamakan senjata makan tuan,” gumam Hao Feng.
Hao Feng kembali ke bar dan berkata kepada mereka berdua, “Golem itu sudah hancur. Kalian aman.”
Mereka berdua berteriak hore, dan tentunya langsung memeluk betis Hao Feng erat-erat jika bukan Hao Feng, mungkin mereka berdua sudah meninggal.
"Kalian harga kehidupan sekarang, dengan berminum-minumlah sepuasnya dan memanjakan wanita. Kita besoknya harus melancarkan serangan ke kuil itu dengan jumlah orang yang terbanyak. Ingat kalian harus merampas alat dada seperti ini, karena senjata inilah yang bisa membunuh mereka semua.”
Bakk!
Dengan sangat gembira mereka berdua langsung mempersiapkan lancaran serangan keesokan harinya.
Untuk sekarang menghargai kehidupan hanya melakukan seperti berminum-minum, memanjakan wanita malam sepuasnya.
Pagi hari!
Bai An bangun dari tidurnya dia ingat malam hari mimpi bercinta dengan seekor unta, mengingat mimpi yang menjijikan itu akhirnya dia mengharukan kepalanya dengan tidak habis pikir.
Bagaimana mungkin dirinya memimpikan bercinta dengan seekor unta? Sungguh aneh tapi nyata.
Ketika Bai An keluar dari kuil untuk mencari air sungai untuk membuang air besar, tiba-tiba menemukan bahwa di tempat gerbang dari kuil tersebut patung yang sudah dibuat kemarin hilang satu.
__ADS_1
"Hahahaha hai pencuri apakah kamu terpesona dengan bakat memahat patungku? Padahal keterampilan pemahattanku sangat jelek daripada tuanku, tapi aku tidak mengira bahwa kalian pencuri memiliki mata yang buruk sehingga mencuri patung yang telah aku buat.” Bai An bingung sekaligus bangga, dia bangga karena patung yang telah dia buat sungguh membuat pencuri itu mengambil sehingga dia berpikiran bahwa mungkin di mata sendiri patung itu jelek tapi di mata orang lain patung itu adalah patung yang sangat hebat dan bagus.
Hanya saja bagaimanapun jelek atau tidak mencuri tetaplah mencuri itu adalah perbuatan yang tidak patut dipuji.