Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Fang Rong Vs Long Fai (2)


__ADS_3

Bab 253 Fang Rong Vs Long Fai (2)


Fang Rong berlari sangat cepat dengan tangan ke belakang sambil memegang pedang dia menatap ke arah Long Fai sangat serius.


“Aku mulai...! Hiya...!" Fang Rong berteriak.


Di samping Long Fai akhirnya dia mengeluarkan pedang yang di belakangnya. Pedang itu tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek. namun untuk melawan pedang dari Fang Rong itu sangatlah mudah untuk dipatahkan.


Setelah mengeluarkan pedang dari pinggangnya dia menebas pedang Fang Rong setelah sudah dekat.


"Dentang!"


Kedua pedang saling beradu sehingga memberikan kembang api yang sangat mengagumkan tapi apa yang tidak disangka adalah, Fang Rong setelah menebas menggunakan pedang dan pedang itu sendiri dihalau oleh pedang milik Long Fai dia sepertinya merasakan bahwa basis kultivasinya menyusut secara signifikan.


Karena basis kultivasinya menghilang dengan gelombang kejut dentuman pedang dan pedang akhirnya dia terhempas ke belakang sekitar 3 meter.


"swoshh!"


"Bug!"


Long Fai tersenyum: “Gaya pedang kamu sungguh sangat bagus.”


Namun Fang Rong tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Long Fai namun dia menatap ke arah Long Fai sepertinya ada sesuatu yang aneh.


Dia mencoba menstabilkan suasana hatinya kemudian menghirup nafas secara damai dalam setelah itu dia menatap ke arah Long Fai.


“Seperti yang dikatakan sebagai raja tentu saja memiliki kekuatan yang sangat hebat aku sungguh sangat terkesima.” Fang Rong berkata sangat serius. Namun dia ketika ingin menyerang lagi menggunakan pedang lebih baik berhati-hati.


“Ini adalah kewibawaan sebagai raja jika raja tidak memiliki sesuatu yang untuk dipegang, maka pastilah raja itu akan cepat terjatuh ke dasar paling bawah.” Long Fai menjelaskan.


“Hmmm manuk akal..” Fang Rong mengangguk terus menerus tapi dia langsung menetap ke arah Long Fai sangat serius dia berkata lagi. “Baiklah setelah ini aku akan menyerang Raja dengan sekuat tenagaku dan sangat serius.’’


“Ayo Jika kamu mempunyai kekuatan yang sangat lebih, lepaskanlah..dan jangan terbebani olehku setatusku sebagai raja.” Long Fai sudah siap, setelah itu dia juga menggoyang-goyangkan pedangnya.


“Baik... aku akan menyerang lagi..” Kemudian Fang Rong berlari lagi sangat cepat bahkan kecepatan itu lebih cepat dari yang tadi angin-angin itu berhembus sangat dahsyat.


Tapi sekali lagi Long Fai ngapain sangat mudah untuk menghalau serangannya. Fang Rong menyerang dari depan.


"Dentang!"


Serangan yang berada di depan gagal, dia langsung menghilang seketika sudah di belakang Long Fai untuk menyerang lagi.


"Sikat!"

__ADS_1


"Sring!"


Namun sayangnya sepertinya Long Fai memiliki mata segala arah ketika Fang Rong menyerang dari belakang, seketika tubuhnya langsung memutar seperti gangsing.


"Swoshh!"


"Dentang!"


"Tsk...!"


Fang Rong memecahkan lidahnya karena kesal serangannya segala arah terus-menerus di tahan oleh Long Fai.


Long Fai menginstruksi: “Saatnya aku yang menyerang..!”


Di saat Fang Rong sedang melompat mundur lompat hilang langsung berkas ke depan sambil menghunuskan pedang ke arahnya.


"Berdengung!"


"Dentang!"


"Sring!"


"Swosh!"


Di saat Fang Rong menghindar ke kiri, tangan kanan long Sai yang sedang memegang pedang kemudian tangan kirinya memukul punggung Fang Rong.


"Bam!"


Seketika punggung Fang Rong langsung dipukul oleh tangan kiri Long Fai sehingga dia menukik terjatuh ke bawah.


"Bam!"


"Uhuk..uhuk..uhukk..!" Fang Rong sepatu dan mengeluarkan darahnya tidak sedikit sambil menatap ke arah long bait penuh tidak kepercayaan.


Bahkan dia mengingat kata-kata sebelumnya ketika dia melihat Long Fai sepertinya dia ingin menggali lubang untuk menutupi rasa malunya.


Anda sangat buta untuk melihat ketingan langit sehingga anda begitu bodoh untuk meremehkan peri yang sangat nyata seperti Long Fai.


Di samping long pahit yang melihat ketidakberdayaan Fang Rong akhirnya berkata: “Yo.. bagaimana menurutmu apakah mau dilanjut lagi pertarungan ini..”


Fang Rong tahu bahwa Long Fai sedang mengumpan balik kepada dirinya untuk membuktikan kata-katanya pada waktu itu.


Dengan sangat berat Fang Rong akhirnya berkata: “Aku akan melanjutkan pertarungan ini sampai aku pingsan.”

__ADS_1


“Baiklah ayo maju..!” kata Long Fai dia tidak bertala tele sama sekali.


Melihat perilaku Long Fai yang begitu sangat jenaka dia tidak bisa memfitnah dalam hatinya bahwa anda sungguh bajingan.. dan anda membuat dirinya kesal.


Namun, kesalahan tersebut tidak diungkapkan dalam ekspresinya namun dia disimpan baik-baik. kemudian dia menguruskan pedang ke arah Long Fai dengan cara berbeda.


Tapi sebelum itu dia memejamkan sekitar kurang lebih 1 menit matanya. Setelah 1 menit berlalu, mata Fang Rong langsung membuka dan tiba-tiba ada niat pedang yang terpencar dari auranya.


"Bam!"


“Teknik 5 warna pedang hati...!” Fang Rong mulutnya berteriak, seketika di samping Fang Rong ada ilusi pedang 5 yang berbeda-beda warna sedang mengitari ke arah tubuhnya.


"Ohh gaya pedang yang sangat bagus." Long Fai memuji teknik pedang yang dilakukan oleh Fang Rong. Kemudian dia bersiap-siap untuk menghalau serangan Fang Rong, namun tiba-tiba dirinya menyimpan pedang itu ke tempatnya, dia menghalau menggunakan tangan kosong saja.


Tangan Long Fai mengangkat ke atas dan bersiap-siap untuk menghalau serangannya. Fang Rong yang melihatnya tentu saja terheran-heran.


Dia mengakui bahwa Long Fai sangat kuat tapi apakah ada orang segelas seperti dia? Dia ingin menghalau serangan pedang hanya menggunakan tangan kosong?


Namun dirinya juga masih bersungguh untuk menyerang lagi. "Yang mulia Raja.. berhati-hatilah karena pedang ini tidak memiliki mata.!"


"Sikat!"


"Sring!"


“Hmmm baiklah lihatlah tanganku yang mendominasi ini, hanya sebuah tangan akan menutup segalanya.” Kata Long Fai dia berkata sangat pelan dan penuh percaya diri.


Pedang 5 warna itu langsung melesat ke arah tangan Long Fai satu persatu seperti kembang api dan seperti petasan.


Namun telapak tangan Long Fai sungguh sangat mendominasi sepertinya bisa menghancurkan planet-planet hanya sebuah lambaian saja.


"Hap!"


"Plak!"


Hanya satu tamparan kelima pedang itu langsung terhempas menyamping ke kiri dengan sejauh 30 meter darinya.


Tentu saja orang yang melihat khususnya para keluarga Fang cara Long Fai sangat terpana bahkan semua mulut itu membuka lebar-lebar.


Bahkan Su Hao yang sudah mengetahui kekuatan Long Fai, saat ini masih tetap terpana.


Sementara itu, Xiao Yun hanya tersenyum tipis. Dia sudah tahu rutinitas Long Fai yaitu, berpura-pura di paksa.


Setelah musuh menujukan ke argoannya, dia akan menginjak-injak rasa arogan itu sehingga menjadi sangat malu.

__ADS_1


Saat ini, dia melihat ketidakberdayaan dari Fang Rong dia hanya tersenyum sangat lucu. Bahkan dia sangat senang dengan cara-cara Long Fai untuk menjatuhkan mental lawan.


__ADS_2