
Bab 75 Bai An Vs Dayan Xiobai
"Pekikkk!" Suara Phoenix Api sangatlah melengking bahkan akibat panasnya itu, seluruh area di sekitarnya menjadi lautan api.
"Ahhh raja tolong.. Ini sangat panas.. akhhh aku tak tahan!"
Bom!" Perajurit itu meledak menjadi arang dan di gunakan untuk bara api.
"Ahh tidak kabur...!" Semua perajurit yang selamat semuanya berlari berhamburan.
Namun burung Phoenix Api dia mengepakan sayapnya secara acak mengakibatkan munculnya badai angin yang sangat panas.
"Ahhhh!"
"Tidakk!"
"Ughhr!"
Semua perajurit langsung terbakar menjadi daging Bbq.
Namun Bai An yang posisinya paling dekat di antara burung Phoenix di tidak merasakan kulit terbakar, bahkan dia hanya merasakan angin yang berhembus cepat dan menyegarkan.
"Aku tidak percaya, bahwa lukisan yang di buat Long Fai akan berubah menjadi menakutkan?" Bai An kagum. Bahkan dia sudah menduga bawasanya, Long Fai sudah membaca masa depan sehingga beberapa hari kerajaan Dayan bertindak dia sengaja untuk menyiapkan gambar untuk membantu dirinya.
"Ini benar aku tidak salah menebak, Long Fai dia bisa memprediksi masa depan dan ini membuktikan bahwa Long Fai adalah renkarnasi dari peri." Kata Bai An dia sudah memutuskan untuk memanggil Long Fai dengan sebutan Long Xiandi di masa depan.
Sambil terlentang, Bai An melihat burung Phoenix yang sedang membantai hingga perajurit tidak tersiksa.
Bahkan mayat Fang Mo tidak ada jejaknya menjadi abu. Sekarang di anggota bagian kerajaan Dayan hanya menyisahkan empat orang saja yaitu Dayan Xiobai, Dayan Sumei, Long Shi dan Long Yu.
Karena burung Phoenix hanya sebuah energi bukan tubuh asli, dia hanya berlangsung berapa detik untuk membantu Bai An.
Namun walau tidak lama, setidaknya sudah merontokan seluruh perajurit yang ada di sisi kerajaan Dayan.
__ADS_1
Setelah itu, burung Phoenix Api berubah menjadi cahaya dan memasuki ke tubuh Bai An. Seketika tubuh Bai An yang terluka parah langsung terlahir kembali menjadi sempurna.
Bahkan Dayan Xiobai melihat peristiwa itu dia terkejut bukan main, tapi dia masih mengingat bahwa perajurit yang ada di sini untuk mengawal dirinya semuanya musnah tanpa ada jejak sedikit sama sekali.
Dayan Xiobai marah dia adalah raja yang ranah kultivasi hampur menembus melewati Megatron lapisan sembilan. Dan jika dia berhasil melewati ranah sembilan kultivasi Megatron dia akan mencapai tahap kultivasi baru.
Dengan kekuatan saat ini untuk membunuh Bai An dia tidak lah sulit. Dia diam-diam mengirim pasukan yang tersisa yang ada dalam kerajaan untuk datang berpartisipasi membunuh Bai An.
"Bedebah kamu bajingan!! Aku bunuh kamu..!" Sosok Dayan Xiobai menghilang dan seketika dia sudah ada di depan Bai An langsung memukul.
"Bang!"
"Puf!"
Bai An saat ini dia belum siap. Bahkan dia kerepotan untuk melewan Dayan Xiobai. Walau dia suadah sembuh dari luka namun kekuatan Bai An bukanlah tandinganya, sehingga saat ini karena kecepatan serangan Dayan Xiobai terlalu cepat dia akhirnya terlambat bereaksi dia terpental sambil menyemprotkan darah terbang sangat jauh.
"Uhukk..uhukk..uhukkk!" Bai An terbatuk keras dia harus tenang karena jika dia mundur hasilnya akan sama saja. Sambil menggertakan giginya dia nekat menyerang Dayan Xiobai.
"Hiyaaaaa!" Bai An berlari seperti cetah dia menebas Dayan Xiobai menggunakan kapak andalanya.
Senjata ini di sebut Gada Arhat Emas Ganesa.
Dayan Xiobai, mengeluarkan gada emas ruyinya langsung menebas kapak Bai An.
"Dentang!"
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Tabrakan gada emas dan kapak, menimbulkan gelombang yang sangat mengejutkan. Bahkan Bai An karena ranah kultivasinya rendah dia terpental ribuan mil berputar-putar menabrak gunung lusinan kali.
__ADS_1
"Engahh!" Bai An mengalami cedera yang cukup parah bahkan di sesak nafas.
Di langit, Bai An mendengar tawa yang sangat mengejek kepada dirinya: "Hahaha apakah raja ini bisa semaunya kamu untuk di pusingkan, sayangnya raja ini cukup pintar. Namun kamu telah membantai bawahan aku, aku akan membunuh kamu dan akan mengambil kapak yang kamu miliki."
"Hahaha tidak semudah itu Ferguso, kamu adalah anjing yang tidak tahu malu, kamu sangat serakah. Ingat serakah tidak bisa menelan lebih, apakah kamu paham babi..!" Sembari terengah-engah Bai An masih memarahi Dayan Xiobai.
Dayan Xiobai cemberut: "Bahkan kamu hampir menemukan ajal, kamu masih memiliki mulut yang pedas."
"Swohh!"
Sosok Dayan Xiobai menghilang, dia sudah tiba di depan Bai An dia hendak membunuh langsung Bai An langsung.
Bai An dalam posisi hidup dan mati dia pasrah hanya mununggu ajal menjemput. Namun ketika dia hendak memejamkan matanya, ada sosok yang menghalangi di depanya.
"Puff!"
Gada itu mebembus perut sosok itu hingga darah menciprat ke semua wajah Bai An. Ketika dia melihat orang yang menyelamatkan dirinya dengan wajah yang tersenyum sangat lembut, menatap dirinya sambil berkata: "Nak aku bangga terhadap kamu, kamu akhirnya tidak pengecut, hiduplah bahagia di masa depan."
"Bug!"
Sosok itu jatuh dan mati seketika.
Mata Bai An langsung kasong, jantung seperti berhenti, bahkan dia merasakan sakit hati seperti di sayat-sayat."
"A..a..ayah..!" Mata Bai An kosong tanpa tujuan tapi di mata itu mengeluarkan air mata yang begitu sangat deras.
Setelah berapa saat dia melihat sosok itu yang sudah mati, namun masih memiliki raut yang bahagia. Kemudian dia menatap ke arah Dayan Xiobai dengan mata merah dia langsung menyerang brutal ke arah Dayan Xiobai.
"Ahhhh kamu iblis kamu telah membunuh ayah aku..!" Bai An menyerang sambil meraung penuh sakit hati sambil menyerang Dayan Xiobai.
Dayan Xiobai tertawa bahagia: "Hahahah percuma kamu menaruh kebencian terhadap aku, itu tidak bisa mengubah bahwa akulah yang membunuh ayah kamu dan kamu telah membantai perajurit aku, kita sama-sama imbang. jika kamu menyalahkan aku, aku juga bisa menyalahkan kamu karena tidak keberdayaan kamu."
Dalam ranah megatron, dia bisa menghalau serangan yang tanpa arah di lakukan Bai An. Bahkan dia cukup tertarik dengan senjata kapaknya itu, karena setelah benturan dengan gada emas miliknya, dia melihat bahwa kapak itu masih mengkilap tanpa goresan sedikit sama sekali.
__ADS_1
Di bandingkan gada emas milik dirinya yang ada bekas luka gores sedikit, membuktikan bahwa kapak itu lebih bagus dari pada gada emas milik sendiri.
Untung saja Bai An memiliki ranah yang rendah sehingga bisa menikam Bai An sangat mudah. Setelah membunuh dia mengambil kapak itu dan menjarah harta yang di miliki Long Fai.