
Bab 291 Berpelukan Tanpa Sengaja
Wu Mengchen menganggukan kepalanya sambil memotong daging-daeng itu menjadi berapa bagian.
Melihat Cai Xuansi yang sangat begitu cuek dan tidak bisa diandalkan akhirnya dirinya sepertinya merasakan kekesalan terhadapnya.
Wu Mengchen sangat tidak berdaya sehingga dirinya mengatakan sebuah topik yang pertama: “Hei, Kenapa kamu begitu diam kita sudah saling mengenal satu sama lain Kenapa begitu sangat hambar?”
“Apa maksudmu?” Cai Xuansi bingung sambil menggarukkan tangannya tapi seketika dia menghentikan perilaku itu. Karena dia sudah sadar bahwa kedua tangannya masih ada lumuran darah dari monster beruang.
“Tidak perlu..?” Wu Mengchen mendengus kemudian dia menatap ke arah Cai Xuansi lagi.
Cai Xuansi itu sepertinya masih anak-anak 15 tahun-an tapi dirinya juga sepenuhnya tidak mempercayainya karena dunia kultivator tersebut sangat menipu.
Sebagai contoh dirinya yang masih memiliki paras cantik layaknya umur 20 sampai 25 tahun sebenarnya dia sudah memasuki umur ratusan tahun bahkan dirinya juga sudah bingung berapa jumlah umurnya.
Wu Mengchen tidak berpasapasi dia langsung berkata kepada intinya.
“Aku bertanya kepadamu. Apakah kamu sudah mempunyai wanita di sisimu?”
“Wanita? sebenarnya aku ingin mempunyai wanita tapi sayangnya aku masih belum terbiasa dalam melakukan hubungan itu apalagi umurku masih 15 tahun ke atas untuk mendapatkan wanita belum ada pengalaman sama sekali.” Cai Xuansi tidak berdaya dia ingin sekali mempunyai satu pasangan wanita untuk semangat hidup.
Dulu dia sangat ingin mempunyai wanita sehingga seperti apa rupanya ketika orang itu memiliki pasangan. Tapi, semakin dia memikirkannya semakin dia merasa itu bahwa sangat merepotkan dan rumit.
“Kamu masih 15 tahun..!” Wu Mengchen terkejut bahkan pisau itu hampir jatuh ke tanah saking terkejutnya.
“Hmm benar aku umurnya 15 tahun kenapa Ada yang salah? Jika aku 15 tahun berapa umurmu?” Cai Xuansi bertanya balik.
Wu Mengchen sangat kaget, bahka dirinya sangat tidak mempercayainya apa yang telah di lontarkan lewat mulut Cai Xuansi baha dia masih umur 15 tahun.
Awalnya dia sedikit tertarik kepada Cai Xuansi dan berniat menjadi pasangan hidup. Tentu saja dia tidak ada niat jahat kepada Cai Xuansi, dia murni ingin menjadi pasangan bagi Cai Xuansi.
__ADS_1
Dia kuat dan ceria ini bukanlah sema wanita ingin memiliki pria tipe seperti dia?
Karena itulah dia tanpa basa-basi langsung mengutarakan di hadapan Cai Xuansi. Namun alhasil dia sungguh terkejut karena setelah dia mengerti bahwa umur Cai Xuansi masib 15 tahun.
Walaupun di dunia kultivator umur tidak ada masalah, tapi pengalaman dalam percintaan umur 15 tahun masih permulaan.
Dia juga tahu, walaupun dirinya sudah menjanda dan sudah tidak perawan, akibat ulah mantan kekasihnya yang berkhianat, tapi dia tidak memperdulikan masalah itu.
Dengan lambatnya waktu, dia sudah melupakan mantan kekasihnya yang bastard itu. Setelah sudah melupakan dia akhirnya menemukan pemuda Xuansi yang menurut dirinya adalah orang baik dan memiliki etika yang baik.
Asumsi itu berasal dari insting wanita. Insting wanita untuk menebak kebaikan adalah menggunakan insting.
Tapi insting itu juga bisa tidak sepenuhnya benar karena jika insting dari Wu Mengchen itu benar kenapa dia menjadi janda ditinggalkan oleh mantan kekasihnya.
Kemudian Wu Mengchen berkata lagi: “Tidak apa-apa aku hanya berkata saja ingin tahu.”
Cai Xuansi tiba-tiba memikirkan berbagai ide yang menurut dirinya perilaku dari Wu Mengchen yang tidak masuk akal ini.
Dan perilaku Wu Mengchen dia sudah pernah membaca di buku bahasa tubuh wanita ya itu, wanita ketika ingin lebih tahu dari lawan jenis yang dirinya disukai yang pertama adalah, menanyakan umur dan kedua menanyakan apakah pemuda itu memiliki sepasang kekasih.
Dan kedua syarat itu dirinya sudah mendengar dari wanita yang berada di hadapannya yaitu Wu Mengchen.
“Hmmm baiklah..!" Cai Xuansi juga tidak berkata lagi dia menghilangkan gagasan itu sendiri jika dia menemukan takdir wanita yang dicintai maka dia harus berterima kasih kepada dewa.
Tapi, jawaban Cai Xuansi sangat tidak puas Wu Mengchen, “Hanya seperti itu?”
“Mau bagai mana lagi? Apakah aku harus menanyakan umurmu bukankah kita masih seumuran 15 tahun sampai 17 tahun.” Cai Xuansi bahkan tidak berpikir bahwa wanita yang ada di depannya adalah wanita yang sudah tua dan umurnya sudah ratusan tahun.
"Bah!"
“Kamu sungguh bodoh, pantas saja kamu tidak memiliki pasangan Karena kamu bodoh..” Wu Mengchen cemberut dan mencibir dengan nada bercanda.
__ADS_1
Cai Xuansi sangat canggung ketika diejek oleh Wu Mengchen sehingga dia menggelengkan kepalanya dan menghela nafas tidak berdaya. “Mari kita percaya kepada takdir, Aku tidak terlalu muluk-muluk tentang wanita tapi, aku juga ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu mempunyai pasangan hidup?”
Tawa yang mengejek dari Wu Mengchen akhirnya tersangkut sehingga langsung mengeras tiba-tiba.
“Apakah kamu tahu umurku sudah ratusan tahun dibandingkan denganmu, kamus masih nasi lunak yang lembut. Kamu bukan apa-apa bagiku, perihal masalah sepasang kekasih aku statusnya sudah menjadi janda karena penghianat dari kekasihku di masa lalu.”
"Puf!"
Bahkan Cai Xuansi tersedak oleh air liur sendiri dia tidak menyangka bahwa wanita yang berada di depannya sudah umurnya ratusan tahun bahkan sudah menjanda selama ratusan tahun.
Dia dia langsung menjadi licik mantap ke arah Wu Mengchen: “Hahaha kamu adalah rubah tua yang sudah hidup ratusan tahun tapi masih dibodohi oleh pria yang memiliki niat jahat kepadamu.”
“Aku melajang selama hanya 15 tahun tapi kamu menjanda selama ratusan tahun hahaha!”
"Brengsek!"
Wu Mengchen langsung menoleh ke arah Cai Xuansi langsung menghampirinya Karena dia berniat untuk menabok ringan kepada Cai Xuansi.
Tapi secara ajaib tiba-tiba ada kulit pelepah pisang yang entah tahu keluar dari mana. Bahkan kedua orang itu tidak mengetahui dari mana asal usul kulit pisang itu, yang terletak di bawah tanah itu yang dirinya sedang berdiri.
Wu Mengchen ketika sudah sampai di hadapan Cai Xuansi hanya beberapa langkah tiba-tiba terpeleset oleh kulit pisang.
"Aduh!"
Wu Mengchen terjatuh dan menimpa Cai Xuansi sehingga mereka berdua saling berpelukan dengan gaya erotiss yang sangat menakutkan.
Kedua wajah saling berhadapan satu sama lain bahkan nafasnya sampai terdengar dari kedua orang itu.
‘Bajingan.. wanita ini sungguh sangat ceroboh..!’ Cai Xuansi ingin menangis Tanpa Air Mata.
Sementara itu Wu Mengchen tiba-tiba tersipu malu yang sedang berada di atasnya Cai Xuansi, dia berteriak di dalam hatinya Kenapa ada kulit pisang yang terletak di bawahnya sehingga tiba-tiba terpeleset dan memeluk Cai Xuansi.
__ADS_1