
Bab 481 Mencicipi Dua Buah Persik Matang
“Ok tunggu apa lagi, ayo laksanakan," ucap Long Fai sambil menggaruk hidungnya.
Shhhhh!
Mata Wang Roulan menyipit langsung meliri Long Fai sungguh tajam sehingga wajah Long Fai seketika menyusut.
”Lebih cepat lebih baik, apakah kamu tidak merasa kasihan janin yang didalam Murong Ruyue?" Long Fai tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Mata Wang Roulan terpejam dan pada saat itu menatap gurunya. Alhasil mereka berdua saling mengangguk.
Murong Ruyue mendekati Wang Roulan dan mencoba melepaskan baju yang masih menempel di tubuh Wang Roulan.
”Hmm ini adalah ngidam, tidak perlu malu. Lagipula kita sudah pernah melihat Long Fai tanpa busana,” ucapan Murong Ruyue sungguh kecil.
“Guru, aku tahu kamu melakukan dengan Long Fai hanya satu kali, satu kalo di malam yang gelap. Kamu tidak akan melihat seutuhnya dia telanjang, ‘kan?” Wang Roulan tersenyum pahit.
Baru dibuka setengahnya, Wang Roulan malu langsung menyingkir sehingga Murong Ruyue tidak bereaksi, dia ingin berkata kenapa? Tetapi dari pengamatan Wang Roulan sungguh malu.
Murong Ruyue mentransmisikan suara lewat telepati kearah Long Fai, ‘Suami cepat! Kamu adalah pria yang tidak tahu malu. Bagaimana sekarang kamu menjadi kaki seperti ini! Apakah kamu tidak merasa kasihan kepada janin ini!’
Long Fai menghembuskan nafas panjang dan dia menyimpulkan bahwa Wang Roulan masih belum tenang. Untuk meyakinkan, dia harus memikirkan bagaimana Wang Roulan tenang dan rileks.
Ataupun menggunakan pemanasan pertama dari berciuman dan merembet kelebih yang tinggi.
Long Fai mendekati Wang Roulan yang sedak galak dan malu.
“Apa yang kamu lakukan!” Wang Roulan panik langsung beranjak menghindari Long Fai sampai tidak ada tempat lagi untuk menghindari.
Long Fai memeluk pinggang ramping Wang Roulan, dia langsung mencium langsung.
“Mmmmmmm!” Mata Wang Roulan melotot sambil ada raut wajah memerah. Walaupun dia malu dan canggung, sebenarnya tanpa disadari lidahnya sedang menari-nari erotiss/ bersama lidah Long Fai begitu semangat.
__ADS_1
Dari awalnya mata yang melotot ganas, seketika langsung kendur dan secara perlahan-lahan, akhirnya mata Wang Roulan buram langsung menutup sambil menikmati sesi ciuman mesra Long Fai.
Sepuluh menit, Long Fai sudah menguasai bibir Wang Roulan. Sekarang saatnya cakar iblisnya langsung mencoba menanggalkan baju Wang Roulan.
Tanpa disadari baju Wang Roulan terlepas ikatannya sehingga kulit yang halu dan seputih salju, terlihat oleh Murong Ruyue.
Murong Ruyue menelan ludah melihat mereka berdua sedang berciuman sepertinya dia sudah memasuki dunia yang berbeda.
Long Fai sudah melepaskan baju, kemudian cakar iblis itu berniat mememainkan gunung kembar yang agung.
Di gunung kembar yang agung, dipicuknya ada tonjolan merah yang seperti ceri sehinga pria manapun ingin sekali menggigit ceri yang merah itu.
Awalnya, tangan Wang Roulan menepis cakar iblis Long Fai. Tatapi sudah sekian lama menyerah, sehingga dia membiarkan kedua gunung dipijat mesra oleh Long Fai sambil di lihat Murong Ruyue.
Sepuluh menit dipijat, kedua gunung itu mengembang dan Wang Roulan merasakan bahwa kedua gunungnya sedikit penuh sehingga pada saat itu, dia menyadari bahwa kedua tonjolan merah ceri itu sudah mengalir air susu bergizi bagi bayi.
“Sungguh sangat banyak,” ucap Murong Ruyue yang tersipu sambil melihat gunung Wang Roulan meneteskan cairan susu bergizi yang begitu deras.
“Jangan canggung tenang, ini adalah permintaan Janin. Buka kedua pahamu aku dan guru Murong ingin melihatnya,” ucap Long Fai serius.
Alhasil Wang Roulan membuka kedua pahanya dengan hati-hati. Seketika Long Fai sudah melihat bahaya buah persik milik Wang Roulan sudah basah dan berair sehingga tidak tahan untuk dioleskan ke tingkat pedasnya.
Murong Ruyue melihat dan mengangguk sambil tersipu, “Aku sudah melihatnya, sekarang sesi terakhir kamu.”
Long Fai memejamkan matanya sebentar. Sesi terakhir ini adalah sesi paling kursial, dan paling membuat malu.
Apakah kamu akan merasakan nayaman ketika sedang melakukan hubungan intim tetapi ada yang melihatnya? Tentu saja kamu akan menjawab bahwa kami tidak nyaman. Bisa-bisa, tongkat pedasnya tidak akan berdiri akibat ditonton.
Namun, Long Fai berbeda, dia demi janin, langsung melepaskan celananya dan mencoba mengusap cairan buah persik yang masih merembes dari Wang Roulan.
Ketika tongkat pedas di gosok-gosokkan ke buah persik yang berair, Wang Roulan tidak bisa menahan geli yang mengasikkan. Bahkan tanpa disadari mengeluarkan geraman betina yang seindah musim semi.
“Uhhhh!”
__ADS_1
Alhasil, akibat gesekan tongkat pedas yang cepat, akhirnya buah persik yang berwarna merah mudah memuntahkan air lebih banyak.
Murong Ruyue mendekati lebih dekat sekitar tiga jengkal dari buah persik milik Wang Roulan.
Wang Roulan mengeluarkan air yang banyak, Murong Ruyue tahu bahwa dia sudah bergairah dan sudah tidak tahan. Bahkan dirinya tanpa sadar, buah persik itu meneteskan cairan manis sehingga sembari melihat pertunjukan. Tangan kirinya juga menyusup dan mencoba memainkan buah persik yang lebih merah cerah dan berair sedikit.
Kemudian Long Fai mencoba mengebor buah persik Wang Roulan cukup perlahan-lahan. Wang Roulan sepertinya merasakan bahwa Tintin Long Fai menjadi besar sehingga merasakan rasa sesak.
Wang Roulan menggertakkan giginya langsung memeluk tubuh Long Fai, seketika keluarlah lolongan bahagia antara Wang Roulan dan Long Fai.
Wang Roulan merasakan tingkat pedas yang menyusup begitu besar dan mantap. Sehingga air kental buah persik semakin banyak dan membasahi kedua paha dan sepri warna putih.
Bukan hanya itu saja Murong Ruyue yang melihat begitu dekat, walaupun dia memakai pakaian tertutup, ada cairan yang membasahi pakaian bawah yang mengalir dari kedua paha, sampai jatuh ketanah.
Murong Ruyue sungguh serius dan nafasnya tidak teratur. Tidak hanya sekali saja, tubuhnya kejang-kejang setelah memeras buah persik.
Long Fai dan Wang Roulan lupa dalam extasi bahwa ada Murong Ruyue di sampingnya. Dia menghiraukan seseolah dunia milik berdua.
Alhasil Long Fai membisikan sesuatu, ”Lanlan kecil, apakah kamu siap menjadi ibu dimasa depan,”
Wang Roulan terengah-engah dan nafasnya tidak teratur. Wajahnya sungguh mempesona dah menyihir sambil berkata dengan extasi. “Aku sudah siap kapan saja, aku ingin mengandung benih mu Suami!"
“Baiklah maka kamu akan menjadi ibu di masa depan.” Long Fai menggoyangkan pinggulnya begitu cepat sehingga cairan buah persik, menembak kesemua arah, tanpa kecuali mengenai wajah Murong Ruyue.
Akhirnya dengan kesepakatan, Long Fai dan Wang Roulan akan membuat janin sehingga Wang Roulan akan menjadi ibu yang baik.
Di malam yang indah ini, Long Fai memanjakan kedua wanita. Bahkan setelah Long Fai sudah memuaskan Wang Roulan, dia menemukan Murong Ruyue sudah memamerkan bokongnya untuk giliran selanjutnya.
Long Fai pada awalnya menolak karena takut akan melukai janin. Tetapi sebenarnya tindakan hubungan intim ketika sedang mengandung, memang di anjurkan untuk merangsang kontraksi sehingga untuk persalinan lebih mudah.
Akhirnya dengan gairah Long Fai yang perkasa, dia memanjakan Murung Ruyue tepat Wang Roulan sedang meringkuk di sampingnya.
Adegan selanjutnya, kami sensor demi kenyamanan bersama.
__ADS_1