
Bab 36 Mencibir
Long Fai menangis dengan semangat entah beberapa jam. Selama menangis, dia mencium segala perabotan benda yang dia lihat.
Saat ini Long Fai mencoba menyeka air mata yang ada di matanya, begitu dia sudah merasa tenang dia duduk sambil memandang baju sarjana putih bersih yang sangat mulus.
Dia melepas jubah putih polosnya itu, dan dia di gantikan dengan seragam murid dalam. Karena ini sudah subuh maka dia akan keluar. Kebetulan, ini ada pertemuan para murid dalam.
Dia tahu karena setelah paman Li mengangkat dirinya menjadi murid dalam, dia di beritahukan bahwa hari ini akan ada pertemuan murid dalam. Sehinga para murid yang sedang berktivasi mundur secara engan keluar.
Long Fai menganti baju, dan dia menaruh baju jubah sarjana di tempat pakaian lainya. Tapi setelah dia menganti seragam sekte, dia tidak tahu kapan tiba-tiba baju itu berubah menjadi jubah sarjana.
"Ini...!" Long Fai bingung. Ahirnya dia melepaskan jubah itu. Namun masih tetap sama, tanpa dia sadari jubah murid itu, berubah menjadi jubah sarjana.
Karena usaha sia-sia dia tidak mencoba menganti lagi. Tapi, dia mencoba pergi keluar dari gubuk.
Setelah keluar, dia melihat bahwa ladang ini sangat tertata rapi dan sangat asri. Dia melihat pemandangan ini belum puas, dia di masa depan memikirkan untuk mengambil semua harta karun dari reruntuhan kuno.
Dia harus selangkah lebih maju dari pada orang lain untuk merebut harta karun.
Long Fai mendekati ladang, dia melihat ada anjing hitam yang sedang tertiduran. Setelah itu, Long Fai mendekati Anjing hitam begitu dia sudah dekat, tangan Long Fai kemudian menepuk kepala anjing hitam itu lalu, Long Fai berkata seperti ini. :"Anjing kamu bekerja dengan baik, terimakasih telah menjaga ladang."
"Roar.. Roarr!" Anjing hitam itu mengeram dengan bahagia sambil menjilat lidahnya ke arah baju Long Fai seperti kucing jinak.
Ketika Long Fai melihat anjing hitam itu sedang menjilat dia melihat bahwa jubah yang sedang dia pakai tidak basah karena air liur.
__ADS_1
"Wah ini sangat keren anti basah!" Long Fai berseru.
Setelah itu, dia berjalan mendekati pohon merambat dengan batang yang sangat besar. Lalu Long Fai meraih buah ungu seperti angur, tapi ukuran buah itu tiga kali lipat dari pada angur itu sendiri.
"Ehhh!"
Long Fai setelah memakan buah anggur raksasa, dia berjalan ke depan lagi. Tapi, dia tak sengaja kaki kanan menendang sebuah benda.
"Bukan kah ini kipas?" Long Fai meraih kipas kecil itu, dengan warna putih. Dia juga melihat ada baju murid tukang yang terjatuh di sini.
Long Fai tidak tahu, bahwa baju itu adalah murid yang meningal di bawah pohon meramabat raksasa yang dia makan buahnya.
Memegang kipas putih di tanganya, dia merasa bahwa kipas ini sangat cocok dengan setelan baju yang dia kenakan.
Dengan membuat ide, Long Fai merombak kipas kecil itu, di bagian gagang kipas setial sudut bisa memunculkan bilah runcing yang sangat kuat. Bahkan kertas kipas itu menjadi tahan rusak, dan tahan robek karena kombinasi jurus penguatan benda bersama ketreampilan pengerajin yang Long Fai asah di Artefak Naga lantai dua.
Walau dia sudah mahir segalanya, tapi dia masih di tahap fondasi awal lantai tiga. Sehinga jika ada orang yang tidak tahu mungkin anda kena ejekan.
Dia juga memikirkan ranah kultivasi sendiri, dia tiba-tiba dia teringat Novel yang dia baca ketika di bumi dengan protagonis Bernama Fang Yu yang di tahap awal pemurnian Qi selema lima rubu tahun lamanya. Walau begitu protagonis Fang Yu bisa menghancurkan galaksi hanya satu pukulan saja.
Memikirkan Novel yang dia baca sebelumnya di bumi, apakah dirinya akan bernasib sama? Jika dia bernasib sama Long Fai tidak akan berkecil hati, karena menurut Artefak Naga dia sudah tak terkalahkan.
Tidak terasa, sudah memasuki pagi. Long Fai yang sedang di pekarangan, dia melihat Nalan Hu yang sedang datang mendekatinya.
"Oi, Long Fai apakah kamu begitu sangat santai? Ayo kita menuju aula! Para murid dalam sudah ada di sana sedang berkumpul!" Nalan Hu, melambaikan tangan sambil mendekati Long Fai.
__ADS_1
Setelah Nalan Hu sudah dekat pada dirinya, Long Fai berkata seperti ini. "Apakah kamu begitu terburu-buru? Ini masih pagi ayo kita minum teh."
"Ngeteh nenekmu..!" Dia tidak tahu kenapa ketika berhadapan dengan Long Fai, ada sedikit rasa kekesalan tertentu.
"Oh iya apakah Long Yu sudah tiba? Aku ingin melihat dia menyatakan cinta kepada kamu." Kata Long Fai dia menatap ke arah Nalan Hu sambil meninju kedua tangan sendiri.
"Diam kamu...!" Nalan Hu megertakan giginya tanpa pikir panjang dia menarik Long Fai.
"Hei tunggu pelan-pelan, dan jauhkanlah tubuh kamu itu, kita bukan sepasang kekasih! Jika ada murid mengetahui aku takut bahwa para murid menuduh aku sebagai pria yang tidak perjaka." Kata Long Fai dia berpura-pura panik.
"Najis aku menjadi wanita kamu!" Nalan Hu tersipu malu, sebagai wanita dia engan mengakuinya. Tapi walau begitu Long Fai sudah mengetahui bahwa Nalan Hu menyukai dirinya.
"Apakah kamu tidak menyukai aku sama sekali?" Kemudian Long Fai berbalik bertanya lagi sambil berpura-pura sedih.
"Aku sama sekali tidak menyukai kamu kita hanya teman!" Kata Nalan Hu bagai mana mungkin dia akan mengungkapkan perasaannya, bagi wanita ini adalah gengsi.
Lalu Long Fai berpura-pura sedih, kemudian Long Fai berkata seperti ini. "Huer padahal aku sebenarnya memiliki rasa kasih sayang terhadap kamu, tapi berhubungan kamu tidak menyukai aku dan di tambah lagi kakak aku Long Yu menyukai kamu, sial.. Perjuangan aku sia-sia!"
"Apakah kamu menyukai aku?" Nalan Hu curiga apakah dia akan tertipu lagi.
"Benar aku menyukai kamu, tapi cinta tak harus miliki, aku harap kamu bahagia dengan Long Yu." Long Fai menatap serius kepada Nalan Hu.
"Long Fai, ini.. Aku sebenarnya, aku..!" Nalan Hu belum selesai mengatakan seutuhnya, tapi pada saat itu juga terdengar suara yang mencibir.
"Hei bajingan ahirnya aku menemukan kamu lagi," Tiba-tiba ada sura datang dari samping.
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen dan vote yak.