
Bab 114 Membunuh lagi.
Long Fai tidak membiarkan harta yang sekiranya di mata pembudidaya tidak berguna, namun di mata dirinya harta karun tetaplah harta karun.
Dari pisau patah, kalung berkarat bahkan manik-manik monster, Long Fai tidak kecuali dia membabat habis tidak tersisa.
"Hahaha akhirnya aku dapat emas yang banyak. Horeee..!" Long Fai sangat bahagia. Walau di dunia ini harta seperti itu tidaklah penting, tapi bagi para petinggi kerajaan ini adalah harta yang sangat berguna.
Bu Aotian wajahnya jelek. Dia ingin sekali memukul kepala Long Fai karena membuat malu.
Hu Mulan yang melihatnya, bahkan menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa berbuat apa-apa. "Long Fai ayo kita masuk yang lebih dalam..!" Teriak Hu Mulan.
"Gadis, aku membersihkan ini dulu, kalian duluan." Long Fai sangat sibuk memasukan harta emas ini kedalam penyimpanan artefak.
Hu Mulan menghampiri Long Fai dan berkata: "Baiklah aku di sini menunggu kamu."
"Ini kenapa kamu harus menunggu aku?" Long Fai bingung. Tapi Hu Mulan tetrsenyum dan berkata: "Aku di sini hanya takut terjadi sesuatu kepada kamu, kamu adalah pria yang menarik, akan sayang jika kamu di culik monster atau para kelompok yang berdatangan.
"Terimakasih, karena sudah menghawatirkan aku, tapi tenanglah, monster dan para kelompok lain tidak bisa membunuh aku. Karena wajah aku tampan, orang yang ingin membunuh aku, tidak tega."
"Pff!" Hu Mulan tersenyum lalu berkata lagi: "Kamu adalah pria lidah berbisa dan pria yang mempunyai kenarsisan parah."
Long Fai berpura-pura sedih. Setelah itu, dia berbisik: "Mempunyai ketampanan juga sebuah dosa, Oh iya aku sebelumnya bercanda kepada kamu, bahwa aku bukan dari wilayah shinobi. Sebenarnya aku, pergi melarikan diri karena di kejar-kejar permaisuri Ho Tu untuk di jadikan istrinya karena dia melihat wajah tampan aku."
"Pff hahah..! Biskah kamu tidak membuat aku ketawa.? Hahaha!" Hu Mulan tertawa lebar dan mengabaikan citra wanitanya. Bukan hanya itu saja, dia tanpa sadar menepuk-nepuk tubuh Long Fai sangat keras sambil tertawa.
"Ini, sial.. bisakah kamu tidak menampar aku ketika sedang tertawa..!" Long Fai menggerutu.
"Ups, maaf aku terlalu bersemangat hingga tanpa sadar, menampar-nampar kamu." Hu Mulan mencoba menenangkan dirinya agar tidak tertawa lagi.
"Baiklah-baiklah," Long Fai membersihkan semua harta yang ada di area tersebut. Setelah selesai, dia berjalan kembali.
Namun Bu Aotian yang melihat kemesraan antara Long Fai dan Hu Mulan, tangannya berderak sangat keras. Dia cemburu buta terhadap Long Fai.
Bu Aotian tidak sabar dan langsung menyerang Long Fai sangat ganas.
"Bajingan Long Fai, akan aku bunuh kamu...ahhhh!" Bu Aotian melolong sangat keras.
"Cih rasakan manusia Fana, ini adalah akibat kamu memprovokasi orang yang tidak bisa kamu provokasi." Yi Lianfan, mencibir dia menoton dari jauhan.
Sementara Jiang Feng hahya menatap ke arah Bu Aotian tanpa bicara sepatah sama sekali.
__ADS_1
Karena Hu Mulan berada di belakang Long Fai cukup jauh, dia tidak cukup bereaksi untuk menolong Long Fai.
"Awas kamu Long Fai hati-hati... Bajingan kamu Bu Aotian kamu sungguh jahat..!" Pekik Hu Mulan dia terlambat menolong.
"Swosh!"
"Swosh!"
"Swosh!"
Kepalan tinju Bu Aotian mengamuk seperti ada energi yang meletus dari kepalan itu. Namun Long Fai masih berjalan tenang dan hanya lirikan saja, Long Fai menghindar ke kanan dan dia mengeluarkan seruling hitam. Setelah mengeluarkan seruling hitam Long Fai memutarkan seruling itu seperti stik drum sangat cepat, dan langsung menghantam leher belakang Bu Aotian.
"Bamm!"
"Engah!"
Pukulan seruling itu, sangat keras sehingga Bu Aotian langsung terjatuh terkapar tak berdaya. Namum, Long Fai tidak berhenti di situ saja. Dia langsung mengambil kipas lipat hitam, dan dari siku kipas itu, mengeluarkan belati kecil yang sangat tajam.
Belati itu langsung menusuk mata kiri Bu Aotian.
"Mendesis!"
"Ahhhh!"
"Puf!"
Tidak hanya itu saja, Long Fai menggunakan seruling itu, untuk menusuk mata kanan Bu Aotian.
"Mendesis!"
"Ahhhh!"
"Puf!"
Bu Aotian melolong seperti anjing yang sedang di siksa. Bahkan Hu Mulan, teriakannya seketika tersangkut di tenggorokanya.
Dia melihat Long Fai seperti melihat pemuda yang berbeda sifat.
Long Fai saat ini memandang Bu Aotian yang sedang terkapar menyedihkan dan di raut wajahnya seperti pucat karena ketakutan.
"Ayoo babi, di mana suara khas kamu tadi yang terus menjerit-jerit, setiap saat." Kata Long Fai dia menatap terus ke arah Bu Aotian.
__ADS_1
Yin Pou berteriak: "Bajingan kamu berani membunuh Bu Aotian.. Apakah kamu bosan hidup hah..!"
Namun Long Fai, langsung mengintruksi: "Apakah kamu bercanda, apakah kamu gila, dia menyerang kepada aku dulu, apakah aku membiarkan merentangkan tangannya untuk dengan senang hati dia membunuh aku duluan? Aku hanya membela diri tidak lebih.!"
"Kamu lancang!" Yi Lianfan tidak bisa berkata apa-apa karena lidah Long Fai ini sangat berbisa. Kemudian Yin Pou berkata jika kamu berani membunuh dia maka kamu akan mati.
"Ahh banyak omong kosong," Long Fai langsung menjentikan jarinya dan menggunakan niat pedang, langsung meledakan otak Bu Aotian.
"Bang!"
Kepala Bu Aotian meledak seketika. Sehingga kedua orang itu langsung menyerang Long Fai.
"Kamu sialan.. Berani sekali membunuh rekan aku..!" Yin Pou berlari langsung mengeluarkan palu gada raksasa dan mencoba memalu Long Fai hingga hancur.
Bahkan Yi Lianfan tidak tinggal diam, dia adalah pembudidaya tipe talisman, jimat, dan Aray. Dia menggunakan aray untuk membakar Long Fai hidup-hidup.
Setelah aray di hidupkan, di radiuas 10 meter, di bawah Long Fai, ada cahaya merah yang menyala-nyala. Namun, tiba-tiba aray itu gagal mengeluarkan api sehingga dia bingung sejenak.
"Yin Pou ! Aray aku tidak berfungsi kamu serang duluan..!" Yi Lianfan berteriak.
"Baiklah...!" Jawab Yin Pou.
Yin Pou dia langsung menyerang Long Fai menggunakan palu gada. Dia langsung menumbuk Long Fai hidup-hidup. Tapi Long Fai dengan mudah menampar palu gada itu menggunakan seruling hitamnya sangat mudah.
"Pak!"
"Apa..! Mustahil...ini tidak mungkin..!" Teriak Yin Pou. Karena senjata sendiri terpental menyamping setelah di tampar oleh seruling Long Fai.
Setelah menampar palu gada Yin Pou, Long Fai menggunakan hukum jasa dan seketika di tanganya mengeluarkan cahaya emas dan di saat itu juga, dia memenggal leher Yin Pou.
"Puf!"
"Sekarang kamu, yang mati..!" Long Fai mengeram rendah. Dia berlari cepat dan tidak cepat mengarah Yi Lianfan.
Yi Lianfan panik: "Tidak kamu jangan mendekat.. Ahhhh..!"
"Pak!"
"Bom!"
Kepala Yi Lianfan seketika meledak setelah di pukul seruling Long Fai.
__ADS_1
Jiang Feng yang melihatnya mulutnya membentuk huruf O. Jika anda memasukan telur ke dalam mulut Jiang Feng tentu saja akan masuk.