
Bab 71 Kamu Tidak Jauh Seperti Budak
Kata-kata yang di lontarkan oleh Long Fai ini, tidak bisa di cerna oleh permaisuri Ho Tu untuk sesaat dan sejenak.
Ranah kultivasi Ming Qing seharusnya lebih tinggi dibanding kan dengan Long Fai. Bahkan kultivasi Long Fai jika di alam atas, adalah ranah paling sampah. Sehingga Ho Tu sendiri bingung dia tidak bisa menjawab apa kata-kata Long Fai.
Bahkan Zaho Wan dan Feng Zhi kagum dengan cara serangan aneh yang di lakukan Long Fai, pasalnya Feng Zhi di samping itu, pernah melawan Long Fai dan betapa menakutkan nya.
"Kamu tidak bisa menjawab." Long Fai menatap ke arah permaisuri Ho Tu sambil tersenyum.
Kemudian dia mengalihkan perhatian kepada Ming Qing seraya berkata: "Setelah kejadian seperti ini, apakah kamu percaya apa yang tadi aku katakan. Bawasanya di mata kamu hanyalah seekor ikan yang di atas talenan, begitu siap di potong-potong."
Long Fai akhirnya berjalan meninggalkan dan mengabaikan Ming Qing yang wajahnya seperti kepala Babi, akibat tamparan Long Fai yang berulang-ulang.
Namun Ho Tu tidak tinggal diam, dia memandang Ming Qing sebagai wanita kepercayaan di sampingnya dalam ribuan tahun, dia akan marah ketika bawahan yang di percaya mengalami perlakuan terhadap musuh.
Ho Tu mengeluarkan pedang es Pehonixe Es nya. Begitu pedang di keluarkan, semua orang yang ada di ruangan itu menggigil hebat. Pedang itu adalah pedang level tinggi. Namun masih di bawah tingkat peri.
Di sisi Long Fai, karena dia menggunakan jubah Dewa Sarjana dia bahkan tidak memiliki perasaan dingin. Dia hanya merasakan perasaan sejuk yang tiba-tiba menyegarkan.
Ho Tu berteriak: "Kamu setelah melukai bawahan aku, apakah di ijinkan pergi!"
Ho Tu melompat, dan siap menebas ke arah punggung Long Fai. Namun tiba-tiba dia merasakan banwa kekuatan menghilang seketika sehingga ketika dia menebas Long Fai tidak bisa mengeluarkan kekuatan maksimal.
Tebasan itu, Long Fai menghindari menyamping ke sebelah kiri. Setelah berhasil menghindar, Long Fai menendang menggunakan kaki kiri dan di tunjukan bagian perut Ho Tu.
"Bang!"
"Puff!" Ho Tu meludahkan darah, dia terpental tiga meter. Long Fai berpikir jika dia menggunakan kekuatan dia takut jika langsung membunuh Ho Tu seketika.
"Kamu adalah permaisuri yang hidup ribuan tahun. Apakah selemah ini, di depan manusia fana?" Kemudian Long Fai berlari langsung memukul kepala Ho Tu menggunakan seruling.
Ketika Ho Tu melihat bahwa Long Fai akan memukulnya, seharusnya dengan kultivasi ranah dewa dia bisa menahanya menggunakan tangan. Namu ketika dia menghalau menggunakan tangan kanan, entah kenapa kekuatan itu hilang sehingga..
"Pak!"
"Tangan aku sakit!"
"Pak!"
"Ini menyakitkan..!" Ho Tu seperti anak kecil yang sedang di pukul oleh guru untuk mendapatkan pelajaran.
__ADS_1
Bahkan di tangan itu merah memar.
"Pak!"
"Ayoo kamu adalah permaisuri yang hidup 4000 tahun lebih, dimanakah kewibawaan kamu, bahkan aku memukul kamu, kamu tidak ada perlawanan sama sekali sungguh menyedihkan kamu seperti budak rendahan." Kata-kata Long Fai sangat menyayat hati bahkan di jaman dulu tidak ada orang yang berani memukul dan menghina. Tentunya orang tua sendiri tidak berani memukul,
Semua pergelangan tangan Ho Tu seperti lebam dan merah karena akibat pemukulan oleh seruling Long Fai.
"Kamu, aku baru pertama kalinya di hina oleh manusia rendahan seperti kamu.. Bahkan orang tua sendiri tidak pernah membuat kekerasan." Ho Tu menatap ke arah Long Fai, dia tidak tahu kenapa untuk menghadapi Long Fai tiba-tiba kekuatanya hilang bahkan dia seperti manusia biasa.
"Kamu masih arogan seperti biasanya," Long Fai membalas sambil tersenyum. Lalu...
"Pak!"
"Ahhhhn!"
"Ini sungguh sakit!"
Ho Tu selama 4000 tahun lebih ini baru pertama kalinya menangis, bahkan ini adalah siksaan yang paling memalukan. Dengan luka di tangan seperti luka cambuk dan luka lebam.
Long Fai setelah puas memukul Ho Tu dia berkata: "Ingat jadilah rendah hati."
Long Fai pergi dengan berjalan tenang tanpa terpengaruh oleh tatapan luar biasa para orang yang sedang melihat.
"Bahkan wanita itu yang kekuatannya luar biasa di depan pemuda itu seperti budak."
"Wanita cantik kamu sangat kasian, kult halus kamu di rusak oleh pemuda itu."
Ho Tu dan Ming Qing tidak berdaya dia masih bingung entah kenapa ketika dia menyerang Long Fai, kekuatanya menghilang. Semakin dia memikirkanya semakin dia ingin membunuh pemuda Long Fai ini.
"Sialan.. kamu membuat kami di permalukan jangan salahkan aku jika aku membunuh kamu?"
"Betul, kita harus mengikuti bocah itu, kita harus tahu di mana dia tinggal." Ho Tu juga menjawab sambil menatap dingin ke arah kepergian Long Fai.
Feng Zhi mendekati Ho Tu dan lainya seraya berkata: "Apakah kamu ketika menyerang Long Fai kamu merasa bahwa kekuatan kita hilang?"
Begitu suara Feng Zhi di lontarkan Ho Tu dan Meng Qing menatap ke arah Feng Zhi sangat luar biasa. "Bagai mana kamu tahu? Apakah kamu juga pernah merasakan di posisi itu?"
"Yah aku pernah, tepatnya di waktu itu." Feng Zhi menjelaskan pertemuanya dirinya dan Long Fai di dalam ruangan milik Zhao Wan. Bahkan Feng Zhi menjelaskan bahwasanya, item dengan kualitas peri masih banyak tersimpan pada tubuh Long Fai.
Ketika mereka berdua mendengar perkataan Feng Zhi lagi, dia tidak bisa berkata-kata bahkan dia masih tidak mempercayai apa yang di katakan Feng Zhi.
__ADS_1
"Apakah yang kamu katakan benar?" Ho Tu berkata sambil memandang ke arah Feng Zhi.
"Ini benar aku tidak berbohong!" Feng Zhi berkata dengan serius.
"Kamu bilang orang itu bernama Long Fai?" Kata Ho Tu.
Feng Zhi mengangguk tidak menjawab.
Lalu Ho Tu berkata lagi: "Lalu apakah kamu tahu dari mana dia berasal?"
"Sayangnya aku tidak tahu, dia hanyalah pejalan kaki." Feng Zhi menggelengkan kepalanya dia kemudian pergi dan meninggalkan mereka berdua.
Ming Qing dan Ho Tu saling memandang, setelah itu dia menganggukan kepalnya. Bahkan setelah Long Fai menghilang dia merasa bahwa kekuatannya sudah kembali seperti semula penuh energi. Namun entah kenapa dengan kekuatan ranah dia tidak bisa menyembuhkan luka lebam yang dia derita.
Sementara itu, Long Fai sedang berjalan untuk menghampiri Wang Roulan yang sedang menunggu. Namun tiba-tiba dia di hadang oleh Tun Ri.
"Apa yang kamu lakukan?" Long Fai menatap Tun Ri tanpa rasa takut.
"Apa yang aku lakukan, tentu saja aku datang kepada kamu untuk menyelesaikan akun. Aku datang ke sini untuk menyarankan kepada kamu, lebih baik kamu menyerahkan manual jurus petir itu kepada aku." Tun Ri menatap serius kepada Long Fai.
"Ohh kamu menginginkan jurus itu, maka kamu harus membayar dua kali lipat harga pelelangan ini." Long Fai mengangguk dan menatap ke arah Tun Ri pura-pura polos.
"Aku di sini tidak untuk membayar namun untuk merebut paksa." Setelah berkata, Tun Ri berlari seperti cetah sangat cepat.
Namun ketika Tun Ri ingin meninju tiba-tiba...
"Bug!"
Long Fai meraih tangan Tun Ri dan dia menarik tangan Tun Ri hingga tersungkur ke depan akhirnya mencium lantai kayu.
"Kamu bajingan beraninya kamu.!" Tun Ri meraung dia berlari lagi. Dia menggunakan jurus tinju Ashura yang masih peringkat menengah untuk di arahkan ke Long Fai.
Jurus tingkat menengah, jika digunakan menyerang manusia biasa, tentu saja akan mati seketika. Namun ketika Tun Ri mencoba meninju ada hal aneh yaitu, tiba-tiba kekuatan tinju dirinya hilang, bahkan dia meraskan basis kultivasinya hilang menjadi manusia biasa.
"Apa yang kamu lakukan!" Tun Ri hatinya penuh dengan badai, dia tidak tahu alsan basis kultivasinya hilang.
Long Fai menangkap tinju Tun Ri, dan dia mencoba meninju kepala Tun Ri dengan jurus tingkat dewa seperti peningkatan dan pengurangan kekuatan ini sangat berguna.
"Bug!"
Tun Ri terkena Tinju hingga mimisan dia menatap ganas ke arah Long Fai dan berteriak: "Kamu bajingan!" Setelah itu, Tun Ri mencoba menendang perut Long Fai. Tapi, tendangan itu, langsung di tangkap oleh tangan Long Fai sangat mudah.
__ADS_1
"Kamu bedebah kamu perampok!" Long Fai memarahi, setelah menangkap tendangan Tun Ri dia langsung smack down Tun Ri, hingga dia tidak bisa berkutik karena merasakan rasa sakit lebam di semua tubuh.
"Kenapa basis kultivasi aku hilang..!"