
Bab 54 Kultivator Palsu
Fai sangat murka sekarang, dia sudah mengira bahwa ketika, Bai An sudah tidak ada di sini, Long Fai akan bebas untuk menjalin kasih sayang yang sangat romantis bersama Wang Roulan.
Namun kesempatan itu gagal karena pantat bastard milik Bai An mengganggu suasana, karena Long Fai sangat marah, dia bangun dari tidur, langsung menghampiri Bai An dan dia ingin menendang pantat Bai An untuk melampiaskan amarahnya.
Long Fai ingin menendang pantat Bai An. Namun, tiba-tiba ada tangan emas raksasa yang menampar dirinya sehingga Long Fai, meluncur sangat jauh seperti meteor dan menabrak gunung-gunung hingga runtuh.
"Bom!"
Akibat hantaman tubuh Long Fai dan gunung itu sendiri, akhirnya membuat getaran yang teramat dahsyat.
"Apa yang terjadi!"
"Oh lihat ada gempa dan gunung itu hancur!"
Semua para warga, saling terkejut karena melihat dan meraskan getaran yang amat hebat.
Long Fai, bangun dari tidurnya. Kemudian dia mengalihkan batu-batu yang menumpuk kepada dirinya setelah itu, dia melompat dan Long Fai pergi ke pucuk perbukitan.
Dari bukit yang atas, Long Fai melihat bahwa ada pria dengan umuran paruh baya yang sedang menggunakan jurus. Jurus itu, dia di arahkan kepadanya bahkan dia tahu bahwa jurus itulah yang merusak acara romantis ini.
Long Fai menatap selusin tangan raksasa dengan serius. Setelah itu, dia menggunakan jurus angin membelah bumi.
Long Fai meraih ranting pohon yang kering. Setelah itu, dia memutar dua kali, sambil tubuh maju kedepan Long Fai menebas udara menggunakan bilah ranting yang di ambil di tanah.
Ketika putaran dan tebasan ranting di arahkan ke Mo Shi, tiba-tiba putaran bilah ranting mengeluarkan semburan angin yang teramat dahsyat, seperti gelombang nuklir.
Gelombang angin itu ketika mengenai pohon dan batu-batu, langsung copot dan berterbangan.
"Wushhh!" Suara angin yang berderu-deru, sedang menyerang dan bergegas ke lusinan telapak tangan emas budha itu.
Mo Shi yang melihat dari kejauhan, dia panik dan berkata. "Sial... jurus apa yang di gunakan Long Fai ini..!"
Angin itu, menerpa lusinan tangan emas raksasa sehingga tangan itu tersapu. Bahkan Mo Shi sendiri ikut terbang tersapu angin ratusan meter.
Karena terpaan angin yang begitu dahsyat, maka Mo Shi yang sekarang memiliki penampilan seperti pengemis.
Karena marah dia akhirnya terbang mendekati Long Fai dengan kecepatan tinggi hendak memukul sekuat tenaga.
Ketika dia sudah dekat di depan mata Long Fai, Mo Shi, mengeram marah langsung memukul kepala Long Fai.
__ADS_1
"Hiyaaa!" Mo Shi memukul kepala Long Fai sambil berteriak, namun dalam pandangan Long Fai tinju itu penuh kecatan seperti orang yang masih amartir.
Tinju yang begitu mengandung jejak kekuatan yang mengamuk langsung di tangkap oleh tangan kosong Long Fai.
Setelah Long Fai memegang tinju dengan menggunkan tangan kosong, Long Fai berkata sambil memarahi Mo Shi. "Kamu pria tua pantat seperti babi, berani sekali merusak acaraku..!"
Long Fai setelah memarahi, dia langsung menampar Mo Shi dengan sangat galak.
"Plakk!"
Tamparan itu, sungguh keras dan ketika Mo Shi terkena tamparan itu, dia langsung terpental sangat jauh.
"Puf!"
"Bang!"
Mo Shi berguling-guling di tanah dengan sangat cepat seperti roda dan berhenti karena menabrak pohon. Setelah itu dia bangun dari tidurnya, menatap ke arah Long Fai dengan ngeri.
Bahkan akibat tamparan itu, pipi dan bagian tulang rahang, ada yang patah.
Untuk saat ini, Mo Shi sungguh panik dia takut mati. Karena untuk mengalahkan Long Fai dengan sendiri, baginya mustahil dan harus selusin kelompok.
Setelah itu dia menyimpulkan, bahwa Long Fai tidak mudah dia harus mundur dan dia harus memberi tahu kabar ke raja bahwa, untuk menghadapi Long Fai setidaknya membutuhkan lusinan pasukan.
Oleh karena itu, dia harus mundur terlebih dahulu.
Setelah mebuat keputusan, dia mundur dengan terbang.
"Swosh!"
"Brengsek... pria tua jangan kabur..!" Long Fai berteriak, dia harus membunuh pria jelek itu karena sudah merusak acara romantis.
Long Fai ingin mengejar, namun karena dia menampar dengan sangat keras akibatnya Mo Shi terlempar sangat jauh, ketia Long Fai melihat bahwa Mo Shi hendak melarikan diri, jika dia mengejar, dengan jarak yang sangat jauh, maka itu akan mustahil.
Long Fai berpikir cepat, setelah berapa saat mata dia cerah, dia ingat karena dirinya juga mempunyai gelar dewa tombak jitu.
Mungkin jika dia melempar tombak, maka bisa jadi dengan kekuatan sendiri, tombak itu meluncur dengan kecepatan seperti peluru.
Tangan Long Fai, meraih udara tipis, dia memasuki ruang Artefak Naga Lantai dua.
Long Fai sudah mengambil tombak. Dia langsung di lemparkan tombak itu, tepat arah di mana Mo Shi terbang melarikan diri.
__ADS_1
Ketika tombak di lemparkan di udara, tombak itu sangat menakutkan, bahkan Bai An dari kejauhan ngeri karena ketika tombak itu sedang terbang di udara, dia melihat bahwa ruangan itu hampir runtuh karena tidak bisa menahan kecepatan tombak.
Di sisi Mo Shi, ketika dia melihat tombak yang menakutkan dan mendominasi sedang mengarah kepada dirinya, sungguh panik. Bahkan, dia merasa baha pergerakanya sedang di kunci oleh tombak itu.
"Sial..! Mo Shi sekarang sangat tertekan, dia tidak bisa lolos dari tombak itu, sehinnga dia akhirnya, menggunakan jurus melarikan diri.
Jurus itu, adalah jurus perpindahan tempat dengan instan. Di saat Mo Shi mengunakan jurus itu, sosok Mo Shi langsung menghilang. Tombak itu juga akhirnya mengenai ruang kosong.
Di samping Itu Long Fai marah, ketika pria tua bangka melarikan diri menggunakan cara tercela, namun dia tidak mengetahui bahwa ketika tombak itu tidak mengenai Mo Shi, dengan ajaibnya tombak itu, menembus ruang dan waktu mendekati Mo Shi.
"Jleppp!"
"Ahhhhh!" Mo Shi mengira sudah aman, tanpa sadari, tiba-tiba tombak itu memasuki ruang dan waktu sehingga secara singkat sudah ada di depan sendiri.
Wajah Mo Shi langsung tertusuk tombak, bahkan otak itu langsung muncrat keluar seperti semangka.
Kepala Mo Shi langsung meledak, dan tubuhnya langsung terjatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi seperti layang-layang putus.
Tentu saja bukan hanya itu saja, ketika tombak sudah meledakan kepal Mo Shi, tombak itu masih meluncur di udara dan secara ajaib, tombak itu memasuki ruang waktu langsung tiba dan meluncur jatuh di halaman gubuk Long Fai, tanpa sepengetahuannya.
Di sisi lain, Wang Roulan sungguh takjub dengan kekutan Long Fai, hanya sebuah tamparan dan lambaian ranting akan memiliki kekutan yang kuat.
Bahkan Wang Roulan sangat aneh dengan ranah tahap preode awal, dia mempunyai kekuatan yang sangat menakutkan, karena itulah Wang Roulan curiga bahwa Long Fai adalah kultivator palsu.
Di sisi Long Fai dia sangat marah karena belum membunuh Mo Shi, setelah itu dia menatap Bai An yang sedang linglung dan memangilnya.
"Kamu kemarilah!" Kata Long Fai.
"Uhh..? Siap boss!" Bai An menghampiri Long Fai dan berkata lagi. "Ada apa Boss!"
"Kamu cobalah membelakangi aku!" Kata Long Fai.
"Uhh?" Bai An bingung dia menggaruk kepalanya dengan patuh akhirnya Bai An, membelakangi Long Fai.
Tapi tiba-tiba...
"Plakk!"
"Ahhh!" Bai An menjerit karena pantatnya di tampar oleh Long Fai hingga terbang jauh seperti team roket dari film pokemon.
"Ini adalah hukuman karena merusak acara romantis aku." Long Fai diam-diam mengangguk ke atas langit sambil melhat Bai An terbang bebas.
__ADS_1