Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Fang Rong Kalah


__ADS_3

Bab 254 Fang Rong Kalah


Sudah berapa lusin kali Fang Rong menyerang Long Fai namun hanya mendapatkan ketidakberdayaan. bahkan sekujur tubuhnya merasakan rasa sakit seperti dipukuli terus menerus. Tidak hanya itu saja dia untuk menggerakkan seluruh badannya sungguh sangat kesakitan.


seharusnya jika mengalami rasa sakit seperti itu, hanya menggunakan kultivasinya akan lebih ringan untuk meredam kesakitan. namun entah kenapa ketika dia melawan Long Fai tiba-tiba basis kultivasinya sepertinya hilang seketika.


Bahkan jika dia bisa menggunakan jurus pedang 5 warna dan kekuatan itu bisa digunakan tapi ketika menyerang teknik itu tidak ada gunanya seperti kertas.


Saat ini dia sedang berlutut sambil menancapkan pedangnya ke tanah dan dia menatap ke arah Long Fai terus-menerus pikirannya penuh dengan kerumitan yang sangat mendalam.


Fang Lili berteriak khawatir: “Kakak perempuan lebih baik kamu berhentilah percuma saja kamu sudah menggunakan seluruh kekuatannya tapi tidak bisa mengalahkannya.. jika kamu merasa tidak berdaya lebih baik menyerah..”


Fang Rong menggelengkan kepalanya kemudian dia mencoba berdiri dengan kesusahan: “Tidak aku tidak ingin menyerah lihatlah aku masih bisa berdiri tegak.”


“Kamu sangat begitu heroik sekali aku salut kepadamu.” Long Fai tersenyum kepada Fang Rong.


“Terima kasih atas pujianmu..” Ucapan Fang Rong penuh martabat.


“Oke... sekarang giliranku untuk menyerangmu bersiap-siaplah..” Long Fai menginstruksi.


kemudian Fang Rong menganggukan kepalanya sangat berat: “Baiklah aku sudah siap Jika kamu menyerangku..”


Long Fai tidak berlama-lama dia langsung berlari cepat dan tidak cepat menuju ke arah Fang Rong.


"Sikat!"


"Swoshh!"


Setelah berlari dia melompat sekitar 4 meter untuk mendekati Fang Rong. Kemudian dia menggunakan tangannya sebagai pedang. hanya tangan yang sangat putih seperti wanita tapi memiliki jejak niat pedang yang lebih menakutkan daripada yang dikeluarkan oleh Fang Rong ketika pada waktu itu.

__ADS_1


Long Fai ketika sudah dekat dia mengayunkan jarinya ke arah depan Fang Rong, begitu dia melihat Long Fai sedang menyerang dia tidak tinggal diam dia menggunakan pedangnya untuk menghalau tangan Long Fai.


"Dentang!"


"Crack!"


Pedang Fang Rong seketika patah menjadi dua, seketika dia langsung panik dan mencoba mundur berapa langkah untuk menghindari serangan Long Fai selanjutnya.


Namun sayangnya Long Fai sudah mengantisipasinya dia sangat sigap maju lagi ke depan dan tangan kiri itu, mengepalkan menjadi bentuk tinju langsung memukul dada Fang Rong.


"Bam!"


"Engah..!"


Fang Rong setelah terkena tinju di bagian dadanya dia langsung terpental berapa lusin meter dan berguling-guling di tanah sampai berhenti karena menabrak dinding. Akibat tinju yang dilakukan oleh Long Fai akhirnya dia pingsan tidak sadarkan diri.


Akhirnya para keluarga Fang yang sedang menonton dia tidak bisa berkutik apapun karena Putri keluarga Fang yang paling jenius sudah kalah hanya sekali pukul.


kemudian di sebelahnya lagi ada orang yang berbisik tapi sedikit keras: “Mungkin kekalahan ini pertama baginya nona Fang Rong kalah dan ini juga kekalahan paling telak.”


kemudian juga ada yang ikut nimbrung. “Betul kalian benar mungkin kekalahan ini mengakibatkan Nona Fang Rong menjadi terpukul hatinya karena kita sudah mengetahui bagaimana kebanggaan yang dipancarkan oleh Nona kita.”


Mereka para keluarga Fang saling berdiskusi. Bahkan ada yang menyayangkan sifat Fang Rong ketika bertemu pertama kali dengan Long Fai. Jika saja dari awal pertemuan itu dia bersikap lembut mungkin saja tidak akan menanggung malu seperti ini.


Tapi sayangnya nasi sudah menjadi bubur penyesalan hanya tinggal penyesalan tidak bisa diputar kembali.


Kemudian pihak keluarga Fang mengambil tubuh Fang Rong untuk dibawakan ke tempat peristirahatannya dan diobati.


Tetua Fang Hai mendekati Long Fai berkata: “Yang mulia Raja terima kasih karena sudah berbelas kasih.. mungkin jika kamu raja lain cucuku sudah meninggal sejak dari tadi.”

__ADS_1


“Itu tidak bisa dipikirkan ini hanyalah hal wajar dalam pertempuran ada kalah dan ada menang ada yang terluka ada yang selamat. Untuk masalah berbelas kasih aku hanya mengingatkan bahwa di masa depan jadilah orang yang baik dan jangan terlalu membanggakan diri.” Long Fai berpesan kepada kedua Fang Hai.


Setelah itu dia menoleh Xiao Yun dan Su Hao: “Ayo kita pergi melanjutkan perjalanan lagi.”


Di samping Fang Lili dia ingin berteriak tapi seseolah tenggorokannya tersangkut sehingga dia mengurungkan diri.


Di samping Long Fai setelah itu dia berkata kepada tetua keluarga Fang untuk berpamitan diri. setelah berpamitan mereka bertiga keluar dari kediaman keluarga Fang.


Setelah Long Fai dan lainnya sudah jauh sekitar 20 meteran Fang Lili menatap terus menerus ke arah Long Fai.


Fang Hai yang sedang berada di sampingnya hanya berkata tidak berdaya. “Cucuku lebih baik kamu hilangkan sifat ambisimu dia adalah raja dan statusnya lebih tinggi daripada kita.”


“Baik kakek..!” Kata Fang Lili dia mengangguk secara berat. Padahal di dalam hatinya dia sangat ingin tahu tentang Long Fai bahkan dia ada niatan bagaimana cara untuk mendapatkan hatinya.


Akhirnya setelah berapa menit sosok uang saya sudah menghilang dari pandangannya dan dia dengan cemberut kembali ke rumah.


Fang Lili melihat keadaan Fang Rong yang masih terpejam sangat nyaman di kasur. Hanya menggunakan kultivasi dan obat tertentu hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit akhirnya Fang Rong bangun dari pingsannya.


“Uhh... apakah aku sudah kalah..!” Fang Rong setelah tersadar dia mencoba bangun. Namun, dia merasakan rasa sakit dipunggungnya sehingga akhirnya dia mengurungkan kembali.


“Benar kamu sudah kalah.. dan pingsan sekitar 5 menitan.” Fang Hai berkata sambil mengganggukan kepalanya.


Fang rong tersenyum paket dia langsung menetap ke atas dan berkata: “Apakah ini yang dirasakan ketika mengalami kekalahan setelah bertarung? Aku sungguh tidak menerimanya tapi aku juga tidak berdaya..”


Fang Hai bergegas memberi nasehat kepada Fang Rong: “Cucuku, dalam pertarungan ada kalah dan menang itu hal wajar jika kamu kalah maka kamu harus berlatih dengan giat.. toh, masuk akal juga dia adalah raja.”


Namun Fang Rong berkata lagi: “Tapi aku sungguh tidak mengetahui aura yang dipancarkan oleh raja Naga Azhure sungguhlah membuat kita tertipu jika dia tidak mencoba menyembunyikan auranya, mungkin aku tidak akan begitu gegabah seperti ini dan akan sadar diri.”


“Hmmm.. aku mengerti maksudmu tapi ini menjadikan kamu sebagai pelajaran karena di luar sana masih banyak orang yang kuat yang masih bersembunyi dan berpura-pura lemah. kakek banyak berpesan kepadamu jangan menjadi sombong dan berhati-hatilah di masa depan.” Kata Fang Hai.

__ADS_1


“Baik kakek..!”


...----------------...


__ADS_2