
Bab 104 Menelan Ludah Sendiri
Monster burung yang jinak itu, meludahkan kotoranya ke rambut Huang Xialong yang sNgat banyak.
Tun Ri yang melihat awalnya berseru tapi, lama kelamaan akhirnya sadar bahwa kesialan itu, mungkin datangnya dari Long Fai.
"Aku sudah bilang, kamu akan sial apakah kamu mempercayai?" Long Fai tersenyum. Saat itu Long Fai menggunakan hukum jasa, untuk mengutuk Huang Xalong agar tertimpa kesialan.
"Tidak percaya, aku mungkin ini hanyalah kebetulan." Huang Xialong menggertakan giginya dia bangun dari tidur, langsung ingin memukul Long Fai. tapi sekali lagi, dia terpleset oleh kotoran burung yang tadi hingap di atas kepalanya.
"Ah!"
"Bug!"
Seharusnya dengan kultivasi sudah tingkat tinggi, soal kecerobohan itu, Huang Xialong bisa menghindarinya. Namun, karena akibat efek hukum jasa yang di lakukan Long Fai, sepertinya membuat pikiran Huang Xialong tidak sejalan.
Ho Tu yang di sampingnya ingin tertawa. Namun dia menahan dan berkata: "Xialong, sudah cukup." Setelah itu Ho Tu memandang ke arah Long Fai dan lainya: "Ayo kita masukk ke gerbong terbang.."
Melihat mereka memasuki gerobak terbang, Ho Tu melihat Huang Xialong yang menyedihkan diam-diam merasa lucu. Terus dia berkata: "Huang Xialong, karena kamu tubuh semuanya kotor penuh kotoran burung, aku meminta maaf jika kamu tidak di ijinkan memasuki gerobak. Apakah kamu tidak apa-apa?"
Huang Xialong buru-buru berkata dengan sopan. "Yang mulia, ini tidak masalah aku bisa kembali sambil terbang."
"Baiklah, jika seperti itu mohon bantuanya." Ho Tu lega dan dia memasuki gerobak terbang. Setelah sudah memasuki semua, sekelompok kuda langsung berlari terbang meninggalkan Huang Xialong sendirian.
Saat ini, Huang Xialong yang menyedihkan menatap ganas kepergian mereka: "Long Fai, tunggu saja pembalasan aku, kamu telah mempermalukan aku hingga membuat aku canggung!" Tangan Huang Xialong mengepal erat seseolah ingin mereemas tubuh Long Fai hingga hancur.
Setelah itu, dia melompat ke atas dan terbang layaknya jet tempur.
Di dalam gerobak terbang.......
__ADS_1
Di dalam gerobak terbang, ruangan ini cukup luas. Bahkan ruangan yang di isi jumplah ber lima masih menyisihkan ruangan kecil untuk bergerak bebas.
Saat ini, Long Fai duduk di bagian kiri. Di setiap sisinya ada Tun Ri dan Ho Tu.
Long Fai berkata: "Bukankah samping Meng Qing cukup buat kamu. Kenapa kamu memilih di samping pria?"
Ho Tu tersipu, sekaligus marah karena Long Fai belum paham. Ho Tu meraih lengan Long Fai dan memeluknya: "Aku tunangan mu apakah tidak boleh duduk di samping mu."
"Kamu boleh dudu di sampingku. Tapi kamu tidak harus seperti ini kan?" Long Fai merasa tidak nyaman ketika lengan di lilit oleh tangan indsh Ho Tu.
"Kamu tidak boleh protes ini agar Lu Change percaya kepada kita." Ho Tu berbisik lirih.
"Hmmm baiklah, baiklah," Kata Long Fai cemberut.
"Bagus lah jika kamu paham..." Ho Tu menggerutu. Namun dalam pandangan Ming Qing gerutuan Ho Tu seperti manja kepada pasanganya.
Lu Change menggertakan giginya dia marah. Entah kenapa ketika Long Fai mengabaikannya dirinya seperti ada kekesalan sesuatu dari hatinya.
Mengingat kata-kata Long Fai yang di lontarkan, apakah benar, bahwa dirinya di mata Long Fai tidak cantik? Kurang menarik?
"Bajingan kamu Long Fai, aku benci kamu..!" Seru Lu Change dalam hati.
"Haciu...!" Tiba-tiba Long Fai bersin tanpa sebab jelas.
Menggaruk hidungnya, Long Fai berkata: "Siapa yang membenci aku diam-diam? Apakah hantu raja Dayan yang membenci aku?"
Ho Tu yang memandang ke Lu Change yang sedang suasana hati buruk, berkata: "Lu Change, Apakah Ye Fan sering datang kesini untuk menanyakan kabar?"
Lu Change berkata: " Dia sering datang ke sini untuk menanyakan ke datangan kamu, bahwa dia sangat serius untuk melamar kamu."
__ADS_1
"Serius nenekmu.., aku tahu dia hanyalah ada tipu muslihat kepada wilayah yang kita kuasai." Ho Tu wajahnya tidak sedap di pandang.
"Tenang saja Ho Tu, jika dia datang aku akan siksa bokongnya." Long Fai berpura-pura serius.
Namun Lu Change melihat tingkat narsis Long Fai, diam-diam menggelengkan kepalany. Lupakan dia adalah raja suatu wilayah, dan anda tidak memiliki sama sekali. dia khawatir jika Long Fai berurusan langsung maka akan mati seketika.
"Kamu sangat percaya diri, apakah kamu tidak takut kencing di tempat, setelah berhadapan langsung dengan Ye Fan?" Ho Tu terkekeh sambil memandang Long Fai.
"Tidak ada kata takut di mata aku, bukan kah setelah aku menumbangkan Ye Fan akan memperluas kerajaan aku?" Kata Long Fai menatap lurus ke arah Ho Tu.
"Aku akan mendukung mu.." Ho Tu tersenyum. Semakin lama dia bersama Long Fai entah kenapa, ada perasaan yang nyaman dalam hati. Perasaan ini dia baru merasakan saat ini selama ribuan tahun dia belum merasakan situasi ini.
Long Fai merasa tidak nyaman setelah di tatap Ho Tu dengan aneh: "Oi, jangan menatap aku seperti itu, aku tidak nyaman."
"Kamu, siapa yang sedang menatap kamu." Ho Tu tersipu dan memalingkan wajah. Awalnya Ho Tu sebelum mengerti kekuatan Long Fai yang aneh, dia merasa bahwa Long Fai adalah manusia rendahan. Namun dia sepertinya menelan ludah sendiri, dia tak mengira bahwa ketika dia berhadapan langsung dengan Long Fai, dirinya tidak berdaya.
Apa lagi sekarang Ho Tu memandang Long Fai, seperti ada perasaan kasih sayang. Saat ini dia berharap bahwa pernikahan di atas kertas seharusnya tidak, yang dia inginkah adalah pernikahan sesungguhnya bersama Long Fai. Walau dia menjadi ke dua, tidak masalah.
Hati Ho Tu sangat pahit.
Long Fai pada dasarnya paham, bahwa tingkah laku Ho Tu kepada dirinya itu seperti budak cinta. Namun hati ini sangat rumit, jika Long Fai yang sekarang masih limbah, anda bertanya apakah anda menerima Long Fai sebagai belahan hati anda?
Maka dari itu, Long Fai masih terbebani pikiran yang sangat rumit. Dia memikrkan masalah ini sambil melamun. Namun dalam pandangan Lu Change, postur Long Fai yang sekarang sungguh mematikan, bahkan dengan tatapan Long Fai yang seperti luasnya alam semesta dia tersesat sejenak. Tapi memikirkan perkataan Long Fai pada waktu itu, dia menoleh dengan rasa pahit. Apakah yang di katakan Long Fai adalah sebuah kebenaran.
Setelah Long Fai tersesat sejenak, dia berkata. "Aku ingin cepat-cepat sampai, aku ingin melihat istana megah kamu."
"Baiklah, ini tidak lah lama sebentar lagi sampai." Kata Ho Tu.
"Baik lah, aku tidak sabar berjalan-jalan untuk mencari karung pasir." Kata Long Fai sambil licik.
__ADS_1