
Bab 345 Ini Terlalu Murah!
“Hei brengsek kau.. ayo... kita maju untuk menghajar bocah sialan ini..”
”Baik!"
Hanya menyisakan sekitar 3 kelompok saja, tapi ketiga kelompok tersebut memiliki perawakan yang sangat kekar dan berusia layaknya binaraga.
Ketiga orang itu langsung bergegas maju dan mencoba menggunakan beberapa senjata dan jurus andalanya, sayangnya walaupun jurus itu sangat kuat dan kartu truf dari andalannya tetap sama tidak bisa berkutik di hadapan Fang Yuan.
Yang pertama, menggunakan tendangan yang sangat cepat bahkan tendangan itu memiliki cahaya yang berkedip ke arah perut Fang Yuan. Tapi, tendangan itu langsung ditangkap oleh Fang Yuan dan di lemparkan ke keluar toko tersebut.
"Swosh!"
"Bug!"
"Ahh!"
Kaki itu tulangnya hancur akibat diremass oleh Fang Yuan sehingga langsung menjerit kesakitan.
Yang kedua, orang itu menggunakan dua senjata tajam seperti belati tapi sedikit panjang. kedua tangan itu langsung berputar-putar seperti gangsing untuk menyayat tubuh bagian Fang Yuan. Sayangnya, tembakan yang memutar seperti gangsing tersebut bagi pandangan Fang Yuan sungguh sangatlah lambat sehingga tangan Fang Yuan langsung menampar pipi orang tersebut sehingga terhempas keluar juga.
"Plak!"
"Ahhh!"
Akibat tamparan itu, pipi mengalami lebam yang sangat parah bahkan tulang rahang bagian terkena tamparan tersebut langsung patah.
Hanya satu yang tersisa, dan itu melihat Fang Yuan ketakutan sehingga ingin kencing di tempat.
“Kamu.. kamu.. apa yang akan kamu lakukan hah...hah.. apakah kamu tahu aku adalah ketua geng pembunuh, juga kamu kembunuh ku maka kamu tahu akibatnya.” Kelompok yang mengaku ketua geng tersebut sungguh ketakutan Bahkan dia tidak kuat untuk berdiri alias lutut kaki sangat lemas sehingga ingin berlutut memohon minta ampun.
Sayangnya Fang Yuan tidak memberikan ampun sehingga dia tanpa basa-basi langsung menendang orang itu sampai keluar toko, tendangan itu kebetulan mengenai perut sehingga usus usus dan organ internalnya langsung mengalami cedera yang sangat parah.
__ADS_1
"Engah!"
Orang itu muntah darah sambel terbang menuju ke beberapa kelompok yang sudah ditumpuk seperti kain lap.
”Puk..puk..puk..!"
Fang Yuan menepuk tangannya setelah menghabisi beberapa kelompok yang membuat onar di toko yang baru dibuka.
“Kalian dipersilakan masuk jika datang untuk membeli makanan. Tapi, jika kalian hanya ingin membuat kegaduhan maka kami akan menghajar kalian semua,” ucap Fang Yuan setelah itu melirik Si Lan.
“Bagai mana? Jika kamu datang kesini hanya seperti dia maka, kamu akan tahu akibatnya.
Si Lan langsung merinding bahkan tatapannya sekarang bertambah pucat, dia tidak pernah menyangka bahwa seseorang pelayan itu, bisa menghabisi 4 kelompok yang menurut dirinya sungguh sangat kesulitan.
Karena Anda mengingat bahwa ketika tadi sungguh sangat marah dan ingin menampar pelayan itu karena sewenang-wenang memberikan harga yang begitu tidak masuk akal akhirnya Anda berani untuk menampar?
Tentu saja Si Lan sungguh tidak berani, setelah melihat kekuatan pelayan tersebut. Karena dia mendengarkan bahwa pelayan mengatakan hal demikian kepada dirinya akhirnya berkata seperti ini.
“Baiklah.. aku akan membeli satu cangkir teh yang enak dan hangat,” kata Si Lan serius.
“Kamu datang ke sini dan mencicipi satu cangkir teh, mungkin kamu akan tahu rasanya,”
Si Lan menoleh ke arah sumber suara tersebut dan menemukan ada seseorang pemuda yang lebih tampan daripada pelayan tersebut.
Dia tahu, bahwa ada salah satu Pemuda lagi tapi belum menemukan bagaimana rupa wajahnya. Sekarang, setelah melihat bagaimana perawakan dari Long Fai, dia sendiri cukup kagum melihat temperamen yang dipancarkan oleh Long Fai seperti peri berdebu, dan ada aura yang dipancarkan sedikit berbeda dari kebanyakan orang orang. Sehinga ketika melihat Long Fai, sepertinya langsung menjadi baik suasananya.
Long Fai membuat air biasa dan dicampurkan teh yang memiliki daun berwarna emas hanya satu lembar langsung ditaruh air tersebut.
“Kamu hidangkan teh ini ke dia,” pinta Long Fai kepada Si Lan yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan yang luar biasa.
Dalam hati Long Fai hanya tersenyum bagaimanapun tampang wajah dirinya sudah sangat tampan, sehingga masuk akal juga siapapun wanita yang melihatnya akan terkesima. Meskipun begitu dia tidak langsung mengikat wanita yang ditemui.
Fang Yuan mendekati Long Fai dan langsung meraih satu cangkir teh itu dan diserahkan kepada Si Lan.
__ADS_1
“Nah, selamat menikmati!” Fang Yuan berkata kepada Si Lan.
Ketika teh itu diberikan kepada Si Lan, tatapanya langsung lurus ke arah minuman teh tersebut karena satu cangkir teh, hanya berisikan air bening dan satu lembar daun emas. Ada pun, daun itu dia tidak mengetahui langsung mencicip teh tersebut.
"Ledakan!"
Setelah meminum satu suap teh, tiba-tiba ada ledakan yang begitu gemuruh dibenaknya.
“Apa ini.. apa yang sedang terjadi!” Si Lan karena terkejut langsung bangun dari duduknya dia juga merasakan bahwa semua cedera yang sangat serius di dalam tubuh maupun di luar sudah sembuh dengan kecepatan mata telanjang.
Jiwa Naga yang sudah mencapai level 10 tiba-tiba meroket menjadi level 15 sehingga Si Lan masih tidak percaya apakah yang sedang dilakukan ini adalah bermimpi.
"Plak!"
"Plak!"
"Plak!"
“Aduh..” Si Lan meringis kesakitan dia sudah percaya bahwa ini tidaklah bermimpi sama sekali melainkan apa yang sedang dilakukan, tidak ilusi tapi kenyataan.
Baru saat itulah dia melihat dan paham bahwa ada satu lembar daun teh yang berwarna emas dia sendiri mengetahuinya yaitu, daun ini bernama daun teh pencerahan.
Dan gelas yang terbuat dari bambu kecil adalah bambu emas pencerahan.
"Shhhhh!”
Si Lan langsung menghirup udara dingin dia tatapannya langsung bermarta masuk akal juga jika harga ini sangat aman tapi setelah mengetahui bahwa kualitas yang diminum suhu sangat berharga 10 keping emas sangatlah murah.
Teh pencerahan menurut legenda hanya ada di dunia peri. Bahkan dia sendiri tidak tahu di mana tempatnya dunia peri itu tapi sekarang dia melihat dengan mata kepala sendiri ada daun teh pencerahan yang menurut orang-orang atau Legenda.
Daun teh ini, bambu emas ini, semuanya adalah harta peri, bahkan hanya melihat dua item tersebut Si Lan ingin terjatuh lemas karena mengingat kata-kata yang telah dilontarkan barusan.
Di samping itu, di luar toko tersebut keempat kelompok yang sudah menjadi karung pasir akibat ditinjau oleh Fang Yuan akhirnya terbangun dengan meringis kesakitan.
__ADS_1
“Saal.. pelayan itu sungguh sangat kuat bagaimana ini, apakah kita harus menunggu wanita itu keluar?” Tanya satu kelompok yang wajahnya menjadi kepala babi sudah kita jelas seperti manusia.
“Benar, kita harus menunggu di sini setelah wanita itu keluar mari kita eksekusi.” Ketua geng itu serius sambil menggaruk pantatnya.