
Bab 533
Keesokan paginya, dari Karado melapor bahwa wilayah desa Samathi banyak mayat dari geng pembunuh yang berdekatan dengan desa Case.
Ini mengakibatkan Karado sudah cukup milai curiga, sepertinya wilayah Kadipaten Kamaru sudah melancarkan serangannya yang lebih tinggi lagi.
Dari awal hanya pertikaian biasa dan hanya sebagian penduduk desa Case yang mencuri hanya ingin mengambil tebu untuk dimakan sendiri, sekarang sudah ke tingkat taraf yang lebih tinggi. Baron Gustav sudah memerintahkan Pembunuhan agar pihak Baron Samathi bisa secara paksa untuk menyerahkan atau memberikan sebuah informasi bagaimana kadipaten Ashley bisa mendapatkan pohon Tebu itu.
Otomatis berita ini, sudah dilaporkan kepada Adipati Ruben. Bahkan empat desa yang ujungnya berbatasan dengan kadipaten Kamaru sudah meningkatkan setatus siaga ada beberapa zombie suci yang sudah berjaga-jaga.
Para bangsawan tidak ingin satu usah bisinis ada yang menyaingi. Bahan Ruben Ashley tidak terkecuali, dia ingin menjadi satu-satunya pemasok bahan gula keseluruhan kerajaan Aksu. Bahkan ada gagasan di masa depan untuk mengirim bahan gula wilayah kerajaan Startrops .
Sekarang istana kadipaten Ashley sudah mengetahui berita tersebut. Akhirnya langsung membuat runding dengan anaknya yaitu Cade Ashley.
“Mungkin bisnis sembada gula akan mengalami ketegangan yang sangat besar. Untung besar juga ada resiko besar. Kita setelah memasuki masa panen tebu, gula itu di tunjukkan dan di sebarkan para pedagang lokal. Ingat! Jangan diperjualbelikan kepada para Bangsawan. Ayah tahu para bangsawan suka menghamburkan gula ini di atas penderitaan para penduduk lokal. Ayah hanya ingin melihat para penduduk bisa merasakan rasa manis gula.” Ruben mengangguk.
Bahkan saking optimis jika penjualan Gula akan laris, tanah milik keluarga Ashley telah di samping kiri, sudah ditanami tebu yang luasnya sampai 30 Ha.
Tentu saja 30 Ha sungguh sangat luas.
Penggilingan tebu sudah akan berjalan lancar hanya menunggu masa panen. Bahkan pihak keluarga Ashley sudah merekrut penduduk agar bisa menjadi pekerjaan tetap.
Tentu saja Bangsawan Ashley adalah bangsawan mementingkan penduduk dan tidak akan ada kerja paksa dari penduduk lokal.
Karena ini sudah memasuki bulan keempat, banyak penduduk yang sudah dikerjakan untuk membersihkan daun yang sudah kering.
Membersihkan daun yang sudah kering, guna mencegah rumput yang tumbuh secara liar di sekelilingnya sehingga kualitas tebu akan terjaga.
Dari kejauhan banyak para mata-mata pesuruh Kamaru yang sedang mengamati berbagai sisi wilayah kadipaten Ashley. Kunci dari semua ini adalah Keluarga Ashley. Jika dia bisa menculik Ruben Ashley dan menyadap pengetahuannya akan sangat berguna untuk melihat siapa sosok tangan hitam yang mencoba mengendalikan bisnis ini.
~
~
#Wilayah Desa Carne!
__ADS_1
Desa Carne juga berdekatan dengan Kadipaten Hill. Di sini, Baron Veldav sudah membuka toko cabang Wanjie sekala kecil dengan luas dua puluh meter persegi dengan dua lantai. Saat ini Veldav sudah merekrut pekerja sekitar dua puluh orang dari penduduk lokal.
Bahkan, mereka berdua cukup terkejut karena hasil dari penjualan persenjataan dan alat sihir lainnya sungguh sangat fantastis. Kebanyakan yang membeli adalah para petualang dan para anggota pembunuh bayaran.
Pada awalnya, pembunuh bayaran ingin merampok secara paksa dari harta yang dijual oleh Lucia dan Veldav. Akan tetapi semua upaya itu, hanya berlangsung dengan kekalahan telak.
Lucia dan Veldav melihat setumpuk kepingan emas sekitar dua karung penuh matanya berbinar-binar.
“Dalam dua bulan terakhir kita memiliki kepingan emas yang sangat banyak. Sudah ada empat karung keping emas yang sudah kita kumpulkan, kamu pergi dan memberikan kepingan emas ini kepada toko pusat persenjataan Wanjie,” pinta Veldav kepada anaknya Lucia. Sekarang karena sudah diperlengkapi kekuatan diberikan dari Long Fai, Veldav tidak takut jika anaknya pergi ke tempat Kadipaten Hill tepat dimana toko persenjata Wanjie berada.
Jika ada kelompok penjahat yang ingin menyerang Lucia, dia sudah yakin bahwa putrinya akan memenangkan pertempuran itu karena putrinya sudah memiliki sihir yang menguasai hampir seluruh elemen langit.
Untuk persenjataan, itu dikirim melalui sihir teleportasi. Yang ngirimnya juga pihak mayat hidup dari pesuruh Long Fai.
Untuk mengirim hasil emas itu, hanya bisa dikirim melalui wilayah Hill.
Lucia langsung memasuki gerbong gandeng yang di mana dua gerbong itu terdapat beberapa karung koin emas yang sudah menumpuk untuk dikirimkan ke toko persenjataan Wanjie.
Untuk gerbong paling depan dia khususkan untuk dirinya beristirahat.
Hiya!
Hiya!
Akhirnya empat kuda langsung berjalan untuk menarik tiga gerbong kecil yang memiliki beberapa keping emas di dalamnya.
Setelah satu jam perjalanan, Lucia yang sedang menggunakan sihir kegelapan langsung mengeluarkan hewan dari tanah berbentuk kucing yang seluruh tubuhnya diselimuti asap.
Lucia sungguh sangat senang sekali dengan keterampilan sihir sekarang Sehingga tidak terlalu takut jika ada penyergap yang mencoba merampok dirinya.
Sring!
Sring!
Tiba-tiba kuda langsung berhenti sehingga pelayan itu menanyakan kepada Lucia bahwa di depannya ada pertempuran yang sengit.
__ADS_1
“Nona Lucia, terpaksa kita berhenti sebentar karena di depannya ada pertempuran yang sangat menegangkan! Apakah kita berjalan menyamping walaupun sedikit lama, apakah Kita juga harus menolongnya!” Dia berteriak kepada Lucia sehingga seketika Lucia membuka tirai tipis tersebut.
Sontak langsung melihat pertempuran ada satu wanita dan dua pemuda yang saat ini sedang dikepung oleh beberapa prajurit yang seluruh tubuhnya dilengkapi baju besi.
“Tunggu dulu ... sepertinya aku kenal mereka?” Lucia setelah mengamati lebih dalam dan memperjelas pandangannya tiba-tiba teringat Ketiga orang itu.
Orang yang sedang melawan prajurit berlapis baja adalah teman sekelas akademi. Tanpa speaker panjang seketika Lucia langsung meminta izin kepada pelayan itu agar tunggu sebentar.
“Aku akan menyelamatkan mereka karena dia adalah satu kelas dengan akademi yang telah aku timba ilmunya.” Lucia menganggukan kepalanya langsung meloncat.
Hiya!
Swosh!
Lucia langsung mengeluarkan pedang yang di akreditkan dari Beitang Yu pada waktu itu.
Tiba-tiba prajurit jahat yang menggunakan setelan baju besi langsung terkena tebasan pedang dari Lucia sehingga baju itu seketika mengeluarkan percikan api.
Sring!
Dentang!
Prajurit yang memakai setelan bajak melihat pedang mengenai baju perlindungannya sedikit gores langsung mengurutkan keningnya.
“Kamu memiliki beda yang sangat bagus aku menyukainya. Lalu, aku akan merebut pedang itu!" Dia setelah berkata dengan lembut, langsung meraih pedang milik Lucia. Akan tetapi, Lucia langsung menggertakan giginya dan mengeluarkan sihir api dari pedang tersebut.
"Jangan bermimpi kamu untuk mendapatkan pedang ini!"
Bam!
Ledakan tapi itu menyembur ke arah helm baja dari prajurit jahat. Seketika dia mundur enam langkah dengan wajah yang sangat khidmat.
Tiba-tiba wanita teman sekelas Akademi yang bernama Julis, langsung terkejut kapan Lucia bisa menggunakan sihir?
Akan tetapi, dia masih mengurungkan diri untuk bertanya terlebih dahulu karena di depannya masih dalam keadaan genting akibat pertempuran yang sangat hebat.
__ADS_1