Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Wanita Bodoh


__ADS_3

Bab 67 Wanita Bodoh


Setelah mengucapkan permaisuri Ho Tu berkeringat, ini adalah jumplah kekayaan yang dia dapat dalam setahun di wilayah yang dia kuasai di alam atas. Demi mendapatkan bambu emas hanya satu batang, dia merelakan kekayaan bersih yang dia miliki dalam setahun.


"Hufff tidak apa-apa, demi umur panjang aku akan merelakan." Permaisuri Ho Tu mencoba menenangkan pikiranya.


Bahkan para taipan kaya raya ingin menawar lebih dari 10 milyar keping emas, dia tersangkut di tenggorokannya hingga ingin tersedak setelah mendengarkan tawaran permaisuri Ho Tu.


Tun Ri yang tidak kalah terkejutnya, dia memandang Ho Tu sambil curiga. Bahkan di masa lalu, dia sendiri tidak memiliki jumplah uang sebanya itu.


Ini wajar karena bambu emas adalah hal yang melegenda. Bahkan di jaman kuno tidak ada satupun yang melihat bambu emas itu.


Tapi dia curiga, jika bambu emas ini adalah sangat legenda, lalu siapakah pemilik bambu itu yang mencoba melelangkan?


Di sisi Long Fai, akhirnya matanya melotot, dia tak tahan akhirnya tertawa terbahak-bahak. "Hahahahah aku jadi kaya..!"


Begitu suara tawa Long Fai keluar, semua orang yang ada di situ cemberut dan menatap ke arah Long Fai layaknya orang gila.


Bahkan permaisuri Ho Tu langsung menatap ke arah Long Fai karena bingung, baginya Long Fai sangat norak.


"Ini baru satu batang sisa dua batang, apakah ada yang berani menawar lebih dari 10jt M keping emas." Wanita gunung besar memecah ke hebohan. Namun ketika wanita gunung besar berkata, seketika menjadi sunyi.


Para penonton. "..."


Tun Ri. "..."


Para taipan kaya. ".."


Apakah anda bercanda? Jumplahn10jt M keping emas bahkan kerajaan Falas sendiri mustahil memiliki kepingan emas sebanyak itu,


Bahkan wanita gunung besar dia canggung dan malu dia menggaruk hidungya dan berkata seperti ini. :"Baikalah jika tidak ada yang menawar, maka pelelangan bambu emas akan aku tutup."


"Tok!"


"Tok!"

__ADS_1


"Tok!"


Juri akhirnya membunyikan palu, kemudian Wanita gunung besar melanjutkan item pelelangan berikutnya.


"Baiklah item kedua yakni, gingseng abadi. Gingseng ini menurut rumor jika pembudidaya memakan buah ini, maka akan memperpanjang umur hingga 1000 tahun dan kulit tanpa menua dalam 1000 tahun. Item ini sungguh berharga bagi kaum wanita. Untuk melelang kami akan mematok harga sama seperti sebelumnya yakni, 1 milyar keping emas."


"Apa... Ini adalah barang tingkat peri lagi...!"


"Sial aku sangat beruntung dalam hidup ini.. Akhirnya aku bisa melihat barang tingkat peri."


Para pengunjung saling heboh. Namun para taipan kaya langsung menawar....


"Aku 2M keping emas..!"


"Aku 8M keping emas..!"


"Aku 12M Keping emas!"


Permaisuri Ho Tu berkeringat lagi, dia melihat gingseng abadi dia tak tahan, namun jumplah emas yang dia miliki terbatas dia perlu pergi ke alam atas untuk mengambil kepingan emas yang tersedia di kerajaan.


Kertas berita seperti pesan online di bumi, hanya saja di dunia ini dia berbentuk kertas, dan anda menulis menggunakan aura. Setelah energi aura di tuangkan di kertas berita, maka kertas itu langsung berubah menjadi sinar cahaya yang sangat melesat cepat.


Permaisuri Ho Tu sudah mengirimkan ke salah satu bawahan yang paling terpercaya. Setelah itu, dia kembali tenang dan mencoba menawar lagi. "Aku 20M keping emas!"


Begitu suara Ho Tu di ucapkan ada yang mengutuk marah seperti ini. :"Sial kamu.. apakah kamu masih serakah? Kamu telah mendapatkan bambu emas yang melegenda sekarang kamu ingin merebut peluang aku." Taipan kaya itu memarahi sambil menangis.


"Aku tidak peduli, selagi ada uang maka dia pemenangnya." Ho Tu bahkan tidak memandang sedikit sama sekali kepada taipan kaya yang memarahi.


"Kamu...!" Taipan kaya itu sangat marah, tapi dia juga tidak berdaya


"Cih dasar semut.." Ho Tu menghina lebih dalam di hatinya.


Walau dia menawar bambu emas dengan harga fantastis, baginya itu sangatlah boros tapi itu lebih baik dari pada tidak mendapatkan sama sekali.


Tun Ri memandang terus menerus ke arah permaisuri Ho Tu, dia menyimpulkan bahwa Ho Tu berasal dari dunia atas, karena ini adalah kemungkinan.

__ADS_1


Sebagai contoh, Tun Ri sudah yakin bawasanya, di dunia Tongtian ini untuk mendapatkan jumplah kepingan emas yang sangat fantastis, mustahil baginya bahkan itu tidak mungkin. Namun di alam atas, sumber daya akan lebih melimpah dan peradaban sedikit maju. Di alam atas manusia biasa sudah memasuki tahap fondasi inti dan itu masih di sebut fana. Namun di dunia Tongtian ranah tersebut sangatlah jenius. Sehingga kesenjangan ini cukuplah kontras.


Saat ini ketika Tun Ri melihat permaisuri Ho Tu dia sangat yakin bahwa Ho Tu beraasal dari alam atas. Jika alam atas, siapakah dia? Apakah dia kenalan lama? Namun sayang sungguh sayang karena Ho Tu memakai cadar dia sendiri tidak bisa melihat dengan jelas.


Setelah Tun Ri memandang item itu, dia memikirkan siapa pemilik barang tingkat peri dan dia akan mengidentifikasi juga apakah pemilik harta tingkat peri juga berasal dari tingkat atas?


Namun jika dari alam atas ini mustahil baginya bahkan sangat lanka, dia memikirkan masalah ini sangatlah tidak berdaya. Kemudian dia menatap Long Fai yang seperti badut gila dan berkata lirih. :"Manual itu adalah berisi pedang ashura aku, kamu hanyalah fana berani sekali mengambil yang seharusnya tidak di ambil, maka jangan salahkan aku jika aku tidak sopan."


Setelah itu, Tun Ri kembali duduk dengan tenang, dia sambil mengangkat kaki erlangnya.


Di sisi lain, wanita gunung besar juga tidak berdaya, dia setelah memandang gingseng abadi ini, dia sangat enerjik. Bahkan dia membayangkan jika barang gingseng yang ada di depanya adalah milik sendiri, jika dia di gunakan di tubuhnya maka akan awet muda selama 1000 tahun.


Tapi sayang sungguh sayang dia semakin membayangkan semakin pahit untuk di bayangkan. Setelah menghilngkan kepahitan hidup, dia berakata. "Apakah ada yang berani menawar lebih tinggi dari pada wanita bercadar...!"


Long Fai sangat serakah dalam uang dia tidak mau berhenti di sini saja sehingga dia licik. "Aku menawar 25M keping emas...!"


"Kamu sialan bajingan..!" Permaisuri Ho Tu menyemburkan darahnya dia menatap ke arah Long Fai sangat ganas.


"Ada apa? Selagi ada uang maka itu pemenangnya!" Fai berdiri langsung dan menatap ke arah Ho Tu sangat lantang dan bangga.


"Kamu...!" Paru-paru Ho Tu rasanya ingin meledak karena marah dia sangat terengah-engah. Anda tidak percaya bahwa anda sebagai permaisuri berusia 4000 tahun lebih, akan begitu mudah di pusingkan oleh manusia Fana rendahan.


Ho Tu mencoba menenangkan batin yang bergejolak dia menjawab lagi. "Aku menawar 30M keping emas..!" Jika anda melihat mungkin saja Ho Tu sangatlah tenang, namun tanpa orang di ketahui adalah dalam hati, sebenarnya dia berdarah hatinya.


Long Fai pura-pura mengertakan giginya.. :"Aku 32M keping emas...!"


"Aku 40M keping emas!" Ho Tu saat ini berdarah dan dia ingin sekali mencakar-cakar wajah Long Fai.


"Kamu...!" Long Fai pura-pura marah dia menatap ke arah Ho Tu sambil melototi dan dia juga sudah mematok harga 40M keping emas harusnya cukup. Setelah itu dia duduk dan sambil pura-pura menatap ke arah Ho Tu memasang wajah kekalahan.


Melihat raut wajah Long Fai yang kalah Ho Tu langsung menghina penuh kemenangan, bahwa anda tidak sebaik seperti badut yang melompat tembok.


Zhao Wan di kejauhan terkekeh, ketika melihat cara licik Long Fai. Namun dia juga tidak melarangnya karena dengan harga semakin tinggi maka di pihak pavilium juga akan mendapatkan bagi hasil yang lumayan.


"Hehehe dasar wanita bodoh kamu sangat pintar untuk di bodohi." Diam-diam Long Fai tertawa jahat.

__ADS_1


__ADS_2