
Bab 94 Darah Leluhur Phoenix
Dalam perjalanan, Zhao Wan dan Feng Zhi sungguh terbalak matanya. Ketika dia baru keluar dari tempat pelelangan Wanjie, dia melihat patung Long Fai seperti menara. Patung itu kebanyakan di tempatkan di area penduduk biasa.
Bahakan Zhao Wan melihat para warga yang wajahnya berseri-seri seperti memiliki kelapangan hati yang bebas.
Tapi yang membuat kasihan adalah semua para orang yang masih selamat sedang mengubur manusia yang tewas dan para warga banyak yang mengubur secara masal.
Tapi semakin anda pergi jauh, anda akan melihat banyaknya pertanian yang terbentang sangat luas. Pertanian itu menurut penilaian darinya, setidanya berkualitas tinggi.
"Apakah ini ada hubunganya dengan Long Fai?" Zhao Wan menebak. Ketika dia sedang mengatakan kata-kata Long Fai, tanpa sengaja para manuisa yang berada di area ini kebetulan mendengarnya sehingga memarahi: "Oh soal Nona, kamu tidak sopan terhadap raja, apakah Nona tahu, semua penduduk di sini, sudah sepakat untuk memanggil raja dengan sebutan Xiandi, raja Xiandi adalah peri."
"Apakah kamu sangat norak?" Zhao Wan cemberut melihat ke fanatikan para penduduk yang tersisa.
"Kamu sepertinya belum melihat ke ajaiban apa yang di lakukan oleh Raja Xiandi, lihat semua tumbuhan dan semua rumput air, ini seperti mengandung sajak kekuatan Xiandi." Warga itu menunjuk ke berbagai arah.
"Aku tahu bahwa Long Fai sangat ajaib tapi bisakah tidak secara terangan sangat mencolok?" Zhao Wan tak berdaya.
Namun orang itu bersikeras: "Kamu tidak akan percaya ketika belum melihat apa yang di kepala sendiri, Raja Xiandi adalah pria yang tampan, setiap pidatonya di waktu itu, sangat menggelegar layanya petir namun sangat lembut. Setiap pidato yang di katakan Raja Xiandi, akan memunculkan bunga-bunga yang bermekaran."
Melihat orang yang fanatik menjelaskan sambil menari-nari dengan gembira, akhirnya Zhao Wan dan Feng Zhi harus cepat-cepat pergi dari sini dan cepat-cepat pergi menemui Long Fai.
"Ayo, Feng Zhi, kita pergi.." Zhao Wan mendesak.
"Baiklah nona..!" Feng Zhi mengangguk dan alkhirnya mereka berdua terbang bebas seperti jet tempur begitu cepat.
......................
Di hutan peri, Long Fai sedang duduk sangat nyaman, melihat pembangunan istana tempat runtuhnya sekte kelas dua cukup kagum. Pembangunan istana ini sangatlah cepat, walau tidak menggunakan alat berat.
Kemudian Long Fai bangun dari duduknya dan menepuk pantanya lalu, pergi tempat di mana Tun Ri dan Yun Che sedang membuat kandang peternakan.
__ADS_1
Long Fai terbang tidak membutuhkan satu menit tiba di tempat Tun Ri dan Yun Che berada.
"Yun Che ketika kandang ini sudah siap maka kamu di tugaskan untuk mencari rumput di hutan, selagai di tugaskan untung mencari pakan rumput, kamu juga harus di tugaskan untuk menabur benih pohon-pohon ini."
Kemudian Long Fai melepara satu karung biji-bijian bibi berkualitas tinggi untuk di tanami di seluruh penjuru hutan buas yang tersebar di wilayah Naga Azhure dan di hutan-hutan yang tak terjamah yang sangat tersembunyi.
"Siap Bos laksanakan." Jawab Yun Che sangat hormat.
"Baiklah untuk memperlengkapi kamu mencari pakan rumput, ini kamu gunakan ini." Long Fai langsung menyerah kan senjata tajam celurit yang sangat mengkilap kepada Yun Che.
Yun Che setelah melihat celuruit itu, tiba-tiba tubuhnya bergetar. Dia meraskan ada kekuatan yang mengamuk mencoba memasuki ke dalam tubunya.
"Kamu tidak perlu gugup, kendalikan tubuh kamu, ketakutan kamu, maka kamu akan mengendalikan celurit ini." Kata-kata Long Fai seperti menggelitik di telinganya. Bahkan Yun Che curiga apakah Long Fai mengetahuo asal-usul dirinya?
Yun Che adalah tuan muda dari keluarga renda dengan marga Yun. Tapi Yun Che hanyalah anak angkat yang selalu di kendalikan oleh patriak demi kepentingan keluarga.
Dari pergi ke makam kuno dan mendapatkan pedang patah? Dia melakukan hanya untuk keluarga Yun. Bahkan sampai saat ini setelah keluarga Yun musnah, apa yang dia dapat sampai sekarang, hanyalah angin kosong.
"Bom!"
"Tegakan hati, dan tidak memundukan kepala, selama anda di jalan yang lurus, dunia ini akan menyelamatkan kamu."
"Kendalikan nafsu, kendalikan ketakutan dengan cara itu anda bisa mengendalikan dunia itu sendiri."
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Bisikan agung itu, yang meledak di otaknya seperti suara kaisar yang agung dan bermartabat.
__ADS_1
Tiba-tiba aura energi yang mengamuk-mengamuk yang berasal dari senjata celurit bisa di taklukan oleh keteguhan hati Yun Che.
Setelah Yun Che mendapat pencerahan, dia besujud kepada Long Fai: "Bos aku mengerti, aku sudah paham."
"Baiklah jika kamu sudah paham." Long Fai menganggukan kepalanya. Dia tidak mengira bahwa gelar dewa pendongeng memiliki efek pencerahan yang sangat hebat. Anda hanya berkata omong kosong maka akan mengakibatkan hal ajaib.
Sekarang Long Fai hanya tinggal satu. Yaitu, dia belum merubah Qin Luo menjadi pria yang terhormat.
Tapi untuk saat ini, Long Fai masih binggung dia ingin berkata omong kosong kepada Qin Luo. Karena belum memilki kata-kata omong kosong di otaknya.
"Apa yang harus aku lakukan, aku adalah orang yang mempunyai gelar dewa, maka kemungkinan kata-kata aku memiliki makna dan kehendak tertentu." Long Fai berpikir.
Setelah beberapa lama Long Fai berpikir, akhirnya dia tersenyum cerah. Long Fai menghampiri Qin Luo yang sedang menyapu.
"Qin Luo, ada hal yang ingin aku sampai kan." Long Fai tersenyum.
"Bo..bos apa yang kamu ingin katakan kepada aku." Qin Luo sangat gugup, dia takut mati sehingga dia merinding.
"Apakah kamu ingin menjadi kuat seperti Bai An dan lainnya?" Kata Long Fai.
"Aku sangat mau," Jawab Qin Luo, dia tidak perlu ragu. Dengan dirinya mengikuti Long Fai, mungkin di masa depan dia akan bersinar cerah.
"Baiklah jika kamu ingin kuat, seperti Bai An dan lainya maka kamu makan dan telan ini." Kemudia Long Fai mengeluarkan kertas kecil, yang terdapat gambar burung Phoenix merah.
Menurut informasi Artefak Naga, tinta cat yang berwarna merah ini adalah darah leluhur Phoenix.
Oleh sebab itu, Long Fai hanya mencoba jika Qin Luo memakan kertas yang ada gambar lukisan burung Phoenix merah apakah dia bisa menyatukan garis keturunan!
"Baik Boss!" Qin Luo tidak ragu, dia memakan kertas yang ada gambar Phoenix secara langsung. Ketika dia menelan kertas itu, Qin Luo merasakan rasa manis yan terdapat dalam kandungan kertas ini.
Tapi selang berapa menit, tiba-tiba tubuh Qin Luo terjatuh dan berputar-putar di tanah seseolah merasakan sakit di seluruh sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"Ahhh ini panas..!"