
Bab 98 Budak Cinta
Bai An berkeringat deras setelah melihat amarah Long Fai. Tapi walau begitu, dia masih mengelak: "Boss jangan salah kan aku, siapa suruh berciuman di tempat umum kan aku gak tahu."
"Banyak alasan...!" Long Fai bergegas di hadapan Bai An langsung memukul sehingga Bai An terpental ke langit.
"Ahhhhhh!" Bai An berteriak kencang. Namun setelah berapa menit, Bai An terbang dari atas langit untuk menghampiri Long Fai. Setelah terkena tinju Long Fai, Bai An kepalanya menjadi seperti di sengat tawon. Namun dia masih mendekati Long Fai sambil berkata: "Bos aku...!"
Setelah memulihkan amarahnya, Long Fai memandang Bai An seraya berkata: "Kamu bawa dia untuk datang kesini, untuk menghampiri dan menemukan aku."
"Hmm baiklah Bos!" Bai An berteriak.
"Huhhh, Lanlan, apakah kamu belum puas." Long Fai memandang Wang Roulan sambil tersenyum lembut.
"Ini lebih dari cukup, hanya saja aku tidak siap dan kaget!" Wang Roulan membuat alasan. Sebenarnya dia sangat belum puas. Dia melakukan perciumam belum lama tapi, si bastard Bai An datang untuk mengacau hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Jika kamu belum puas maka bisa di lakukan ketika malam hari." Long Fai tersenyum lembut, namun niat baik Long Fai salah paham di mata Wang Roulan. "Huhh dasar mesum!" Wang Roulan menggerutu.
"Ehh..?" Long Fai bingung, tiba-tiba otaknya tersesat sejenak melihat perilaku Wang Roulan.
"Yah baiklah, karena kita sudah menjalin kasih sayang, maka alangkah baiknya kita mulai detik ini kita tidur satu kamar, kamu tidak perlu khawatir aku akan tidur di lantai ." Long Fai berkata serius.
"Apa? Apakah begitu secepat ini, aku tidak ingin, aku malu..!" Wang Roulan menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak perlu malu, dengan pengaturan ini, maka hubungan kita akan di kenal, jika kamu tidak mau apakah kamu tidak takut jika permaisuri Ho Tu melecehkan aku.." Long Fai meringis sambil menatap Wang Roulan.
"Kamu tak tahu malu,, itu tidak mungkin!" Wang Roulan menggelengkan kepalanya kata-kata Long Fai baginya mengada-ngada.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak percaya. Jika kamu masih ragu tidak masalah. Namun ketika Ho Tu mengetahui apakah kamu lupa? Bahwa besok aku pergi me alam atas dan melakukan pernikahan di atas kertas. Walau aku dan Ho Tu hanya pernikahan kertas tapi untuk membuat percaya para bawahan dan pelayan, di haruskan aku dan Ho Tu tidur dengan satu kamar. Ohh sangat sedih wanita aku sungguh pelit tapi yang palsu begitu dermawan!" Long Fai pura-pura sedih.
"Brengsek kamu Long Fai..!" Wang Roulan menggertakan giginya sambil tersipu. Lalu dia pergi meninggalkan Long Fai. Namun selang berapa detik dia pergi mendekati Long Fai.
"Baiklah ini hanya satu kali kamu dan aku tidur satu kamar. Bukanya aku tidak menolak namun aku belum siap huhh, kamu mesum..!" Wang Roulan duduk di samping Long Fai sambil tersipu.
"Hahaha Lanlan kamu sungguh imut aku sangat menyukai mu..!" Long Fai mencubit hidung Wang Roulan.
"Diam kamu Long Fai!" Wang Roulan menghalau tangan Long Fai yang sedang mencubut hidungnya. Lalu dia menggigit jari Long Fai.
"Aduh.. Lanlan, kamu galak ini sakit...!" Melihat jari sendiri di gigit Wang Roulan Long Fai berpura-pura kesakitan
Setelah beberapa menit kedua insan kembali normal setelah bergurau. Kemudian Long Fai berkata: "Lanlan rambut aku yang sekarang sangatlah jelek, seperti sudah tua, aku suka yang hitam."
"Ini memang benar, tapi itu tidak masalah bagi aku semuanya bagus !" Wang Roulan mengangguk sambil tersenyum lembut.
"Aku lebih nyaman rambut warna hitam, rambut putih ini seperti kakek-kakek tua." Setelah itu, Long Fai berkata kepada jubah sarjana dalam hati: "Jubah Ajaib apakah kamu mempunyai kemampuan untuk merubah rambut aku menjadi putih?"
"Oke bagus jubah ajaib," Long Fai gembira akhirnya kembali seperti semula.
Wang Roulan yang melihatnya juga berseru: "Long Fai rambut kamu.."
"Ini benar sudah kembali seperti semula." Long Fai tersenyum dan berkata lagi: "Oh, Lanlan, apakah aku sudah tampan!"
"Hmmm kamu sangat tampan semuanya tampan, bahkan kakek kamu tampan!" Wang Roulan terkekeh sambil melihat wajah Long Fai.
Setelah beberapa menit....
__ADS_1
Bai An menghampiri Long Fai sambil membawa kedua wanita cantik.
"Boss aku sudah membawa dua wanita cantik itu.. !" Bai An melapor.
Long Fai melihat wanita itu sudah mengenalnya. Tapi ketika dia melihat Zhao Wan yang tidak memakai topeng tersesat sejenak.
"Kamu apakah pemilik dari paviliun Wanjie?" Kata Long Fai. Setelah tersesat sejenak dia kembali sadar.
"Ini benar, aku Zhao Wan dan ini Feng Zhi mengucapkan selamat karena kamu menjadi raja baru di wilayah ini." Zhao Wan sangat percaya diri, dia sudah yakin setelah membuka topengnya, maka pesona magis akan terpencar sehingga bisa memikat Long Fai.
Bahkan Wang Roulan melihat kecantikan pemilik paviliun Wanjie juga tersesat sejenak. Tiba-tiba entah kenapa hatinya ada perasaan kerisis yang amat bahaya. Dia mengakui bahwa wanita yang ada di sekitar Long Fai yang mencoba merayunya di banding dirinya dalam kecantikan tentu saja kalah.
Tentu saja, identitas wanita itu sangat luar biasa. Sebut saja Ho Tu adalah permaisuri yang sudah memerintah selama ribuan tahun. Lalu nona Chanseng dia adalah tuan putri kerajaan Wudang. Dan satu lagi ini dia adalah pemilik pavilun Wanjie. Memikirkan ini, di bandingkan dengan dirinya yang tidak memiliki latar belakang yang besa, bahkan dia hanya guru bagi murid pada awalnya tiba-tiba entah kenapa hati ini pahit. Dia ingin menangis seseolah tidak percaya diri.
Memikirkan ini, dia hanya seperti kodok ingin memakan angsa.
Di sisi Zhao Wan, dia sangat percaya diri. Tapi, tiba-tiba Long Fai membalas dengan nada datar
"Oh." Jawab Long Fai.
"Kamu.. apakah tidak ada jawaban lain?" Diam-diam hati Zhao Wan marah.
"Harus apa lagi, bukankah kita sudah mengenal?" Long Fai bingung, tapi tiba-tiba Wang Roulan berbisik: "Kamu bodoh, dia ingin kamu memuji bahwa wanita itu cantik."
"Apakah begitu?" Long Fai juga berbisik sambil bingung. Dia akhirnya mencoba: "Aku salah besar, ternyata kamu setelah melepaskan topeng ternyata cantik. Aku sarankan kamu melepaskan topeng itu karena kamu sungguh cantik."
"Huhh, apakah kamu sudah percaya, bahwa aku tidak jelek seperti yang kamu katakan? Aku memakai topeng agar tidak ada pria lain yang memandang aku dengan tatapan panas. Tapi jika kamu ingin melihat wajah aku maka aku akan melepaskan topengnya." Jawab Zhao Wan dia sambil percaya diri.
__ADS_1
Tapi Feng Zhi yang mendengarkan perkataan Zhao Wan merasa ada yang tidak beres, ini seperti bukan sifat asli Zhao Wan yang lembut dan tenang. Tapi sifat ini seperti di tinjukan kepada wanita feminim yang sedang menjadi budak cinta.
Bahkan Long Fai yang mendengarkan perkataan Zhao Wan, otaknya sedikit tersesat.