Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Suara Sruling


__ADS_3

Bab 60 Suara Sruling


"Uhuk.. uhukkk!" Walau kedua orang itu menghindari tembakan bilah Bai An, namun gelombang kejut itu begitu hebat. Saking hebatnya Long Yu dan Ayahnya semua baju hingga robek.


Bahkan Long Shi terbatuk keras.


"Nakk.. kamu mundur dulu..panggil panglima kerajaan kita butuh bantuan!" Pekik Long Shi kepada Long Yu. Setelah dia mengetahui kekuatan asli Bai An, dia tidak berani untuk gegabah.


Anda harus meminta bantuan, jika anda tidak ingin mati sia-sia.


"Baik ayah..!" Long Yu menggertakan giginya sambil menatap Bai An dengan ganas. Dia tak menyangka bahwa Bai An memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.


"Jahahahaha! Babi kalian ingin meminta bantuan sungguh pengecut!" Teriak Bai An dari ke atasan sambil nada hina.


"Hummp nak, aku tidak menggira kamu memiliki kekuatan penghancur yang amat mengerikan, tapi jadi apa? Kamu telah membuat patriak ini marah maka kamu harus mati." Kata Long Shi sambil menatap sengit Bai An yang ada di atas.


"Kamu dasar rubah tua yang tidak tahu malu.. aku suadah tahu magsud tersembunyi tipu muslihat yang kamu niatkan. Tapi selama ada aku kamu bahkan tidak bisa melangkah garis di mana gubuk Kakak laki-laki Long Fai, itu tidak akan." Jawab Bai An sambil memukul-mukul dada layaknya king-kong.


"Apakah kamu gila... Bocah sial, Long Fai adalah anak aku, sepatunya kamu sebagai adik laki-laki bukan kah kamu juga wajib menghormati aku? Jangan lah kamu menjadi bocah sembrono." Teriak Long Shi sambil memarahi.


"Ayah kentut kamu, kamu adalah ayah tidak tahu malu, dan penjilat paha, lebih baik kamu pergi, bahkan jika kamu berpose seperti kucing imut kakak laki-laki tidak akan begitu tergerak sama rubah tua bajingan!" Seru Bai An sambil mengacungan jari tengah.


"Kamu bedebah...!" Long Shi mulutnya berkedut hebat dia akhirnya melompat terbang dan menggunakan ribuan rantai untuk melilit Bai An.


Namun Bai An tak tinggal diam dia juga menebas rantai itu, menggunakan kapak. Bahkan dia langsung melemparkan kapak itu ke arah Long Shi dengan lemparan amat keras.


"Swoshhhhh!" Kapak itu meluncur sangat mengagumkan dan sangat cepat.


"Oh sial.. tidak baik..!" Long Shi cepat-cepat mundur, namun pergerakan itu sudah di prediksi oleh Bai An.


Bai An langsung meluncur sangat cepat dan dia mengeluarkan sapu lidi dari cincin penyimpanan, dia langsung memukul punggung Long Shi.


"Plakk!"


Long Shi, sementara itu dia menukik cepat ke bawah tak terkendali.


"Bom!"


"Bug! Bug! Bug!" Setelah menghantam tanah sangat keras, Long Shi berguling gling tak terkendali di tanah.

__ADS_1


"Kamu sebaiknya pergi.. aku takut jika kapak ini akan menggigit hingga kamu tewas, karena seperti yang kamu tahu bahwa senjata tidak memiliki mata." Bai An terus mengusir Long Shi.


"Hahaha aku tidak takut ayo bunuh aku.. Hahahah !" Long Shi saat ini tertawa lebar dia tidak takut, karena merasa ada bala bantuan yang ingin mendekat.


"Sighh.. dasar babi tua..!" Bai An terbang lagi dan mencoba meninju Long Shi agar dia pingsan. Namun tiba-tiba ada suara....


"Kamu dasar lancang......!" Suara itu begitu menggelegar, bahkan sedetik sesudah suara itu bunyi, tiba-tiba ada tombak raksasa melesat sangat cepat dan menghantam langsung ke arah Bak An hingga sangat jauh.


Tombak itu bercahaya kuning dan besar bahkan Bai An terseret sangat jaun ribuan Mil



~


"Uhhhh cahaya apa itu? Sungguh keren sekali seperti komet." Kata Long Fai akhirnya dia sampai di kota tanah hitam.


Ketika sepaginya dia sampai di kota ini, dia kagum kerane dia sudah dua kali melihat cahaya yang menyilaukan yang sangat bagus.


"Aku tidak tahu, mungkin ada pertempuran." Jawab Wang Roulan dia juga tidak tahu. Tapi, mungkin saja cahaya itu adalah cahaya ada seorang ahli yang sedang bertarung sengit.


"Lanlan, ayo kita mencari tempat penginapan dan kita berjalan kaki ke tempat keramaian itu." Kata Long Fai, dia sudah sampai di kota Tanah Hitam sekitar dua jam yang lalu, namun karena dia menggunakan hewan tunggangan yang sangat menakutkan, dia mendarat di tepi keramaian, karena bermagsud untuk tidak mencolok.


"Tempat ini sungguh meriah dan rame." Long Fai berseru sekaligus kagum karena ini baru pertama kalinya dia melihat dunia. Tapi walau begitu, di bandingkan di kehidupan bumi kota ini masih kalah jauh.


Berapa saat menit kemudian akhirnya Long Fai dan Wang Roulan mendapatkan tempat satu kamar untuk penginapan dengan berisi dua kamar.


Di dalam kamar penginapan.


"Aww ini sungguh sakit, sial Lanlan, bukankah kita sudah meresmikan hubungan ini, kenapa kamu begitu pelit!" Kata Long Fai, dia pura-pura sakit sambil menggaruk punggungnya yang habis di cubit Wang Roulan.


"Apakah kamu buta hah..bukankah di sini ada satu set kamar lagi..!" Kata Wang Rulan dia sambil menarik selimut dan menutupi wajah karena malu.


"Hei Lanlan, untuk mendekatkan kita dalam hubungan yang romantis itu kita harus di mulai bergandengan tangan, lalu berciuman setelah itu, kita harus tidur bersama untuk meraskan kehangatan, namun kamu begitu galak!" Kata Long Fai dia sedikit cemberut.


"Aku tahu dan aku setuju apa yang di katakan kamu, tapi apakah harus secepat ini." Lirih Wang Roulan sedikit tersipu.


"Apa boleh buat? Lebih cepat, lebih baik." Kata Long Fai sambil mengangkat bahu.


"Bug!" Diam-diam Wang Roulan melemparkan tempat bantal itu ke pada Long Fai. Namun dia dengan tenang bisa menghindari.

__ADS_1


Setelah itu Long Fai menghampiri tempat tidurnya, karena mereka berdua memutuskan untuk pergi ke tempat lelang di waktu menjelang sore, maka mereka mencoba beristirahat dan memulihkan tenaga.


Setelah Long Fai duduk, dia mengambil sruling untung menghilangkan bosan.


Stelah memunculkan sruling, Long Fai memainkan sambil mengangkat kaki erlang.


"Telolet.. Telolet.. Telelelelolet..!"


Begitu suara sruling terdengar, Wang Roulan kaget, karena suara itu menghandung energi yang murni dan agung .


Energi ini sungguh murni dan membuat suasana hati menjadi rileks dan nyaman.


~


"Hahhh hahh hahhh sial aku tidak ingin mati aku harus pulang!" Teriak salah satu pemuda sambil bercucuran darah, dia adalah tuan muda dari keluarga Yun, dengan bernama Yun Che. Alsan dia di kejar-kejar ras iblis adalah karena dia telah memasuki reruntuhan kuno dan dia memperoleh harta karaun sebuah pedang patah yang berwarna hitam.


Namun apa yang dia tak sangka adalah ketika dia berhasil mengambil pedang itu, tiba-tiba ada penjaga monster iblis yang sangat ganas, dia awalnya bertarung sangat terampil.


Namun lambatnya waktu jumplah monster iblis sungguhlah sangat banyak, sehingga Yun Che kewalahan, bahkan dia terluka.


Karena dia tidak naif dia memutuskan untuk melarikan diri. Namun dia tidak menyangka bahwa monster iblis itu bisa mengejar sampai di pinggiran kota Tanah Hitam.


"Sial.. Aku tidak ingin mati.!" Yun Che berbalik sambil garang dia menghadang monster iblis langsung bergegas maju lagi dan menebas-nebas lusinan monster iblis.


"Sring!!" "Sring!" Suara Yun Che sedang menebas-nebas monsters menggunkan pedang patahnya. Bahkan dia sebenarnya sudah membunuh lusinan monster iblis. Namun karena monster iblis itu jumplah banyak seperti semut akhirnya dia kwalahan.


"Tidak... Aku tidak ingin mati... siapa tolong aku...!" Yun Che di gigit monster iblis hingga berdarah.


"Ahhhh sial.. Minggir kamu bedebah..!" Yun Che bertetiak kesakitan.


Namun pada saat itu...


"Telolet... telolet... Telelolelolett!" Ada suara sruling yang begitu ringan dan merdu..


"Menjerit....!" Tiba-tiba semua monster iblis menjerit kesakitan karena ada suara sruling yang menggema.


Akibat suara sruling itu, semua monster iblis langsung lari, bahkan ada yang hancur menguap karena tidak kuat suara sruling itu.


"Ini..!" Yun Che bodoh, dia juga meraskan bahwa luka dirinya perlahan sembuh karena efek suara sruling.

__ADS_1


__ADS_2