
Bab 609 Pemuda Penggembala Kambing
Wanita itu ingin berkata bagaimana kamu membunuh ku, tapi hanya nafas saja yang keluar, tidak ada suara sama sekali. Mata wanita tersebut memaksa agar tidak terpejam.
Hanya saja bagaimana cara dia berusaha, mata itu akhirnya terpejam selamanya.
Bai An setelah memenggal kepala wanita itu menggunakan kapak, melemparkan Niu Yuan ke samping, ”Adik Niu Yuan, kamu sebaiknya berhati-hati lah!”
Bom!
Sudah membunuh wanita, Bai An punggungnya di timpuk menggunakan batu raksasa yang entah keluar dari mana sehingga dia terseret sangat jauh.
Bai An mencengkram tangannya ke tanah seketika tanah itu membuat garis besar yang sangat nyata dan panjang.
Dunia ini adalah dunia alam atas. Tidak peduli bagaimana Bai An adalah orang yang belum pernah keluar dimensi.
Dia cukup kaget kekuatan dunia atas. Tali meskipun begitu, Bai An tidak takut sama sekali. Malahan ketika tangan kanan mencekram tanah, tiba-tiba tangan kirinya menangkap pohon dan mencabut. Setelah dicabut, Bai An menggunan pohon itu untuk menampar benda seperti kipas raksasa yang tadi menumpuk punggungnya.
Bang!
Pohon itu seketika rontok, mata Bai An menyipit dia tidak tahu siapa yang menyerang karena musuhnya bersembunyi. Tapi dengan kekuatan yang dimiliki itu tidak masalah jika mereka menyerang secara pengecut.
”Bajingan! Jika kamu tidak pengecut, keluar lah!" Dahi Bai An berkerut tajam sambil berteriak nyaring.
Setelah teriakan itu sudah berakhir, dihadapan wajahnya keluarlah kipas ajaib dan menampar Bai An. Hanya saja Bai An sudah siap langsung meraih kipas ajaib itu dan menarik dengan tenang.
Baru saat itulah, Bai An melihat sosok yang sangat menyebalkan dia memiliki satu mata yang rusak.
Bai An mencibir sekaligus menghina, “Pantas saja kamu menyerang sambil sembunyi-sembunyi, karena wajah mu lebih jelek dari pada monster."
Tanpa pikir panjang, Bai An menonjok wajah soso yang menyebalkan itu.
Bang!
Kepalanya seketika hancur, Bai An meraih harta kipas itu untuk mengipas diudara.
Wushh!
Seketika akibat kipas itu, mengeluarkan angin bencana dan beberapa kelompok organisasi, seketika terhempas dan keluar dari persembunyiannya.
”Humpp kalian akhirnya keluar!” Bai An meloncat seperti Hulk sambil menggunakan kipas itu untuk memukul satu per satu.
Bang!
Ada pedang yang berputar sangat cepat mencoba menyerang Bai An, tapi Bai An meraih pedang itu menggunakan tangan kosong tanpa sedikitpun terluka. Setelah sudah meraih pedang itu, Bai An menusuk wajah orang itu menggunakan pedang sampai tembus kebelakang.
__ADS_1
Mereka semua yang melihat, akhirnya tahu kesenjangan antara Bai An dan dengan kelompoknya.
Tidak bisa mengalahkan?
Lari!
Beberapa orang yang sudah tahu kengerian Bai An langsung melarikan diri dengan wajah yang sudah pucat seperti kertas putih.
“Kalian tidak bisa melarikan diri,” kata Bai An meraih kapak yang menempel dipunggungnya langsung dilemparkan ke arah mereka semua.
Rasakan kapak penghakiman Pangu Axe!
Wush!
Bom!
Semua orang yang melarikan diri, sudah menjadi daging cincang hanya sekali serangan saja. Niu Yuan yang melihat bertepuk tangan seperti sedang menonton film yang sangat menegangkan.
”Woahh! Paman Bai, kamu sungguh sangat hebat, seperti paman Long Fai!” kata Niu Yuan matanya berbinar-binar.
Bai An mendekati sambil berkata lembut, “Sebenarnya adik juga bisa menjadi kuat, hanya adik belum terbiasa.”
“Hmmmm.” Niu Yuan tersenyum sambil merasakan rasa senang setelah kepalanya diusap-usap oleh tangan Bai An.
Empat jam kemudian!
Bai An sudah selesai mengecat seluruh kuil itu sehingga penampilannya sangat menarik. Dia hanya bingung karena kuil semegah ini belum diberikan patung Long Fai.
“Tentu saja aku akan membuatny,” kata Bai An dia merobohkan patung Cu Liu Fan dan patung itu dihancurkan menjadi bubuk akan didaur ulang.
Bai An selama menjadi jendral di dunia Tongtian, dia sangat jenuh, sehingga kesehariannya hanya membuat ornamen patung kecil seperti gajah, manusia dan berbagai jenis patung hewan yang Bai An kenali.
Dunia Tongtian sudah terkontaminasi hukum jasa, mengakibatkan Bai An tanpa sadar memiliki ketrampilan ilahi membuat berbagai kerajinan patung.
Tetapi keterampilan itu sebenarnya Bai An tidak disadari.
Bai An terlebih dahulu membuat patung monster genderuwo dari tanah liat yang memiliki tinggi dua meter dengan jumlah enam buah.
Tentu saja Bai An mengecat agar patung itu lebih berwarna.
Tidak terasa sudah malam, dan Bai An menyelesaikan setidaknya ada enam puluh patung genderuwo dengan gahar.
Seluruh patung sudah ditempatkan yang menurut Bai An bagus untuk pemandangan.
Pada malam hari, Long Fai kembali ke kuil, seketika terkejut.
__ADS_1
“Patung ini bukankah patung leak yang sama persis di Bali?” gumam Long Fai sambil melihat berbagai patung leak yang sudah terjajar rapi.
Semakin Long Fai berjalan memasuki kuil, semakin aneh wajahnya, “Apakan Bai An membuat patung ini sudah pernah ke Bali? Tentu saja tidak mungkin ... Um ... Mungkin kebetulan."
Long Fai bingung langsung memasuki kuil yang sudah berubah menjadi megah.
Ketika ingin membuka pintu, Long Fai dikejutkan oleh Niu Yuan yang sedang duduk.
“Sudah malam hari, adik kenapa kamu belum tidur?” Long Fai bingung mendekati Niu Yuan.
Niu Yuan kaget dan menggelengkan kepalanya, “Sudah tiga tahun lamanya aku belum tidur. Ketika amu tidur mimpi buruk itu akan terulang. Alhasil aku menghindari tidur sampai sekarang.”
Long Fai mendekati Niu Yuan sambil tersenyum lembut, “Bocah kamu harus melupakan mimpi buruk itu, kamu harus membuktikan kepada ibumu bahwa sekarang kamu sudah hidup dengan nyaman bersama ku,"
“Tapi aku takut memejamkan matanya?” Niu Yuan bingung.
“Jangan takut, paman ini akan memberikan dongeng kepada mu adik," kata Long Fai lembut.
“Ahh benarkah?” Niu Yuan masih ragu-ragu, tapi Long Fai memaksa untuk tidur berbaring.
Ehem!
Long Fai batuk sedikit dan memulai menjadi pendongeng handal.
“Pada saat itu ada sebuah pemuda yang sedang menggembala kambing yang cukup banyak. Kambing itu bukan milik pemuda tersebut, dia hanya bekerja kepada tuan tanah yang memiliki kambing sangat banyak....”
“ .... Pemuda itu sungguh sangat lemah dan periang, hanya keseharian menggembalakan kambing. Sehingga pada suatu saat, satu kambing itu hilang dan pemuda itu ketakutan karena jika kambing itu hilang, maka tuan tanah akan marah.”
“Lantas pemuda itu mencari dengan sungguh-sungguh sampai pada suatu saat dia masuk ke dalam gua misterius. Ketika pemuda itu memasuki ke dalam gua ada monster abad yang bernama Gagak Hitam langsung memenjarakan pemuda tersebut selama beribu-ribu juta tahun. Selama rubah tahun, jiwa pemuda itu di bimbing oleh abadi gagak hitam berpetualang di dunia sepuluh membunuh iblis dan raja jahat ....”
“ .... Sampai pada suatu saat, dia sudah menyelidik setiap sudut dunia, kemudian pemuda itu langsung membimbing beberapa murid yang kelak akan meneruskan atau ditugaskan menjadi raja terkuat di setiap era ....”
“Selama berjuta-juta tahun pergantian raja, pemuda itu hanya menjadi tangan gelap dan keberadaannya sungguh misterius. Sebenarnya ada alasan lagi bahwa pemuda itu membimbing murid agar menjadi raja/ ratu. Mereka ingin membantu pemuda itu agar mendapatkan tubuh aslinya, karena tubuh asli masih dipenjara di gua iblis abadi oleh gagak hitam.”
”Untuk mengembalikan tubuh aslinya akhirnya dia berhasil setelah raja terakhir dari raja Naga Hitam menolong mempertahankan kehidupannya agar pemuda itu mendapatkan tubuh aslinya.”
“Tetapi, setelah pemuda itu berhasil mendapatkan tubuh aslinya dan membuka mata, tiba-tiba dunia sudah berubah dia tertidur selama ribuan tahun, tidak dia tertidur milyaran juta tahun. Dia sudah mendapatkan tubuh aslinya, namun semua murid sudah menghilang hanya dia sendiri yang masih hidup ...”
“Bahkan dia tidak menyangka ketika dulu pemuda itu jiwanya masih di kendalikan oleh gagak hitam, ikan mas yang dulu dia pelihara menjadi naga. Bambu yang dia tanam sudah menjadi bambu dewa, bahkan belut yang dia pelihara di kolam kecil sudah menjadi legenda yang menggema di dunia sepuluh.”
"Hanya saja dia tidak tahu, menghilangnya semua murid yang dia bimbing pada jaman dahulu. Karena itulah dia bertekad untuk mencari sebab dan akibat sambi mengambil harta murid-murid yang sudah terpendam sambil membasmi kejahatan.”
Long Fai menceritakan dongeng dengan apa yang dia tahu salama dia jam. Dari Naruto, Saitama, sampai novel yang dia dulu baca langsung di ceritakan sampai-sampai mulutnya kering.
Long Fai tidak tahu, bahwa ketika di sedang menceritakan pemuda penggembala kambing, seketia semua mahluk Artefak Naga sungguh sangat saleh seperti sedang menceritakan sang abadi membuat era yang keemasan.
__ADS_1