Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Senam Lidah


__ADS_3

Bab 295 Senam Lidah


Kulit kulit Wu Mengchen sepertinya berubah dan bertransformasi menjadi lebih sangat cerah bahkan tubuhnya seperti terlahir kembali.


semua kekuatan ditingkatkan menjadi sangat menakutkan tapi proses kultivasinya masih sama dan tidak pernah naik lagi.


Saat ini tampilan Wu Mengchen penyihir dan sangat menawan walaupun dulu sudah cantik tapi sekarang ditambah cantik.


Bahkan ketika dia sedang dibelai tubuhnya oleh Cai Xuansi, sepertinya dia menyerap energi yang keluar dari Tintin dia dan di masukan ke dalam tubuh sendiri lewat Cibay.


Perasaan ini sungguh sangat nikmat seperti sedang bermain musim semi sampai pada suatu saat akhirnya mereka berdua menuju ke tahap-tahap masa kritis.


Tahap-tahap itu di lewati, akhirnya Wu Mengchen kejang-kejang penuh kenikmatan sambil memeluk tubuh Cai Xuansi sangat erat.


“Ah.... suami... kamu keluar di dalam..” Wu Mengchen berteriak tapi raut wajahnya seperti menikmati sensasi yang begitu tak terlukiskan.


Setelah masa arti sudah selesai Cai Xuansi mencopot Tintin yang sangat besar dari lobang Wu Mengchen sehingga langsung memuntahkan cairan kental manis amat banyak.


Saat inilah, Cai Xuansi melihat wajah Wu Mengchen yang sudah berubah total bertambah cantik sehingga dirinya terpana.


“Kamu siapa?” Cai Xuansi bertanya berpura-pura terkejut setelah melihat wajah Wu Mengchen.


Wu Mengchen yang sedang bertelanjang dada dan sedang dipeluk Cai Xuansi, akhirnya memeluk sangat erat sambil mengusap-ngusak wajah Cai Xuansi dan berkata dengan bibir yang sangat imut. “Apakah kamu sudah lupa dengan Ratu ini?”

__ADS_1


“Ahhh sang ratu Mengchen akhirnya kamu sudah bertransformasi menjadi gadis yang sangat cantik.. ini aku tidak bisa berpaling Dengan wajahmu wahai Ratu hehehe..” Cai Xuansi bercanda sambil tertawa ngakak.


Wu Mengchen menarik hidung Cai Xuansi dan bertanya. “Terima kasih karena menjadi suamiku sekarang dan terima kasih karena telah menjadi yang terpenting bagiku Aku harap kita bisa hidup bahagia sampai takdir yang memisahkan kita.”


Cai Xuansi langsung memotong pembicaraan dari Wu Mengchen. “Bah.. jika takdir memutuskan kita maka aku akan mengajar takdir itu.”


‘‘Pff!’’ Wu Mengchen hanya tersenyum lembut kemudian dia memeluk erat lagi tubuh Cai Xuansi.


Cai Xuansi berteriak: “Hei hentikan aku ingin melepaskan pelukanmu... Aku sudah capek aku ingin memakai baju ayo kita melanjutkan perjalanan lagi bersama-sama.”


“Hmm baiklah..” Wu Mengchen tersenyum menawan kemudian melepaskan pelukan itu dan sama-sama memakai baju.


Saat ini mereka berdua saling mengikat rambut. Cai Xuansi, mengikat rambut Wu Mengchen dan begitu sebaliknya. Tradisi ini adalah tradisi menandakan kedua orang itu sudah melakukan peresmian hubungan dalam adat istiadat kultivator.


Cai Xuansi setelah berpakaian rapi dia menatap ke arah Wu Mengchen penuh dengan jejak kelembutan yang sangat lembut. Lalu dia berkata. “Ayo kita bergandengan tangan untuk menikmati kencan kita yang pertama sembari berjalan-jalan di hutan ini mungkin saja kita ke selatan terus-menerus ada pemukiman penduduk kita akan mampir di tempat itu.”


“Baiklah suami..” kata Wu Mengchen sekarang dia rambutnya sudah diikat dan tidak memakai penutup apapun temperamen sungguh terpancar seperti bidadari turun dari surga wajib itu begitu sangat cantik.


tentu saja Cai Xuansi menatap wajah Wu Mengchen terus-menerus tanpa berkedip sehingga Wu Mengchen, menoleh untuk melihat pemuda dengan wajah masih anak-anak dan berkata. “Suami kecil Kenapa kamu menatapku terus menerus.”


“Ya ampun aku tidak bisa berpaling dengan wajahmu yang sangat cantik. Bahkan aku tidak ingin berkedip untuk melihat wajahmu apakah ini benar ini adalah wajah kamu yang sesungguhnya.” Cai Xuansi menggelengkan kepalanya terus-menerus sambil menatap ke arah Wu Mengchen dan tersenyum lembut.


Wu Mengchen langsung memeluk erat tangan kanan Cai Xuansi dan berkata: “Kapan kamu belajar menjadi gombal seperti ini..”

__ADS_1


“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya toh tidak ada rayuan sama sekali.. Jika kamu tidak percaya kamu mencari air yang jernih dan melihat pantulan wajahmu pasti kamu akan terpana.” Kata Cai Xuansi dia menyarankan kepada Wu Mengchen untuk melihat wajah sendiri lewat pantulan dari air itu agar dia percaya bahwa wajahnya sudah berubah drastis.


“Oh? Ide ini sungguh sangat bagus kebetulan di samping kita ada air ayo kita melihat wajahku bagaimana perubahannya.” Wu Mengchen tersenyum lembut kemudian dia melompat sekitar 7 meter untuk menghampiri air yang sangat jernih.


Ketika Wu Mengchen sudah tiba di air itu dan ingin melihat wajah sendiri, tiba-tiba dia terkejut menggelengkan kepalanya terus-menerus. Bahkan dia memegang wajahnya sendiri terus-menerus apakah penglihatannya sedang ilusi.


“Ini.. ini.. wajah ku..!” Wu Mengchen berkata terus-menerus seolah tidak percaya akan apa yang dia dilihat di pantulan air itu.


Cai Xuansi juga mendekati ke arah dia yang sedang melihat pantulan wajahnya. Setelah itu Cai Xuansi tersenyum sambil berkata: “Nah.. Apakah kamu sudah percaya dengan kata-kataku wajahmu sungguh sangat cantik seperti bidadari aku sangat beruntung mendapatkanmu hehehe.”


Kemudian Cai Xuansi memeluk tubuh lembut dari Wu Mengchen dengan rasa kasih sayang sambil menghirup bau yang sangat harum keluar dari tubuh Wu Mengchen.


Wu Mengchen yang bodoh langsung menatap ke arah Cai Xuansi dan memeluknya juga. Dia sungguh terpana hanya mengatakan dan berdoa kepada Long Fai tiba-tiba dia memiliki kekuatan yang sangat misterius dan teknik misterius, sehingga mentransformasi tubuhnya menjadi tingkat yang sangat menakutkan.


“Ini sungguh benar ini adalah tubuh dan wajah ku.” Wu Mengchen menggelengkan kepalanya dia sungguh sangat senang. Siapa sih wanita yang tida suka bahwa memiliki wajah yang bisa menggulingkan negara?


Melihat transformasi tubuhnya akhirnya dia diam-diam mengepalkan erat-erat dan berkata di dalam hatinya. ‘Suami bastard kamu telah menyesal karena meninggalkanku. Sekarang aku sudah menjadi cantik dan mendapatkan pria yang lebih baik daripadamu dan tentu saja lebih kuat darimu siap-siaplah jika bertemu denganku lagi kamu akan menyesal.’


Setelah itu, Wu Mengchen melihat Cai Xuansi langsung berkata sangat lembut bahkan perasaan ini langsung dicurahkan kepada Cai Xuansi seutuhnya. ”Suami.. terima kasih aku sangat menyukai hadiah ini setelah kamu merubah penampilanku Aku tidak ingin berpaling denganmu. Aku harap kamu tidak seperti pria lain yang begitu tega meninggalkan wanita yang masih mencintainya.”


Setelah itu Wu Mengchen menyosor mulut Cai Xuansi dan mencium sangat begitu gairah. bahkan matanya terpejam sambil meneteskan air mata karena dia sangat terharu telah mendapatkan pria yang sangat kuat dan tentu saja dirinya beruntung mendapatkan pria itu.


Akhirnya mereka berdua melakukan senam lidah dengan ahli.

__ADS_1


__ADS_2