Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Musim Semi Sambil Melihat Pemandangan Indah


__ADS_3

Bab 459 Musim Semi Sambil Melihat Pemandangan Indah.


Chen Bixuan mengelus-elus pantatnya kemudian menoleh ke belakang melihat ada anjing hitam yang sedang menjulurkan lidahnya ke arah dirinya.


“Kamu sungguh berani untuk menggigit pantat ku, apakah kamu tahu aku adalah mantan saint!” Mulut Chen Bixuan berkedut hebat, dia langsung menunjuk jari dan diarahkan kepada anjing hitam itu.


"Sring!"


Seketika ada sinar berwarna emas langsung keluar dari jari telunjuk Chen Bixuan dan melesat langsung ke arah anjing hitam itu.


"Wihh!"


Anjing itu, melompat dengan ringan sehingga Chen Bixuan yang melihatnya seperti sedang diejek.


“Bedebah kamu mati!" Kemudian Chen Bixuan mengeluarkan pedang untuk menyembelih anjing hitam itu yang telah menggigit pantatnya.


Akan tetapi, ketika pedang itu diayunkan ke arah kepala anjing hitam, tiba-tiba mulutnya membuka langsung menggigit pedang itu sampai patah.


"Crack!"


Tangan kanan Anjing itu mengangkat seketika berubah menjadi kepalan raksasa dan mengeluarkan beberapa cakar untuk melukai Chen Bixuan.


Namun, ketika cakaran itu sedang diayunkan, Chen Bixuan mendengarkan suara seperti wanita keluar dari anjing hitam itu.


“Kamu penguntit tidak diizinkan untuk mengikuti Tuanku,” ucap Shi Qian kemudian mulut anjing hitam mengeluarkan api langsung membakar tubuh Chen Bixuan.


"Bom!"


“Aduh! Anjing sialalan bajuku kamu bakar!” Seketika Chen Bixuan langsung menggunakan Aura spiritual untuk memadamkan api yang telah membakar baju dan seluruh tubuhnya.


Setelah api itu padam, dan dirinya juga ingin menyerang anjing hitam itu, tetapi tiba-tiba menemukan anjing hitam itu sudah melarikan diri dari pandangannya.

__ADS_1


“Brengsek! Ahhhh!” Chen Bixuan sungguh tidak menerima perlakuan ini. Sebagai mantan saint agung, diperlakukan seperti ini sungguh sangat memalukan. Bahkan, seseorang seperti dirinya yang telah menjadi orang suci sungguh sangat Arogan dan akan mengingat perlakuan musuh.


“Aku tahu, ini adalah anjing suruhan dari pemuda itu, bagus sangat bagus tunggu saja!” Chen Bixuan yang sekarang gosong tubuhnya tanpa busana langsung keluar dari persembunyian di mana dirinya sedang menguntit.


Ketika Chen Bixuan keluar dari persembunyiannya banyak orang-orang yang melihat ke arahnya dengan tatapan yang aneh.


Mereka semua memandang Chen Bixuan sebagai orang gila sehingga dia selalu mengutuk terus-menerus kepada Long Fai.


Sementara itu, Li Qingyu yang penawarannya untuk membeli kuda ajaib akhirnya gagal. Bahkan, Li Feng yang melihat putri sendiri terheran-heran sehingga berkata seperti ini, “Nak, Apakah ada yang spesial dengan beberapa kuda itu?”


Li Qingyu langsung menoleh ke arah ayahnya dengan tatapan yang sangat semangat. “Ayah, Apakah Ayah tahu, kuda itu bukanlah kuda biasa tetapi kuda ajaib. Dia tidak memiliki sayap tetapi bisa terbang. Bahkan aku sendiri melihat dari mata telanjang dia lusinan kuda terhempas sangat jauh dan menabrak beberapa pohon dan bukit sangat keras akan tetapi beberapa saat kemudian langsung terbang lagi untuk mendekati Long Fai.”


Li Feng tentu saja langsung terkejut dan berkata lagi, “Woah, bukankah Jika seperti itu walaupun kuda bisa terbang tanpa memiliki sayap, aku hanya tertarik dengan ketahanan tubuhnya.”


Li Qingyu tersenyum pahit dan berkata: ”Hmmm apakah ada kuda yang memiliki tanduk hitam, tentu saja kita baru pertama kali melihatnya bukan?”


“Yah, kamu benar nak, akan tetapi dia masih bersikukuh untuk tidak menjualnya.” Li Feng juga tidak berdaya akan masalah ini.


Li Feng langsung mengajukan pertanyaan. “Oh, apakah mereka semua adalah murid yang kuat?”


“Tidak kuat lagi, tetapi mereka semua sangatlah misterius, sehingga aku ingin melihat dari mana mereka berasal.” Li Qingyu langsung membalas.


“Hmmm baik. Ayah juga ingin melihat apakah mereka kuat seperti yang kamu katakan nak,” ucap Li Feng sambil tersenyum.


~


~


Sementara itu, di dalam kamar itu sudah dibagi menjadi beberapa bagian. Murid Shi Qian dia satu kamar dengan pelayan Ji Yao. Sementara Fu Xiao dan dua murid lainya, satu kamar di sebelahnya. Untuk Long Fai Dia memakai kamar yang paling atas tingkatannya sehingga seluruh kerajaan Yan Agung yang memiliki pulau terapung, terlihat sangat mengagumkan.


Sekarang sudah larut malam, Ji Yao sedang melihat pemandangan dari atas di sebuah jendela penginapannya, pada saat ini ada suara geraman yang sangat centil. Karana pada saat itu, Ji Yao walaupun sedang memakai baju bagian atas, tetapi di bagian bawah nyatanya sedang bertelanjang.

__ADS_1


Kemudian pantat yang empuk itu seperti permen yupi yang kenyal bergetar-getar karena goncangan pinggang Long Fai.


Akhirnya mereka berdua menikmati musim semi sambil melihat keindahan panorama yang di pancarkan dari Kerajaan Yan Agung.


Di pagi hari!


Long Fai langsung dibangunkan oleh gerutunya Ji Yao.


“Hmmm bukankah kita akan pergi ke tempat pertandingan antar kerajaan? Ayo kita harus bangun lebih awal.” Ji Yao terus menerus mencubit kedua pipi Long Fai.


Bahkan dirinya juga merasakan rasa sakit di bagian vitalnya karena terlalu semangat. Sekarang akan canggung jika sedang berjalan sedikit aneh jika semua orang melihat.


Tentu saja selain itu, kedua gunung kembarnya tepatnya di pucuk merah itu, juga merasakan rasa sakit akibat disedot Long Fai begitu keras sehingga mungkin saja jika air susu itu yang di minum Long Fai setra dengan dua liter.


Ji Yao mengeluh. Dia menggunakan energi spiritual untuk mengeluarkan air dingin dan menyiram wajah Long Fai.


"Byurr!"


“Uhhh, kenapa kamu seperti itu, aku masih ingin tidur nyenyak!” Long Fai mengusap.


“Cepat bangun, ahh lihat disana ada Hitomi Tanaka!” Ji Yao seketika bercanda.


“Ahh dimana!" Sontak Long Fai langung berenjak bangun dan saat itulah bahwa dirinya sedang dibohongi oleh Ji Yao.


“Pfff suami kamu mesum, walaupun aku tidak tahu siapa dia, sepertinya kamu sungguh tergila-gila,” kata Ji Yao sambil tertawa kecil.


Long Fai seketika menjadi segar kembali dan tidak merasakan kantuk. Dia membalas candaan Ji Yao. “Hmm kamu tahu, dia adalah wamita kuat yang bis mengangkat gunung kuno berapai secara bersamaan, karena itulah aku tergila-gila kepadanya.”


“Gunung kuno?” Ji Yao tidak magsud apa itu gunung kuno yang disebutkan Long Fai.


“Intinya dia adalah wanita yang kuat." Long Fai tidak lagi melanjutkan lebih lagi.

__ADS_1


“Hmmm baiklah, sekarang kita memakai baju dan kita harus pergi ke tempat pertandingan,” kata Ji Yao.


__ADS_2