
Bab 138 Aku Tidak Takut Musuh
Setelah Xiao Yun berteriak tangan dia langsung menghalau serangan tamparan yang di lakukan oleh raja Tanguan.
Raja Tanguan menatap ke arah Xiao Yun dengan cara yang menyeramkan dan dia mencoba berkata: “Kamu sebaiknya lepaskan tangan kamu itu.’’
Tanguan marah. Namun yang lebih terkejut adalah bahwa dia bisa menahan tamparan yang di lakukan oleh dirinya. Kemudian dia berkata lagi di dalam hati. ‘Kapan Xiao Yun menjadi sekuat ini?’
Di sisi Xiao Yun menjawab sambil menatap ke arah raja Tanguan dengan cara sengit. “Kenpa aku menolong, karena dia adalah suami aku! Pantas jika aku menjadi seorang yang menurut kepala suami aku yakni Long Fai.”
Raja Tanguan tersenyum murung dan menatap ke arah Long Fai komedian berkata: “Hahah kamu adalah pria yang baru aku temukan yang sangat pengecut yang selalu bersembunyi di balik paha wanita.’’
“Jika kamu menjadi raja Xinping, maka kamu harus menjadi tegar dan tegas dan memasang poster raja yang mendominasi.’’
“Cih... dasar kamu pengecut!” Tanguan menghina kepada Long Fai.
Bukan hanya itu saja, para punggawa yang sedang di sebelahnya raja Tanguan juga melihat Long Fai sangat menghina.
Namun hinaan yang di lontarkan kepada raja Tanguan Long Fai tidak terpengaruh malahan dia mengambil Teh lalu langsung meminum dan mengangkat kaki Erlangnya, kemudian berkata sambil tersenyum: “Di jalan untuk menjadi abadi banyak dan tidak terbatas. Dan aku berlindung dibalik paha wanita yang mulus itu juga cara menjadi abadi.”
Setelah itu, Long Fai berkata lagi sambil memandang ke arah Xiao Yun. “Yuner, sebaiknya usir dia dari sini. aku sangat mual ketika melihat wajah raja Tanguan.’’
“Kamu bajingan sialan.. berani sekali lancang kepada raja ini..!” Tanguan marah dan menyuruh punggawa yang di sebelahnya dan berkata: ‘‘Kalian bunuh pemuda lancang ini..! Biar aku yang mengurus Xiao Yun.”
“Brengsek.. kenapa akhirnya menjadi seperti ini!’’ Jiang Feng ingin menangis. Hu Mulan juga sangat takut hingga ingin kencing di tempat.
Ketika Long Fai melihat punggawa raja Tanguan ingin menyerang ke arah dirinya, dan dia melihat bahwa Xiao Yun hendak menahannya, maka Long Fai berkata seperti ini: “Yuner, kamu tidak perlu lagi untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Sekarang giliran aku untuk melakukan hal-hal yang membuat rumit.”
"Uhh!"
“Baiklah suami..’’ Xiao Yun menurut dan dia duduk di bangku lagi.
“Ayo kalian kedua punggawa pukimak..! Maju sini!” Kata Long Fai sambil membuat aba-aba tangan.
“Sial.. kamu!” Tanguan marah dan menyuruh cepat ke dua bawahan untuk menyerang Long Fai.
“Baik..!’’
__ADS_1
Kedua bawahan itu, berteriak keras dan dia langsung menyerang Long Fai menggunakan jurus-jurus yang dia kuasai.
Namun Long Fai membuat kesempatan ketika kedua punggawa itu sedang membuat jurus, Long Fai langsung meraih teh yang sangat panas langsung menyiramkan kearah mata kedua orang itu.
"Byurr!"
“Ahhh mata aku sial bajingan kamu!”
Bahkan Tanguan yang melihat cara sialan yang di lakukan oleh Long Fai membuat hati menjadi marah dan berteriak. “Bajingan kamu Long Fai kamu sangat pengecut!”
Kemudian dia melihat dua bawahan. Ketika dia melihat bahwa kedua bawahan memiliki mata yang merah seperti iritasi, dia menyuruh untuk mengobati dulu.
Long Fai di tatap oleh mata membunuh Tanguan kemudian berkata: “Kenapa kamu menatap aku seperti itu, bukankah dalam pertarungan boleh menggunakan cara yang licik supaya menang?”
“Kamu para kultivator bodoh dan lemah.. hanya sebuah minuman teh gampang sekali di kalahkan, Cih...! Jika aku jadi kalian, aku sangat malu, menurut aku kalian tak berbeda dengan Kasim. hahaha!”
Kemudian Long Fai menatap ke arah Jiang Feng dan berkata: “Sekarang giliran kamu untuk maju. Aku yakin kamu akan memenangkan.’’
“Apakah Kamu gila!” Jiang Feng melototi ke arah Long Fai dan dia ingin menangis.
“Jika kamu ingin menjadi penggarap Kendo yang menggetarkan langit, maka kamu harus maju tanpa ada rasa takut sama sekali.’’
“Ini ambillah, jika kamu bisa membunuh kedua orang itu, maka pedang itu menjadi milik kamu.’’ Kata Long Fai. Kemudian dia melemparkan pedang itu ke arah Jiang Feng.
“Pedang ini..!’’ Jiang Feng berseru dan terkejut. Pedang ini, dia kasih secara langsung dan cuma-cuma.
Dengan pedang kualitas peri, kemungkinan akan menang besar untuk membunuh mereka berdua. Namun dia masih ragu-ragu.
Di sisi Long Fai melihat keraguan Jiang Feng, kemudian berkata: “Kamu tidak perlu ragu di dunia ini, untuk menjadi orang terkuat tidak ada kata ragu-ragu. Kamu harus percaya diri tegakan kepala Kamu keatas.”
“Niatkan pedang kamu, seseolah kamu adalah pedang. Hati kamu adalah pedang dan kamu adalah pedang.’’
“Ini!’’ Jiang Feng setelah mendengar kata-kata Long Fai tiba-tiba seseolah mendapatkan babtisan dan pencerahan seketika. Seseolah otak itu, mengingat pandangan tentang hukum kendo, mencapai tingkat tinggi.
“Baik, aku paham. Terimakasih Long Fai.” Jiang Feng sangat berterima kasih.
Di sisi Hu Mulan, dia terkejut dan memandang ke arah Long Fai dan berkata: “Tidak mungkin hanya sebuah kata-kata akan mencapai pencerahan!”
__ADS_1
“Tidak ada yang mungkin, karena aku adalah Long Fai!’’ Kata Long Fai sambil tersenyum lembut kepada Hu Mulan.
Di sisi Jiang Feng setelah mendapat pencerahan oleh Long Fai, dia menatap ke arah Raja Tanguan dan kedua bawahannya.
Jiang Feng berkata kepada ketiga orang itu. “Jika kamu ingin melawan Long Fai, maka kamu harus melawan aku terlebih dahulu.”
“Brengsek kamu! Hei kalian cepat serang dia terlebih dahulu!” Tanguan berteriak.
“Baik..’’ Kedua orang itu, langsung menyerang Jiang Feng. Kedua orang itu, juga mengeluarkan pedang masing-masing.
“Hei kalian bocah mati kamu...!” Kedua orang itu berteriak kepada Jiang Feng. Ketika kedua pedang yang sedang di arahkan kepada Jiang Feng, untuk memenggal kepala, Long Fai melihat bahwa Jiang Feng sedang menutup mata.
Setelah pedang itu hampir mengenai kepala Jiang Feng, tiba-tiba mata dia membuka. Jiang Feng hanya menggerakkan pedang itu, tiba-tiba Kedua Tangan musuh langsung terputus.
"Sring!'
"Puf!"
“Ahhh tidak... tangan aku..!” Kedua orang itu, menjerit. Setelah Jiang Feng menebaskan pedangnya ke arah tangan kedua orang itu, dia langsung menendang sehingga kedua orang itu terpental ke arah Tanguan sehingga Tanguan terjatuh.
Bahkan raja Tanguan setelah melihat cara pedang yang dilakukan oleh Jiang Feng, sedikit takut.
Namun untuk melawan lagi, menurut dirinya akan beresiko sehingga dia lebih baik mundur. Ketika tiba saatnya, gantian dia menyerbu wilayah Xinping.
Raja Tanguan setelah bangun dari jatuhnya, dia menatap ke arah Long Fai sambil berkata: “Karena kamu berani melawan aku maka kamu dan beserta wilayah Xinping ini adalah musuh aku.”
“Aku juga tidak tahu hal-hal ajaib di tanah ini, karena banyak perubahan yang menakjubkan. Karena kamu musuh aku maka aku akan membeberkan bahwa tanah Xinping sudah menjadi tanah peri kepada kerajaan lain. Sehingga jika kerjaan lain mengetahui, mungkin akan menginfasi wilayah Xinping.”
Xiao Yun akhirnya membuat suara dan berkata sambil berteriak: “Kamu sangat keterlaluan! Tapi aku tidak ada kata takut.”
Walau dia berkata demikian namun di dalam lubuk hati dia ada sedikit rasa khawatir. Ketika Long Fai mengetahui khawatir dari Xiao Yun, akhirnya berkata dengan suara tenang. “Patut di ketahui, aku tidak keberatan memiliki terlalu banyak musuh. Semakin banyak musuh maka, hal terburuk adalah darah yang mengalir menjadi sungai dan mayat akan menumpuk menjadi gunung.’’
Kemudian Long Fai menatap ke arah raja Tanguan sambil menunjuk jari ke arahnya dan berkata lagi: “Dan kamu raja Tanguan jika kamu adalah musuh aku, aku bisa mengampuni hidup kamu. Tapi merusak urusan aku, bahkan putra takdir sendiri, aku akan membunuhmu tanpa alasan.’’
......................
‘‘*TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, KARENA AKU LONG FAI’’
__ADS_1
“Long Fai*”
......................